
Chapter 93. Feng Zixuan.
Tian Zhi memasukkan semua wanitanya ke dalam cincin dimensi, dia ingin menjelajahi Benua Peri terlebih dahulu, membuat namanya dikenal, setelah itu dia akan membuat tempat tinggal bagi keluarganya.
Karena posisinya saat ini berada di Gunung Misterius, dia akan menjelajahi wilayah yang paling dekat, wilayah Utara, yang kata Jun Mei Lin banyak dihuni ras campur tapi lebih dominan Ras binatang buas, setelah itu dia akan menuju ke Timur wilayah Lembah Jiwa.
"Sambil menjelajahi juga meningkatkan kekuatan. "
Tian Zhi langsung menuju ke arah Utara, tempat dimana banyak ras campur. Karena ingin mengenalkan dirinya kepada penghuni asli Benua Peri, Tian Zhi tidak menggunakan Teknik Perubahan Wujud, dia terbang sangat cepat sambil melihat ke bawah untuk dihafal.
Di Benua Peri, hanya Tian Zhi satu-satunya Ras Asyura, sebab benua ini tidak diminati oleh bangsa Asyura.
Saat Tian Zhi terbang dengan cuaca yang awalnya cerah, tiba-tiba berubah menjadi mendung, tapi anehnya, mendung itu tampak seperti bayangan berupa tangan yang besar menutupi matahari.
Dengan rasa penasaran, Tian Zhi melihat ke atas dan syok bukan main saat sebuah telapak tangan raksasa turun kearahnya dan...
Boom💥...
Tubuh Tian Zhi terhantam sangat keras ke tanah, hingga tanah itu membentuk sebuah telapak tangan yang besar.
"Bajingan!? " kemarahan Tian Zhi saat dirinya sudah ditargetkan oleh seseorang.
Tian Zhi berusaha sekuat tenaga untuk bangkit, tapi tubuhnya seakan-akan mengkhianati keinginannya, dia tidak bisa bergerak sama sekali. Telapak tangan raksasa benar-benar mengunci tubuhnya.
"Dragon Flame, bantu aku! " perintah Tian Zhi yang ingin mendapatkan kekuatan.
Tapi dia terkejut saat tidak merasakan koneksi dengan Dragon Flame. "Sialan!? Bagaimana bisa dia menghilang! " umpat Tian Zhi saat baru menyadari tidak ada Dragon Flame di punggungnya.
Tian Zhi tidak tahu jika Dragon Flame telah diperintahkan untuk menjaga goa oleh Dewi Cahaya, dan setelah itu Tian Zhi tidak pernah berkomunikasi dengan Dragon Flame.
"Sudah lama aku menunggumu! "
Tiba-tiba suara seorang kakek-kakek terdengar dibenak Tian Zhi, dia ingin melihat pemilik suara itu yang dekat dengannya, sayangnya kepala tidak bisa digerakkan sama sekali dan bergeser pun sulit.
Dari nada bicaranya, orang itu tampak ramah tapi mengandung makna yang dalam. Tian Zhi berpikir, "jangan-jangan orang itu adalah sosok bertopeng yang pernah menyerang ku, tapi suaranya kok berbeda? "
Karena tidak bisa menggerakkan tubuhnya, akhirnya Tian Zhi pasrah. Karena tidak berusaha berontak lagi, secara berlahan Tian Zhi bisa menggerakkan jarinya.
Tian Zhi akhirnya bisa menggerakkan kepala dan melihat pria tua setinggi 190 cm rambut hitam panjang jenggot putih sepanjang dada, pada sipit dan bibir tersenyum padanya, dan ternyata bukan pria bertopeng.
"Kekuatan macam apa dia? " batin Tian Zhi yang tidak bisa melihat basis kultivasi-nya.
Dengan membentuk telapak tangan raksasa, tanpa mengeluarkan aura dan mampu membuatnya tidak berkutik, Tian Zhi meyakini jika pria tua ini setingkat Dewa Absolute. Tidak ingin mati konyol, Tian Zhi berpura-pura pasrah, dan akan kabur setelah pria itu lengah, pikirnya.
"Senior, apakah kita pernah bertemu? " tanya Tian Zhi dengan sopan tanpa menggerakkan tubuhnya yang masih telungkup di tanah.
Pria tua itu tersenyum dan menjawab setelahnya:
"Tidak pernah! Aku memang menunggu seseorang keluar dari gerbang dimensi yang baru saja kamu lewati, " jawabnya sambil duduk di sebuah batang kayu yang tumbang, suaranya sedikit serak khas seorang kakek-kakek.
Pria tua itu memang tidak bisa masuk ke dalam gerbang dimensi walaupun sudah mencoba berbagai cara, akhirnya dia hanya bisa menunggu seseorang keluar dari gerbang dimensi.
Pria tua itu memeriksa tubuh Tian Zhi dan sedikit terkejut, sebab dia tidak bisa melihat kekuatan Tian Zhi, tapi keterkejutan itu hanya sesaat dan tidak menimbulkan kecurigaan.
"Apa tujuan Senior menunggu? " tanya Tian Zhi yang masih dengan nada sopan.
Tian Zhi jelas tidak berani macam-macam dihadapan kekuatan yang jauh di atas, dia hanya berharap ada kesempatan untuk kabur dari pria tua di depannya.
"Apakah kamu berasal dari benua yang hilang? " tanya balik pria tua itu sebelum menjawab.
"Tidak, saya berasal dari Benua Awan Timur dan terdampar di Benua Permata Hitam karena suatu sebab...! " jawab Tian Zhi dengan jujur.
"Ras Asyura, ya... ! "
Pria tua itu tidak terkejut jika Tian Zhi bukan asli penghuni Benua Permata Hitam karena sudah tahu di benua itu tidak ada manusia, dia juga tampak mengenal bangsa Asyura.
Pria itu mendekati Tian Zhi dan berhenti di sampingnya untuk memeriksa garis darahnya, pria tua itu ingin tahu Tian Zhi berada pada kasta apa.
Tian Zhi jelas ketakutan dan panik, buru-buru meminta bantuan kepada Inti Kehidupan:
"Kakak, tolong aku, lindungi identitas ku, jangan sampai ketahuan aku pemilik Kasta Kaisar dan juga basis kultivasi ku! "
"Tenang saja, Tuan bisa santai! " jawab Inti Kehidupan dengan serempak, di dalam bola kristal mereka berdua geleng-geleng karena Tian Zhi melupakan segel persembunyian yang telah diberikan.
Tian Zhi bernafas lega jika Inti Kehidupan telah ikut campur, dan melirik pria itu menusuk ujung jarinya dengan menggunakan sebuah jarum, lalu pria itu mengeluarkan sebuah alat berbentuk kotak tipis dan mengoleskan darah yang keluar dari ujung jarinya.
Pria itu itu mengangguk paham saat melihat hasil darah miliknya, dan tersenyum tipis setelahnya. Lalu, pria itu menyimpan lagi alat penguji garis darah.
"Kasta Prajurit, elemen kayu dan api. Tidak sia-sia aku menunggu selama ini. Kamu seorang Alkemis, entah di tingkat apa! Tapi jika mencium aroma tubuhmu, aku perkiraan Alkemis tingkat Saint tahap menengah. Kekuatanmu berada pada tingkat Dewa Dunia level 2 dan usiamu 26 tahun. Hebat - hebat! "
Analisis pria tua itu setelah melihat dari alatnya, tampak dia sangat senang penantian selama ini terbayar. Walaupun Kasta Prajurit bukanlah yang terbaik, tapi dengan elemen kayu dan api sudah merupakan bakat tinggi.
Tian Zhi berpura-pura terkejut dengan mulut terbuka dan melihat pria tua itu duduk kembali di batang kayu tumbang, dia bersyukur Inti Kehidupan menutupi garis darahnya yang sebenarnya dan juga kekuatan yang telah dimanipulasi turun satu tingkat, jika sampai pria tua itu tahu, entah apa yang akan terjadi dengan dirinya.
Setelah pria tua itu berbicara, tubuh Tian Zhi tidak lagi menerima tekanan dan kembali normal, segera dia berdiri tapi tidak ingin kabur.
Tian Zhi ingin tahu apa tujuan pria tua ini, jika bermanfaat baginya dia akan mengikuti, jika tidak, jelas akan kabur.
Selain itu, Tian Zhi juga membutuhkan seseorang untuk mendukungnya dalam mencari tempat yang cocok.
Pria tua itu malah tertawa, setelah tertawa dia pun berbicara:
"Namaku Feng Zixuan, panggil saja Senior Zi atau Xuan, " kata Feng Zixuan yang memperkenalkan dirinya, "sebelum aku berbicara kenapa aku melakukan ini kepadamu, siapa namamu? " lanjutnya.
Tian Zhi terdiam untuk berpikir, dia merasa jika Feng Zixuan ini bukan orang sembarangan jika dilihat dari pakaiannya dan nada bicara yang tegas.
"Nama saya Tian Zhi Shimo, panggil saja Tian atau Shimo, Senior Xuan, " jawab Tian Zhi.
Feng Zixuan mengangguk dan berbicara:
"Ya, aku sengaja melakukan ini kepadamu agar kamu tidak kabur setelah tiba disini saat melihat ku. Setelah melihat garis darahmu, aku ingin membuat kesepakatan denganmu, apakah kamu mau? "
Alasan Feng Zixuan tidak masuk akal bagi Tian Zhi, dia merasa jika Feng Zixuan sedikit ada kebohongan, tapi Tian Zhi tidak perduli dengan alasannya.
Saat ini Tian Zhi penasaran apa maksudnya dengan membuat kesepakatan, sebelum menyetujuinya kesepakatan, dia bertanya:
"Kesepakatan tentang apa dulu, Senior Xuan?"
Feng Zixuan tersenyum dan setelah itu menjawab:
"Aku ingin kamu mengikuti kompetisi Asyura Path mewakili pihak ku, dan jika kamu berhasil masuk sepuluh besar, aku akan memberikan kamu satu Buah Suci tingkat Bumi dan senjata pedang Bintang Satu. Tapi, jika kamu bisa menjadi juara satu, aku akan berikan lagi sembilan Buah Suci. Bagaimana?"
Spontan Tian Zhi terbelalak dengan hadiahnya, siapapun tahu hadiah itu sangatlah berharga bisa menjadi rebutan dan pertumpahan darah.
Buah Suci tingkat Bumi mampu meningkatkan kekuatan seseorang hingga 10 level, dan sangat berguna bagi kekuatan di bawah tingkat Mahadewa.
Belum lagi senjata Artefak Bintang satu, itu saja sudah sangat berharga, sedikit lebih berharga dari Armament Grade Immortal.
Kompetisi Asyura Path (jalur Asyura) adalah sebuah ajang pertarungan bebas di alam terbuka, mereka akan ditempatkan di suatu wilayah yang tertutup Formasi, tidak akan bisa keluar maupun masuk tanpa tanda pengenal.
Peserta yang mengikuti kompetisi Asyura Path, dia harus bertahan hidup selama satu bulan dan mengumpulkan banyak token Giok yang telah disembunyikan secara acak oleh penyelenggaraan. Diperbolehkan untuk saling menjarah dan membunuh antar peserta, bisa membuat sebuah tim untuk saling menjaga.
Asyura Path hanya bisa diikuti peserta dengan usia minimal 17 tahun dan maksimal 100 tahun, tidak menghitung kekuatan. Tapi umumnya dan karena ini ajang kompetisi brutal, biasanya peserta minimal memiliki kekuatan tingkat Jenderal Dewa.
Dipikiran Feng Zixuan, Tian Zhi yang memiliki kekuatan Dewa Dunia dan baru berusia 26 tahun, merupakan peserta yang paling potensial untuk mengikuti kompetisi Asyura Path, dan Feng Zixuan berharap Tian Zhi mau mengikutinya, sebab itu dia berani mengeluarkan hadiah besar.
Tanpa perduli apakah itu kompetisi Asyura Path dan bahayanya, demi Buah Suci dan Artefak Bintang satu, Tian Zhi bertekad untuk mendapatkannya. Siapapun akan bodoh menolak kesepakatan berharga yang tidak akan datang untuk kedua kalinya.
"Setuju! " tanpa pikir panjang, Tian Zhi menyetujuinya dengan mengulurkan tangan.
Feng Zixuan tertawa bahagia dengan menjabat tangan Tian Zhi, dia sudah lama terpuruk dalam persaingan kompetisi Asyura Path dengan para pesaingnya.
Anak didiknya selalu gagal memenuhi target untuk mendapatkan tempat sepuluh besar, bahkan sering mencari peserta luar, tapi hasilnya juga sama, semua kegagalan karena faktor kekuatan yang tidak mampu bersaing dengan peserta lain.
Kemudian, Feng Zixuan mengajak Tian Zhi menuju tempat tinggalnya, dengan terbang santai. Feng Zixuan berbicara tentang dirinya.
Feng Zixuan adalah seorang guru di Akademi Istana Surgawi tepatnya berada di Alam Keabadian, semenjak kegagalannya mendidik murid akademi mencapai peringkat sepuluh besar dan bahkan tidak sampai menduduki peringkat seratus besar di kompetisi Asyura Path, dia banyak menerima ejekan dan hinaan dari guru yang lain, sehingga dia berkelana untuk mencari bakat tersembunyi.
Jika dinilai dari kekuatannya berada pada tingkat Dewa Absolute level 75, Feng Zixuan sangat kuat diantara jajaran pemimpin di Alam Keabadian, entah nasib buruk atau memang tidak becus mendidik, dia selalu gagal membuat anak didiknya berprestasi.
Sudah sangat lama Feng Zixuan meninggalkan Alam Keabadian untuk mencari bakat terpendam.
Saat berkelana, dia bertemu dengan seseorang misterius yang memberitahukan, jika akan ada seseorang pria yang akan keluar dari gerbang dimensi di Benua Peri.
Mendengar orang misterius itu dan juga lebih kuat darinya, Feng Zixuan pun mengikuti petunjuknya dan menunggu di Gunung Misterius dimana Tian Zhi muncul.
Feng Zixuan juga mengatakan, jika kompetisi Asyura Path akan diikuti oleh para peserta dari berbagai penjuru benua di Alam Semesta Aurora, dan letak kompetisi kebetulan berada di Benua Peri juga.
Feng Zixuan juga memperkenalkan tentang Benua Peri, dimana di benua ini dihuni banyak ras, ada Ras Dewa Dewi, Ras Naga, Ras Phoenix, Ras Golem, Ras Peri/Elf dan masih banyak lagi, kecuali Ras Manusia.
Kompetisi Asyura Path diadakan setiap 10 tahun sekali dan menjadi ajang pencarian bakat dan diikuti oleh semua kalangan.
Tidak terasa Tian Zhi dan Feng Zixuan telah dekat dengan sebuah kota besar, kota ini merupakan kekuasaan Kerajaan Dewa Dewi.
Saat kedatangan Feng Zixuan dengan membawa seorang pria muda, banyak tatapan sinis dan banyak bisikan menghina. Feng Zixuan hanya diam saja tidak memperdulikan mereka, baginya hal seperti ini sudah biasa.
Tian Zhi heran melihat Feng Zixuan yang tampak tidak tersinggung sama sekali, padahal dengan kekuatan auranya saja mampu meledak mereka dengan mudah.
Kemudian, sampailah mereka disebut Paviliun bernama Formasi Bintang, Tian Zhi menjadi bersemangat saat tahu dia berada di tempat para ahli Formasi Array belajar dan mendidik.
Tian Zhi jelas ingin belajar menjadi seorang ahli Formasi, hanya di bidang ini dia minim pengalaman dan bisa dikatakan tidak bisa.
"Senior Xuan, apakah seorang guru Formasi Array? " tanya Tian Zhi yang ingin belajar, tapi tidak ingin menjadi murid siapapun.
"Dulu, sekarang aku malas menjadi guru pembimbing lagi! " jawab Feng Zixuan dengan raut wajah kecewa, "ayo masuk! " lanjutnya yang tampaknya enggan membicarakan tentang Formasi dan statusnya.
Tian Zhi menghela nafas dan mengikutinya dari belakang, saat masuk ke Paviliun Formasi Bintang, dia disuguhi berbagai macam Formasi yang dibuat menyerupai binatang bergerak seperti aslinya, berbagai benua yang mengorbit matahari, dan juga ilusi orang yang sedang bertarung menggunakan Formasi.
Dengan kagum Tian Zhi berhenti melihat ilusi yang dibuat di dinding paviliun. Feng Zixuan berhenti juga, lalu menghampiri Tian Zhi dan berdiri disebelahnya.
Mereka berdua tidak perduli dengan tatapan semua orang yang melihat sinis dan selalu saja menghina Feng Zixuan.
Feng Zixuan juga melihat Formasi Ilusi pertarungan dan berbicara:
"Formasi juga banyak kegunaannya, untuk perlindungan, bertarung, menipu mata dan juga digunakan dalam kehidupan sehari-hari."
Tian Zhi mengangguk dan tetap mengagumi karya seni Formasi. Yang tidak diketahui oleh Feng Zixuan, Tian Zhi mendapatkan ingatan tentang Formasi, dan dia terhanyut dalam ingatannya sendiri.