Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 234. Kembalinya Batu Keabadian.


Chapter 234. Kembalinya Batu Keabadian.


Tian Zhi segera menyerap energi Yin yang melimpah dan mengalirkan ke dalam dantian-nya, perlahan dantian-nya mulai penuh dengan energi.


Sedangkan Zhi Jianying merasakan tongkat Tian Zhi menggelitik dinding rahimnya dan memicu air surga menyembur kembali. Suaranya keras dan berbicara tidak jelas.


"Apa yang kamu katakan, ulangi lagi!" goda Tian Zhi sambil menyerap energi Yin.


"Ini... Ini sangat... Nikmat... Ahh!! Aku... Aku belum pernah merasakannya!!" jawab Zhi Jianying dengan nafas tersengal-sengal setelah menyemburkan air surga.


"Sudah berapa pria yang berhubungan intim denganmu?" tanya Tian Zhi yang penasaran.


"Dua... Hanya dua pria... Ahh!!" jawab yang langsung ambruk di dada bidang Tian Zhi.


"Siapa mereka?"


"Kakak ipar dan pria satunya hanyalah kultivator lewat dan ku bunuh setelahnya!"


"Pantas kamu tidak membunuhnya! Jika tebakan ku tidak salah, kamu memberikan kesucian mu kepada Dewa Es Abadi, kan?"


Akhirnya Tian Zhi tahu kenapa Zhi Jianying tidak membunuh Dewa Es Abadi, karena ada perasaan diantara mereka selain alasan untuk menyerap kekuatan Dewa Es Abadi.


Ya, Zhi Jianying memang mencintai Dewa Es Abadi, namun rasa cintanya dikhianati dengan cara diperkosa oleh Dewa Es Abadi. Semenjak itu sikap Zhi Jianying berubah total, menjadi kejam dan tidak peduli dengan siapapun. Karena rasa dendam, Dewi Salju menjadi korban dari rasa sakit hatinya.


"Yakin hanya dua pria?" selidik Tian Zhi yang tidak percaya dengan pengakuan Zhi Jianying.


"Sumpah!! Hanya dua pria, itupun telah lama berlalu dan kamu adalah yang ketiga!" jawabnya dengan jujur.


"Jangan tidur, aku belum keluar!" ucap Tian Zhi yang melihat Zhi Jianying akan memejamkan mata.


"Biarkan aku istirahat sebentar... Saja!" mohon Zhi Jianying yang kelelahan setelah dua kali mencapai puncak kenikmatan.


Tian Zhi jelas tidak memberikan kesempatan Zhi Jingying beristirahat, dia membalikkan tubuhnya dan kini berada di atas, lalu menggerakkan pinggulnya naik turun.


"Ohh...!!" Zhi Jianying melenguh panjang, ketika Tian Zhi menghentakkan pinggulnya dengan keras dan membuat dinding gua surga mencengkram tongkat dengan erat.


Dua tangan Zhi Jianying memegang bantalnya dengan erat dan kedua kakinya melingkar di pinggang Tian Zhi, kepalanya bergerak liar ke kanan dan ke kiri, sedangkan kedua mata terpejam menikmati sensasi tongkat besar dan panjang yang keluar masuk memenuhi gua surganya. Setiap kali Tian Zhi menghentakkan pinggulnya, tubuhnya ikut terguncang hingga dadanya ikut bergerak liar.


Sambil menghentakkan tongkatnya hingga membuat Zhi Jianying kewalahan, Tian Zhi kembali bertanya, "apa kamu tahu siapa aku yang sebenarnya?"


Zhi Jianying sedikit membuka mata dan melihat wajah Tian Zhi, lalu dia melihat tongkatnya yang keluar masuk. "Kamu... Master Tian... Tian Zhi itu namamu!" jawabnya dengan nada tak beraturan karena tubuhnya bergoyang mengikuti irama hentak Tian Zhi.


"Seandainya, kamu tahu kita satu marga, sikap apa yang kamu ambil?"


Zhi Jianying membuka matanya lebar-lebar dan baru menyadari jika Tian Zhi memiliki nama marga Zhi. Namun, dia mengembangkan senyuman bahagia.


"Kamu... Juga bermarga Zhi? Jika benar, aku tidak akan membunuhmu dan tidak perlu menyerap darahmu. Tapi, kamu harus menjadikan aku pasangan Dao selamanya!"


Tian Zhi tertawa dan makin keras menghajar gua surganya. Seketika Zhi Jianying menyemburkan air surganya, lalu tubuhnya pun menjadi lemas. Namun, Tian Zhi tidak berhenti, dia membalikkan tubuh Zhi Jianying dan menjadi telungkup.


Kemudian, Tian Zhi kembali memasukkan tongkatnya ke dalam gua surga yang banjir, lalu sedikit mengangkat pinggul Zhi Jianying agar terangkat. Segera dia menggerakkan pinggulnya naik turun dengan sangat cepat.


Tian Zhi berkultivasi ganda selama waktu empat dupa dan membuat Zhi Jianying pingsan. Walaupun tahu Zhi Jianying telah pingsan, dia tidak berhenti sebelum kekuatannya mencapai tingkat Half Alfa, dan akan berhenti ketika Zhi Jianying tidak lagi banyak memberikan kekuatan...


Akhirnya Tian Zhi berhenti saat Zhi Jianying tidak lagi memberikan banyak kekuatan, dimana dia telah berada di tingkat Half Alfa level tujuh, seimbang dengan Dewa Bintang. Selain itu, hari akan menjelang pagi, waktunya untuk bertanding melawan Dewi Alkemis.


Tian Zhi keluar dari ruang bawah tanah dan meninggalkan Dewi Seribu Wajah dalam keadaan pingsan tanpa kain menutupi tubuhnya, gua surganya mulai saat ini tidak akan terpuaskan oleh pria lain selain Tian Zhi, karena gua surganya terbuka lebar dan sesuai dengan ukuran tongkatnya.


Lalu Tian Zhi membuka Mata Langit untuk melihat situasi di Kota Qingshan...


Di Kota Qingshan, situasi menjadi mencekam ketika Tian Zhi bertarung sengit dengan Dewi Seribu Wajah, dimana Dewa Bintang dan Master Wei Yan telah menggunakan kehebatan dari Batu Keabadian.


Berhubungan tenda Pasukan Phoenix ada Formasi Perlindungan, dua kehebatan Batu Keabadian tidak banyak berpengaruh, hanya saja menggetarkan Formasi, tapi tidak menimbulkan keretakan pada dindingnya.


Dewa Bintang telah mengerahkan segala kemampuannya untuk menghancurkan Formasi Perlindungan, namun usahanya sia-sia. Demikian juga dengan Master Wei Yan, dia telah menyerah untuk terus menyerang Formasi Perlindungan, karena telah kelelahan dan energinya terkuras.


Menjelang pagi hari, He Hua dan semua wanita berhenti berkultivasi, dikarenakan tidak bisa fokus dengan keributan yang dibuat oleh musuhnya.


Mendengar ancaman He Hua, Dewa Bintang berhenti mengendalikan elemen tanah untuk membuat gempa, kini dia baru menyadari akan keserakahan yang membuatnya menjadi bodoh.


"Aku memiliki jutaan Pasukan Surgawi, datang saja aku tunggu!" tantang Dewa Bintang yang tidak takut jika wilayahnya menjadi medan perang, karena dia memiliki banyak pasukan.


Duke Qing Fei yang semalam selalu mengawasi Dewa Bintang. Dia geleng-geleng kepala mendengar Dewa Bintang menantang Tian Zhi. "Kalian mengundang bencana... Saat Pasukan Phoenix dan binatang bergerak, Istana Surgawi dengan mudah hancur!" gumamnya.


Sedangkan Zhi Yinping juga ikut mengawasi Dewa Bintang dari atap Paviliun Pil Langit, dia akan bergerak jika Formasi Perlindungan berhasil dihancurkan, dia berani bertindak karena Dewi Alkemis juga hadir.


"Kenapa Dewa Bintang menjadi tidak masuk akal seperti ini? Mencari masalah dengan seorang ahli Alkemis adalah kebodohan!" sesal Dewi Alkemis yang baru pertama kali melihat Dewa Bintang seperti ini.


"Sebagai pemimpin Istana Surgawi, seharusnya dia memberikan contoh yang baik bagi banyak orang!" kritik Zhi Yinping yang tidak suka dengan tindakan Dewa Bintang.


"Sebenarnya apa yang diinginkannya? Apa Master Tian membuat masalah dengan mereka?" tanyanya kepada Zhi Yinping yang lebih dekat dengan Tian Zhi.


"Saya tidak tahu dan tidak mendengar jika Master Tian berseteru dengan Dewa Bintang!" jawab Zhi Yinping dengan jujur, memang dia tidak mendengar istrinya Tian Zhi membicarakan tentang Istana Surgawi maupun Dewa Bintang.


"Jangan-jangan... Apa karena saudari Meyleen menyebarkan aib Master Wei Yan... Pemimpin sekaligus pendiri Organisasi Tangan Hitam!" tebaknya ketika teringat Meyleen merekam ingatannya di Batu Giok perekam.


Dewi Alkemis melihat Zhi Yinping. "Mungkin saja karena hal itu... Namun, bukannya tindakan mereka makin memperkuat aib menjadi kebenarannya, bukan?"


Zhi Yinping hanya mengangguk saja, dia ragu jika karena aib Master Wei Yan terbongkar membuat Dewa Bintang bertindak secara impulsif. Dia dan Dewi Alkemis menduga jika ada sesuatu yang lebih dari itu. Mereka berdua kembali melihat Dewa Bintang.


"Ayo, kita pergi!" ajak Dewa Bintang kepada semua rombongan untuk kembali ke Alam Keabadian, dia melakukan ini sebenarnya ada tujuan, yaitu mempercepat kedatangan Tian Zhi ke Alam Keabadian.


Dewa Bintang dan semua rombongannya membalikkan badan dan berniat menuju ke portal dimensi.


He Hua dan semua wanita bernafas lega melihat musuhnya menjadi takut dengan ancaman.


"Datang dan pergi sesuka hati setelah membuat keributan... Mencari kematian!!"


Tiba-tiba suara Tian Zhi terdengar oleh semua orang ketika Dewa Bintang dekat dengan pintu gerbang Kota Qingshan. Dewa Bintang, Master Wei Yan dan rombongannya jelas terkejut dan menjadi waspada.


He Hua dan semua orang bersorak-sorai mendengar suara Tian Zhi. Mereka melihat Tian Zhi muncul di atas pintu gerbang Kota Qingshan untuk menghadang musuhnya.


Dewa Bintang dan rombongannya segera mundur dan bersiap untuk menyerang. Namun, Tian Zhi mengejutkan mereka dengan kemunculan sepuluh ribu Tubuh Ganda yang melindungi Kota Qingshan.


Yang lebih mengerikan dari Tubuh Ganda adalah kekuatannya yang berada di tingkat Sang Void level 98. Walaupun Dewa Bintang memiliki kekuatan Half Alfa level tujuh, melawan sepuluh ribu Tubuh Ganda hanyalah omong kosong belaka, sama saja bunuh diri.


"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Master Wei Yan kepada Dewa Bintang.


"Gunakan Batu Keabadian untuk mengalihkan perhatian bocah itu, lalu gunakan token Giok teleportasi!" jawab Dewa Bintang yang membuat rencana untuk kabur.


Segera Master Wei Yan membangkitkan kerangka manusia dan binatang yang terpendam di tanah. Kembali di luar Kota Qingshan tanah bergetar hebat dan keluar banyak kerangka manusia dan binatang.


Tian Zhi tersenyum tipis yang tahu Batu Keabadian miliknya disalahgunakan oleh musuh. Dia memejamkan mata untuk mengambil dua Batu Keabadian yang dibawa oleh Master Wei Yan dan Dewa Bintang.


Seketika tubuh Dewa Bintang dan Master Wei Yan bergetar hebat ketika Batu Keabadian berusaha kabur darinya. Namun terlambat untuk mencegah Batu Keabadian keluar dari genggaman tangannya.


"Sialan?!" umpatan Dewa Bintang yang gagal mempertahankan Batu Keabadian.


Sedangkan Master Wei Yan langsung memecahkan token giok teleportasi dan menghilang dari hadapan semua orang. Lalu disusul oleh Dewa Bintang dan rombongannya yang kabur dengan menggunakan token giok teleportasi.


Swosh... Swosh...


Batu Keabadian melesat ke arah Tian Zhi dan memasuki tubuhnya, dia melihat jalur pelarian musuhnya ke arah Kekaisaran Qing, dia menduga mereka akan menggunakan portal dimensi yang ada di ibukota. Walaupun tahu, Tian Zhi tidak mengejar mereka, sebab tujuan utama telah tercapai dan juga hari ini waktunya untuk bertanding dengan Dewi Alkemis.


He Hua dan semua wanita segera keluar dari Formasi Perlindungan setelah musuhnya kabur. Tian Zhi turun dari atas pintu gerbang Kota Qingshan dan sepuluh ribu Tubuh Ganda berubah menjadi asap.


Penduduk Kota Qingshan bersorak-sorai melihat kehebatan Master Tian yang membuat penguasa Istana Surgawi kabur terbirit-birit tanpa baku hantam, benar-benar kemenangan tanpa pertempuran.


Hari ini Tian Zhi mendapatkan dua hal yang membahagiakan, mendapatkan kekuatan dari menyerap energi Yin milik Dewi Seribu Wajah dan dua Batu Keabadian telah kembali kepadanya. Kini Tujuh Batu Keabadian telah berkumpul bersama Tian Zhi.


He Hua memeluk erat suaminya dan memberikan ciuman tanpa peduli banyak penduduk yang bertepuk tangan. Lalu semua wanita berganti memeluk Tian Zhi...