
Chapter 199. Ratu Qinglin Adalah Xiu Zhu.
...****************...
Alam Mahadewa.
Ratu Qinglin yang berhasil lolos dari serangan Tian Zhi dan Raja Fung segera menemui ayahnya si Dewa Surya, dia segera menceritakan bagaimana telah gagal menguasai Benua Dewa.
"Siapakah pasukan untuk menguasai Kekaisaran Song dan juga beri kabar kepada Kerajaan Air!" perintah Dewa Surya kepada Menteri Pertahanan, dia telah mengganggap Kaisar Song terbunuh setelah putrinya bercerita.
Dengan terbunuhnya Kaisar Song, maka Kekaisaran Song akan bergejolak, dimana keturunannya akan saling berebut kekuasaan. Kesempatan ini digunakan oleh Dewa Surya untuk menguasainya.
"Laksanakan, Yang Mulia."
Menteri Pertahanan segera keluar dari istana. Kemudian, Dewa Surya mengajak putrinya menuju ruang rahasianya di bawah istana. Di dalam ruang rahasia, ada sebuah patung emas Dewa Binatang dan Dewa Surya merawatnya dengan baik.
"Ayah masih saja menyimpan patung ini?" tanya Ratu Qinglin yang heran ayahnya masih merawat patung emas Dewa Binatang.
"Kamu tidak tahu sejarahnya, jadi wajar jika tidak mengganggap patung ini tak berarti!" ucap Dewa Surya, "aku mengajakmu ke sini terkait dengan Dewa Bintang, aku--"
"Tidak, aku tidak mau menikahinya pria tua itu!" potong Ratu Qinglin yang tahu tujuan Dewa Surya, dia segera keluar dari ruang rahasia dengan menahan amarahnya.
"Lin'er, tunggu! Kamu dengarkan Ayah selesai berbicara dulu!" cegah Dewa Surya yang ingin memberikan penjelasan.
Namun Qinglin tidak menghiraukannya, dia segera memecahkan token giok teleportasi dan menghilang dari pandangan ayahnya. Dewa Surya menghela nafas berat yang terlalu memaksakan kehendaknya.
"Dewa Binatang, seandainya kamu ada disini, aku akan memilih kamu sebagai menantu untuk putriku! Sayangnya...!" gumam Dewa Surya yang enggan melanjutkan ucapannya.
Ratu Qinglin atau nama aslinya adalah Qing Lin adalah putri satu-satunya Dewa Surya. Sudah banyak pria yang ingin memperistri Qing Lin, namun semua pria selalu ditolaknya.
Dewa Surya menjodohkan putrinya dengan Dewa Bintang karena terkait Batu Keabadian, dia ingin meminta bantuan putrinya untuk mencurinya, sebab itu Qing Lin menolak keinginan ayahnya, sifat tamak yang tidak pernah berubah semenjak ibunya masih hidup.
Menguasai Benua Dewa juga keinginan Dewa Surya dan Qing Lin masih mau menyanggupi, walaupun usahanya digagalkan oleh orang yang tidak dia kenali.
Di suatu tempat terpencil muncul seorang wanita cantik, dia adalah Qing Lin dengan wajah yang kesal dengan keinginan ayahnya. Qing Lin berada dekat dengan telaga dan satu kapal angkasa yang mengapung ditengahnya.
Qing Lin segera masuk ke dalam kapal angkasa, lalu berjalan menuju kamar pribadinya, sesampainya dikamar, dia melihat sebuah lukisan.
"Ini gara-gara kamu! Kenapa kamu meninggalkan ku, hah!" bentak Qing Lin pada lukisan seseorang pria yang tampan.
"Aku selalu menunggumu, namun kamu tidak pernah mencari keberadaan ku...,"
Lukisan yang sedang dimaki-maki oleh Qing Lin adalah Dewa Binatang. Hanya satu pria itu yang dicintai oleh Qing Lin dan telah bersumpah untuk tidak mencari penggantinya.
Qing Lin adalah reinkarnasi dari Xiu Zhu. Xiu Zhu merupakan calon istri pertama Dewa Binatang sewaktu dia masih kecil. Waktu itu mereka bertemu di Desa Bunga, usianya masih tiga tahun sedangkan Dewa Binatang baru satu tahun ketika dijodohkan.
Sayangnya, Xiu Zhu dan semua penduduk Desa Bunga dibantai oleh pemilik kamar dagang Ming, yang tidak lain adalah Ming Lai. sedangkan Dewa Binatang lolos dari pembantaian malam berdarah.
Xiu Zhu atau Qing Lin terbunuh ketika sedang tidur. Sebelum kematiannya, Xiu Zhu bermimpi hidup bahagia bersama Dewa Binatang yang bernama Excel Shimo. Karena mimpinya itu, dia bereinkarnasi dan masih mengingat calon suami hingga saat ini.
Xiu Zhu selalu menunggu dan mencari suaminya dan berharap bisa bertemu, namun segala upaya dan penantiannya tidak pernah terwujud, meskipun begitu dia tetap bersabar menunggu calon suaminya.
Penantiannya sedikit terobati ketika ayahnya mendapatkan patung emas Dewa Binatang yang wajahnya sangat mirip, sehingga dia berasumsi jika calon suaminya akan datang.
Sayangnya, ayahnya menginginkan dia untuk segera menikah. Qing Lin selalu berkelit dan menolak keinginan ayahnya dengan banyak alasan, semua itu demi cintanya.
Qing Lin meneteskan air mata sambil memeluk lukisan Dewa Binatang, dan meminta maaf telah memaki-maki.
"Aku akan selalu menantikan mu, aku yakin kamu akan datang...,"
Akhirnya, Qing Lin tertidur karena kelelahan secara psikologis dengan memeluk lukisan Dewa Binatang...
...****************...
Di Benua Dewa.
Tian Zhi dan istrinya masuk ke dalam cincin dimensi untuk berbicara kepada anggota Perguruan Phoenix Surga telah ditundukkan oleh Ling Ling, Ling Xuan dan Li Jiancheng.
Ketiga istrinya itu merawat mereka dan tidak memperlakukan mereka sebagai seorang tawanan. Tian Zhi tersenyum melihat mereka menanam tanaman obat dan sebagian merawatnya.
"Total ada seribu tujuh ratus wanita, apa yang akan kamu lakukan kepada mereka?" tanya He Hua yang ingin tahu tindakan suaminya.
"Jadikan pasukan wanita dan dibawah naungan mu!" jawab Tian Zhi dengan santainya, sebab dia hanya akan mendukung keinginan He Hua yang ingin mendirikan kekaisaran.
"Mereka juga memiliki segel yang tidak memungkinkan untuk berhubungan dengan pria manapun!" sahut Li Jiancheng.
"Mereka juga mengembangkan kultivasi berbasis energi Yin sehingga menyulitkan mereka untuk bisa berkultivasi secara normal," sambung Ling Xuan
Setelah semua anggota Perguruan Phoenix Surga mendapatkan segel keanggotaan, mereka diberikan metode kultivasi yang berbeda dengan semua kultivator, dimana mereka hanya menyerap energi Yin tanpa harus merusak selaput daranya
Tian Zhi mengangguk paham, karena ini hampir sama seperti Teknik Dual Cultivation, yang mana dibutuhkan untuk menyerap energi Yin. Tian Zhi segera memikirkan cara untuk menghancurkan segel mereka dan mengganti dengan segel keluarga besar miliknya, lalu merubah metode kultivasi yang telah mereka gunakan.
"Panggil pemimpinnya, aku ingin berbicara!" pinta Tian Zhi.
Segera Li Jiancheng dan Ling Xuan keluar dari ruang santai di dalam mansion. Lalu Tian Tian melihat istrinya yang wajahnya makin hari makin cantik.
"Aku akan buat mansion lagi khusus pasukan wanita... Cari nama yang cocok untuk pasukan wanita," kata Tian Zhi kepada istrinya sambil menunggu perwakilan dari Perguruan Phoenix Surga.
"Karena mereka berasal dari Perguruan Phoenix Surga, gunakan saja nama Phoenix, Pasukan Phoenix," usul Meyleen.
Usulan Meyleen disetujui oleh semua wanita, sebab nama yang cocok bagi pasukan wanita yang dominan menampilkan kecantikan, keeleganan, pesona untuk menjerat lawan.
Lalu datang Shang Mei si ahli Alkemis tingkat Peri Langit, Cheng Bai ahli Formasi Array, Chi Eh-Meh ahli Smelting, Bing Jingmi Ketua Penegak Hukum, Lou Yang Ketua Balai Beladiri, Jian Nuwa wakil Perguruan Phoenix Surga dan Cheng Yen wakil dari Ketua Balai Formasi Array.
"Suami, mereka adalah petinggi penting dari Perguruan Phoenix Surga," kata Li Jiancheng kepada Tian Zhi sambil mengedipkan mata.
Tian Zhi mengangguk paham, lalu melihat ketujuh wanita cantik dan mempersilahkan mereka untuk duduk. Lalu Tian Zhi terfokus kepada Shang Mei.
"Apakah Anda bagian anggota kelurga Besar Shang?" tanyanya kepada Shang Mei.
"Benar, Tuan. Tapi, saya memutuskan untuk mengabdi kepada Perguruan Phoenix Surga!" jawab Shang Mei dengan jujur.
"Shang Touli dan Kaisar Shang telah tewas dibunuh oleh Ratu Qinglin! Tidak hanya mereka berdua, tapi hampir semua petinggi kekaisaran juga tewas... Lalu, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Tian Zhi sekali lagi, dia ingin tahu apa tindakan Shang Mei.
Shang Mei menundukkan kepalanya, dia meneteskan air mata saat mendengar berita runtuhnya Kekaisaran Shang. Tidak hanya Shang Mei yang sedih dengan kabar buruk, keenam wanita dari Perguruan Phoenix Surga ikut menunduk.
Tidak menunggu jawaban dari Shang Mei, Tian Zhi melihat Jian Nuwa sebagai wakil Perguruan Phoenix Surga.
"Bagaimana rencana kalian setelah Yu Kanoa telah aku kalahkan?" tanya Tian Zhi kepada Jian Nuwa.
Jian Nuwa menghela nafas berat dan memandang Tian Zhi dengan banyak pemikiran, lalu dia melihat He Hua dan semua wanita dan kembali melihat Tian Zhi.
"Seandainya kita tidak terkurung di sini, saya pribadi akan melanjutkan kepemimpinan Yu Kanoa... Berhubung... Humph!" jawab Jian Nuwa yang khawatir keinginannya membuat Tian Zhi marah, dia menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan.
"Saya mewakili semua anggota Perguruan Phoenix Surga, berharap Tuan Muda mau membimbing kami dan membantu untuk mengubah segel kutukan ini...," sambung Jian Nuwa dengan membuka sedikit pakaian bagian atas dan menunjukkan segel yang tertanam di dada kiri berbentuk burung Phoenix.
Tian Zhi mengaktifkan Mata Langit untuk melihat segel kutukan yang diberikan oleh Yu Kanoa, dia melihat mekanisme kerja segel kutukan yang terikat dengan jantung. Tian Zhi juga melihat keseluruhan tubuh bagian dalam, dimana metode kultivasi berbasis Yin terkait dengan segel kutukan.
Jian Nuwa segera menutup kembali dadanya, terlihat wajahnya memerah karena malu, dia baru pertama kali menunjukkan tubuhnya kepada pria. Jian Nuwa mau menunjukkan kepada Tian Zhi, sebab Tian Zhi yang tidak terlihat mesum seperti pria pada umumnya, dan juga dia melihat pasangan Dao Tian Zhi yang menarik serta cantik.
Tian Zhi tersenyum saat mengetahui segel kutukan itu menyiksa mereka jika berdekatan dengan pria. Ketika berdekatan dengan pria, segel kutukan itu akan menyakiti jantung dan juga alat kelaminnya.
Cara meningkatkan kekuatan mereka ada dua, yaitu; menyerap energi Yin saat mereka bercinta dengan sesama jenis tanpa harus merusak selaput dara, cara kedua dengan mengkonsumsi Pil Kultivasi Yin. Tapi anggota Perguruan Phoenix Surga kebanyakan sering menggunakan cara kedua, karena lebih cepat dan tidak menjadi kelainan buruk.
"Aku bisa menghilang segel itu, tapi akan ku ganti dengan segel keluarga besar milikku. Kamu jangan khawatir, segel keluarga besar milikku tidak seperti segel kutukan yang menyiksa kalian," kata Tian Zhi kepada ketujuh wanita itu, "tunjukkan segel kalian!" lanjutnya dengan meminta semua istrinya.
He Hua segera berdiri dan membuka pakaiannya, lalu ketujuh wanita yang berasal dari Perguruan Phoenix Surga melihat perut He Hua ada segel berbentuk lingkaran Yin Yang. Satu per satu istri Tian Zhi menunjukkan segel keluarga besar yang memiliki bentuk sama.
"Ceritakan tentang segel keluarga besar kita," pinta Tian Zhi kepada He Hua, lalu dia beranjak dari tempat duduknya, "aku akan menemui Nanggong Kaili." Pamit Tian Zhi saat mengetahui kedatangannya.
Setelah Tian Zhi keluar dari cincin dimensi, He Hua menceritakan tentang segel keluarga besar yang hanya dimiliki oleh keluarga besar Tian Zhi. Sedangkan Tian Zhi telah menemui Nanggong Kaili.
Nanggong Kaili melaporkan, jika rakyat telah kembali ke ibukota dan siap bekerjasama dengan penguasa baru. Sedangkan Keluarga Besar Shang belum ditemukan keberadaannya.
"Ya sudah, untuk saat ini kita kesampingkan mereka, kita fokuskan dulu untuk menstabilkan keadaan saat ini...," kata Tian Zhi kepada Nanggong Kaili, lalu dia mengeluarkan cincin dimensi yang berisi pangan dan keping emas, "jika habis, High King Kaili bisa kembali kesini." lanjutnya dengan memberikan cincin dimensi.
Nanggong Kaili menerima cincin dimensi dan kembali melaporkan tentang wilayah Timur, dimana wilayah itu kekuasaan Ratu Qinglin dan Yu Kanoa. Wilayah Kerajaan Qing dan Perguruan Phoenix Surga dilindungi Formasi dan menyulitkan siapapun yang ingin masuk.
Tian Zhi meminta Nanggong Kaili untuk terfokus dengan yang lainnya, dan dia akan menanggani wilayah Utara. Setelah Nanggong Kaili melaporkan banyak hal kepada Tian Zhi, dia segera berpamitan untuk melanjutkan tugasnya sebagai High King.
Tian Zhi melihat punggung Nanggong Kaili saat meninggalkan Menara Kaisar Api Asyura, dia tiba-tiba memikirkan tentang Ratu Qinglin, dimana dia seakan-akan pernah bertemu.
"Mungkin hanya perasaanku saja!" tepis Tian Zhi yang tidak mungkin pernah bertemu dengan Ratu Qinglin, dia segera kembali ke dalam cincin dimensi.