Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 156. Ling Xuan dan Kemunculan Lubang Portal Dimensi.


Chapter 156. Mayleen dan Kemunculan Lubang Portal Dimensi.


...****************...


Di sebuah ruang bawah tanah yang tersembunyi rapat, terdapat sebuah laboratorium dengan banyak tabung berisi air, di dalamnya ada pria dan wanita tampak tertidur.


Salah satunya ada seorang wanita berwajah cantik tertidur di dalam tabung berisi air, rambut pirang yang panjangnya dibawah bahu, saat membuka matanya, terlihat bola mata berwarna merah, kulitnya putih sehalus bayi, tinggi badan 175 cm, wajah berbentuk oval.


Jika wanita itu keluar dari ruang bawah tanah, sudah dipastikan akan menjadi bencana dan mampu menghancurkan sebuah kerajaan dengan kecantikannya saja. Kekuatannya juga mengerikan, tingkat Dewa Absolute level 50.


Wanita cantik itu melihat sekitarnya dengan tatapan waspada, niat membunuh keluar dari kedua mata, lalu kedua mata terkunci pada sosok pria tua yang selalu melihatnya, pria tua itu adalah Ketua Wei Yan.


Ketua Wei Yan mengangguk puas melihat hasil mahakarya-nya, "masukan cairan pengendalian!" perintah Ketua Wei Yan kepada bawahannya.


Segera seseorang memasuki cairan berwarna hijau kehitaman di dalam tabung. Seketika air berubah menjadi warna yang sama. Wanita itu langsung meronta-ronta dengan memegangi leher, dia mengirup cairan yang membuatnya kesakitan. Namun hanya beberapa saat wanita itu tidak merasakan kesakitan dan kembali tenang dengan tetap melihat Ketua Wei Yan.


"Tugasmu mengambil Batu Keabadian yang dibawa ... Lihat lukisan ini...!" kata Ketua Wei Yan kepada wanita itu sambil menunjukkan sketsa wajah targetnya, target wanita itu adalah Tian Zhi.


Wanita itu mengangguk paham yang masih berada di dalam tabung berisi air. Lalu Ketua Wei Yan berbicara kembali, "namamu Mayleen, usiamu 20 tahun, anak yatim-piatu, kamu berasal dari Benua Black Hole. Targetmu bernama Tian Zhi, usianya 30 tahun, dia memiliki banyak metode untuk menyembunyikan diri dan Teknik Kitab Emas. Jadi, lakukan pendekatan untuk mendapatkan Batu Keabadian, jika kamu melakukan pendekatan dengan cara kasar, dia pasti melarikan diri, bahkan jika kamu menculik kekasihnya, dia tidak akan peduli. Apakah kamu paham?"


"Paham, Ayah!" jawab Mayleen, dia menganggap Ketua Wei Yan adalah ayah karena telah menciptakan dirinya.


"Keluarkan dia! Lalu antar ke Balai Pekerjaan Umum. Jangan sampai ada yang tahu!" perintah Ketua Wei Yan kepada dua wanita bawahannya.


Kedua wanita itu mengangguk paham. Lalu Ketua Wei Yan keluar dari ruang bawah tanah. Kedua wanita itu sedikit melayang dan membuka penutup tabung, lalu membantu Mayleen keluar dan menutupi tubuh telanjangnya dengan kain putih.


Kedua wanita itu memakaikan pakaian yang telah disediakan, warnanya serba merah, ada jirah perlindungan tubuh, sarung tangan, sepatu tinggi hampir menyentuh lutut.


Secara keseluruhan, pakaiannya benar-benar seksi sekali, jika dibandingkan dengan He Hua dan Miao Jiang, Mayleen bisa dikatakan sedikit lebih cantik. Dan, Mayleen tidak cocok jika disebut Manusia Monster, sebab diri sangat sempurna seperti manusia aslinya.



Kemudian kedua wanita itu memakai jubah penyamaran. Setelah itu, Mayleen dibawa kedua wanita itu menuju Balai Pekerjaan Umum saat malam hari. Sesampainya di Balai Pekerjaan Umum, Mayleen dilatih dalam segala hal oleh Ketua Wei Yan, dia juga diberikan cincin dimensi tingkat tinggi yang berisi senjata pedang ganda dan sumberdaya sebagai modal dalam menjalankan misi.


Ketua Wei Yan banyak memberikan informasi tentang targetnya, termasuk kelemahan dan kelebihannya. Mayleen dengan cepat mengingat dalam sekali ucapan maupun melihat, bahkan mampu meniru gerakan beladiri lawan hanya sekali lirikan.


Dalam satu bulan Meyleen dilatih oleh Ketua Wei Yan sangat keras dan tidak ada waktu untuk beristirahat, sebab setingkat Dewa Absolute tidak membutuhkan istirahat.


Dalam satu bulan ini, Mayleen banyak diberikan tugas untuk membunuh sebagai bahan latihannya. Banyak musuh-musuh Ketua Wei Yan yang dibunuh Mayleen tanpa meninggalkan jejaknya.


"Saatnya kamu melakukan misi yang sebenarnya. Sekarang kamu bisa pergi dan jangan kembali sebelum berhasil. Aku akan selalu mengawasi setiap gerak-gerik mu!" kata Ketua Wei Yan kepada Mayleen.


Dalam satu bulan ini, Ketua Wei Yan telah menganggap Meyleen sebagai putrinya sendiri. Dalam kurun waktu itu, tidak ada yang tahu jika Ketua Wei Yan melatih seorang pembunuh berantai, dan menciptakan Manusia Monster Wanita super.


Ketua Wei Yan pernah beradu pukulan dengan Mayleen dan membuat tangannya merasakan kebas, saat kepalan tangan berbenturan, padahal basis kultivasi ketua Wei Yan jauh lebih tinggi dari Mayleen.


Ketua Wei Yan sangat puas dengan mahakarya-nya, dia bertekad menciptakan banyak Manusia Monster untuk dijadikan pasukan dan menguasai Alam Semesta Aurora.


"Baik, Ayah."


Mayleen menggetarkan tubuhnya dan menghilang dari hadapan ketua Wei Yan. Ketua Wei Yan tersenyum tipis dan sudah membayangkan telah mendapatkan empat Batu Keabadian yang dibawah oleh Tian Zhi.


Setelah Mayleen pergi, ketua Wei Yan mengeluarkan sebuah kotak kayu, saat dibuka keluar cahaya berwarna putih. Ternyata itu adalah salah satu Batu Keabadian jenis Crown Stone, kemampuan untuk mengontrol, memanipulasi jiwa-jiwa dan mencipta mahluk hidup. Sebab itu Ketua Wei Yan mampu menciptakan Manusia Monster, salah satunya adalagi Mayleen.


"Jika aku berhasil mengumpulkan semua Batu Keabadian ... Kamu penguasa Istana Langit harus tunduk kepada ku!" batin Ketua Wei Yan, dia tampak membenci Istana Langit dan inilah ambisinya sejak muda dulu.


"Dewa Binatang, terima kasih atas jerih payah mu telah berhasil menciptakan Batu Keabadian! Selanjutnya, aku harus menemukan Kitab Suci yang menghilang. Dengan empat Kitab Suci dan tujuh Batu Keabadian berada ditangan ku, maka seluruh Alam Jagat Raya berada di tanganku!" batin Ketua Wei Yan dan tertawa setelahnya.


Lalu Ketua Wei Yan menyimpan kembali kotak kayu berisi Crown Stone dan mengeluarkan topeng emas lalu memakainya. Seketika dia menghilang dari ruang kerjanya di Balai Pekerjaan Umum.


Ternyata Ketua Wei Yan adalah Master Yan, pria bertopeng emas yang pernah memukul Tian Zhi hingga terdampar di Benua Permata Hitam. Waktu itu, setelah Tian Zhi menyelamatkan Benua Awan Timur dari bencana meteor. Bencana meteor juga perbuatan ketua Wei Yan, termasuk lubang portal dimensi juga ulah dia. Ketua Wei Yan adalah gurunya Xiang Huangdi, sayangnya Xiang Huangdi telah dibunuh oleh Tian Zhi.


Entah apa tujuan Ketua Wei Yan membuat hiruk-pikuk dan propaganda seperti ini...


Organisasi Tangan Hitam sudah dihancurkan sendiri oleh Ketua Wei Yan atau Master Yan, semua demi tujuan Manusia Monster yang menggantikan Organisasi Tangan Hitam dan anggotanya. Dengan hancurnya Organisasi Tangan Hitam dan juga banyak anggotanya yang terbunuh, maka Ketua Wei Yan tidak memiliki musuh lagi dan tidak akan mengeluarkan sumberdaya apapun saat membubarkannya Organisasi Tangan Hitam.


Dengan memiliki Crown Stone, maka Ketua Wei Yan lebih banyak menghemat sumberdaya, cukup sedikit memoles Manusia Monster menjadi bentuk sempurna untuk melakukan tugasnya. Sebab itu Ketua Wei Yan atau Master Wei Yan tahu segala kelemahan dan kelebihan Tian Zhi, karena sewaktu Tian Zhi menjadi anggota Organisasi Tangan Hitam telah banyak memberikan informasinya.


...****************...


Sebelum kedatangan Mayleen - Manusia Monster Wanita.


Di Benua Venus, setelah kematian Raja tiran, kini kehidupan penduduk di luar Kerajaan Wei berangsur-angsur pulih.


Berbeda dengan Kerajaan Wei, sejak Raja Wei dibunuh oleh Tian Zhi kini menjadi perang saudara untuk merebutkan posisi sebagai raja. Perang antar klan, sekte dan masih banyak keluarga kecil ikut dalam perebutan kekuasaan di wilayah Kerajaan Wei.


Akan tetapi, peperangan saudara itu tidak sampai menjalar ke wilayah lain, sebab Kerajaan Ling dan Kerajaan Li merupakan dua kekuatan yang kini ditakuti semenjak adanya Kaisar Api Asyura. Selain itu, mahkota Kerajaan Wei juga dibawa oleh Tian Zhi, dan jelas calon raja harus mengambilnya sebelum menjadi penguasa wilayah yang sah.


Ya, Tian Zhi dijuluki sebagai Kaisar Api Asyura karena kapal perangnya, dan inilah tujuan He Hua dan Miao Jiang, ingin mengibarkan bendera Kekaisaran Api Asyura sebelum mendirikan kekaisaran.


Dengan memiliki banyak pendukung dan nama telah dikenal, maka saat mendirikan kekaisaran tidak akan kesulitan, semua orang yang mengenali akan berbondong-bondong dengan sendirinya dan menjadi salah satu bagian kekuatan kekaisaran.


Kini Tian Zhi sedang bersantai di istana yang telah disediakan oleh Raja Ling. Dia baru selesai membantu He Hua untuk menjalani Kesengsaraan Petir. He Hua sangat senang telah memasuki Ranah Keabadian dan masa depannya pasti menjulang tinggi, dia selalu mencium Tian Zhi berkali-kali sebagai ucapan terima kasihnya.


Tanpa Tian Zhi turun tangan dalam menghadapi Kesengsaraan Petir, He Hua jelas tidak akan berhasil hidup, karena Kesengsaraan Petir yang turun adalah jenis Petir Surgawi tiga warna, dan tidak mungkin He Hua mampu menahan kekuatan Petir Surgawi tiga warna.


Kesengsaraan Petir Surgawi tiga warna turun karena He Hua telah menggunakan Kitab Emas Melahap Alam, yang berdampak kecepatan He Hua dalam meningkatkan kekuatannya.


Sedangkan Miao Jiang telah kembali berkultivasi di dalam cincin dimensi setelah melihat He Hua sukses menjalani Kesengsaraan Petir, dia ingin segera mengikuti He Hua dan tidak mau kalah.


"Aku minta maaf telah mengecewakan mu waktu itu!" sesal He Hua dengan manja sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Tian Zhi.


"Jangan dipikirkan lagi, aku sudah melupakannya!" jawab Tian Zhi sambil membelai rambut He Hua.


Tok... Tok...


Pintu kamar pribadi Tian Zhi dan kekasihnya diketuk dengan tergesa-gesa, dan membuat He Hua jengkel karena menganggu kemesraan mereka, padahal sudah lama dia dan Tian Zhi tidak melakukan hubungan intim.


"Masuk," kata Tian Zhi.


Segera pintu kamar terbuka, masuk dua wanita cantik yang tidak lain adalah Li Jiancheng dan putri kedua dari Raja Ling. Putri kedua Raja Ling bernama Ling Xuan.


Ling Xuan berusia 19 tahun, kekuatannya lebih rendah dari Li Jiancheng, berada di tingkat Nirwana level 2, sedangkan Li Jiancheng berada di tingkat Nirwana level 5. Wajahnya imut dan lincah, perawakannya yang ramping dengan tinggi badan 175 cm.



Tian Zhi tersenyum melihat dua wanita selalu mengikutinya kemanapun dia pergi. He Hua juga ikut tersenyum tapi tidak memperbolehkan Tian Zhi untuk beranjak dari tempat tidur.


"Sampai kapan kalian terusan di kasur saja! Tahu gak, di luar banyak orang yang mencari kalian, mereka ingin berkenalan. Ayo, temui mereka yang sudah beberapa hari ini ingin bertemu!" tegur Li Jiancheng yang ikutan tidur di sebelah Tian Zhi saat berbicara.


Ling Xuan terlihat kesal melihat Li Jiancheng, padahal tujuannya memanggil Tian Zhi untuk menemui banyak orang tapi malah ikutan tidur, dia pun ikut duduk dipinggir tempat tidur dan menggelitik telapak kaki Li Jiancheng.


Li Jiancheng langsung ketawa dan duduk untuk membalas Ling Xuan. Aksi mereka berdua membuat Tian Zhi dan He Hua ikut tertawa. Namun...


Boom...


Suara ledakan dahsyat terdengar di kejauhan. Benua Venus sedikit bergetar seperti gempa bumi setelah ledakan, semua orang jelas kaget dan kebingungan apa yang telah terjadi. Tian Zhi dan He Hua segera membuka Mata Dewa dan terkejut melihat lubang portal dimensi muncul di tanah.


Jaraknya antara Kerajaan Ling terpaut lima ratus kilometer. Tian Zhi segera beranjak dari tempat tidur dan diikuti oleh He Hua, Ling Xuan dan Li Jiancheng.


"Ada apa?" tanya Li Jiancheng kepada Tian Zhi, dia dan Ling Xuan tampak panik.


"Ledakan hebat itu menciptakan lubang portal dimensi di sisi Barat Kerajaan Ling!" jawab Tian Zhi yang telah keluar dari kamar pribadi.


Sesampainya di luar, telah berkumpul banyak orang termasuk Raja Ling yang berjalan mondar-mandir menunggu Tian Zhi. Melihat Tian Zhi telah keluar, Raja Ling sangat gembira dan buru-buru menghampiri.


"Tuan muda Tian, di Barat muncul lubang setelah ledakan hebat ... " lapor Raja Ling yang berharap Tian Zhi mau menyelidiki lubang portal dimensi.


"Aku tahu! Persiapan prajurit di perbatasan benteng pertahanan untuk bersiaga!' sahut Tian Zhi dan sedikit memberikan perintah kepada Raja Ling untuk menyiagakan prajurit, dia khawatir jika lubang portal dimensi akan mengeluarkan banyak binatang monster.


Lalu Tian Tian mengeluarkan kapal perangnya, dia naik dan diikuti ketiga kekasihnya, lalu disusul Raja Ling setelah memerintahkan ajudannya untuk mengikuti perintah Tian Zhi.