Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 24. Pengkhianatan Demi Buah Suci.


Chapter 24. Pengkhianatan Demi Buah Suci.


Xue Mei segera mendarat dan turun agak jauh dari pondok milik Marquis Zhou Fan, dia berjalan agak tergesa-gesa, dan disaat jaraknya sudah dekat, Xue Mei kembali memeriksa sekitarnya, setelah aman dia kembali berjalan sedikit melambat.


Xue Mei kembali berhenti di depan jembatan kayu, dipinggir jembatan kayu ada dua batu sungai, Xue Mei mendekati batu disisi kirinya, dia berjongkok untuk memisahkan rerumputan yang menutupi batu tersebut. Lalu, Xue Mei seakan-akan menarik sebuah tali dibawah batu, lalu dia kembali berdiri setelah menarik tali yang tersembunyi.


Xue Mei berjalan menuju batu yang lainnya, dan kembali berjongkok untuk memisahkan rerumputan lagi, dibawah batu itu ada sebuah cangkang siput yang terikat tali. Setelah menunggu beberapa saat, terdengar suara.


"Siapa kamu?"


Xiang Tianzhi yang sembunyi selalu mengawasi dan mendengar suara seorang pria tua yang dia kenali, dan itu suara Marquis Zhou Fan. Xiang Tianzhi semakin penasaran dengan metode perlindungan rumit yang dibuat oleh Marquis Zhou Fan.


Xue Mei mengambil siput itu dan mendekatkan bibirnya. "Aku Xue Ling, Xue Mei."


Setelah membalas pertanyaan Marquis Zhou Fan, tidak berselang lama terdengar lagi suara dan bertanya lagi. "Apa misi mu telah mendapatkan hasil, sehingga kamu menemuiku?"


"Sudah sayang!" balas Xue Mei dengan nada genit dan tampak dia bahagia.


Spontan Xiang Tianzhi marah dan hampir saja niat membunuh meletup dari tubuhnya setelah mendengar ucapan Xue Mei, yang ternyata mengungkapkan nama aslinya, untung saja dia masih mampu mengontrol emosi sehingga Xue Mei tidak merasakannya.


'Bangsat!? Wanita murahan, apa maksudmu ini, hah?!' gumam Xiang Tianzhi dengan mengepalkan kedua tangan hingga kuku-kukunya menancap pada daging telapak tangan dan mengeluarkan darah segar.


"Hahahaha!! Bagus, bagus! Masuk saja, aku sudah sangat merindukan lembah surgamu yang mengigit!"


Marquis Zhou Fan tertawa bahagia dan semakin membuat Xiang Tianzhi tidak mampu mengontrol emosinya, tubuhnya gemetar tidak karuan, dia ingin segera membunuh Marquis Zhou Fan dan juga Xue Mei.


Dia tidak menyangka jika Xue Mei memiliki kekasih, dan anehnya lagi, perasaan gelisah telah terbukti jika Xue Mei mengkhianatinya. Xiang Tianzhi menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan secara kasar agar mampu mengendalikan emosinya.


Xue Mei segera berdiri, lalu kembali berjalan sebentar dan berhenti di depan jembatan kayu. Setelah menunggu sebentar, jembatan kayu terbelah dan menutup kebawah, dengan begitu memisahkan aliran sungai.


Kemudian terlihat lorong serta ada anak tangga, dan Xue Mei buru-buru turun mengikuti jalan anak tangga.


Xiang Tianzhi yang melihatnya segera masuk ke dalam cincin dimensi dan mengontrolnya agar bergerak mengikuti Xue Mei sebelum jembatan kayu menutup lagi. Xiang Tianzhi segera menyusul dan bergerak pelan ketika jaraknya dengan Xue Mei terpaut 30 cm.


Dengan jantung 'dag-dig-dug' Xiang Tianzhi menekan kemarahan dan juga ingin tahu apa tujuan Xue Mei mengkhianatinya. Setelah berjalan mengikuti anak tangga yang naik turun, Xue Mei naik sekali lagi dan mendorong pintu, terbukalah pintu dan cahaya matahari segera menerangi lorong.


Xue Mei keluar dan muncul dibelakang air terjun, di dalam air terjun ada sebuah goa yang luas dan dalamnya juga lebar. Di dalam goa seperti terlihat terang seperti ada matahari, namun bukan matahari asli, itu matahari yang terbuat dari sebuah formasi.


Di dalam goa sangat bersih seperti sebuah kamar pribadi yang luas, ada tempat tidur besar yang mampu menampung 6 orang, ada meja makan bulat, kolam mandi dengan air mengalir dan sumber air keluar dari dinding, ada taman kecil yang dipenuhi bunga.


Xue Mei melihat Marquis Zhou Fan bersama dua wanita muda yang telanjang yang sedang memanjakan diri dengan berciuman dengan sesama jenis. Xue Mei tersenyum, dan tidak terlihat cemburu melihat Marquis Zhou Fan dikelilingi wanita.


"Hahahaha! Kamu tambah cantik saja!" tawa Marquis Zhou Fan yang tampak bahagia melihat Xue Mei yang wajahnya lebih muda saat terakhir bertemu, "sayangnya hanya lidahku yang bisa merasakan lembah surgamu." lanjutnya yang tampak menyesal jika tongkatnya tidak bisa berdiri alias impoten, dan itu juga menghambat kultivasi.


Xiang Tianzhi melihat Marquis Zhou Fan yang telanjang dan turun melihat burung kecil berbulu, ukuran normal sebesar ibu jari orang dewasa. Xiang Tianzhi yang tadinya marah hampir saja tertawa melihat burung kecil milik Marquis Zhou Fan yang lebih besar ukuran Ratu Rayap. Namun, kembali Xiang Tianzhi mengikuti Xue Mei yang duduk di kursi.


Marquis Zhou Fan segera meninggalkan tempat tidur dan ikut duduk di kursi di depan Xue Mei yang dipisahkan oleh meja bulat, dan kedua wanita muda itu menatap Xue Mei yang wajah masih menyamar.


"Mana yang aku inginkan?" tagih Xue Mei sebelum Marquis Zhou Fan berbicara.


"Katakan dulu, baru aku akan berikan!" tolak Marquis Zhou Fan yang tidak segera memberikan apa yang diinginkan Xue Mei.


"Pemilik Kasta Kaisar adalah bocah itu!" ungkap Xue Mei.


"Apa kamu yakin itu dia, kan kita sudah menguji garis darahnya? Apa dia tidak mengetahui siapa kamu sebenarnya, jika kamu saudara kembar Xue Mei?" selidiki Marquis Zhou Fan.


"Yakin 100 persen, karena aku melihat sendiri saat dia membangkitkan garis darah sebelum usia 17 tahun, dengan metode yang aneh dan tidak aku pahami. Dia tidak tahu jika aku adalah adik kembaran Xue Mei, karena dia kehilangan ingatan setelah terkena pukulan mu di kepalanya waktu itu, walaupun dia akan mengingat lagi, aku juga tidak kuatir karena aku sudah pergi jauh darinya!" jawab Xue Mei dan tersenyum sambil mengulurkan tangan kanan untuk meminta imbalan.


Xue Mei percaya kepada adik kembarnya, dia pun bercerita karena kuatir dia akan terbunuh. Seketika Xue Ling membunuh dengan menusuk dada Xue Mei saat berpelukan, ketika akan kembali ke tempat asalnya. Lalu Xue Ling membakar tubuh kakaknya hingga tanpa meninggalkan jejak, dan dia buru-buru kabur dari kejaran perwira yang melihatnya.


Sebab itu, karena kepiawaian dalam mengarang cerita dan aktingnya, sehingga Xiang Tianzhi mempercayai ucapannya ketika bertanya, bahkan Xiang Tianzhi juga menceritakan juga rahasianya.


Tubuh Xiang Tianzhi bergetar hebat saat tahu kebenaran dari mulut Xue Ling, pantas saja ada keganjilan tahun saat Xue Ling bercerita, dan melarangnya agar tidak membuat perhatian, dan tidak menginginkan dirinya untuk berkultivasi lagi.


Xiang Tianzhi meneteskan air mata darah, sudah dipastikan dia sangat marah dan ingin segera membunuh semua musuhnya.


Namun, Xiang Tianzhi masih menahan diri sebelum mereka mengungkapkan semuanya.


"Hahahaha! Bagus, bagus! Aku akan kirimkan anak buah-ku untuk menangkapnya, aku tidak sabar ingin menyerap darahnya dan juga biar burung ku bisa berdiri lagi!" tawa Marquis Zhou Fan yang tidak sabar menyembuhkan penyakitnya dan juga ingin meningkatkan kekuatan setelah meminum darah Kasta Kaisar. Darah kasta Kaisar mampu memberikan peningkatan satu tingkat, memperpanjang usia hingga 10 ribu tahun.


Selain itu, dengan meminum darah kasta Kaisar, garis darahnya juga akan ikut meningkat hingga tahap puncak dan menjadi kasta Raja, dia juga akan memiliki api hitam dan putih Ras Asyura yang belum pernah terlahir, bahkan leluhur Ras Asyura mati karena gagal saat berusaha bereksperimen. Dan masih banyak kelebihan menyerap darah kasta Kaisar yang dimiliki oleh Xiang Tianzhi.


"Dimana dia sekarang?" tanya Marquis Zhou Fan dan tidak segera memberikan imbalan Xue Ling.


"Mana dulu?" tolak Xue Ling, dia hafal dengan kelicikan Marquis Zhou Fan, karena itu Xue Ling tidak memberitahukan keberadaan Xiang Tianzhi yang berada di Kota Donggi.


Xue Ling yang cerdas, dia sengaja tidak memberitahukan kekuatan Xiang Tianzhi dan juga cincin dimensinya, sebab dia memiliki rencana sendiri setelah Xiang Tianzhi terbunuh.


"Hah! Ini adalah Buah Suci yang tumbuh setiap 2 juta tahun sekali ...!" desah Marquis Zhou Fan seakan-akan enggan memberikan imbalan kepada Xue Ling.


"Tapi lebih menguntungkan menyerap darah Kasta Kaisar daripada Buah Suci Hati Buddha!" timpal Xue Mei dan tersenyum sinis, dan Marquis Zhou Fan hanya menghela nafas berat tanpa membalas ucapan Xue Ling yang memang benar.


Kemudian, Marquis Zhou Fan mengeluarkan sebuah kotak, tebal 20 cm, panjang 30 cm dan lebar 25 cm, warnanya coklat kayu, tempat khusus untuk menyimpan buah dan tanaman agar tidak busuk.


Xue Ling tanpa ekspresi saat menerima kotak kayu, dia membukanya dan melihat dua Buah Suci berwarna kuning seukuran kepalan tangan orang dewasa. Di dalamnya ada Buah Suci Hati Buddha yang sangat langka, Xue Ling mengangguk dan menyimpan kotak kayu setelah menutupnya lagi.


Kehebatan Buah Suci Hati Buddha mampu meningkatkan kekuatan sebanyak 10 tahap tanpa perlu menstabilkan pondasi kultivasi. Sebab itu, Buah Suci Hati Buddha akan menjadi rebutan semua penguasa, bahkan penguasa di Alam Abadi juga ikut berebut.


Selain itu, jika seseorang berada pada tingkat Crossing Tribulation dan naik ke tingkat Earth Immortal, dia tidak perlu menerima Kesengsaraan Petir yang mampu merenggut nyawa.


"Dimana dia?" tanya Marquis Zhou Fan dengan tidak sabar.


"Dia di Kota Donggi, Penginapan Musim Semi kamar kelas satu!" jawab Xue Ling dan berdiri untuk pergi dari tempat persembunyian rahasia Marquis Zhou Fan.


Swosh...


"Jangan pergi dulu sebelum aku menangkapnya!" cegah Marquis Zhou Fan yang tiba-tiba muncul di depan Xue Ling, sambil mengeluarkan basis kultivasi Great Ascension tahap 8 untuk menekan Xue Ling.


Namun, Xue Ling tersenyum sinis, sebab kekuatannya hanya terpaut 3 tahap lebih rendah, dan hanya merasakan sedikit tekanan aura kekuatan, dia juga memiliki fisik Baja tahap menengah.


Marquis Zhou Fan mendekati Xue Ling dan senyum cabul, dia ingin menikmati tubuh Xue Ling walaupun tongkatnya tidak bisa berdiri, tapi dia masih bisa menggunakan lidah dan jari-jari untuk memuaskan dirinya.


Xue Ling mundur dan tersenyum mengejek. "Tongkatnya lebih besar 4 kali lipat dari milikmu, dan mampu membuat ku puas hingga pingsan!" hina Xue Ling yang tidak mau disentuh lagi oleh Marquis Zhou Fan.


"Wanita murahan!?" bentak Marquis Zhou Fan dengan mengeluarkan pedang untuk membunuh Xue Ling.


Boomingđź’˘...


Xue Ling mengeluarkan basis kultivasi setingkat Great Ascension tahap 5. Spontan Marquis Zhou Fan syok mengetahui kekuatan asli Xue Ling, sebab saat terakhir ketemu, Xue Ling masih berada pada tingkat Golden Core tahap 5, dan itu mustahil dicapainya hanya dengan waktu 2 tahun lebih.


"Kenapa takut!!" ejek Xue Ling dan mengeluarkan pedang Armament Grade Human tahap rendah, yang dibuat oleh Xiang Tianzhi.