
Chapter 301. Alam Keabadian, Klan Zhi.
Tian Zhi muncul di wilayah Klan Zhi yang sangat luas, tepatnya dibawah Kota Raja. Kota yang Tian Zhi singgahi adalah Kota Api Asyura. Kota Raja khusus bagi anggota Kasta Raja, pusatnya pemerintahan Klan Zhi.
Lokasi Kota Raja tidak dibangun di atas daratan, melainkan dibangun di atas pulau melayang yang tercipta dari Artefak Bintang Lima tahap puncak.
Artefak Bintang Lima tahap puncak diciptakan oleh Zhi Shaosheng, dia menciptakannya selama 1.000 tahun, dimulai saat usia muda. Zhi Shaosheng membangun Keluarga Besar Zhi, dimulai dari nol. Dia hanya bermodalkan tekad, ketekunan dan kesabaran dalam membangun kekuatan, hingga menjadi sebuah klan yang ditakuti di Alam Keabadian.
Sayangnya, jejak prestasi tidak diikuti oleh keturunannya, sehingga lambat laun Klan Zhi tersaingi oleh pendatang baru seperti Istana Surgawi, Klan Xu dan yang lainnya.
Sebelumnya, Tian Zhi telah sekali berada di wilayah Kasta Raja, sewaktu dia kehilangan kekasihnya, yaitu Jiang Chen Mei. Tapi, dia tidak pergi ke Kota Raja, melainkan pergi ke wilayah perindustrian perdagangan, tepatnya di Kota Api Asyura.
Luasnya Kota Raja mencapai 369 km², Zhi Shaosheng membangunnya dengan angka tersebut karena memiliki arti. Konon katanya, angka 369 merupakan kunci untuk menguasai alam semesta. Ini seperti pola bentuk Formasi Pentagram dan Geometri yang pernah Dewa Binatang gunakan saat berada di Benua Qi.
Sedangkan luas wilayah Kota Api Asyura mencapai 1.369 km², angka ini juga memiliki arti, dimana angka 1 sebagai lambang kesatuan bangsa Asyura, pusat atau tunggal. Jika diterjemahkan artinya ialah, "Ras Asyura menguasai alam semesta."
Kota Api Asyura seperti kota pada umumnya, dimana tembok setinggi dua puluh meter sebagai pertahanan, memiliki dua pintu masuk, Gerbang Selatan dan Timur. Saat ini Tian Zhi terpaut 500 meter lebih dari pintu Gerbang Timur.
"Yah, ayo kita naik ke sana," pinta Xiang Ri Kui sambil menunjuk ke Kota Raja, dia penasaran ada apa di pulau melayang.
"Iya, nanti kita pasti akan kesana. Untuk saat ini, kita harus memiliki rumah sendiri disini!" jawab Tian Zhi yang selalu sabar menuruti keinginan putranya.
Rencana Tian Zhi saat berada di wilayah Klan Zhi, dia harus memiliki rumah yang akan ditempati selama berhelatan pertemuan besar, tidak mungkin Tian Zhi selalu tinggal di penginapan yang tidak bisa bebas, bukannya tidak mampu membayar sewa, melainkan butuh kebebasan dan kenyamanan.
Berhubung sudah pernah masuk ke Kota Api Asyura sebagai pelancong, Tian Zhi segera berjalan menuju pintu gerbang, dia mengandeng tangan He Hua dan Xiang Ri Kui berada di punggungnya yang selalu mengoceh tentang segala hal.
"Berapa biaya masuknya?" tanya He Hua yang terlihat bahagia bisa berdua dengan Tian Zhi serta putra dan putrinya.
"5 Batu Roh per orang, diatas usia satu tahun dihitung penuh," jawab Tian Zhi.
"Mahalnya!" sungut He Hua, walaupun begitu dia tetap menyiapkan 20 Batu Roh.
He Hua belum pernah memasuki wilayah Klan Zhi, sebab dia enggan bertemu dengan Ras Asyura. Tapi, justru itu takdirnya mengharuskan untuk menikahi Tian Zhi yang berasal dari Ras Asyura.
Untung saja, Tian Zhi berbeda dengan Ras Asyura, penampilan Tian Zhi lebih identik dengan Ras Manusia jika berpenampilan normal. Saat dia mengaktifkan garis darah Kasta Kaisar, penampilannya juga akan berbeda. Bisa dikatakan jika Tian Zhi bukan seperti asli Ras Asyura.
Tian Zhi tersenyum dan tidak menanggapi sungutan He Hua. Maklum wanita selalu perhitungan jika disuruh membayar biaya, tapi berbeda drastis ketika berbelanja, selalu royal.
Saat dekat dengan pintu gerbang, Tian Zhi dan He Hua melihat antrian panjang, ada sekitar seratus orang lebih. Ada yang membawa gerbong kereta kuda yang memuat barang dagangan, ada pula yang berpasangan seperti Tian Zhi.
Tian Zhi ikut antri di belakang, namun He Hua yang enggan mengantri dengan sengaja mengeluarkan basis kultivasinya, agar diprioritaskan oleh penjaga pintu gerbang.
Jelas perbuatan He Hua menarik perhatian banyak orang yang berada di depan pintu gerbang. Segera semua orang yang mengantri memberikan jalan sambil melihat He Hua menggandeng seorang gadis muda dan Tian Zhi yang menggendong putranya.
Karena Guo Shun sering bersama dengan He Hua, wajahnya lambat laun mirip dengan He Hua, dia selalu meniru apapun yang dilakukan oleh ibunya, mulai cara berpakaian, gaya bicara dan apapun yang dilakukan oleh He Hua selalu ditiru oleh Guo Shun, sebab He Hua paling cantik menurutnya.
Lalu salah satu prajurit penjaga mendatangi Tian Zhi dengan raut wajah tak bersahabat, lalu dia memicingkan mata untuk menyelidiki Tian Zhi yang tampak lemah, lalu dia melihat He Hua dan Guo Shun.
"Apa maksud kalian mengeluarkan aura kekuatan, ingin mencari masalah disini!" bentak prajurit tersebut sambil menatap He Hua, dia tidak peduli jika He Hua adalah wanita cantik.
Xiang Ri Kui justru yang marah mengetahui orangtuanya dibentak, dia yang berada dipunggung ayahnya segera melepaskan pukulan berenergi dengan tangan kanan.
Bang...
Prajurit itu terpental ke belakang ketika bibirnya terkena pukulan berenergi. Sontak aksi Xiang Ri Kui mengejutkan semua orang yang melihat. Mereka tidak menyangka bayi usia tiga tahun memiliki kekuatan tingkat Holy Dao level 9.
Sebelumnya, atas permintaan He Hua, Tian Zhi membuka segel yang memblokir kekuatan putranya. Semenjak itu, kekuatan Xiang Ri Kui melejit dari tingkat Mortal hingga naik ke tingkat Holy Dao level 9.
"Sekali lagi kalian marah-marah kepada Ayah dan Ibuku, aku dan kakakku akan buat kamu menangis!" ancam Xiang Ri Kui dengan menggerakkan jari telunjuk ke depan ke belakang agar prajurit maju.
He Hua dan Tian Zhi tersenyum bangga melihat putranya membelanya, sengaja Tian Zhi tidak mencegah putranya, sebab ini juga bagus untuk melatih mental anak-anaknya.
"Apa perlu aku yang turun tangan?" ujar Guo Shun sambil mengeluarkan aura kekuatannya yang berada di tingkat Immortal Emperor level 7, dia tidak takut sama sekali dengan para prajurit, sebab ada ibu dan ayahnya.
"Anak-anak monster!" celetuk salah pria yang mengantri.
Pria itu segera mundur untuk memasang kuda-kuda, dia tidak mau dikalahkan oleh seorang gadis muda usia 15 tahun, walaupun dia tahu kalah satu tingkat dari Guo Shun.
Bang...
Dalam satu kali tendangan, pria itu terpental ke samping kanan, dia bergulung-gulung dan berhenti ketika membentur batu besar. Sedangkan Guo Shun telah berada di samping ibunya dengan berpura-pura membersihkan kakinya yang dibuat menendang.
Si prajurit yang dipukul oleh Xiang Ri Kui segera dibantu rekannya untuk berdiri. kemudian komandan regu segera menghampiri Tian Zhi, dia tidak ingin mendapatkan masalah pada orang yang memiliki kekuatan Half Alfa.
Setingkat Kekuatan Half Alfa sangat langka dan juga sangat terhormat, sebab setingkat ini bisa menjadi salah satu petinggi Klan Zhi.
"Maafkan atas sikap anak buah hamba! Sebagai permintaan maaf kami, silakan masuk tanpa perlu membayar biaya masuk," ucap komandan regu dengan sopan.
"Terimakasih!" balas Tian Zhi yang sopan, dia segera masuk ke Kota Api Asyura
He Hua dan Guo Shun tersenyum tipis. Lalu He Hua yang segera menyimpan 20 Batu Roh, akhirnya dia menyelamatkan Batu Roh agar tidak terlepas dari genggaman.
Sepeninggal Tian Zhi dan keluarganya, komandan regu segera melaporkan kepada atasannya tentang kedatangan orang yang memiliki kekuatan Half Alfa. Sedangkan orang yang mengantri membicarakan tentang aksi Xiang Ri Kui dan Guo Shun.
Yang tidak diketahui oleh Tian Zhi. Ada dua orang berdiri di atas pulau melayang sedang melihat Tian Zhi dan aksi anak-anaknya, mereka adalah Zhi Shaosheng dan Zhi Zixuan.
"Anak-anak saja sangat berbakat berkat faktor garis darah. Ya, walaupun tidak memiliki garis darah Kasta Kaisar, setidaknya ini sudah membuktikan kualitas keturunan Kasta Kaisar yang sangat berbeda dengan Kasta Raja," kata Zi Zixuan sambil melihat Tian Zhi menuju ke gedung properti untuk membeli rumah.
"Kamu benar, Tian ini merupakan bibit unggulan yang hanya ada satu dikehidupan ini. Rawat dia dan keluarganya dengan baik, kirimkan generasi muda yang berbakat serta cantik agar menarik minatnya. Aku harap, Kasta Kaisar bisa dimanfaatkan sebaik mungkin!" pinta Zhi Shaosheng yang ingin menjadi Tian Zhi sapi perah untuk mendapatkan bibit-bibit unggul seperti Xiang Ri Kui dan Guo Shun.
Mereka belum tahu jika Guo Shun bukan anak kandung Tian Zhi. Guo Shun mampu meningkatkan kekuatan dengan cepat berkat mengkonsumsi Pil Kultivasi seperti minum.
"Baik, Leluhur!" jawab Zhi Zixuan dengan semangat, dia telah mendapatkan kepercayaan dari orang nomer satu di Klan Zhi.
Zhi Zixuan segera meninggalkan Zhi Shaosheng yang masih melihat apa yang dilakukan oleh Tian Zhi beserta anak-anaknya, dia selalu mengembangkan senyuman bahagia. Diusianya yang sangat tua, dia masih diberikan kesempatan oleh alam semesta untuk melihat garis darah Kasta Kaisar.
Akhirnya, kekhawatirannya akan masa depan Klan Zhi ada jalan keluar dengan munculnya garis darah Kasta Kaisar, dengan begini dia bisa beristirahat dengan tenang jika sewaktu-waktu alam semesta memanggil untuk bersatu dengan Alam Jiwa.
Zhi Shaosheng melirik Zhi Zixuan yang turun dari Kota Raja, lalu dia bergumam, "bukannya aku tidak tahu apa yang kalian lakukan, hanya saja aku selalu menutup mata selama ini!"
Sebagai orang nomor satu di Alam Keabadian dan Klan Zhi, dia selalu mengikuti perkembangan setiap hari, selalu mencatat apapun peristiwa yang terjadi saat ini untuk menentukan kejadian di masa depan.
Dengan mengetahui kejadian hari ini, Zhi Shaosheng bisa meramal masa depan. Setelah pengamatan yang teliti, dia akan membukukan ramalan dan menyimpannya di Gedung Sejarah Klan Zhi.
Zhi Shaosheng tahu apa saja yang direncanakan oleh keturunannya, ada yang baik dan buruk, tapi dia selalu menutup mata dikarenakan tidak ingin ikut campur dalam hal duniawi. Tapi, dengan kedatangan Tian Zhi, dia sedikit melanggar janjinya, semua demi keberlangsungan hidup keluarganya.
Zhi Shaosheng melihat Tian Zhi keluar dari gedung properti untuk menuju ke tempat yang akan menjadi hunian sementara. Sengaja Zhi Shaosheng tidak meminta Tian Zhi untuk tinggal di Kota Raja, sebab dia ingin melihat perkembangan Tian Zhi yang berbaur dengan Keluarga Besar Zhi.
Jika Tian Zhi mampu beradaptasi dengan keluarga barunya, dia akan membawanya ke Kota Raja yang penuh dengan persaingan.
Tian Zhi diantar secara pribadi pemilik gedung properti untuk menunjukkan rumah kediaman yang dipilih oleh He Hua, dimana lokasinya berdekatan dengan air terjun dan sungai yang mengalir.
"Tuan dan Nyonya, inilah tempat yang paling nyaman dan menenangkan. Dengan air terjun yang tidak terlalu deras, merupakan tempat yang cocok untuk bermeditasi...," kata pemilik properti yang mengeluarkan jurus lidah ular untuk memikat mangsa.
Xiang Ri Kui segera mengandeng Guo Shun untuk bermain di air terjun. Melihat anaknya yang sudah betah, He Hua melihat Tian Zhi agar membeli rumah berlantai tiga.
Tian Zhi memberikan cincin dimensi tingkat rendah yang berisi 10.000 Batu Kuno, lalu dia memberikan kepada pemilik properti.
"Aku beli rumah ini. Untuk selanjutnya, aku percayakan kepada Anda untuk mengurus surat-suratnya," kata Tian Zhi.
Pemilik properti dengan senang hati menerima cincin dimensi, lalu dia segera menjawab, "besok semua berkas akan saya antar. Semoga Tuan dan Nyonya bisa betah tinggal di rumah baru. Saya undur diri."
Tian Zhi mengangguk dan menerima kunci rumahnya, setelah itu pemilik properti segera meninggalkannya. He Hua segera memanggil anaknya untuk melihat rumah baru.
Hari pertama Tian Zhi berada di Klan Zhi, tapi dia sudah merasakan akan banyak hal buruk yang akan terjadi di masa depan.
"Mendekati waktunya memang tidak mudah. Aku hanya berharap mampu meletakkan pondasi kuat untuk putraku sebelum waktuku tiba!" batin Tian Zhi yang berharap bisa tetap untuk menaklukkan Klan Zhi untuk putranya.
Tian Zhi mengikuti He Hua yang sudah masuk ke dalam rumah barunya...