
Chapter 235. Dimulainya Pertandingan Alkemis.
Tian Zhi mengembalikan kerangka manusia dan binatang yang telah dibangkitkan oleh Master Wei Yan ke dalam tanah, lalu dia menuju ke Kapal Angkasa Kaisar Api Asyura untuk mempersiapkan dirinya.
He Hua dan semua Pasukan Phoenix juga mempersiapkan diri dengan menggunakan topeng untuk penyamaran, Qing Huan juga tidak ketinggalan, dia telah banyak membeli topeng dan jubah penyamaran. Sebagian Pasukan Phoenix menyamar sebagai pria untuk berbaur dengan masyarakat.
Sedangkan Hei Bao bersama Duke Qing Fei telah berada di Colosseum sebagai pengawas arena tanding. Duke Qing Fei telah menyediakan 105 tempat duduk khusus bagi istri-istri Master Tian.
"Semalam kemana kamu?" selidik He Hua yang tidak menemukan Tian Zhi di Kota Qingshan.
"Jika aku bilang diculik apakah kalian percaya?" tanya balik Tian Zhi kepada istri-istrinya yang ikut ke kamarnya.
Seketika semua wanita menertawakan Tian Zhi, sebab mana mungkin kekuatan Sang Void yang tidak mudah untuk dikalahkan bisa-bisanya diculik oleh seseorang.
"Apakah kalian mengenal nama Dewi Seribu Wajah, Dewa Es Abadi dan Dewi Salju?" tanyanya sekali lagi sambil berjalan menuju ke kamar mandi untuk berendam.
Tian Zhi melihat istrinya yang geleng-geleng kepala tanda tidak mengenali ketiga nama itu. Wajar ketiga nama itu tidak dikenali, sebab mereka belum terlahir di zaman Dewa Es Abadi dan Dewi Salju.
"Apakah kalian tahu cerita tentang sejarah terbentuknya Daratan Es Tengah Samudera?" tanyanya sekali lagi.
Pertanyaan Tian Zhi kali ini baru dapat tanggapan, dimana Qing Huan segera berbicara, "kalau sejarah Daratan Es Tengah Samudera banyak orang yang tahu, daratan subur menjadi es dan bersalju dikarenakan pertarungan antara dua Dewa pemilik elemen es. Namun, tidak ada yang tahu nama kedua dewa tersebut."
Qing Huan jelas mengetahuinya, sebab dia penghuni asli Alam Mahadewa. Jika ada Guang Liem, dia lebih mengetahui sejarah Daratan Es Tengah Samudera daripada Qing Huan.
"Kedua dewa itu adalah Dewa Es Abadi dari marga Lu, Lu Xun Pang, dan satunya adalah Dewi Salju yang tidak lain istrinya yang bernama Zhi Xiancai...," Tian Zhi menceritakan sejarah Daratan Es Tengah Samudera yang sebenarnya sesuai apa yang dikatakan oleh Dewi Seribu Wajah.
Semua istrinya mendengar cerita suaminya dengan perhatian penuh, terutama Qing Huan yang mencocokkan dengan catatan sejarah. Tian Zhi juga menceritakan bagaimana dia diculik oleh Dewi Seribu Wajah saat berada di di Kedai Teh Pelangi.
He Hua dan yang lainnya menjadi cemberut ketika Tian Zhi berkultivasi ganda dengan Dewi Seribu Wajah. Berhubungan Dewi Seribu Wajah memberikan manfaat besar bagi suaminya, He Hua dan yang lainnya tidak jadi marah, mereka memahami situasi suaminya yang tidak ada pilihan lain.
"Jika Dewa Es Abadi dan Dewi Salju tidak mati, bagaimana mungkin banyak harta yang berserakan dan menjadi Balok Es Misteri?" tanya Qing Huan setelah Tian Zhi bercerita.
"Aku tidak bertanya hal itu kepada Zhi Jianying. Mungkin saja ada sejarah yang lebih lama sebelum kemunculan Dewa Es Abadi!" jawab Tian Zhi sambil keluar dari bak mandi.
Qing Huan memalingkan wajahnya saat melihat Tian Zhi keluar dari kamar mandi dengan tubuh telanjang bulat. Lalu dia mengingat-ingat apakah ada sejarah lain sebelum adanya Daratan Es Tengah Samudera. Setelah beberapa saat mengingat, dia tidak pernah mendengar ada sejarah lama.
He Hua segera memakaikan pakaian kepada Tian Zhi dan dibantu oleh Miao Jiang. Sedangkan Meyleen bersiul untuk menarik perhatian Tian Zhi, dia mendengar cerita suaminya yang berkultivasi ganda dengan Dewi Seribu Wajah menjadi terpengaruhi.
Tian Zhi tersenyum melihat Meyleen telah telanjang bulat dan menggodanya dengan memainkan buah kenyal dan gua surganya, namun dia menjadi kesal ketika Qing Huan menganggu acaranya.
"Satu dupa lagi pertandingan Alkemis dimulai." Saat berbicara, Qing Huan memalingkan wajahnya dan sedikit melirik Tian Zhi yang sedang berpakaian.
Setelah selesai berpakaian jubah Alkemis, Tian Zhi bergegas menuju ke Colosseum bersama istrinya yang telah menggunakan topeng. Pasukan Phoenix telah menyebar dengan berpasangan, mereka berbaur dengan penduduk dan penonton.
Disaat keluar dari Formasi Perlindungan, Tian melihat kekacauan yang dibuat oleh musuhnya telah dibersihkan, lalu dia melihat Kota Qingshan yang kini menjadi ramai.
Kebanyakan pengunjung berasal dari Alam Mahadewa dan sisanya dari Alam Keabadian. Mereka ingin menyaksikan dua Alkemis tingkat Celestial Supreme beradu kehebatan dalam membuat pil. Selain tujuan melihat pertandingan Alkemis, mereka akan membeli pil yang umumnya akan langsung dijual atau dilelangkan.
Kedatangan Tian Zhi dan banyaknya wanita bertopeng jelas menarik perhatian banyak orang, namun berbeda dengan penduduk Kota Qingshan yang hafal, mereka bertepuk tangan dan mengelu-elukan nama Master Tian.
Di Colosseum yang berlantai tiga telah dipenuhi oleh penonton. Penonton memenuhi lantai dasar dan lantai dua. Sedangkan lantai tiga khusus untuk para petinggi di Alam Mahadewa dan tamu terhormat dari Alam Keabadian.
Dewi Alkemis juga telah menunggu kedatangan Tian Zhi, dia tidak marah rivalnya datang terakhir, sebab dia memaklumi keadaan semalaman yang mencekam.
Dewi Alkemis duduk di lantai tiga tribune Barat bersama Zhi Yinping dan para Alkemis, dia juga telah membawa enam juri yang akan mengawasi dan menilai hasil pertandingan.
Sedangkan Hei Bao, Master Han, Master Jin dan Duke Qing Fei duduk di tribune Utara yang dibagi menjadi dua, khusus untuk keluarga besar Master Tian. Pembaca acara ini akan dipandu oleh Master Jin, dan sekaligus pemimpin lelang yang akan diadakan setelah pertandingan Alkemis usai.
Di tribune Selatan, khusus bagi tamu terhormat dari Alam Keabadian. Di tribune Selatan terlihat terbagi menjadi tiga kelompok, sebelah kanan dari Klan Zhi, bagian tengah dari Istana Surgawi dan bagian kiri dari Klan Xu.
Umumnya yang menjadi penonton adalah guru, Alkemis junior, asisten Alkemis dan para magang yang ingin menjadi seorang Alkemis. Sisanya adalah kultivator, klan kecil dan klan besar yang ingin mendapatkan keberuntungan jikalau ada pil yang bisa dibeli sesuai kemampuan keuangan mereka.
Para penonton saling mengobrol dengan rekannya saat menunggu kedatangan Tian Zhi, mereka yang mengetahuinya kejadian semalam dengan semangat bercerita.
Di tribune Timur, ada dua orang yang memakai topeng emas, mereka adalah Dewa Surya dan Dewa Air. Dewa Surya memulai obrolan tentang rencana yang telah berjalan, yaitu mengerahkan tenaga pemberontak di Kerajaan Guang.
"Pemberontak kalah dengan kedatangan dua jenderal binatang yang didukung oleh lima ribu Pasukan Phoenix. Saat ini mereka sedang diburu oleh kedua jenderal binatang dan pasukannya!" beber Dewa Surya yang telah mendapatkan informasi dari mata-mata.
Dewa Surya kecewa rencana pertamanya telah gagal untuk memancing Tian Zhi meninggalkan wilayahnya. Namun dia telah menyiapkan rencana kedua.
"Aku juga mendapatkan laporan dari pengawas Daratan Es Tengah Samudera, banyak pekerja ku mundur dari sana karena badai salju meningkat empat kali lipat dari biasanya. Lalu apa rencana kita selanjutnya?" tanya Dewa Air setelah dia mengungkapkan kerugian negara air.
Balok Es Misteri merupakan pemasukan keempat yang memiliki keuntungan besar bagi Kerajaan Air. Dengan adanya badai salju yang ekstrim, maka pemasukan negara juga berkurang dan jelas mempengaruhi minat pasar yang telah memesan Balok Es Misteri.
"Rencana kedua kita, meracuni sumber air di Kerajaan Guang, aku telah menyiapkan beberapa orang untuk melakukannya!" jawab Dewa Surya dengan senyuman licik.
Dewa Air tertawa ringan dan melihat wajah Dewi Alkemis yang sedang berbicara dengan Zhi Yinping dan satu wanita bercadar yang menjabat sebagai ketua Paviliun Pil Langit di cabang Kota Dongmen, dekat dengan perbatasan Kerajaan Air dan Kekaisaran Qing. Wanita bercadar itu adalah Zhou Qionglin.
Di tribune Barat, Zhou Qionglin banyak bertanya seputar lawan Dewi Alkemis.
"Apakah kamu yakin dia masih muda... Atau jangan-jangan dia seorang pria tua yang bereinkarnasi? Tidak mungkin usianya yang kurang dari 40 tahun mencapai tingkat Celestial Supreme tahap rendah!"
Zhi Yinping tertawa lirih, sebab mengetahui sejarah Tian Zhi yang berasal dari Benua Awan Timur, putra mahkota Kerajaan Xiang. Tapi dia memaklumi hipotesis Zhou Qionglin yang mengganggap Tian Zhi seseorang yang bereinkarnasi. Pemikiran Zhou Qionglin merupakan hal umum yang selalu mengaitkan kejeniusan seseorang merupakan sosok yang bereinkarnasi, memiliki kenangan masa lalu yang digunakan untuk masa kini.
"Tian Zhi...!" gumam Dewi Alkemis yang selalu mengulangi memanggil nama Tian Zhi.
"Xiang Tianzhi atau Tian Zhi adalah nama satu orang, Xiang adalah nama marga yang berasal dari Alam Keabadian, Keluarga Besar Xiang... Kalian pasti tahu sejarah mereka!" jelas Zhi Yinping yang ambigu, membuat Zhou Qionglin dan Dewi Alkemis berpikir.
"Kenapa dia tidak memakai nama marganya?" tanya Zhou Qionglin dengan penasaran, sebab memakai nama marga merupakan kebanggaan dan juga silsilah keluarga.
"Karena dia putra mahkota yang tidak diakui oleh Raja Xiang. Masa mudanya sangat memperihatinkan, ibunya dibunuh oleh adik kandungnya yang berwajah kembar...," Zhi Yinping pun menceritakan masa kelam Tian Zhi di Benua Awan Timur.
Zhi Yinping mau mengungkapkan masa lalu Tian Zhi kepada Dewi Alkemis dan Zhou Qionglin karena sahabat terbaiknya yang bisa dipercayai. Mendengar masa lalu Tian Zhi, membuat Dewi Alkemis dan Zhou Qionglin merasakan kasihan...
"Master Tian, datang...!!"
Teriakan salah satu penonton yang melihat kedatangan Tian Zhi masuk melalui jalur lorong Colosseum. Seketika Colosseum hening dan semua mata melihat pintu masuk.
Terlihat Master Tian yang memiliki aura seorang kaisar, berwibawa dan gagah, dia memakai pengikat di kening yang tengahnya terdapat berlian biru. Di samping kanan ada He Hua dan Meyleen yang menggunakan topeng emas, Miao Jiang disebelah kiri bersama Qing Huan yang juga menggunakan topeng emas. Lalu dibelakangnya banyak wanita menggunakan topeng berbagai warna dan ukiran wajah yang berbeda-beda.
Tidak hanya keluarga besar Tian Zhi saja yang menggunakan topeng, banyak penonton yang juga menggunakannya.
"Kita duduk di lantai tiga tribune Utara," tunjuk Qing Huan dan berjalan di depan untuk memimpin rombongan Tian Zhi menuju ke tempat duduknya, posisinya segera digantikan oleh Li Jiancheng.
Si tribune Barat, Zhou Qionglin terkejut melihat wajah Master Tian yang tampak familier, tapi dia tidak mengingatnya pernah bertemu dengan Tian Zhi.
Master Jin segera turun dan menuju ke panggung arena tanding, dia segera membuka acara pertandingan dua Alkemis tingkat Celestial Supreme.
"Selamat datang Yang Mulia sekalian di Kota Qingshan. Sebenarnya acara ini sangat mendadak, berhubungan kemajuan teknologi Smelting dan Formasi Array mendukung kehidupan, informasi apapun dapat dengan mudah tersebar. Kita pasti sudah mendengar akan acara ini. Dua Alkemis bertanding dalam membuat tiga jenis pil yang berbeda, yaitu Pil Explosion Power, Pil Long Life dan Pil Cultivasion. Tolak ukur penilaiannya berdasarkan kualitas pil dan jumlahnya...,"
Panjang lebar Master Jin membuka acara pertandingan Alkemis dan menjelaskan tentang aturan dan kompetisi yang harus dijalani oleh dua ahli Alkemis.
Khusus Pil Cultivasion yang membuat penonton bersorak-sorai, sebab pil setingkat Celestial Supreme tahap rendah maupun menengah akan menjadi perebutan. Kedua Pil Long Life yang juga diperebutkan oleh banyak orang untuk memperpanjang usia.