Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 205. Kegelisahan Guang Liem!


Chapter 205. Kegelisahan Guang Liem!


Kehadiran Tian Zhi dan seorang wanita bercadar menarik perhatian seseorang pria yang seumuran dengan Guang Liem. Pria itu berada di lantai dua saat melihat Tian Zhi, namanya adalah Pang Heng, usia 67 tahun, lebih tua dari Guang Liem yang berusia 60 tahun. Bagi seorang kultivator, usai segitu masih sangatlah muda.


Pang Heng adalah putra dari pemimpin Sekte Teratai Api, dia juga bergaris darah Ras Asyura yang memiliki dua elemen, elemen api dan es. Pang Heng digadang-gadang sebagai calon pengganti pemimpin Sekte Teratai Api.


Pang Heng merasa familiar dengan wanita bercadar, dia masih belum tahu jika wanita itu adalah Permaisuri Guang Liem yang sedang menyamar. Namun, nalurinya mengatakan jika pernah kenal dengan wanita bercadar itu.


Setelah mengamati wanita yang bersamaan Tian Zhi, dia tersenyum saat melihat sabuk Guang Liem yang menggantung kantong spasial berwarna biru motif burung Phoenix.


"Jadi itu kamu!" gumam Pang Heng dengan tatapan kebencian saat melihat Tian Zhi yang memeluk pinggang Guang Liem.


"Kamu kabarkan kepada ayah tentang Permaisuri Guang Liem yang telah memiliki pasangan lain. Ajak beliau kesini untuk melihat kelakuan Permaisuri Guang Liem!" perintah Pang Heng kepada pengawalnya.


"Laksanakan, Tuan Muda."


Setelah pengawalnya pergi untuk melapor kepada Patriark Sekte Teratai Api, Pang Heng memerintahkan pengawalnya yang lain untuk membuat masalah bagi Tian Zhi serta ingin membongkar penyamaran Guang Liem.


Dua pengawalnya segera mengikuti perintah, sedangkan Pang Heng hanya mengawasi dari lantai dua.


"Jika bukan karena keinginan ayahku untuk menguasai kekaisaran, aku malas untuk menjadikanmu istri. Status janda memang memalukan, apalagi berduaan dengan seorang pria yang bukan dari bangsawan!" geram Pang Heng yang jijik melihat kelakuan Permaisuri Guang Liem walaupun cantik.


"Lihat saja, setelah aku berhasil menguasai Kekaisaran Song, kamu akan aku jadikan budak bagi binatang peliharaan ku!" sambungnya dengan seringai kejam saat membayangkan tubuh Guang Liem dijadikan pemuasan nafsu binatang anjing.


Tian Zhi menghela nafas berat saat merasakan niat membunuh yang keluar dari tubuh Pang Heng, dia sekilas melihatnya. Lalu Tian Zhi melihat dua orang yang sedang menuju ke arahnya.


"Banyak pria yang menyukaimu... Apa kamu tidak khawatir mereka akan membuat masalah, jika melihat kita seperti ini?" tanya Tian Zhi kepada Guang Liem.


Guang Liem tidak segera menjawab, sebab dia segera memeriksa sekeliling dan melihat beberapa orang pria yang menyukainya, tapi mereka belum mengetahui penyamarannya. Ketika melihat keatas, Guang Liem melihat Pang Heng yang sedang memperhatikannya, namun Pang Heng seakan-akan belum mengetahuinya.


"Ini berapa?" tanya Tian Zhi kepada pegawai Mansion Kerajaan Air.


"Luar biasa pengelihatan Tuan Muda! Para ahli telah memeriksa balok es misteri ini dan memperkirakan berisi Armament God. Harganya dua juta keping emas!" jawab si pegawai pria dengan memuji Tian Zhi sebagai bentuk apresiasi.


"Cari muka!" batin Tian Zhi dengan wajah tersenyum, dia paling benci dengan karakter orang yang suka cari muka dan pengkhianat.


Lalu Tian Zhi mengaktifkan Mata Langit dan melihat ke dalam balok es misteri, dia melihat ada Armament God tahap rendah jenis senjata cambuk.


Harga sebenarnya dari Armament God tahap rendah seharga dua juta lima ratus keping emas, jelas lebih untung jika dibeli dengan harga dua juta keping emas. Lalu Tian Zhi memeriksa kantong spasial dan cincin dimensi milik Guang Liem dengan Mata Langit.


Ternyata Guang Liem memiliki Artefak Bintang tiga tahap menengah jenis senjata pedang, lonceng perlindungan jenis Artefak Bintang Dua tahap rendah.


"Apakah ada yang lebih menarik?" tanya Tian Zhi kepada pegawai, dia mengurungkan niat untuk membeli balok es misteri yang berisi Armament God tahap rendah.


Si pegawai menghela nafas berat saat gagal lagi menjual balok es misteri.


"Memang di dalam ada Armament God tahap rendah jenis senjata cambuk, tapi aku sudah memilikinya!" imbuhnya, dia ingin membantu si pegawai itu agar sukses menjual balok es misteri.


Seketika semua orang memerhatikan balok es misteri yang berisi Armament God. Mereka pun segera memeriksa kembali, sebab ucapan Tian Zhi begitu meyakinkan.


"Anak muda, apakah ucapan mu tadi bisa dipertanggung jawabkan?" tanya salah satu pengunjung yang tidak ingin tertipu.


Sebelum banyak orang bertanya-tanya dan akan merepotkan, Tian Zhi segera berbicara kepada si pegawai. "Jika perkataan ku salah dan merugikan si pembeli. Kembalikan uangnya, aku yang akan membayarnya."


Si pegawai seketika kegirangan dengan membungkuk kepada Tian Zhi. Lalu semua orang saling berebut untuk membeli balok es misteri yang berisi Armament God.


Dua pengawal yang ingin membuat masalah kepada Tian Zhi pun terhalangi oleh kerumunan.


Tian Zhi tersenyum puas melihat wajah kesal Pang Heng yang anak buahnya belum membuat masalah sesuai keinginannya. Lalu, Tian Zhi didekati oleh seseorang pegawai wanita dari Mansion Kerajaan Air.


"Tuan, jika ingin mendapatkan yang balok es misteri yang lebih baik, bisa naik ke lantai tiga," kata si pegawai wanita itu kepada Tian Zhi, dia sekilas melihat Permaisuri Guang Liem dan melihat Tian Zhi lagi.


"Antar kami!" pinta Tian Zhi.


Segera si pegawai wanita itu memandu Tian Zhi ke lantai tiga. Namun, saat baru naik anak tangga menuju lantai dua, mereka dihadang oleh dua pengawal pribadi Pang Heng.


"Mereka adalah pengawalnya putra dari pemimpin Sekte Teratai Api!" bisik Guang Liem ditelinga Tian Zhi.


"Permisi, Tuan!" pinta si pegawai wanita itu dengan hormat agar diberikan jalan.


"Kerajaan Air akan memberikan hukuman mati kepada siapapun yang berniat membuat keributan disetiap tempat usahanya. Lakukan, saya akan dengan senang hati membuat Sekte Teratai Api bangkrut!" ancaman dari seseorang pria yang tidak terlihat, suaranya terdengar di dalam Mansion Kerajaan Air.


Seketika kedua pengawal pribadi Pang Heng ketakutan dengan memberikan jalan kepada si pegawai dan Tian Zhi. Pang Heng sendiri hanya mendengus saat tahu Wali Pelindung Mansion Kerajaan Air mengetahui tujuannya.


Semua pengunjung pun teralihkan dengan melihat Tian Zhi yang berada di anak tangga. Segera mereka melihat dua orang pengawal pribadi Pang Heng yang ingin membuat onar.


"Kebiasaan!" sungut salah satu pengunjung yang sudah tahu tabiat buruk Pang Heng.


Tian Zhi sedikit terkejut saat merasakan aura kekuatan Wali Pelindung Mansion Kerajaan Air yang berada di tingkat Sang Void level dua.


"Sekuat apa Raja Kerajaan Air, jika Wali Pelindung satu tempat usaha memiliki kekuatan Sang Void!" batin Tian Zhi dan kembali berjalan mengikuti si pegawai wanita.


Guang Liem tidak terkejut dengan kekuatan Wali Pelindung Mansion Kerajaan Air, tapi dia sedang memikirkan Song Shen yang didukung oleh Kerajaan Air dan Dewa Surya. Pemikirannya juga sama seperti Tian Zhi, dia khawatir dengan kekuatan Raja Kerajaan Air.


"Apa kamu tahu kekuatan pendukung putra mahkota pertama?" tanya Tian Zhi kepada Guang Liem dengan komunikasi telepati.


"Terakhir yang aku dapatkan dari informan, kekuatan Raja Kerajaan Air berada di tingkat Sang Void level 15, sedangkan Dewa Surya memiliki kekuatan Sang Void level 18. Pendukung yang lainnya kebanyakan berada tingkat Dewa Absolute dengan jumlah yang banyak. Peperangan tadi, hanyalah pasukan amatiran yang baru direkrut oleh Song Shen!" jawab Guang Liem.


Mengetahui kekuatan lawan yang akan dihadapi, Tian Zhi telah memiliki rencana.


"Apakah kamu bisa mendampingi ku dalam menghadapi mereka!" pinta Guang Liem dengan penuh harap, dia selalu terbebani dengan perebutan kekuasaan.


"Apakah tidak ada yang mendukung kamu?" tanya Tian Zhi yang tidak menjawab permintaan Guang Liem.


Guang Liem menghela nafas berat dengan pertanyaan Tian Zhi, lalu dengan singkat dia berbicara, "segala sesuatu pasti ada pamrihnya!"


Ucapan Guang Liem dipahami oleh Tian Zhi, dimana setiap bantuan pasti ada tujuan pribadi.


Pendukung Permaisuri Guang Liem meminta jabatan penting di kekaisaran, tapi mereka melihat situasi terlebih dahulu, dimana mereka hanya sedikit memberikan dukungan, sebab khawatir jika Permaisuri Guang Liem mengalami kekalahan.


Intinya, setiap pendukung Permaisuri Guang Liem melihat di pihak mana yang paling menguntungkan untuk didukung.


"Aku bisa mendukung kamu, tapi hanya dibalik layar. Segala sesuatu biar aku yang mengaturnya dan kamu cukup menjalankan tugas sebagai Ratu Kekaisaran. Tapi, apakah kamu memercayai ku dan bisa dipercaya?"


Guang Liem memikirkan ucapan Tian Zhi, sebab dia baru mengenalinya. Sedangkan Tian Zhi melirik Pang Heng yang terlihat sangat membencinya.


Tian Zhi makin membuat Pang Heng marah dengan menggenggam tangan Guang Liem dan sambil berjalan menuju anak tangga ke lantai tiga.


Sesampainya Tian Zhi di lantai tiga, pemimpin Sekte Teratai Api akhirnya datang dan segera menemui putranya. Pang Heng segera menceritakan tentang Permaisuri Guang Liem yang sedang menyamar dengan membawa seorang pria.


Pemimpin Sekte Teratai Api melihat Permaisuri Guang Liem, lalu dia mengajak putranya untuk membahas rencana di luar Mansion Kerajaan Air. Pemimpin Sekte Teratai Api bernama Pang Yong, dia akan membunuh Tian Zhi dan menculik Permaisuri Guang Liem.


Pang Yong menempatkan para tetua sekte di luar mansion, dia akan mengiring Tian Zhi dan Guang Liem keluar dari ibukota agar leluasa bergerak.


Sedangkan Tian Zhi melihat satu per satu balok es misteri dengan Mata Langit. Setiap yang dia lihat, hanya barang yang tidak terlalu penting baginya.


Namun, dia menjadi sangat tertarik saat melihat disudut ruangan ada sebuah balok es misteri yang seukuran dua kepalan tangan orang dewasa, di dalamnya ada sebuah guci antik dengan gambar seekor kura-kura.


"Berapa harganya yang ini?" tanya Tian Zhi kepada si pegawai wanita.


"Pandangan Tuan sangat jeli! Menurut ahli kami, di dalam ada sebuah peta, perkiraan ahli kami jika peta itu menunjukkan lokasi makam salah satu Dewa Es!" jawab si pegawai wanita yang dengan sabar memandu Tian Zhi, "harganya sepuluh juta keping emas, Tuan."


Tian Zhi mengangguk paham, walaupun ucapan si pegawai wanita itu tidak tepat, dia segera membayarnya dan pegawai wanita sangat senang telah berhasil menjual.


Pegawai wanita itu segera memanggil seseorang ahli pemotong balok es misteri. Melihat ada seseorang yang membeli balok es misteri yang ukurannya paling kecil, para pengunjung menjadi tertarik dan ikut melihat pemotongan balok es misteri.


Dengan hati-hati, si pemotong balok es misteri mulai bekerja...


Setelah terlihat bentuknya, semua orang melihat Tian Zhi dengan iba, sebab mereka melihat guci antik yang terlihat ada retakan. Tian Zhi pun mengambil guci antik dan melihat didalamnya ada sebuah cincin dimensi.


Tian Zhi memecah guci antik dan memperlihatkan cincin dimensi di telapak tangan kanannya. Semua orang penasaran dengan isi di dalam cincin dimensi. Namun, Tian Zhi tidak menunjukkan isinya, dia memakaikan cincin dimensi di jari manis tangan kanan Guang Liem. Guang Liem tersipu malu dan sejujurnya sangat bahagia.


"Isinya hanya ada beberapa Pil kultivasi tingkat Prajurit Surgawi tahap rendah dan beberapa ratus ribu Batu Kuno. Anggap saja sebagai jaminan ...," kata Tian Zhi kepada Guang Liem dengan komunikasi telepati.


Guang Liem seketika gemetaran saat Tian Zhi memberitahukan isi cincin dimensi, dia langsung menarik tangan Tian Zhi agar keluar dari Mansion Kerajaan Air. Guang Liem takut menjadi incaran banyak orang serakah.


Pil Kultivasi tingkat Prajurit Surgawi tahap rendah sangatlah berharga dan jelas akan menjadi rebutan, dan angka ratusan ribu Batu Kuno merupakan sumber daya yang besar bagi Kekaisaran Song.