
Chapter 88. Rencana Masa Depan.
Tian Zhi menjadi penasaran siapa utusan itu segera bertanya kepada Yu Bao. Sayangnya Yu Bao sendiri juga tidak tahu. Lalu Tian Zhi melihat ketiga wanita saling berciuman tanpa berkedip dan mulai ikut suasana panas.
Yu Bao segera menutup mata Tian Zhi dan berbicara. "Apa aku kurang memuaskanmu? Apakah mereka lebih menarik dariku?" cecar Yu Bao yang cemburu jika Tian Zhi menjadi tertarik dengan Cang Juan, Cang Lien dan Su Yin Mo.
Tian Zhi tersenyum dan membalikkan tubuhnya dan menjawab dengan suara telepati. "Kamu tetap yang terbaik!"
Yu Bao menjadi tersenyum, dan apa yang dikatakan Tian memang benar.
Tian Zhi yang belum puas menguji akan kemampuan peningkatan Kitab, dia menyeringai dan berbicara kepada Yu Bao.
"Pegangan dengan kuat!" perintahnya.
"Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Yu Bao yang tampak kuatir apa yang akan dilakukan Tian Zhi.
"Lihat saja... Apakah ini berhasil atau tidak!" jawab Tian Zhi yang makin membuat Yu Bao kuatir dan juga penasaran, dia ingin memukul Ratu Siluman.
Yu Bao segera merapatkan kedua kakinya di perut Tian Zhi, lalu kedua tangan yang selalu melingkar di leher Tian Zhi saling memegang erat. Tian Zhi mendekati Ratu Siluman dengan tangan kanan mengepal erat, saat jarak jarak pukulan sudah tepat...
Swosh...
Desiran angin jelas dirasakan oleh Ratu Siluman dan buru-buru melihat kebelakang dengan cepat. Ratu Siluman syok melihat kepalan tangan yang akan memukul lehernya. Segera ratu siluman juga menggerakkan tangan kirinya untuk beradu pukulan.
Bang...
Benturan segera terdengar saat dua pukulan beradu, Tian Zhi sedikit mundur beberapa langkah. Sedangkan Cang Lien dan Su Yin Mo juga kaget dan buru-buru memeriksa sekitarnya tapi tidak menemukan si pelaku.
"Sialan! Ada pembunuh, cepat cari dia!?" perintah Ratu Siluman yang sangat marah, yang mengira sedang ditargetkan.
Apa yang dilakukan Tian Zhi memang seperti seorang Assassin, menyelinap untuk membunuh targetnya, lalu tiba-tiba menghilang saat misinya gagal maupun berhasil tanpa meninggalkan jejak.
Tian Zhi tersenyum setelah beradu pukulan. Berkat Batu Keabadian, dia memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan hanya kalah dalam hal basis kultivasi.
Sedangkan Yu Bao menghela nafas lega saat tidak diketahui oleh musuhnya.
Tian Zhi melihat kepalan tangan Ratu Siluman Cang Juan mengeluarkan darah dan gemetaran. Seandainya, Cang Juan menggunakan energi spiritual untuk menyelimuti tangannya tidak mungkin sampai berdarah, dan justru Tian Zhi lah yang akan terpental jauh dan menembus dinding.
"Ayo, pergi... Kamu tidak mungkin mengalahkannya dengan kekuatanmu yang sekarang!" ajak Yu Bao agar Tian Zhi tidak melakukan kecerobohan lagi.
Tian Zhi mengangguk paham, untuk saat ini memang dia tidak mungkin mengalah Cang Juan, walaupun memiliki teknik perubahan wujud. Seandainya ada badai salju di istana, mungkin Tian Zhi bisa mengalahkan Cang Juan walaupun harus dengan susah payah.
Cang Lien dan Su Yin Mo jelas kebingungan, mereka tidak melihat pembunuhnya, padahal sudah mengaktifkan Mata Dewa untuk memeriksa seluruh ruangan istana. Mereka terkejut melihat kepalan tangan Ratu Siluman yang berdarah.
"Sudah cari sana dengan siluman ular! Aku yakin pembunuh itu memiliki skill persembunyian diri!" bentak Ratu Siluman yang sangat marah kepada si pembunuhnya.
Segera Cang Lien dan Su Yin Mo bergerak dan memanggil anggota khusus untuk melacak seorang Assassin, yaitu siluman ular. Kemampuan siluman ular adalah mengetahui sesuatu yang tidak dilihat oleh Mata Dewa dengan pancaran panas dari tubuh targetnya, dan juga memiliki kemampuan mengendus aroma tubuh setiap Assassin.
Mendengar jika Ratu Siluman memiliki anggota khusus, sekali lagi membuat Tian Zhi ingin menguji dan mengurungkan niatnya untuk meninggalkan istana.
Yu Bao di dalam hati menjadi gemas melihat Tian Zhi yang keras kepala dan sengaja diam, dia ingin Tian Zhi menyadari kecerobohannya.
Tidak berselang lama, Cang Lien dan Su Yin Mo datang bersama lima siluman ular betina, tubuh bawah ular dan badan wujud manusia.
Tian Zhi segera melayang hingga menempel pada langit-langit istana, saat siluman ular menyebar untuk mencarinya. Dengan tubuh berlenggok-lenggok lima siluman ular mengendus-endus dan merasakan hawa panas yang asing di sekitar ruangan istana.
Ratu Siluman, Cang Lien dan Su Yin Mo melihat bawahannya dan mengikuti setiap pergerakan mata mereka. Kelima siluman ular secara bersamaan melihat keatas di mana Tian Zhi melayang.
Ratu Siluman ikut melihat keatas dan mengeluarkan energi spiritual dari lima jari tangan kanan untuk merasakan kehadiran yang tidak terlihat mata. Namun, dia tidak menemukan keanehannya dan melihat kelima siluman ular telah kembali mencari targetnya.
Tian Zhi dan Yu Bao bernafas lega saat keberadaannya tidak diketahui oleh Ratu Siluman. "Ayo pergi!" pinta Yu Bao dengan memelas, dia sudah tidak mau adrenalin terus terpacu semenjak Tian Zhi menguji peningkatan Kitab perubahan wujud.
Tian Zhi segera keluar dari istana melalui celah-celah atap istana dan menuju Gunung Mahadewi. Tapi, di dalam hatinya masih belum puas dan pasti akan mendatangi Ratu Siluman sekali lagi.
Saat baru meninggalkan istana, Tian Zhi dan Yu Bao melihat Yao Xiao mengawal kereta kuda yang menarik gerbong penjara.
Gerbong penjara tertutup rapat dan hanya ada jendela kecil dan juga dikawal ketat.
Mereka hasil tangkapan sebelum bencana terjadi di Benua Permata Hitam.
Tanpa diminta oleh Yu Bao, Tian Zhi segera menyelamatkan mereka, dia masuk melalui jendela gerbong penjara dan dengan cepat membuat semau manusia rubah pingsan.
Setelah semua pingsan, Tian Zhi memasukkannya ke dalam cincin dimensi. Setelah semua manusia rubah telah diselamatkan, Tian Zhi segera keluar dan melanjutkan tujuannya.
Yao Xiao segera melihat kebelakang saat nalurinya meminta memeriksa gerbong penjara, dia sangat terkejut tidak lagi melihat manusia rubah di dalam gerbong penjara.
Boom💥...
Spontan Yao Xiao menjadi marah dan meledakkan gerbong penjara dengan sekali pukulan energi spiritual. Tian Zhi hanya terkekeh melihat kemarahan Yao Xiao.
"Terimakasih!" kata Yu Bao yang sangat berterima kasih telah menyelamatkan anggotanya.
"Tidak perlu berterima kasih, mereka juga keluargaku!" sahut Tian Zhi.
Kembali mereka berdua menuju Gunung Mahadewi. Tidak berselang lama, akhirnya mereka berdua tiba. Gunung Mahadewi kembali terselimuti badai salju, tapi kini sudah tidak ada lagi pepohonan.
"Untung saja Gunung Mahadewi tidak menjadi rata karena Api Asyura dan petir!" gumam Yu Bao yang bersyukur melihat tempat tinggalnya tidak menjadi daratan.
Tian Zhi hanya geleng-geleng tak berdaya, ini semua bukan keinginannya. Tian Zhi segera bertanya kepada Yu Bao. "Apakah Gunung Mahadewi memiliki sesuatu yang mampu menahan panas Api Asyura dan petir?"
"Di dalam pusat Gunung Mahadewi memang ada inti es abadi, berkat itu kami bisa bertahan hidup. Inti es abadi lah yang sebenarnya menciptakan badai salju...!" ungkap Yu Bao yang sebenarnya kepada Tian Zhi, apa yang dikatakan adalah rahasia penting bagi Ras Rubah.
Yu Bao mempercayai Tian Zhi, sebab itu dia tidak ragu mengungkapkan rahasia Gunung Mahadewi. Bagi seseorang yang memiliki elemen es, inti es abadi sangat bermanfaat untuk meningkatkan elemennya.
Yu Bao mengajak Tian Zhi menuju tempat berkumpulnya seluruh Ras Rubah, kali ini Tian Zhi diperbolehkan menunjukkan dirinya kepada anggotanya.
Yu Bao memerintahkan seluruh anggotanya untuk berkumpul di tempat biasanya. Tidak berselang lama manusia rubah satu per satu berdatangan.
Awalnya manusia rubah melihat Tian Zhi ketakutan, dan segera Yu Bao menenangkan mereka. Yu Bao juga bercerita jika Tian Zhi lah yang membuat sepuluh pengawal dan sepuluh ribu prajurit kabur, dan juga telah menyelamatkan anggotanya yang tertangkap.
"Jadi, mulai sekarang kita akan tinggalkan Gunung Mahadewi. Kita akan tinggal sangat jauh dari wilayah tiga kerajaan, di mana
ada suatu tempat yang lebih aman dan cocok untuk kita semua...!" jelas Yu Bao kepada semau anggotanya.
Seketika semua anggotanya kegirangan, mereka senang bisa meninggalkan Gunung Mahadewi. Ras Rubah sudah sangat lama terisolasi di Gunung Mahadewi, setiap hari ketakutan dan teror kematian selalu menghantui setiap saat.
Yu Bao juga memperkenalkan jika Tian Zhi adalah suaminya, dan semua anggotanya sangat setuju, setuju karena Tian Zhi adalah Ras Manusia dan juga dermawan mereka.
Tian Zhi memasukkan Yu Bao dan semua anggotanya ke dalam cincin dimensi. Setelah Yu Bao masuk ke dalam cincin dimensi, Tian Zhi tersenyum senang, senang karena dia bisa melakukan apapun tanpa kuatir lagi.
"Setelah kejadian yang aku alami... Pertama, aku harus sesegera mungkin meningkatkan kekuatan untuk berpartisipasi dalam kompetisi Dewi Cahaya...," gumam Tian Zhi yang merencanakan tujuannya.
Kedua, setelah mendapat Sacral Stone, Tian Zhi berencana untuk kembali ke Pulau Tanah Dewa, sebab ketiga istrinya yang hamil sudah pasti telah melahirkan, dia akan membawa mereka keluar dari Pulau Tanah Dewa.
Ketiga, kembali mencari empat Batu Keabadian, sambil lalu mencari pria bertopeng di Alam Keabadian dan mencari tahu melalui utusan dari Sekte Wei. Selain itu, Tian Zhi akan mencari tahu siapa sebenarnya ibu kandung Xiang Tianzhi.
Tian Zhi berpikir tentang utusan Sekte Wei, apakah kedatangannya di Benua Permata Hitam terkait dengan Batu Keabadian atau tidak, jika memang terkait, Tian Zhi pasti akan membunuhnya.
Keempat, Tian Zhi mencari wanitanya beserta anak buah yang dibawa oleh ketiga orang misterius, yang hingga saat ini Tian Zhi tidak menemukan petunjuk mereka.
Kelima, setelah mendapatkan semua Batu Keabadian, Tian Zhi ingin mencari tempat yang aman dan subur, demi menikmati hidup tenang bersama istri dan anaknya.
Tian Zhi tidak berniat menjadi seorang penguasa di Alam Semesta Aurora, dia hanya menikmati hidup bahagia tanpa banyak tekanan dan pikiran.
Setelah rencananya dibuat, Tian Zhi keluar dari tempat pertemuan dan menuju goa persembunyian Yu Bao untuk mengambil semua harta dan persediaan bertahan hidup.
Sesampainya di depan pintu goa persembunyian yang ditutupi batu dan salju, Tian Zhi mengurungkan niatnya, dia berpikir jika persembunyian ini akan menjadi tempat alternatif untuk penyelamatan diri.
Akhirnya Tian Zhi bergegas menuju air terjun Dewi Cahaya. Dalam perjalanan, setiap tempat selalu terjadi kekacauan, demikian juga dengan Ratu Siluman yang sangat marah telah kehilangan manusia rubah.
Ratu Siluman segera memerintahkan seluruh bawahannya untuk mencari pelakunya dengan segala cara, tidak perduli hidup atau mati yang penting harus ditemukan.
Tian Zhi terkekeh melihat kemarahan Ratu Siluman, dan tiba-tiba teringat akan ucapan Inti Kehidupan tentang menggunakan aroma feromon afrodisiak untuk menaklukkan semua wanita siluman....