
Chapter 82. Mengutuk Annchi si Thunderbird.
Tian Zhi yang masuk ke dalam kamar Jun Mei Lin tanpa memakai pakaian, membuat Lu Yue terpesona melihat tubuh kekar dan besarnya tongkat yang berdiri tegak. Tian Zhi tersenyum melihat Lu Yueyin yang mengagumi tubuhnya, dia mendekati Jun Mei Lin dan menyadarkannya dari tidur panjang.
Lu Yueyin, 18 tahun.
Saat Jun Mei Lin tersadar dan membiasakan keadaannya, hidungnya mengendus aroma feromon afrodisiak yang wangi dan melihat Tian Zhi yang telah telanjang bulat.
Sebelum Jun Mei Lin bereaksi, Lu Yueyin yang juga terpengaruh segera menerjang Tian Zhi dengan ciuman ganas, Tian Zhi pun menyambut ciumannya.
Jun Mei Lin berusaha menahan gejolak kewanitaannya saat melihat Tian Zhi dan Lu Yueyin berciuman, berhubung aroma feromon afrodisiak lebih kuat darinya, dia akhirnya ikut menerjang Tian Zhi dengan meraih tongkat.
Kedua wanita itu saling memuaskan dirinya tanpa memperdulikan Tian Zhi yang melepaskan pakaian mereka secara bergantian. Setelah kedua wanita itu telanjang, Tian Zhi segera memerintahkan Jun Mei Lin untuk terlentang dan mengarahkan tongkatnya pada lembah surga.
Darah segar kesucian Jun Mei Lin pun mengalir saat tongkat Tian Zhi menerobos dengan kasar. Jun Mei Lin sedikit berteriak dan mencengkram kedua lengan Tian Zhi.
Lu Yueyin tidak tinggal diam, dia kembali mencium Tian Zhi sambil menunggu giliran.
Suara dua wanita yang kenikmatan makin membuat Tian Zhi bersemangat, apalagi Lu Yueyin juga masih gadis walaupun telah lama dipenjara. Tian Zhi tanpa henti membuat kedua wanita itu mencapai puncak berkali-kali, hingga membuat kedua wanita itu pingsan setelah waktu empat dupa.
Setelah membuat kedua wanitanya tumbang, Tian Zhi pun buru-buru menuju ke kamar pribadi untuk segera menerobos. Tidak butuh waktu lama, ia pun menerobos berturut-turut, hingga berhenti saat kekuatannya berada pada tingkat Heavenly Emperor level satu.
Kekuatannya meningkat drastis berkat energi Yin murni milik Yu Bao yang memberikan peningkatan tiga level, sebab kekuatan Yu Bao hampir setara dengannya, Holy Monarch. Sedangkan energi Yin murni milik Lu Yueyin dan Jun Mei Lin hanya memberikan dua level.
"Saatnya mencari Sacral Stone...!" gumamnya setelah selesai menstabilkan pondasinya.
Tian Zhi pun keluar dari cincin dimensi dan melihat Yu Bao masih tertidur pulas dengan tubuh telanjang. Tian Zhi berniat mengajak Yu Bao karena mengenal semua wilayah di Benua Permata Hitam, segera dia membangunkannya.
Dengan malas Yu Bao membuka mata dan menggeliatkan tubuhnya. "Mau kemana?" tanyanya saat melihat Tian Zhi telah memakai pakaiannya.
"Mencari sesuatu yang berharga lagi dan juga untuk mengenal seluruh tempat di Benua Permata Hitam!" jawabnya sambil menyodorkan pakaian milik Yu Bao.
Saat tahu Tian Zhi ingin menjarah lagi, buru-buru Yu Bao beranjak dari tempat tidurnya dan memakai pakaiannya, setelah itu dia mencium Tian Zhi.
"Ayo!" ajak Yu Bao dengan semangat, Tian Zhi hanya tersenyum dan berjalan keluar.
Setelah keluar dari goa, Tian Zhi melihat cincin dimensinya, dan melihat jarum sebesar rambut di lubang cincin dimensi menunjukkan arah ke wilayah zona bebas.
Sebelum pergi, Tian Zhi memeriksa sekitarnya dan setelah aman dia segera terbang dengan menggendong Yu Bao di punggungnya menuju wilayah zona bebas.
Saat Yu Bao tahu tujuannya kali ini, dia segera berbicara mengenai wilayah hitam.
Wilayah hitam merupakan tempat usaha milik tiga kerajaan, tempat jual beli, barter, lelang dan lain sebagainya. Wilayah hitam tidak memiliki aturan sama sekali, seperti namanya zona bebas.
Banyak terjadi pembunuh dan perampokan di wilayah hitam, disana hanya yang kuat yang mampu bertahan.
Walaupun wilayah hitam tanpa aturan dan bebas, tidak ada yang berani mengusik tempat usaha milik tiga kerajaan dan pendukungnya, umumnya korban pembunuhan biasanya adalah pihak luar seperti kultivator bebas.
Sesampainya di perbatasan wilayah hitam dan Gunung Mahadewi, Tian Zhi melihat dari kejauhan wilayah bekas milik Ras Manusia dan Ras Rubah telah menjadi daratan luas.
Daratan itu kini banyak berdiri tenda yang mengelilingi sebuah bangunan besar berbentuk lingkaran. Tenda-tenda itu dijadikan tempat jual beli, barter dan lain sebagainya.
Wilayah hitam dibagi menjadi tiga, zona dalam, tengah dan pusat, pusatnya adalah Arena Kematian. Setiap zona memiliki tingkat kekuatan yang berbeda-beda, semakin masuk ke zona tengah, maka akan banyak bertemu dengan kekuatan diatas Dewa Sejati hingga Dewa Hitam.
Sedangkan zona tengah biasanya berkumpul banyak kekuatan setingkat Dewa Perunggu hingga Dewa Giok. Untuk zona dalam banyak dihuni kekuatan setingkat Kaisar hingga Supreme Being (Half God).
"Itu Arena Kematian, tempat para petarung yang ingin menunjukkan kemampuan dan mencari kekayaan. Di Arena Kematian, Dewi Cahaya mengadakan kompetisi beladiri bagi seluruh penghuni Benua Permata Hitam, hingga diberi nama kompetisi Dewi Cahaya," kata Yu Bao saat Tian Zhi melihat bangunan besar.
"Memangnya apa hadiah jika mereka menang?" tanya Tian Zhi yang penasaran.
Yu Bao segera menjawab, jika hadiah kompetisi beladiri yang diadakan oleh Dewi Cahaya berupa Buah Suci.
Untuk juara pertama, mendapatkan lima buah Suci dan satu set Armament Grade God tahap puncak.
Juara kedua, empat buah Suci dan Armament Grade God tahap atas.
Juara ketiga, tiga buah Suci dan Armament Grade God tahap menengah.
Juara keempat, dua buah Suci dan Armament Grade God tahap awal.
Kompetisi Dewi Cahaya berlaku untuk semua kalangan, namun biasanya yang mencapai sepuluh besar hanya mereka yang memiliki kekuatan diatas tingkat Kaisar Dewa, dan juara pertama dan bertahan tidak lain adalah Ratu Siluman.
Ratu Siluman penyandang gelar 10 kali kemenangan. Berkat kemenangan berturut-turut, Ratu Siluman mampu mencapai kekuatan Dewa Kuno berkat Buah Suci, pertama mengikuti kompetisi Dewi Cahaya kekuatannya masih berada pada tingkat Dewa Kuno.
Untuk pertarungan umum, memiliki aturan, dimana akan mendapatkan hadiah jika telah menang selama 100 kali berturut-turut tanpa menelan kekalahan, dan hadiahnya berupa Armament Grand God tahap puncak, 10.000 Batu Mistik dan lain sebagainya.
Setelah mendengar hadiahnya, jelas Tian Zhi kegirangan dan segera bertanya. "Kapan diadakan kompetisi beladiri?"
"Tujuh tahun lagi dihitung dari sekarang!" jawab Yu Bao, dan membuat Tian Zhi menghela nafas tak berdaya.
Tujuh tahun memang tidak lama bagi kultivator, tapi yang membuat Tian Zhi menghela nafas, karena kekuatannya sendiri yang tidak mungkin bisa bersaing dengan para peserta.
"Tapi, kamu jangan bertindak ceroboh, sebab tangan kanan dari Dewa Cahaya mampu menghilangkan matahari dengan mudah!" peringatan Yu Bao saat tahu apa yang dipikirkan Tian Zhi.
'Menghilangkan matahari dengan mudah', membuat Tian Zhi bergidik ngeri, niatnya untuk mencuri Buah Suci seketika dia urungkan. Kekuatan yang mampu melakukannya jelas bukan orang sembarangan, dan membuat Tian Zhi ketakutan.
"Tujuh tahun ... !" Tian Zhi mengepalkan kedua tangannya dan bertekad sesegera mungkin meningkatkan kekuatannya hingga mampu bersaing dengan para peserta kompetisi Dewi Cahaya.
"Buat pengalaman tidak masalah jika kita ikut!" sahut Yu Bao yang tampaknya juga ingin berpatisipasi dalam kompetisi.
Tian Zhi melihat Yu Bao. "Apa kamu tidak takut ditangkap mereka?" tanyanya dengan perasaan kuatir.
Yu Bao geleng-geleng dan berbicara. "Selama kompetisi, Dewi Cahaya menjamin keselamatan setiap orang yang ingin berpatisipasi dan melindunginya. Masa kompetisi adalah waktu damai bagi penghuni Benua Permata Hitam, tidak ada satupun yang berani membunuh, merampok maupun melakukan segala kejahatan seperti biasanya di penjuru tempat!" jawab Yu Bao.
Bagi penghuni Benua Permata Hitam, sosok Dewi Cahaya sangat disegani dan tidak ada yang berani berbuat kejahatan, bahkan Raja Iblis Merah, Raja Serigala Putih dan Ratu Siluman menghentikan segala usaha yang berhubungan dengan bentuk kejahatan.
"Bagus. Kita akan mengikuti kompetisi ini. Sekarang kita akan mencari sumberdaya sebanyak-banyaknya agar kita bisa bersaing dalam peringkat sepuluh besar!" dengan semangat Tian Zhi berbicara kepada Yu Bao.
Yu Bao mengangguk paham dan memeluk Tian Zhi, bersama kekasihnya yang merupakan seorang alkemis pasti dengan mudah mencapai kultivasi tingkat Surgawi.
"Kamu kan mengenal seluruh Benua Permata Hitam ... Apakah kamu tahu dimana tempat yang bisa meningkatkan kekuatan kita dengan cepat!" tanya Tian Zhi.
Yu Bao tidak segera menjawab sebab dia sedang mengingat semua tempat yang berpotensi meningkatkan kekuatan sesuai permintaan Tian Zhi. Setelah mengingat, Yu Bao segera berbicara.
"Konon ada sebuah tempat yang sesuai dengan kemauan mu, tapi tempatnya sangat berbahaya dan mengerikan, banyak pintu seperti labirin, Lembah Samsara!"
Lembah Samsara adalah tempat yang dekat dengan Gunung Mahadewi dan wilayah Kerajaan Iblis. Lembah Samsara dipenuhi dengan Energi Iblis dan Energi Semesta yang sangat padat. Dan wilayah Kerajaan Iblis mendapatkan Energi Iblis dari Lembah Samsara. Walaupun penuh dengan energi, tidak ada satupun yang berani masuk, sebab banyak arwah sebagai penghuninya.
Setelah mengetahui ada tempat yang dia inginkan, Tian Zhi tersenyum dan segera kembali pada tujuan, mencari Sacral Stone.
Tian Zhi dengan tetap menggendong Yu Bao dan akan bergerak, tiba-tiba dia terkejut saat melihat jarum di cincin dimensi bergerak liar, dan setelah itu jarum menghilang, tanda tidak ada lagi petunjuk dari Sacral Stone.
"Aneh, bisa menghilang begitu saja!" batin Tian Zhi sambil melihat cincin dimensinya, "apa mungkin karena jaraknya sangat jauh sehingga cincin dimensi tidak bereaksi lagi! Lalu siapa yang membawanya?" lanjutnya dengan pikiran banyak pertanyaan.
Tian Zhi mendesah saat ada orang lain yang membawanya, pasti akan lebih sulit dan berbahaya jika merebutnya, karena tidak ingin selalu memikirkan Sacral Stone, Tian Zhi kembali fokus.
Disaat akan bergerak dengan tubuh yang masih tetap berubah menjadi udara, lagi-lagi dia terhenti dengan kaget saat dihadang oleh seekor burung kecil, yang tidak lain adalah Thunderbird si Annchi.
Tian Zhi tidak menyangka bisa bertemu di tempat ini, tempat yang sangat jauh dari Benua Awan Timur, dia juga terkejut ternyata Annchi bisa melihatnya wujudnya.
"Kamu burung pipit, tiba-tiba menghilang dan sekarang muncul lagi! Kenapa kamu tidak menemaniku, bahkan disaat aku hampir mati pun kamu tidak berada di sisiku, benar-benar burung yang tidak berguna? Aku kutuk kamu tidak akan bisa keluar dari benua ini. Mulai saat ini kita tidak ada hubungannya lagi ... Pergi kamu dan jangan ikuti aku lagi?!" bentak Tian Zhi kepada Annchi, dan tanpa menunggu balasan dari Annchi, dia terbang menuju pusat wilayah hitam.
Tian Zhi jelas marah, seharusnya sebagai binatang penjaga harus selalu bersama dengannya dalam suka dan duka seperti Dragon Flame, sedangkan Thunderbird malah menghilang tanpa kabar semenjak mereka berada di pulau Tanah Dewa, seakan-akan dirinya tidak dianggap sebagai tuannya lagi.
Cedarrr...
Suara petir menyambar saat kutukan dari Tian Zhi disahkan oleh alam semesta. Annchi
jelas kaget dikutuk oleh tuannya saat baru bertemu, tubuhnya bergetar hebat saat kutuk tuannya telah aktif.
Annchi tidak menyangka harus terjadi seperti ini, awalnya dia ingin memberikan kejutan dan bisa membuat Tian Zhi bahagia. Sayangnya, kenyataan tidak sesuai ekspektasinya.
"Suami ... Maafkan ... Maafkan aku ... Ini bukan keinginanku!" teriak Annchi kepada Tian Zhi dengan terisak-isak.
Tian Zhi yang sudah jauh jelas tidak mendengar teriakan Annchi. Seandainya tahu, dia jelas kebingungan dengan panggilannya sebagai 'suami'.
Mulai detik ini Thunderbird selamanya berada di Benua Permata Hitam tanpa bisa keluar dan masuk dengan bebas, dia akan bisa keluar jika diajak oleh Tian Zhi maupun dibatalkan kutukannya, yang bisa membatalkan kutukan jelas hanya Tian Zhi atau dibatalkan oleh seseorang yang memiliki kekuatan diatas True Alfa.
Thunderbird menenangkan dirinya dan mengejar Tian Zhi yang sudah menghilang.