Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 25. Membalas.


Chapter 25. Membalas Dendam.


Kedua wanita muda telanjang itu ketakutan, mereka segera menjauhi Marquis Zhou Fan dan Xue Ling yang akan bertarung. Kedua wanita muda itu bersembunyi di belakang lemari besi tempat harta milik Marquis Zhou Fan.


Xiang Tianzhi mengusap air mata darah dan melihat jika cincin dimensinya sudah dibelakang Marquis Zhou Fan, segera Xiang Tianzhi mengeluarkan pedangnya dan keluar dari cincin dimensi dengan tiba-tiba.


Sling... Bruk...


Leher Marquis Zhou Fan terpenggal dan tubuhnya langsung ambruk ke samping, Xue Ling kaget setengah mati saat melihat Marquis Zhou Fan terpenggal, dan semakin syok saat melihat Xiang Tianzhi yang tadinya terhalang tubuh Marquis Zhou Fan, tiba-tiba muncul.


"Ka--kamu!!"


Boom💢...


Xue Ling tidak mampu berkata-kata lagi, dia melihat kemarahan Xiang Tianzhi hingga menangis darah, auranya meletus dari tubuh Xiang Tianzhi, kekuatan tingkat Crossing Tribulation tahap 2 menekan tubuh Xue Ling.


"Kenapa kamu bunuh ibuku?!" bentak Xiang Tianzhi kepada Xue Ling sambil berjalan mendekat.


Xue Ling sangat ketakutan, dia bingung mau membuat alibi apa agar dirinya tidak terbunuh, segera dia teringat dan buru-buru berbicara. "Sa--sayang, tolong tarik auramu ... A--aku akan bi--bicara!!" Xue Ling memohon dengan suara yang terputus-putus.


Namun, Xiang Tianzhi yang sudah sangat marah dan tidak mempercayai dia lagi, tidak menghiraukan permintaan Xue Ling dan berjalan semakin dekat. Sedangkan Xue Ling berusaha sekuat tenaga agar tidak berlutut dengan pedang sebagai penyangga tubuhnya.


"A--aku hanya ingin mengambil Buah Suci untukmu ... To--tolong percaya padaku!!" Xue Ling berusaha meyakinkan Xiang Tianzhi.


"Bukan itu jawaban yang aku inginkan!? Kenapa kamu membunuh ibuku?!"


Boom💢... Brukkk...


"Arghh!!"


Xiang Tianzhi jelas tidak mempercayai Xue Ling lagi dan mengaktifkan garis darah Kasta Kaisar hingga naik 5 tahap. Seketika Xue Ling berlutut dengan lutut menghantam lantai goa, dia berteriak kesakitan saat organ tubuh seakan-akan hancur.


"Cepat katakan?!" bentak Xiang Tianzhi sambil meletakkan pedang di leher Xue Ling.


"A--aku katakan, aku kat--katakan! Tap--tapi jangan bunuh aku!!" jawab Xue Ling.


Kedua mata, telinga dan lubang hidung sudah mengeluarkan darah segar karena tekanan aura kuat dari Xiang Tianzhi. Xiang Tianzhi sedikit menahan aura kekuatannya, agar Xue Ling bisa berbicara dengan lancar.


"Ini semua ... Raja Mu yang perintahkan untuk membunuhmu, karena dia takut jika keturunan Raja Xiang menjadi ancaman, dan kebetulan Marquis Zhou Fan juga memberikan aku misi dengan imbalan Buah Suci, dia menduga kamu memiliki garis darah Kasta Kaisar...," jawab Xue Ling dan bercerita.


Saat itu ketika Mu Bingyun datang ke Kerajaan Xiang adalah awal rencana untuk membunuh Xiang Tianzhi dengan menjadi Xiang Huangdi sebagai kambing hitam. Selain itu, Xue Ling dan Marquis Zhou Fan yang telah berkerjasama hanya mengawasi Xiang Huangdi mengeroyok Xiang Tianzhi.


Berhubung Marquis Zhou Fan yang tidak sabaran, dia segera menyerang dengan memukul keras di kepala Xiang Tianzhi hingga dianggap telah mati.


Tapi kenyataannya, Xue Mei menemukan jika putranya masih hidup dan segera menolongnya. Lalu, Xue Mei meminta keadilan kepada Raja Xiang, namun Xue Mei hanya mendapatkan penolakan dan hinaan.


Xue Ling juga bercerita, jika perubahan sikap Raja Xiang juga karena Raja Mu memberikan banyak kekayaan asal dirinya merelakan Xiang Tianzhi untuk dibunuh. Raja Xiang segera menerima tawaran Raja Mu, asal dirinya tidak ikut campur tangan dalam pembunuhan putranya sendiri. Sedangkan Xue Ling mendekati kakaknya yang berpura-pura mendukung dan membantu dalam pembunuhan Xiang Huangdi.


Dan akhirnya pembunuhan berencana digagalkan oleh Permaisuri Yin dan menjadi pelarian selama 3 bulan. Bagaimana Permaisuri Yin mengetahui rencana Xue Mei, itu juga dari Xue Ling. Xue Ling terus mendampingi kakaknya dan sampailah dimana Xue Mei menceritakan rahasianya.


Xiang Tianzhi menangis darah lagi setelah Xue Ling berbicara dengan jujur, dia meraung dengan sangat keras dimana ibunya mati karena dirinya, dan juga telah dikhianati adik kandungnya sendiri. Walaupun Xiang Tianzhi yang asli telah mati, berhubung jiwa mereka bersatu, Xiang Tianzhi yang sekarang masih ikut merasakan perasaan yang lama, sebab itu dia sangat marah.


"Kenapa kamu begitu kejam kepada kakakmu sendiri, hah?!" bentak Xiang Tianzhi dengan suara yang menggelegar di dalam goa.


"A-aku ha--hanya iri akan keberuntungan kakakku!" ungkap Xue Ling dan semakin ketakutan saat lehernya mengeluarkan darah akibat tersentuh mata pedang.


Xiang Tianzhi mengayunkan pedang untuk memenggal Xue Ling, namun terhenti sebelum mengenai leher Xue Ling, sebab Inti Kehidupan buru-buru berbicara.


"Tuan, jangan dibunuh! Akan sangat disayangkan jika mati sia-sia, lebih baik berkultivasi ganda hingga dia dan kedua wanita itu mati kehabisan Energi Yin!"


Xiang Tianzhi menyeringai dan melihat Xue Ling menutup mata dengan air mata mengalir deras, dia segera menyimpan pedangnya.


Xue Ling heran kenapa dirinya belum mati, dia membuka mata dan melihat Xiang Tianzhi sudah berjongkok di depannya.


Kedua mata Xue Ling berkedip-kedip kebingungan, kenapa Xiang Tianzhi tidak jadi membunuhnya, segera otaknya berpikir keras dan kaget saat Xiang Tianzhi membelai wajahnya dengan lembut, seakan-akan seperti Xiang Tianzhi sebelum mengetahui pengkhianatan-nya.


'Apa dia benar-benar mencintaiku walaupun aku telah mengkhianatinya!" batin Xue Ling, dia makin heran saat Xiang Tianzhi memegang kedua bahu agar berdiri dan memeluknya dengan erat.


'Dia benar-benar mencintaiku! Benar-benar bodoh' batin Xue Ling, 'ya, kuakui aku sangat-sangat puas dengan keperkasaan-mu yang tidak pernah aku dapatkan dengan pria manapun, bahkan aku tidak mungkin mendapatkan kenikmatan dari pria lain selain kamu!' lanjutnya dengan membatin.


Xue Ling memeluk erat dan berpura-pura menangis. "Maafkan aku, aku bersumpah... Sebenarnya aku mencintaimu, mungkin ini karma ... !" kata Xue Ling dan terhenti saat bibirnya dicium, dia pun menyambut seperti biasanya dan tampak lebih berg airah.


Sayangnya, Xiang Tianzhi merasakan gerakan kedua wanita itu dan berhenti mencium Xue Ling. "Kalian jangan pergi, puaskan aku dulu, setelah itu kalian bisa pulang!" cegah Xiang Tianzhi dan membuat Xue Ling kesal, "kita akan bermain bertiga, Sayang." lanjutnya dengan berbicara kepada Xue Ling.


Kedua wanita muda itu jelas kaget dan ketakutan, berhubung mendengar ucapan Xiang Tianzhi, mereka merasa lega dan tersenyum setelahnya, bagi kedua wanita itu, mereka yakin mampu membuat Xiang Tianzhi puas dengan pelayanan-nya.


"Maafkan aku!" pinta Xue Ling sekali lagi dan berharap Xiang Tianzhi memaafkannya, dia menatap wajah kekasihnya dengan penuh kasih.


"Lupakan, itu sudah masa lalu!" jawab Xiang Tianzhi dan tersenyum setelahnya, dia melihat kedua wanita muda itu menghampiri.


"Biarkan aku dulu yang melayani-mu, dan jika aku tidak sanggup baru mereka berdua!" pinta Xue Ling dengan cemburu.


Xiang Tianzhi tertawa seakan-akan dia melupakan kejadian sesaat lalu dengan mudah. "Tentu!" jawab Xiang Tianzhi singkat dan menggendong Xue Ling menuju tempat tidur mewah milik Marquis Zhou Fan.


Xiang Tianzhi membaringkan Xue Ling dan kedua wanita muda itu juga mengikuti dengan tubuh yang sedari tadi telanjang, kedua wanita muda itu sudah membuka kedua kakinya lebar-lebar agar membuat Xiang Tianzhi kagum dan terang sang. Namun, Xiang Tianzhi hanya tersenyum dan melepaskan pakaian Xue Ling dengan kasar.


Xue Ling juga tidak mau kalah, dia juga mulai berg airah dengan melepaskan pakaian Xiang Tianzhi. Kedua wanita muda itu tercengang melihat tongkat Xiang Tianzhi sangat besar dan panjang, ukuran yang tidak pernah mereka lihat, segera kedua wanita itu mendekati dan ingin meraih tongkat, tapi Xue Ling melotot melihat mereka.


Xiang Tianzhi membelai lembah surga Xue Ling dan membuatnya mengeliat dengan bersuara indah. Karena sudah basah, Xiang Tianzhi dengan kasar memasukkan tongkatnya hingga membuat Xue Ling memekik kenikmatan. Kali ini, Xiang Tianzhi sangat kasar menghajar lembah surga Xue Ling, tapi justru Xue Ling seperti seseorang masokis, menyukai dengan kekerasan.


Xue Ling men gerang sangat keras saat dirinya mencapai multi puncak berkali-kali hingga membuat pingsan dengan senyuman sangat bahagia dan puas. Kedua wanita itu sudah tidak karuan melihat permainan Xiang Tianzhi, mereka berusaha memuaskan diri sendiri dengan rekannya.


"Sekarang aku ... Lihat milikku sudah basah kuyup!" mohon wanita muda berambut sebahu dengan menunjukkan lembah surganya yang mengeluarkan cairan.


"Tentu!" jawab Xiang Tianzhi dengan menarik tongkatnya dari lembah surga Xue Ling yang sudah pingsan.


"Oh! Nikmat!!" suara wanita muda berambut pendek, dia tidak pernah merasakan rasa nikmat seperti saat ini dengan tongkat besar dan panjang.


Wanita muda yang berambut panjang segera bergabung dengan mencium bibir Xiang Tianzhi. Akhirnya kedua wanita muda itu juga dibuat pingsan dengan wajah sangat bahagia.


"Saatnya kalian pulang!" gumam Xiang Tianzhi dengan tersenyum sadis, dan menghentakkan tongkatnya pada wanita muda berambut panjang.


Kemudian, Xiang Tianzhi menyerap Energi Yin wanita itu hingga tubuhnya mengeriput, wanita itu membuka mata saat merasakan sakit di sekujur tubuhnya, tapi juga merasakan nikmat yang tiada tara. Hingga wanita muda itu mati saat kehabisan Energi Yin dan menyisakan kulit yang menempel pada tulang.


Berlanjut pada wanita muda berambut sebahu dan prosesnya pun sama, wanita itu kesakitan sekaligus nikmat, dan mati dengan senyum bahagia, tubuh tinggal terbalut kulit, daging seakan-akan menghilang, rambutnya menjadi putih.


Boom💢...


Xiang Tianzhi tertawa saat dirinya menerobos setelah menyerap habis Energi Yin kedua wanita muda itu, dia tidak menyangka kekuatan kedua wanita itu yang berada pada tinggal Pemula tahap 5 mampu memberikan hasil yang memuaskan. Setelah menstabilkan pondasinya, Xiang Tianzhi melihat Xue Ling yang masih pingsan dengan tersenyum.


Xiang Tianzhi menggeser tubuhnya tepat di depan kedua kaki Xue Ling yang masih terbuka lebar. "Aku masih baik hati, membunuhmu dengan rasa nikmat!" ujar Xiang Tianzhi kepada Xue Ling.


Plak...


"Oh!!"


Xiang Tianzhi dengan sangat kasar memasukkan tongkatnya, hingga membuat Xue Ling yang pingsan mengeluarkan suara indah, tubuhnya tersentak hebat saat tongkat menghajar lembah surganya.


Xue Ling merasakan energi kehidupan secara berlahan menghilang segera membuka mata, dan melihat Xiang Tianzhi masih menghajar lembah surganya. Dia merasakan sakit dan sekaligus nikmat, tapi dia heran kenapa dia seakan-akan lemah dan umurnya berkurang.


"Apa yang kamu lakukan!?" bentak Xue Ling dengan berusaha sekuat tenaga mendorong tubuh Xiang Tianzhi dan sambil menjauh.


Tapi, tubuhnya sangat lemah dan melihat Xiang Tianzhi tersenyum sinis, Xue Ling terus berteriak agar Xiang Tianzhi berhenti menyerap Energi Yin, namun Xiang Tianzhi tidak perduli, dan semakin cepat dia menghentakkan tongkatnya.


"Ampun! To--tolong jangan bunuh aku!!" mohon Xue Ling sambil menangis, dia baru sadar jika Xiang Tianzhi masih dendam, ternyata dirinya terlalu naif dengan kepolosan Xiang Tianzhi.


"Ini karma mu! Terima saja dengan mati bahagia!" jawab Xiang Tianzhi dan tertawa keras.


"Ka--kamu!!"


Seketika Xue Ling mati saat Energi Yin telah habis, tubuhnya sama seperti kedua wanita sebelum, hanya tinggal kulit dengan rambut yang menjadi putih.


Boom💢... Boom💢...


Sekali lagi Xiang Tianzhi menerobos dua kali berturut-turut, setelah menyerap habis Energi Yin milik Xue Ling, dan kekuatannya kini berada pada tingkat Crossing Tribulation tahap 5, dia segera menstabilkan pondasinya hingga kokoh, agar saat meningkatkan lagi kultivasi nya tidak menjadi cacat.


Boom💥...


Setelah menghabiskan waktu satu dupa, Xiang Tianzhi mengambil cincin dimensi milik Xue Ling dan semua harta milik Marquis Zhou Fan, lalu dia membakar semua mayat dan juga merobohkan goa.