
Chapter 220. Kesengsaraan Pil Celestial Supreme.
Zhi Yinping memberikan dua kotak kayu yang berisi ramuan kepada Tian Zhi. Tian Zhi memeriksa ramuan dari Master Tao, dia tersenyum saat melihat di dalam kotak berisi empat set ramuan, setiap set ramuan penyembuh dantian terdapat delapan jenis tanaman yang langka, di kotak satunya juga sama.
"Nona Xu Lian meminta maaf telah berbuat ceroboh, dia melakukan itu karena khawatir akan kondisi kakak iparnya," kata Zhi Yinping setelah memberikan kotak kayu.
Tian Zhi hanya mengangguk sebagai tanda tidak mempermasalahkannya, lalu dia berkata, "siapkan dua set setiap kotak. Setelah aku selesai, akan ku buat sekarang."
Zhi Yinping bernafas lega dan segera melakukan perintah Tian Zhi yang dibantu oleh He Hua dan Yu Bao, mereka bertiga membersihkan bagian-bagian tanaman yang tidak penting sebelum diekstrak nantinya.
"Klan Xu, ya... Dulu aku pernah membunuh salah satu tetuanya atas perintah Master Wei Yan!" ungkap Meyleen dengan santainya, padahal tindakannya itu bisa memicu perseteruan antara Klan Xu dan Master Wei Yan.
Dulu Meyleen membunuh salah satu tetua Klan Xu untuk bahan pelatihan sebelum siap untuk membunuh target utamanya, yaitu Tian Zhi. Sayangnya, tugasnya gagal dan kini malah menjadi pasangan Dao Tian Zhi.
Zhi Yinping yang fokus membersihkan kotoran pada tanaman sedikit terkejut dan melihat Meyleen. "Masalah apa? Lalu siapa yang kamu bunuh?" tanyanya dengan rasa penasaran.
Zhi Shimo memberikan acungan jempol tangan kiri kepada Meyleen, sebelum Meyleen menjawab dia berbicara terlebih dahulu, "masukkan ingatanmu itu ke dalam Batu Giok perekam ingatan, lalu gandakan sebanyak mungkin dan sebarkan!"
"Baik, aku tahu tujuanmu!" jawab Meyleen dengan semangat dan segera mengambil Batu Giok perekam ingatan, lalu dia memejamkan mata untuk memilah ingatan sebelum di tansfer ke dalam Batu Giok.
Tian Zhi ingin membalas dendam kepada Master Wei Yan, dendam ini sudah lama tertanam semenjak dirinya masih kecil. Waktu itu, saat Tian Zhi masih belum memiliki gelar ke-Dewa-an, orang tua angkat, calon istri dan semua penduduk yang tinggal di Desa Bunga dibantai oleh utusan Master Wei Yan, yang tidak lain utusan itu adalah Ming Lai.
He Hua dan Yu Bao hanya tersenyum tipis, mereka juga tahu apa tujuan suaminya. Berbeda dengan Zhi Yinping, dia makin penasaran sambil memikirkan apa yang akan terjadi dengan Klan Xu dan Master Wei Yan.
"Master Wei Yan pernah mengirimkan beberapa pembunuh bayaran untuk membunuh ku. Sayangnya, semuanya gagal!" ungkap Tian Zhi, agar Zhi Yinping tidak salah paham akan tujuannya.
"Masalah apa?" tanya Zhi Yinping.
"Keserakahan!" sahut He Hua sebelum Tian Zhi menjawab.
"Dia juga pemilik Organisasi Tangan Hitam!" imbuh Yu Bao yang tahu saat Miao Jiang bercerita tentang perjalanan dari Benua Awan Timur sampai di Benua Dewa.
"Pantas saja nama mereka hampir sama, Master Yan dan Master Wei Yan, ternyata satu orang! Lalu apa tujuannya menghancurkan organisasinya sendiri?" gumam Zhi Yinping dengan memikirkan rencana Master Wei Yan.
Qing Huan yang tadinya mengantuk menjadi tertarik dan ikut berpikir. Sedangkan Meyleen telah selesai memasukkan ingatannya ke dalam Batu Giok dan mulai menggandakannya.
"Mungkin karena Organisasi Tangan Hitam terlalu banyak musuh... Jadi, Master Wei Yan sengaja menghancurkannya!" celetuk Qing Huan, sambil bertopang dagu dengan kedua siku bertumpu pada pahanya.
Semua orang mengangguk setuju dengan hipotesisnya Qing Huan, sebelum Zhi Yinping bertanya lagi, Meyleen memberikan batu giok kepada Qing Huan. "Sebarkan ini diluar kota dan jangan sampai kamu ketahuan!" pintanya.
Qing Huan segera menerima sepuluh batu giok. "Setelah aku sebarkan ini, kita berbelanja lagi, ya!" ucapnya dengan penuh harap, dia senang ditraktir belanja.
"Beres, besok kita borong pakaian dan parfum!" jawab Meyleen yang menjadi maniak shopping.
Qing Huan langsung berdiri, lalu berjalan keluar dari ruang meramu pil dengan wajah berseri-seri.
Kemudian, Tian Zhi pun memulai untuk meramu Pil Penyembuh Dantian, dia memasukkan empat set ramuan sekaligus dan mengejutkan Zhi Yinping.
Segera keempat wanita itu memperhatikan setiap prosesnya, dan tidak akan melepaskan kesempatan melihat Tian Zhi meramu pil tingkat Celestial Supreme, hal yang belum pernah mereka saksikan.
"Nanti, setelah pil jadi akan memicu terjadinya Kesengsaraan Pil," kata Zhi Yinping dengan suara lirih.
"Ya, benar!" jawab Tian Zhi.
Tidak hanya pil setingkat Celestial Supreme saja yang akan mendatangkan Kesengsaraan Pil, tapi pil setingkat Jenderal Surgawi ke atas sudah memicu terjadinya Kesengsaraan Pil. Kesengsaraan Petir terjadi karena perbuatan sang Alkemis telah menerobos aturan hukum alam.
Setelah waktu sembilan dupa, tepatnya saat hari menjelang pagi, proses meramu pil akan usai, dimana pil mulai terbentuk. "Persiapkan diri kalian untuk melindungi ku!" pinta Tian Zhi kepada keempat wanitanya.
Zhi Yinping segera menuju sudut ruangan, dimana disudut itu terdapat tuas, lalu dia memegang tuas dan menekannya ke bawah. Atap ruang meramu pil perlahan terbuka dan terlihat langit bertaburkan bintang-bintang.
Setelah itu, Zhi Yinping keluar dari ruang meramu pil dan memerintahkan para petinggi Paviliun Pil Langit untuk bersiap-siap melindungi Tian Zhi. Mendengar jika Master Tian meramu Pil Penyembuh Dantian setingkat Celestial Supreme, semua petinggi segera bergerak dengan semangat, sebab hal ini adalah pertama kalinya mereka lihat.
Mereka berdua segera keluar dari penginapan dan menuju ke Paviliun Pil Langit. Mereka melihat jajaran petinggi paviliun telah membuat parameter dan juga membuat telah mengaktifkan Formasi Perlindungan.
Zhi Yinping segera menemui Duke Qing Fei dan orang-orang penting yang berada di Kota Qingshan, dia juga diberitahukan tentang Kesengsaraan Pil yang akan terjadi.
Semua petinggi dengan semangat keluar dari kediamannya dan berbondong-bondong menuju ke Paviliun Pil Langit. Keluarnya para petinggi mendapatkan perhatian dari penduduk, karena penasaran apa yang sedang terjadi mereka pun mengikutinya.
Sedangkan He Hua, Yu Bao dan Meyleen menunggu di atap Paviliun Pil Langit, mereka memeriksa sekitarnya yang mulai dipadati oleh penduduk.
"Apakah Formasi Perlindungan ini mampu menahan kekuatan Kesengsaraan Petir?" tanya He Hua kepada Tian Zhi yang juga seorang ahli Formasi Array.
Perbuatan He Hua membuat para petinggi Paviliun Pil Langit terkejut, pasalnya akan menganggu Tian Zhi yang dalam proses memadatkan pil yang paling krusial.
Tian Zhi melihat ke atas dan terlihat Formasi Perlindungan hanya setingkat Peri Langit, jelas Formasi itu tidak akan mampu menahan kekuatan petir. Perkiraan Tian Zhi, jika tidak salah, akan muncul adalah Kesengsaraan Petir jenis Petir Surgawi Tiga Warna.
Kesengsaraan Petir Surgawi Tiga Warna hanya bisa diatasi oleh Formasi Perlindungan setingkat Kaisar Surgawi tahap puncak. Formasi setingkat Peri Langit ibarat ranting kering jika berhadapan dengan Petir Surgawi Tiga Warna, belum lagi disekitar paviliun padat penduduk kota dan pasti akan banyak memakan korban jiwa.
"Tidak. Aku akan menuju ke Gunung Lengshan. Amankah jalur kesana!" jawab Tian Zhi dan memberikan perintah.
Zhi Yinping yang mendengar suara keras Tian Zhi, segera mengatur para petinggi untuk mengamankan jalur menuju ke Gunung Lengshan. Duke Qing Fei segera bertindak cepat, dengan mengerahkan pasukannya untuk mengamankan jalur.
Master Tao dan Xu Lian juga tidak tinggal diam, mereka segera terbang menuju puncak Gunung Lengshan. Bagi mereka berdua, keselamatan Master Tian sangat utama dan akan melindunginya dengan sekuat tenaga.
Sedangkan He Hua, Meyleen, Yu Bao dan Zhi Yinping menunggu Tian Zhi keluar dari ruang meramu pil, mereka melihat sekelilingnya yang banyak penduduk mulai berdatangan.
Qing Huan yang mendengar keributan segera keluar dari kediamannya, dia telah memberikan perintah kepada dua orang kepercayaan ayahnya untuk menyebarkan kebusukan Master Wei Yan.
Qing Huan segera terbang dan melihat banyak orang yang menuju ke Paviliun Pil Langit, lalu dia pun bergabung dengan empat wanita cantik yang menunggu Tian Zhi keluar dari ruang meramu pil, dia pun segera bertanya, "apa yang terjadi?"
"Pil setingkat di atas Prajurit Surgawi akan menerima Kesengsaraan Petir!" jawab Meyleen dengan nada serius dan tidak mengalihkan pandangannya ke arah penduduk yang berdatangan dari segala penjuru kota.
Akhirnya Qing Huan mengerti, lalu dia melihat Tian Zhi yang sedang serius dan merasakan desiran angin perlahan mulai kencang...
Semua orang melihat ke langit, dimana awan hitam tebal mulai berdatangan dan angin juga semakin kencang.
Tian Zhi pun melihat keatas dan segera menggunakan topeng emas, lalu berbicara dengan suara keras, "waktunya tiba, aku keluar!"
He Hua dan keempat wanita segera sedikit menjauhi lubang di atap untuk memberikan ruang bagi Tian Zhi. Sedangkan Tian Zhi menghentakkan kakinya dan melayang bersama tungku. Perlahan Tian Zhi naik sampai terus mengendalikan energi spiritual dan juga suhu panas Api Asyura.
Di dalam tungku, terlihat delapan butir Pil Penyembuh Dantian yang berputar-putar dengan sangat cepat, warnanya merah tua. Sesekali terdengar pil berbenturan dengan dinding tungku, suaranya sangat keras dan terlihat tungku mulai muncul retakan.
He Hua, Yu Bao, Zhi Yinping yang melihat tungku menjadi khawatir, khawatir jika tungku akan meledak dikarenakan tidak mampu menahan kekuatan pil yang akan terbentuk sempurna.
Setelah keluar dari lubang atap Paviliun Pil Langit, Tian Zhi melihat sekitarnya dan terkunci di Gunung Lengshan, dimana jalur kesana telah disterilkan oleh prajurit dan banyak orang penting.
Segera Tian Zhi bergerak ke Gunung Lengshan dengan membawa tungku. He Hua, Yu Bao dan Meyleen berada di depan, Zhi Yinping dan Qing Huan berada di belakang. Samping kanan dan kiri Tian Zhi dilindungi oleh anggota Paviliun Pil Langit. Duke Qing Fei dan bawahannya segera mengikuti.
Awan hitam juga mengikuti Tian Zhi yang membawa tungku berisi pil, dan juga makin banyak berkumpul di atas Tian Zhi.
Di puncak Gunung Lengshan, Master Tao, Xu Lian dan beberapa prajurit kota telah mengamankan puncak. Mereka melihat Tian Zhi yang menggunakan topeng emas.
Setelah Tian Zhi dan mendarat di puncak Gunung Lengshan, dia memberikan perintah, "jauhi wilayah ini dan jangan ada yang mengganggu proses Kesengsaraan Pil!"
Semua orang segera menjauhi hingga sejauh satu kilometer, mereka membentuk lingkaran yang mengelilingi Gunung Lengshan...
Di kejauhan, Bocah Tua melihat perubahan alam di wilayah Kota Qingshan, dia yang tahu akan adanya fenomena alam, segera terbang. Wajahnya penuh semangat dan tampak tidak takut dengan Tian Zhi, padahal lukanya baru sembuh. Entah apa yang digunakan Bocah Tua, hingga luka-luka bisa dengan cepat pulih.
"Sepertinya ada seseorang ahli Alkemis tingkat Jenderal Surgawi! Pasti sesuatu yang sangat berharga yang dia buat. Aku harus memilikinya!" gumam Bocah Tua yang berniat buruk kepada si Alkemis.