Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 292. Kerajaan Air.


Chapter 292. Kerajaan Air.


Tian Zhi menyimpan tungku rusak, lalu dia kembali duduk sambil memangku putranya dan menunggu semua orang tenang. Mulut Xiang Ri Kui terus bergerak-gerak menikmati Pil Kultivasi rasa buah.


Setelah semua orang tenang dari keterkejutannya, Dewi Alkemis menatap wajah Tian Zhi, lalu dia berkata, "maafkan aku yang selama ini meremehkan kamu!"


"Tidak perlu meminta maaf! Siapapun orangnya pasti akan seperti kamu. Tanpa pembuktian dalam keahlian dan perkataan, rata-rata hanya akan menjadi bahan cemoohan dan ketidakpercayaan...," jawab Tian Zhi dan berhenti sejenak.


"Ini ibarat kamu memiliki banyak uang, tapi membual ingin beli ini beli itu tanpa ada niat untuk membelinya. Atau, kamu adalah seorang ahli dalam suatu bidang, memberikan saran ini dan itu tanpa sekalipun bertindak sebagai pembuktian keahlian." Sambungnya dan melihat Xiang Ri Kui membuat mulut tanda Pil Kultivasi rasa buah telah habis.


Tian Zhi mengeluarkan sebutir pil dari botol giok, lalu memasukkan ke dalam mulut putranya. Tian Jiang putri dari Miao Jiang melihat ayahnya sambil tangan kecil meraih raih. Lalu diikuti oleh Tian Huan, Tian Ling dan hampir semua bayi meminta Pil Kultivasi rasa buah.


Xiang Ri Kui segera mengambil botol giok berisi Pil Kultivasi rasa buah di meja, lalu dia turun dari pangkuan ayahnya dan mendekati Tian Jiang.


Melihat Xiang Ri Kui yang akan buat onar, Miao Jiang segera berdiri dan menjauhkan putrinya dari Xiang Ri Kui.


"Kejar Kakak, aku aku berikan satu untukmu," kata Xiang Ri Kui sambil menunjukkan botol giok kepada Tian Jiang.


"Adikmu masih kecil tidak mungkin bisa memakannya seperti kamu!" protes Miao Jiang.


Seperti biasa, Xiang Ri Kui tidak akan menyerah sebelum keinginannya tercapai, dia berlanjut ke adiknya yang lain, sasaran berikutnya adalah Tian Huan. Qing Huan segera menjauhkan putrinya dari si buat onar. Untung saja ada Guo Shun yang selalu mengajak Xiang Ri Kui bermain.


Tian Zhi sebagai ayah tertawa melihat putranya yang lagi-lagi menganggu adik-adiknya. Setelah menertawakan kelucuan putranya, dia melihat Zhou Qionglin dan Dewi Alkemis yang tersenyum melihat keluarganya.


Melihat bahagianya keluarga besar Tian Zhi, membuat Dewi Alkemis dan Zhou Qionglin juga ikut merasakan kebahagiaan mereka. Tapi didalam hati mereka berdua, ucapan Tian Zhi membuka kesadarannya dan merupakan teguran keras namun dikatakan dengan bijak.


Apa yang dimaksud oleh Tian Zhi, jika kita memiliki kemampuan, jangan berdiam diri dan hanya berkata-kata, tetap bertindak dengan kerendahan hati, agar ucapan sesuai dengan kemampuan.


"Aku bisa memberikan Api Asyura Dasar Laut, tapi dengan catatan... Selama 10 tahun dihitung mulai hari esok, setiap bulan kamu harus membuatkan Pil Penyembuh, Pemulih Energi dan Pil kultivasi, semuanya setingkat Peri Langit tahap puncak, setiap jenis 5 butir pil. Anggap saja itu sebagai bentuk barter, termasuk Es Teratai Biru," kata Tian Zhi yang mengejutkan Zhou Qionglin dan Dewi Alkemis.


Pil setingkat Peri Langit masih bisa dijangkau, bahan-bahan mudah didapatkan, proses dalam pembuatannya juga tidak sulit. Dan jika dijual, harganya cukup tinggi serta banyak kultivator yang membutuhkan. Tian Zhi melakukan hal ini untuk menambah pemasukan kas negara. Sedangkan untuk Es Teratai Biru, bagi Tian Zhi hanya sebagai koleksi


"Setuju!" ucap Zhou Qionglin tanpa pikir panjang, dia mengulurkan tangan kanan sebagai tanda kesepakatan.


Dewi Alkemis menghela napas panjang. Didalam hatinya masih merasa malu dengan sikap yang selalu meremehkan Tian Zhi. Merasa hebat dihadapan seorang master, sungguh sangat memalukan.


Tian Zhi segera menjabat tangan Zhou Qionglin yang terasa halus dan lembut. Setelah kedua tangan berjabatan, Tian Zhi mengeluarkan kotak giok yang dilindungi oleh Formasi, lalu meletakkan di meja dan menyodorkan kepada Zhou Qionglin.


"Didalamnya ada benih Api Asyura Dasar Laut. Jika kamu mau, aku akan bantu untuk mengasimilasi dengan tubuhmu dan kita bisa melakukannya sekarang!" tawaran Tian Zhi yang ingin membantu Zhou Qionglin agar dengan mudah menyatu dengan Api Asyura Dasar Laut.


Zhou Qionglin tidak menjawab, dia dengan cepat mengambil kotak giok, lalu memeriksanya dengan mengintip. Saat kotak giok sedikit dibuka, dia merasakan panas dan dingin yang merupakan ciri khas dari Api Asyura Dasar Laut. Dengan buru-buru, Zhou Qionglin menutup kotak giok.


Kemudian, Zhou Qionglin mengeluarkan Es Teratai Biru dan memberikannya kepada Tian Zhi, lalu dia berkata dengan nada sopan dan berbeda dari sebelumnya, "terima kasih telah mengabulkan keinginan saya! Bantuan Yang Mulia sudah banyak... Untuk masalah menyatu dengan Api Asyura Dasar Laut, Dewi Alkemis bisa membantu saya."


Tian Zhi hanya mengangguk, lalu dia melihat Dewa Air yang ingin berbicara tapi malu. Kemudian Tian Zhi berbicara, "besok kita berangkat. Silakan Anda menikmati hidangan terbaik rumah makan Chow Mein."


Dewa Air sedikit menunduk sambil menangkupkan kedua tangan. "Terima kasih, Yang Mulia." Ucapnya dan segera meninggalkan lantai tiga menuju lantai dasar.


"Kalau begitu, kita juga undur diri. Terima kasih telah menyadarkan kami akan arti kerendahan hati!" ucap Dewi Alkemis.


Tian Zhi sekali lagi hanya mengangguk sebagai respon terhadap ucapan Dewi Alkemis yang lebih sopan dan lembut dari sebelumnya.


Dewi Alkemis dan Zhou Qionglin segera berdiri, mereka menangkupkan kedua tangan sebagai bentuk penghormatan. Lalu mereka berdua berpamitan kepada semua orang.


Sebelum meninggalkan lantai tiga, tiba-tiba Tian Zhi bertanya, "apakah kamu memiliki benih Api Benturan Komet?"


Dewi Alkemis berhenti berjalan, dia membalikkan badan dan menghampiri Tian Zhi, lalu dia mencondongkan tubuhnya hingga dekat dengan telinga.


Semua wanita menatap curiga Dewi Alkemis yang jelas-jelas berinisiatif untuk menggoda suaminya. Namun, mereka tidak mencegahnya, dikarenakan status sebagai pemimpin Persatuan Alkemis.


"Apa yang kamu inginkan?" tantang Tian Zhi yang tidak khawatir jika Dewi Alkemis meminta hal-hal yang sulit dimiliki oleh orang lain, sebab di Dunia Jiwa menyediakan sumber daya yang langka.


"Jika mau dan waktu Yang Mulia longgar, bisa kita bicarakan di Paviliun Pil Langit. Saya selalu ada disana!" jawab Dewi Alkemis yang sengaja ingin membuat Tian Zhi penasaran.


Semenjak pusat Paviliun Pil Langit di ibukota Kekaisaran Qing hancur, Dewi Alkemis dan semua anggotanya membangun kembali di ibukota Kerajaan Guang atas persetujuan Guang Liem.


Dewi Alkemis tidak menunggu tanggapan dari Tian Zhi, dia dan Zhou Qionglin keluar dari rumah makan Chow Mein menuju ke Paviliun Pil Langit.


Tian Zhi tertawa ringan sambil mengambil cangkir yang berisi arak putih, lalu dia meminumnya dalam sekali tegukan.


Akhirnya negosiasi telah usai.


Keesokan harinya, Tian Zhi telah berada di kapal angkasa milik Dewa Air, dia sengaja tidak mengajak istrinya. Namun ketiga jenderalnya tetap mengawal hingga keluar dari perbatasan Laut Jalur Sutra.


Kapal angkasa milik Dewa Air masuk kedalam laut dengan diiringi tatapan mata dari tiga jenderal binatang yang berdiri di dermaga Jalur Sutra.


"Waktu kita tidak lama lagi akan kembali ke Dunia Jiwa," ucap Hei Bao sambil melihat kapal angkasa, semalam dia berbicara secara pribadi dengan Tian Zhi.


Tian Zhi mengungkapkan semuanya kepada orang kepercayaan, jika 10 tahun batas maksimal dia harus bereinkarnasi dan lebih cepat lebih baik. Tapi, dia tidak sekalipun membicarakan hal ini kepada semua istrinya.


"Kapan kita kembali?" tanya Sun Yao yang tidak sabar ingin kembali ke Dunia Jiwa untuk meningkatkan kekuatan, dia tahu kekuatannya di Alam Mahadewa dan Alam Keabadian tergolong lemah jika dibandingkan dengan lawan-lawan Tian Zhi.


"Setelah Alam Mahadewa kondusif dan dalam kendali penuh Kerajaan Guang, kata Yang Mulia!" jawab Hei Bao.


"Hahaha! Akhirnya aku bisa kembali menikmati hidup di Dunia Jiwa!" tawa Sun Yao yang sangat merindukan Dunia Jiwa.


Disaat ketiga jenderal itu mengobrol, datang Marquis Gou Bojing dan mengajak mereka untuk sarapan pagi di menara pengawas...


Tian Zhi telah tiba di Kerajaan Air yang berada di dasar laut. Kerajaan Air terlindungi oleh Formasi, sehingga air laut tidak bisa masuk. Melihat Formasi Array yang besar, bisa dipastikan Dewa Air mengeluarkan banyak biaya untuk menyewa tenaga ahli Formasi Array.


Di luar Formasi Array, banyak prajurit kepiting dan kuda laut yang selalu berpatroli. Selain dua jenis itu, ada juga binatang air Kunpeng dan gurita yang ikut melindungi wilayah Kerajaan Air. Melihat kapal angkasa milik Dewa Air, segera pasukan Kerajaan Air mengawal rajanya.


"Oh iya! Dimana keberadaan Dewa Surya?" tanya Tian Zhi saat teringat, sebenarnya pertanyaan ini hanya sekedar basa-basi.


Dewa Air menghela napas berat ketika ditanya tentang sahabatnya, dia tahu Tian Zhi pasti bertanya. "Setelah kekalahan Qing Guozhi, hamba putus komunikasi dengan Dewa Surya. Hamba sudah mencarinya di tempat-tempat kita biasanya menenangkan diri, namun dia dan keluarganya tidak terlihat, bahkan jejaknya seakan-akan ditelan bumi!" jawabnya dengan jujur.


Tian Zhi hanya mengangguk sebagai respon dan membuat Dewa Air merasa lega.


Kapal angkasa masuk ke dalam Formasi Perlindungan tanpa membuat air laut masuk, hanya ada tetesan air yang membasahi badan kapal. Didalamnya, Tian Zhi melihat Kerajaan Air tidak berbeda dengan situasi di permukaan tanah, tapi banyak sungai dan kolam sebagai tempat berendam binatang air yang telah berevolusi menjadi setengah manusia. Setiap bangunannya, kolam air yang mengalir selalu ada.


Di kejauhan, terlihat istana Kerajaan Air yang megah, dinding berwarna kebiru-biruan. Banyak menara-menara pengawas yang menjulang tinggi. Pencahayaan di dalam Formasi Perlindungan juga berasal dari Formasi Array, tidak terlalu terang tapi cukup untuk menerangi seluruh wilayah.


Dewa Air melirik Tian Zhi, lalu dia berkata, "itu adalah Istana Samudera. Disini adalah pusatnya pemerintahan seluruh lautan...,"


Dewa Air sedikit memperkenalkan tentang Kerajaan Air, dimana struktur pemerintahan sangat sederhana. Salah satu contohnya tentang nama marga yang hanya ada satu, yaitu marga Yu, yang artinya ikan dalam bahasa sederhana. Kasta juga demikian, hanya ada Kasta Rakyat jelata, Kasta Bangsawan dan Kasta Raja.


Khususnya Kasta Raja, dimana yang lahir sangatlah langka, hanya terlahir setiap satu juta tahun baru ada garis darah Kasta Raja. Bahkan Dewa Air bukan pemilik garis darah Kasta Raja, dia terlahir sebagai Kasta Bangsawan. Yang melahirkan Kasta Raja selalu acak, terkadang dari Kasta Rakyat jelata atau kasta lainnya.


Tidak terasa kapal angkasa mendarat di tempat khusus, dekat dengan Istana Samudera. Lalu Dewa Air keluar dari kapal bersama Tian Zhi.


Saat melihat Tian Zhi, banyak prajurit yang gemetaran karena takut. Semenjak pembantaian di Pelabuhan Jalur Sutra, nama Tian Zhi menjadi terkenal dan mendapatkan julukan sebagai Monster Pembunuh, sama dengan julukannya di kompetisi Asyura Path.