
Chapter 312. Mata Penguasa Langit.
Suara Guo Shun yang keras terdengar hingga ke luar rumah. Ketua Balai Beladiri yang secara langsung menjaga kediamannya Tian Zhi, bergegas masuk.
"Suami!" panggil He Hua sambil memegang kedua pipi suaminya.
Ketua Balai Beladiri memeriksa pergelangan tangan kanan Tian Zhi. Setelah beberapa saat pemeriksaan, terlihat mengembangkan senyuman bahagia, lalu dia berkata, "kondisinya mulai membaik! Aku akan kabari kepada yang lainnya."
He Hua mengangguk tanpa melihat ketua Balai Beladiri yang keluar dari kamar. Lalu dia memeriksa ulang kondisi suaminya. Sebagai seorang ahli Alkemis, He Hua dan Zhi Yinping memahami ilmu pengobatan.
"Bagaimana kondisi Ayah?" tanya Xiang Ri Kui sambil memegang tangan kiri ayahnya.
"Detak jantungnya mulai normal ... Ini perkembangan yang sangat bagus!" jawab He Hua, dia sengaja tidak ingin mengatakan yang sebenarnya.
Kondisi Tian Zhi biasa dikatakan antara koma dan pingsan, dikatakan koma karena tidak sadarkan diri, bergerak pun tidak, padahal kepala tidak mengalami cidera. Dikatakan pingsan karena masih mampu merespon suara dengan reaksi seperti senyuman.
He Hua dan para tabib mungkin akan kebingungan dengan apa yang dialami oleh Tian Zhi. Selama 15 tahun ini, Tian Zhi berusaha melawan energi luar yang dimiliki oleh Maharaja Yaksa. Tian Zhi tahu apa yang terjadi di luar selama kesadarannya terkurung di dalam tubuhnya, tapi tidak bisa berinteraksi dengan dunia luar, bahkan hanya sekedar berkomunikasi dengan telepati juga diblokir.
Tian Zhi tidak lagi bisa mengakses Dunia Jiwa, dantian juga terblokir, tidak bisa lagi menggunakan skill 10.000 Tubuh Ganda dan Teknik Perubahan Wujud. Yang membuat Tian Zhi marah, ternyata tidak lagi bisa menggunakan Batu Keabadian dan berkomunikasi dengan 24 Galaksi Elemen.
Untung saja Tian Zhi masih bisa menggunakan kekuatannya dan semua elemen karena faktor Tubuh Bawaan Lima Elemen. Saat ini Tian Zhi berusaha untuk keluar dari kondisinya yang memprihatinkan.
"Kenapa tidak langsung membunuh ku!" batin Tian Zhi, dia lebih memilih untuk langsung mati daripada seperti ini, benar-benar menyiksa batinnya. Dia seperti hidup di dalam tubuh boneka wayang.
Tian Zhi melihat Zhi Shaosheng dan yang lainnya datang. Lalu mereka secara bergiliran memeriksa kondisinya. Terlihat mereka senang dengan kondisinya yang mulai membaik.
"Kalian masih bisa tersenyum sepe--" tiba-tiba Tian Zhi berhenti membatin saat merasakan aura familiar yang tersembunyi di dalam tubuhnya.
"Kenapa aku!" batinnya saat tiba-tiba sangat mengantuk tanpa bisa ditahan lagi. Akhirnya Tian Zhi tertidur.
Di luar tubuh Tian Zhi. Tabib andalan Klan Zhi terkejut saat detak jantung Tian Zhi kembali melemah, padahal sesaat masih merasakan detak jantungnya kembali normal...
Setelah beberapa waktu, kesadaran Tian Zhi terbangun, namun dia kebingungan dengan apa yang dilihatnya. Tian Zhi melihat sekelilingnya seperti kabut asap yang menghalangi mata.
"Aura ini... Bukannya ini aura milik Penguasa Iblis Langit?" gumam Tian Zhi.
"Hahaha!"
Terdengar suara tawa Penguasa Iblis Langit setelah Tian Zhi bergumam. Dia berhenti tertawa, lalu berkata, "terlambat kamu baru menyadari kehadiran ku selama ini! Seharusnya tidak perlu kesadaran mu terkurung selama 15 tahun jika mampu merasakan aura ku."
Tian Zhi tidak menjawab, sebab dia mengingat perkataan Penguasa Iblis Langit yang mengutuknya. Dimana waktu itu Penguasa Iblis Langit berkata, "walaupun nantinya aku akan mati, setidaknya di masa depan aku sudah ada penggantinya!"
Setelah Penguasa Iblis Langit berbicara, Tian Zhi teringat dua sinar keluar dari mata Penguasa Iblis Langit yang mengenai dahinya, lalu muncul lingkaran dibelakang simbol trisula. Namun waktu itu lingkaran segera menghilang, Tian Zhi pikir tidak ada masalah.
"Oh...! Jadi kamu bersemayam di dalam tubuhku selama ini? Aneh, kamu bukan jiwa maupun tubuh kesadaran... Tapi, bagaimana mungkin bisa hidup di dalam tubuhku?" Zhi Shimo tidak mengerti bagaimana bisa Penguasa Iblis Langit bersemayam di dalam tubuhnya tanpa terdeteksi.
"Tidak perlu tahu bagaimana aku bisa ada di tubuhmu! Sekarang, aku bisa membantu keluar dari kondisimu seperti boneka, tapi dengan satu syarat! Jika kamu mau menyanggupinya, kamu akan keluar dari kurungan energi spiritual ini!" jawab Penguasa Iblis Langit.
Tian Zhi mencari sumber suara Penguasa Iblis Langit, samar-samar terlihat sosok yang keluar dari kabut asap. Tian Zhi tersenyum tipis saat melihat wajah Penguasa Iblis Langit yang identik dengan dirinya.
"Selama tidak melewati batas toleransi ku, permintaanmu akan aku kabulkan. Kondisi apa yang kamu inginkan?"
Penguasa Iblis Langit berhenti saat jarak antara Tian Zhi tiga meter, lalu dia berbicara "garis darah Kasta Kaisar merupakan jalan bagimu menjadi Penguasa Iblis Langit berikutnya. Permintaan ku sederhana dan kamu bisa melakukannya...,"
Penguasa Iblis Langit berhenti berbicara saat dia melambaikan tangan kirinya. Lalu muncul sebuah lukisan seorang wanita. Kecantikan wanita di lukisan seperti mahakarya alam semesta yang mampu memikat siapapun hanya dengan melihat matanya.
"Dia adalah putriku tercinta yang dipenjara oleh Maharaja Yaksa, namanya Xue Jing Hao. Selamatkan dia dan jadikan ratu mu ketika kamu menggantikan posisi ku. Putriku ada di Alam Suci, tapi aku tidak tahu dimana dia dipenjara. Hanya itu permintaan ku!" lanjutnya dengan nada sedih.
Tian Zhi melongo saat Penguasa Iblis Langit mengatakan nama Xue Jing Hao. "Bukannya dia selirnya Maharaja Yaksa yang ke-666, kekasih gelapnya si Dewa Petir pertama... Berarti Penguasa Iblis Langit adalah ayahnya yang tidak tahu jika Xue Jing Hao telah mati?" batinnya.
Tian Zhi masih dengan jelas mengingat cerita perjalanan Dewi Petir pertama. Segera dia memutar otaknya untuk memanfaatkan ketidaktahuan Penguasa Iblis Langit, sebab dia tidak ingin menjadi penggantinya.
"Bisakah kamu ceritakan bagaimana bisa putrimu dipenjara oleh Maharaja Yaksa? Dan bagaimana bisa kamu menjadi Roh Pelindung si bocah Tua itu?" tanya Zhi Shimo yang ingin menyambungkan benang merah cerita dari Dewa Petir.
"Keluar aku dulu dari kondisi seperti ini agar tubuhku bisa ikut pulih!" kini Tian Zhi meminta balik sebelum berjanji, dia yakin Penguasa Iblis Langit akan mengabulkannya, dan juga ingin tahu bagaimana caranya menghilangkan energi spiritual milik Maharaja Yaksa.
Tanpa banyak bicara, Penguasa Iblis Langit mengabulkan permintaan Tian Zhi dengan berkata, "gunakan mata ketiga mu untuk membuat lubang pada dinding energi spiritual. Hanya itu caranya."
Tian Zhi langsung mengumpat berkali-kali di dalam hatinya, dia tidak menyangka sederhana ini hanya untuk keluar dari kurungan energi spiritual. Dia berpikir hanya dengan memiliki fisik bisa menggunakan Mata Langit.
Jika tahu seperti ini, tidak perlu dia berlama-lama terkurung dan sudah pasti akan menghancurkan Klan Xu dan pendukungnya.
Sebenarnya, Mata Langit tidak bisa membuat lubang pada dinding energi spiritual, tapi itu dulu. Setelah Penguasa Iblis Langit menyatu dengan jiwanya dan membentuk lingkaran pada dahinya, dari situlah Mata Langit berevolusi, hanya saja Tian Zhi tidak mengetahuinya.
Dan, Penguasa Iblis Langit juga tidak menceritakannya, sebab dia pikir Tian Zhi sudah mengetahuinya jika Mata Langit telah berevolusi menjadi Mata Penguasa Langit.
"Waktu itu, aku adalah Panglima Perang dari Dinasti Yecha dibawah naungan Maharaja Yaksa. Putranya yang bernama Di Shiyi Yecha adalah murid ku langsung, hingga sampai memiliki gelar ke-Dewa-an sebagai Dewa Perang. Awalnya aku ingin menjodohkan putri ku dengan Dewa Perang. Namun, Maharaja Yaksa menyukainya dan mereka pun menikahi. Tapi ini baru awal kemalangan putriku, dia tidak menyukai Maharaja Yaksa...," Penguasa Iblis Langit pun mulai bercerita dan membuat Tian Zhi berhenti mengumpat didalam hati.
Xue Jing Hao terlanjur jatuh cinta kepada Di Shiyi Yecha, namun dia dipaksa oleh ayahnya untuk menikah dengan Maharaja Yaksa. Mau tidak mau sebagai seorang wanita hanya bisa mematuhi keinginan orangtuanya.
Hingga akhirnya Xue Jing Hao bertemu dengan Dewa Petir, dia jatuh cinta untuk kedua kalinya setelah Dewa Perang memutuskan untuk menikahi wanita lain. Hubungan gelap tersebut membuahkan hasil, dimana Xue Jing Hao hamil muda dan akhirnya diketahui oleh Maharaja Yaksa.
Selebihnya, Tian Zhi sudah mengetahuinya dari Dewa Petir pertama. Tapi, Penguasa Iblis Langit belum mengetahui putrinya telah dibunuh oleh Maharaja Yaksa.
Tian Zhi yang mendengar nama Dewa Perang ingin rasanya menangis, dia berkata didalam hati, "karma selalu berjalan melingkar hingga semua terputus saat semua saling bertemu!"
(Kisah pertemuan Dewa Binatang dan Dewa Perang saat berada di Alam Tianwu ... )
Tian Zhi tidak menyangka harus menyelesaikan perjalanan setiap orang yang berhubungan dengannya, ini sama saja menyambungkan benang merah yang terputus dengan menjadikan diri sendiri sebagai penghubungnya.
"... Ini semua karena kesalahanku! Apakah kamu bisa menyelamatkannya?" Penguasa Iblis Langit telah menceritakan kisah putrinya yang bernasib kurang baik.
Tian Zhi menarik napas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan, lalu dia malah tidak segera menjawab, "waktu itu, kamu berada di mana?"
Penguasa Iblis Langit tersenyum kecut saat ditanya, dia sengaja tidak menceritakan tentang dirinya yang menjadi Roh Pelindung bagi si Bocah Tua yang dibunuh oleh Tian Zhi.
"Tidak perlu diceritakan! Sebagai seorang Ayah yang mencintai putrinya, sudah pasti menolongnya ... Dari sini saja kamu sudah mengerti kelanjutannya!" jawab Penguasa Iblis Langit yang enggan berbicara.
Ya, Penguasa Iblis Langit jelas tidak terima mengetahui putrinya dipenjara oleh Maharaja Yaksa karena berselingkuh. Dia berusaha memberontak, tapi dikalahkan oleh Maharaja Yaksa hingga dijadikan Roh Pelindung.
Setelah menjadi Roh Pelindung, Maharaja Yaksa menyerahkannya kepada pemimpin Kuil Alam Es. Oleh pemimpin Kuil Alam Es diberikan kepada muridnya yang dikenal dengan sebutan si Bocah Tua untuk mendukung dalam menjalankan misi.
"Apakah kamu tahu tentang Dewa Petir, bagaimana kisahnya?" tanya Tian Zhi.
"Dia kabur setelah putriku hamil, saat itu aku sudah tidak tahu kabarnya!" jawab Penguasa Iblis Langit dengan singkat, memang dia tidak tahu karena sudah menjadi Roh Pelindung.
"Sebelum kita bertarung waktu itu, aku Bertemu dengan Dewa Petir pertama, dia kini menjadi pelindung Gate Ancient Lightning. Dia bercerita jika putrimu telah dibunuh oleh si Yaksa, bahkan jiwanya telah dimusnahkan!" ungkap Tian Zhi.
"Yaksaaa....!?" raungan kemarahan Penguasa Iblis Langit yang mempercayai ucapan Tian Zhi, sebab dia tahu Maharaja Yaksa sangat kejam dan akan membunuh siapapun yang dibencinya.
"Maafkan Ayah, Jing'er... Maafkan Ayah!!"
Tian Zhi kembali menghela napas panjang, lalu dia menunggu Penguasa Iblis Langit yang masih menyalahkan dirinya dan memaki-maki Maharaja Yaksa.
Setelah puas memaki-maki Maharaja Yaksa, Penguasa Iblis Langit terdiam sejenak, lalu dia melihat Tian Zhi dan berkata, "hanya kamu yang bisa membunuhnya, karena faktor garis darah Kasta Kaisar, dia hanya memiliki garis darah Kasta Raja. Saat waktunya tiba, aku akan muncul lagi mendampingi mu melawan dia."
Setelah berbicara, Penguasa Iblis Langit tiba-tiba menghilang dan tidak lagi keluar. Akhirnya Tian Zhi mengetahui rahasia si Maharaja Yaksa yang mengutus orang untuk menangkapnya.
Sebelum Tian Zhi tak sadarkan diri, waktu dia memeluk He Hua saat dekat dengan Lembah Kekosongan, dia sempat melihat Taois Yuma dan Taois Cen dan menebak mereka adalah utusan dari Maharaja Yaksa.
"Waktunya untuk menyelesaikan semua ini!" gumam Tian Zhi, lalu dia memejamkan mata untuk berkonsentrasi mengaktifkan Mata Langit yang berevolusi menjadi Mata Penguasa Langit...
He Hua yang menatap wajah suaminya, dia terkejut melihat dahinya muncul Mata ketiga yang mengeluarkan cahaya. anak-anaknya dan Zhi Yinping juga melihat munculnya mata ketiga di dahinya Tian Zhi.
Zhi Shaosheng dan para petinggi Klan Zhi yang akan keluar dari kamar, segera berhenti dan membalikkan badan saat kamar menjadi terang-benderang.