Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 54. Kemarahan Tian Zhi (2).


Chapter 54. Kemarahan Tian Zhi (2).


Wilayah Kota Donggi menjadi tenang lagi setelah kepergian Tian Zhi, dan penatua Bing Fung melihat kearah Kerajaan Xiang, dia menduga jika nasib sial berikutnya akan di alami Raja Xiang.


Setelah Tian Zhi menghilang, tiba-tiba muncul wanita bercadar disamping penatua Bing Fung, wanita itu adalah Madam Yin yang muncul bersama empat orang kepercayaannya.


Matriark Yin atau Madam Yin juga melihat kearah Kerajaan Xiang, dan pikirannya sama seperti penatua Bing Fung.


"Dia telah kembali! Tapi kembalinya dia, semuanya tidak akan sama seperti sesaat yang lalu! Kehancuran ...!!" gumam Madam Yin yang menebak situasi yang akan datang.


"Apa pemimpin tidak bisa mencegahnya?" tanya penatua Bing Fung yang berharap semua kembali damai, dia tidak terkejut dengan kemunculan Madam Yin.


"Tidak tahu, kekuatannya mungkin setara denganku! Entah peristiwa yang dia alami selama dua tahun ini, sehingga kekuatannya meningkat drastis!" jawab Madam Yin dan tersenyum setelahnya.


"Segera persiapkan diri untuk perubahan kekuasaan yang akan datang, kabarkan kepada seluruh cabang agar tidak mengusik Tian Zhi!" lanjutnya dengan memberikan perintah kepada penatua Bing Fung dan keempat tetua Sekte Yin.


"Baik pemimpin!" jawaban serempak kelima bawahan Madam Yin.


Segera kelima bawahan Madam Yin mengeluarkan siput penghantar suara, mereka mewartakan berita kemunculan Grand Master Tian Zhi kepada seluruh cabang Paviliun Hitam dan pusat.


"Kalian stabilkan Kota Donggi setelah Nobel Li Jiancheng tiada. Jika ada yang memberontak dan tidak mengindahkan perintah Tian Zhi, segera eksekusi agar menjadi contoh bagi yang lainnya!" sekali lagi Madam Yin memberikan perintah.


Swosh...


Madam Yin menyusul Tian Zhi kearah Kerajaan Xiang, tepatnya menuju Kota Handan. Kota Handan dipimpin oleh Chevalier Wu Jing Quo, ayah dari Wu Liqin dan suami dari Xiang Huifen.


Kota Handan hari ini menjadi ramai dengan adanya hari pernikahan. Tian Zhi yang berada di langit melihat situasi Kota Handan, dimana tempat kekasihnya Wu Liqin tinggal.


Tian Zhi melihat kereta kuda yang dihiasi banyak bunga dan kain merah dan diiringi banyak tentara. Kereta kuda itu menuju Balai Kota Handan dan disana ternyata telah menantikan kedatangan mempelai pria.


Tian Zhi pun penasaran dengan acara pernikahan yang mewah dan megah, dia berubah menjadi udara dengan mendekati salah satu penduduk yang sedang bergosip.


"Memang layak menjadi sosok pengganti bagi Keluarga Zhou, beruntung Keluarga Zhou memenangi dalam persaingan kepemimpinan Kota Anyi dengan Keluarga Wang, dan kini kembali memimpin Kota Handan menggantikan Marquis Zhou Fan yang menghilang secara misterius," kata salah satu penduduk yang melihat iring-iringan mempelai pria dari Keluarga Zhou.


Ya, semenjak Marquis Zhou Fan menghilang, Keluarga Zhou dan Keluarga Wang bersaing sengit untuk menjadi pengganti memimpin Kota Handan. Dalam persaingan selama hampir dua tahun, banyak korban berjatuhan demi kekuasaan dari ambisi kedua keluarga besar, dan akhirnya dimenangkan oleh Keluarga Zhou.


Keluarga Zhou bisa memenangi persaingan berkat dukungan dari Keluarga besar Xiang.


Keluarga Xiang yang diwakili oleh Xiang Huifen, mengikat hubungan itu dengan pernikahan antara cucu Marquis Zhou Fan dengan putri tunggalnya, yaitu Wu Liqin.


Tian Zhi yang mendengar obrolan penduduk jelas sangat marah, dan lagi-lagi dia dikhianati oleh wanitanya. Namun Tian Zhi masih menahan dirinya, sebab dia ingin penjelasan secara langsung dari Xiang Huifen dan Wu Liqin. Tian Zhi menduga jika Xiang Huifen dan Wu Liqin mendapatkan tekanan dari Kerajaan Xiang.


Setelah informasi cukup untuk membunuh semua pendukung Kerajaan Xiang, Tian Zhi segera menuju Balai Kota Handan dan mencari keberadaan Wu Liqin dan Xiang Huifen.


Tian Zhi masuk ke Balai Kota Handan dan mencari Wu Liqin disetiap kamar, Tian melihat sebuah kamar yang dihiasi kain merah dan banyak berbagai bunga hias, dia segera masuk melalui celah pintu dan melihat Wu Liqin, Xiang Huifen dan beberapa pelayan.


Wu Liqin menghadap di meja rias, karena dua pelayan sedang merias wajahnya. Tian Zhi melihat kedua mata Wu Liqin bengkak dan air mata terus mengalir, sekali-kali Wu Liqin melihat kearah ibunya melalui kaca rias.


"Bu, ini bukan keputusan yang bijak, usia 18 tahun sudah berada pada tingkat Earth Immortal setelah menjalani Kesengsaraan Petir, dan dalam dua tahun ini jika dia muncul lagi, aku perkirakan kekuatannya sebagai Alkemis pasti sudah berada pada tingkat Profound Immortal ... Benua Awan Timur akan menjadi lautan darah. Lalu siapa yang harus bertanggungjawab akan keegoisan Keluarga besar Xiang?" tanya Wu Liqin setelah memberikan sedikit sindiran.


Xiang Huifen menghela nafas berat dan menjawab setelah mencerna ucapan Wu Liqin yang tubuh putrinya sekarang menjadi kurus.


"Ibu juga tidak bisa berbuat apa-apa ... Seandainya, Permaisuri Yin tidak memanggil bantuan dari Benua Bintang, kita sudah pasti mampu menangani ini semua dan tidak seharusnya berseteru dengan Lima Singa dan semua murid Tian Zhi!"


"Ibu juga egois, seandainya kita ikut bersembunyi dengan mereka, kita pasti bisa membentuk kekuatan sendiri sambil menunggu kedatangan Tian Zhi!" sahut Wu Liqin yang menahan amarahnya.


Xiang Huifen menghela nafas berat dan apa yang dikatakan Wu Liqin memang benar. Seandainya dulu Xiang Huifen mau hidup susah sebentar sambil menunggu kedatangan Tian Zhi, mereka tidak mungkin menjadi boneka dari permaisuri Yin.


Xiang Huifen sendiri jelas tidak mau hidup susah menjadi buruan dua Kerajaan, awal hidupnya selalu bergelimang harta dan menjadi buronan siapa saja pasti tidak menginginkannya.


Wu Liqin sebenarnya ingin terus menjadi bagian dari keluarga kepercayaan Tian Zhi, namun Xiang Huifen yang ketakutan akan dekrit Kerajaan, mengancam Wu Liqin dengan memutuskan hubungan darah jika tidak kembali dan menyerah.


Tian Zhi yang mendengar pembicaraan mereka menjadi bertanya-tanya pada diri sendiri di dalam hati. 'Apa hubungannya Permaisuri Yin dengan Sekte Yin, apa dia juga mantan anggota Sekte Yin?'


"Ya ya Ibu memang salah yang tidak mau hidup dalam ketakutan dan kesusahan, apalagi menjadi buronan dua Kerajaan!" ungkap Xiang Huifen dan berdiri mendekati Wu Liqin, dia tampak menahan amarah dengan berkata sinis.


"Setelah malam pertama, kamu bebas!" bisik Xiang Huifen kepada Wu Liqin, "ayo kita segera menuju ruang utama, mereka pasti sudah datang!" lanjutnya dengan memerintahkan pelayan untuk membawa Wu Liqin yang masih saja menangis dan enggan berdiri setelah kedatangan seorang pelayan.


"Jika aku membunuh Ibumu dan seluruh Keluarga besar Xiang, apa kamu rela?"


Tubuh Wu Liqin bergetar dan hampir membuatnya terjatuh jika kedua tangannya tidak dipegang oleh pelayan. "Tian, apakah kamu benar Tian Zhi kekasihku?" tanya Wu Liqin yang menahan kegembiraan.


"Ya aku, Tian Zhi telah kembali!" jawab Tian Zhi dengan suara telepati.


"Tian, aku dan kita semua merindukanmu! Lakukan, bunuh mereka semua bahkan semua keluargaku yang tamak dan egois!" jawab Wu Liqin yang masih menahan kegembiraan dan amarah akan keluarganya sendiri.


"Bagus, ikuti semua prosesnya, aku akan bunuh mereka di hadapanmu!" perintah Tian Zhi kepada Wu Liqin, dan inilah jawaban yang ditunggu Tian Zhi dari Wu Liqin.


Jika Wu Liqin mencegahnya untuk membuat Xiang Huifen, jelas Tian Zhi akan membunuh juga Wu Liqin, dia tidak perduli dengan wanita yang telah menjadi pengkhianat.


Bagi Tian Zhi yang merupakan seorang Alkemis, dia tidak akan kekurangan wanita, dimana pun dia berada, wanita pasti mendatanginya tanpa perlu merayu.


Wu Liqin dibawa menuju ruang utama dimana diadakan acara pernikahan. Diruang utama Balai Kota Handan, sudah banyak tamu terhormat dan undangan, dan suara tepukan tangan bergemuruh saat Wu Liqin datang.


Xiang Huifen, Chevalier Wu Jing Quo dan dari dua keluarga tersenyum bahagia. Segera prosesi pernikahan dimulai, dimana kedua pengantin telah berdiri bersama.


Plak... Plak...


Suara tepukan tangan terdengar disaat semua orang sedang menantikan ritual penghormatan dengan hikmat, dan spontan semua orang melihat kearah sumber suara.


Semua mata terbelalak saat mengenali siapa yang bertepuk tangan dan orang itu tidak lain adalah Grand Master Tian Zhi yang masih menggunakan jubah Alkemis.


Xiang Huifen yang paling syok hingga tubuhnya terhuyung-huyung dan menabrak kursi serta meja, demikian juga dengan Chevalier Wu Jing Quo dan semua orang.


Tidak ada yang bisa berkata-kata, mereka seakan-akan melihat hantu di siang hari, tubuh mereka bergetar hebat. Sedangkan Wu Liqin langsung membalikkan badan dan berpura-pura ikut terkejut dan berjalan mundur, mundur bukan karena ketakutan tapi memberikan ruang untuk Tian Zhi mulai pembantaian.


"Hebat, hebat, acara yang bahagia dengan pakaian serba merah. Merah memiliki arti; berani, tegas, berkomitmen dan juga tanda darah akan mengalir!!" cemooh Tian Zhi dengan berjalan pelan menghampiri mempelai pria.


Swosh... Swosh...


Segera banyak keluarga Zhou melindungi cucu dari Marquis Zhou Fan, sedangkan Chevalier Wu Jing Quo buru-buru kabur meninggalkan semua orang.


"Grand Master Tian Zhi, kami tahu Wu Liqin adalah kekasihmu, tapi masih belum dalam ikatan resmi ... Mohon hormati acara pernikahan ini, dan kami bersedia memberikan kompensasi besar!" jelas paman dari mempelai pria, dia adalah pengganti dari Marquis Zhou Fan.


Tian Zhi pun tertawa mendengar kata kompensasi dan membalas ucapannya. "Aku bisa membuat Pill tingkat Dewa, apa aku kekurangan harta? Semua mulut dan nyawamu bisa aku beli, bahkan seluruh nyawa di benua ini!" ungkap Tian Zhi.


"Dengan ini, aku Tian Zhi menyatakan perang kepada Kerajaan Xiang dan Kerajaan Mu, mempersiapkan peti mati kalian!" sambungnya dengan suara yang sangat keras hingga bisa didengar hampir seluruh Benua Awan Timur.


Swosh... Swosh... Bruk... Bruk...


"Lari...!!"


"Ya Dewa...!!"


Tian Zhi berubah menjadi udara dan setiap melintasi siapapun kepala pasti berjatuhan, semua orang berlari dengan berteriak ketakutan melihat darah terciprat kemana-mana, ruang utama menjadi sungai darah dengan Tian Zhi memenggal leher setiap orang yang dia lihat.


Kedua mata Xiang Huifen melotot dan tubuh gemetaran sampai tidak mampu bersuara, dia seakan-akan telah melihat dirinya sendiri menjadi mayat dengan leher terpisah.


Sedangkan Wu Liqin hanya menutup mata dengan bibir tersenyum, dia menikmati aroma bau darah yang menggenangi lantai, Wu Liqin sangat bahagia bebannya telah terlepas dengan kedatangan Tian Zhi.


Wu Liqin membuka mata dan melihat ibunya. "Xiang Huifen, terima kasih sudah melahirkan aku. Kita akan bertemu di Alam Jiwa!" ucapan terakhir Wu Liqin kepada ibunya, saat merasakan desiran angin.


Xiang Huifen memejamkan mata dengan air mata mengalir deras. "Maafkan aku .... "


Sling... Bruk...


Kepala Xiang Huifen terpisah dari tubuh sebelum dia menyelesaikan ucapan terakhirnya. Kemudian Tian Zhi muncul dihadapan Wu Liqin dan membuka cadar berwarna merah di wajah kekasihnya.


"Ini harus terjadi, mereka telah menerima karmanya," kata Tian Zhi dan memeluk Wu Liqin.


Wu Liqin mengangguk dan membalas pelukan Tian Zhi dengan erat, dia menangis bahagia walaupun baru saja kehilangan ibu kandungnya, Wu Liqin tidak kecewa sebab Xiang Huifen telah bersumpah setia kepada Tian Zhi untuk tidak mengkhianati.