Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 250. Tubuh Kesadaran Kaisar Giok.


Chapter 250. Tubuh Kesadaran Kaisar Giok.


Mengetahui Dewa Binatang menceritakan kebenaran, Jiang Chen Mei tidak menyalahkan Tian Zhi, karena dia juga adalah korban keserakahan ayahnya.


Lalu Jiang Chen Mei melihat Tian Zhi yang merubah penampilannya seperti semula, dia pun bertanya dengan nada pasrah, "jika kamu ingin membunuhku, silakan! Aku memang pantas mendapatkan hukuman mati karena telah membunuh jutaan orang yang tidak berdosa. Pesanku, hati-hati dengan Qing Guozhi jika dia masih hidup!"


Tian Zhi mengunci alisnya ketika mendengar ucapan Jiang Chen Mei. "Apa untungnya membunuhmu? Aku tidak berhak menghakimi atas perbuatan mu ...," ucapnya sambil menuangkan teh hangat ke dalam cangkirnya dan milik Jiang Chen Mei.


"Apakah dia kuat?" sambungnya dan menyodorkan cangkir ke Jiang Chen Mei.


Jiang Chen Mei menatap lekat wajah Tian Zhi dan ada rasa haru di hati, dia makin memahami sifat Tian Zhi yang berhati lembut dan juga bijak, berbeda dengan Ras Asyura yang selama ini dia kenal.


Jiang Chen Mei mengambil cangkirnya. "Aku tidak tahu kekuatannya yang sekarang... Jika dia masih hidup, Perkiraanku... Telah berada di tingkat Half Alfa level ... Level 20 lebih, mungkin!" jawabnya dan meminum tehnya, "apakah kamu akan melepaskan ku?"


Tian Zhi tidak segera menjawab, sebab dia sedang berpikir jika melepaskan Jiang Chen Mei, ia tidak ingin istrinya Guang Liem mendapatkan masalah seperti Kaisar Giok. Selain itu, dia mengukur kekuatannya saat ini jika berhadapan dengan Qing Guozhi.


"Setelah kamu bebas, apa yang akan kamu lakukan dengan kehidupan barumu?" tanyanya, setelah mengukur kekuatan Qing Guozhi jika berada di Half Alfa level 20, dan masih bisa diatasi dengan sedikit upaya seperti saat melawan Bai Dong.


"Aku ingin membalas dendam kepada Wei Yan!" jawab Jiang Chen Mei tanpa pikir panjang, "karena kita memiliki musuh yang sama, kenapa tidak berkolaborasi saja!" tawarannya yang ingin bantuan dari Tian Zhi.


Tian Zhi tertawa dengan tawarannya, setelah berhenti dia berkata, "Wei Yan bukan lawan ku ... Karena dia saat ini lemah, aku lebih suka menyiksanya secara perlahan ... Kamu buat kekacauan di Alam Keabadian, fokuskan di wilayah Istana Surgawi. Untuk masalah sumber daya, kamu butuh berapa?"


Jiang Chen Mei mengembangkan senyuman bahagia mendapatkan dukungan untuk membalas dendam kepada Wei Yan, lalu dia menjawab, "tidak perlu, aku memiliki banyak."


Tian Zhi tidak terkejut jika Jiang Chen Mei memiliki banyak sumber daya untuk melancarkan aksinya dalam membuat kekacauan di Alam Keabadian, mengendalikan orang-orang penting sudah pasti mendapat banyak kekayaan.


"Tapi... Aku akan memberikanmu segel keluargaku agar kamu tidak membuat masalah kepada istriku yang ada di sini, karena cucu suamimu adalah istriku," ucapnya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga terjadi pada Guang Liem.


Jiang Chen Mei tersenyum tipis jika masih belum dipercayai oleh Tian Zhi, namun ia juga memakluminya, perbuatan masa lalu sudah pasti membuat trauma bagi siapapun.


"Lakukan saja, tidak masalah bagiku, asal masih bisa membalaskan dendam...!" jawab Jiang Chen Mei yang tidak peduli dengan segel keluarga jika memang berbahaya baginya.


Tian Zhi merentangkan tangan kanan kedepan, lalu keluar energi spiritual yang membentuk lingkaran, lingkaran itu melesat ke perut Jiang Chen Mei.


Jiang Chen Mei tidak terkejut, malah dengan santainya meminum teh hangat, dia merasakan perutnya menjadi hangat saat segel keluarga tercetak.


Jiang Chen melihat perutnya yang kini memiliki tato Yin Yang sangat indah baginya, dia baru menyadari jika pakaiannya yang compang-camping, wajahnya memerah karena malu. Segera ia mengeluarkan pakaian baru dari cincin dimensi untuk menutupi tubuhnya yang terlihat jelas bagian penting.


Setelah Jiang Chen Mei mengganti pakaian di depannya, Tian Zhi bertanya, "apakah kamu membawa Kitab Hidup dan Mati?"


Jiang Chen Mei geleng-geleng kepala dan menunjuk ke jari Kaisar Giok yang telah menjadi tulang. Tian Zhi yang masih duduk cukup menggerakkan badannya dan melihat cincin dimensi milik Kaisar Giok.


Di saat akan mengambil cincin dimensi, muncul sosok tubuh kesadaran yang keluar dari kerangka Kaisar Giok. Tian Zhi tidak terkejut dengan kemunculan Kaisar Giok.


"Aku sudah mendengar semuanya dan melihat apa yang terjadi di luar istana! Terima kasih telah membantu keturunanku, kini aku bisa beristirahat dengan tenang!" ucap Kaisar Giok begitu lembut dan juga berwibawa.


Kaisar Giok melihat Jiang Chen Mei yang meneteskan air mata dan menghampirinya. Kedua mata Tian Zhi mengikuti tubuh kesadaran Kaisar Giok yang memeluk istirnya.


"Hmm! Jika cinta itu indah, tidak mungkin adanya penderitaan. Tapi, tanpa adanya penderitaan dan pengorbanan, tidak akan ada yang namanya cinta sejati," kata Tian Zhi, lalu meminum teh hangat.


Kaisar Giok dan Jiang Chen Mei berpelukan erat. Walaupun hanya tubuh kesadaran, Jiang Chen Mei masih merasa kehangatan tubuh Kaisar Giok.


"Sampai kapanpun, hingga maut memisahkan, tak akan ada yang berubah, cintaku tak akan pernah sirna. Sayangku, janganlah egomu membutakan hati seperti aku dulu, nikmat hidupmu selagi bisa. Aku tidak ingin kamu menderita karena dendam!" ucap Kaisar Giok dengan tutur kata yang halus.


Jiang Chen Mei makin menangis mendengar puisi indah suaminya, dia hanya mengangguk sebagai jawaban atas permintaan suaminya yang melarang untuk membalas dendam kepada Wei Yan.


Tubuh kesadaran Kaisar Giok perlahan memudar dan berubah menjadi serpihan cahaya yang naik ke atas. Sebelum Kaisar Giok sepenuhnya menghilang, dia berkata, "aku kan selalu menantimu di Alam Jiwa."


Jiang Chen Mei meraih serpihan cahaya, dia tidak mau ditinggalkan oleh suaminya, namun apalah daya jika semua harus berakhir. "Sesegera mungkin aku akan menyusul mu, sayangku!" jawabnya sambil melihat suaminya yang akan menghilang.


"Yakinlah dan pergilah dalam damai!" jawab Tian Zhi dan mengembangkan senyuman hangat.


Kemudian, Tian Zhi menghela nafas panjang setelah Kaisar Giok berkumpul di Alam Jiwa untuk kembali bereinkarnasi, lalu dia melihat Jiang Chen Mei yang masih meratapi kepergian suami yang sangat mencintainya.


Tiba-tiba jatuh dari atas sebuah cincin dimensi dan tepat di pangkuan Tian Zhi, dia tersenyum telah diberi oleh Kaisar Giok. Kesadaran Tian Zhi segera melihat isi di dalam cincin dimensi, dan melihat Kitab Hidup dan Mati.


Selain itu, banyak kristal energi spiritual yang mampu meningkatkan kekuatan. Sayangnya, itu tidak berguna baginya yang telah berada di tingkat Half Alfa, tapi masih berguna bagi semua istrinya, dan masih banyak harta didalam cincin dimensi.


Tian Zhi menghampiri Jiang Chen Mei yang masih bersedih hati, dia memeluknya sambil mengelus punggung agar tenang. Jiang Chen Mei memeluk erat tubuh Tian Zhi.


"Ada perpisahan, adapula pertemuan ... Dia hanya ingin kamu bahagia, buatlah hidupmu berarti dan nikmati sisa waktu ini. Jangan pernah kecewakan dia lagi!" tutur halus Zhi Shimo yang mengingatkan Jiang Chen Mei pesan terakhir Kaisar Giok.


Setelah tenang, Jiang Chen Mei melepaskan diri, lalu dia berdiri dan membungkuk kepada Tian Zhi. Tian Zhi segera berdiri dan menahan kedua bahunya agar tidak membungkuk.


Namun, Jiang Chen Mei bersikukuh untuk memberikan rasa hormatnya yang telah diberikan kesempatan untuk hidup baru.


"Aku memberikan hormat untuk suamiku. Penuhi permintaannya yang terakhir. Tapi, aku akan tetap membalas dendam demi keluarga besarku yang telah dimusnahkan karena Wei Yan!" ucapnya dan tetap bertekad untuk membalas semuanya kepada Wei Yan.


Tian Zhi menghela nafas tak berdaya dan juga tidak bisa melarangnya. "Itu pilihanmu! Baiklah, sekali lagi aku akan membantumu keluar dari tempat ini. Aku akan sembunyikan kamu di dalam cincin dimensi."


Jiang Chen Mei tersenyum dan sekali lagi memberikan pelukan dan ciuman di pipinya. Lalu Tian Zhi menyelimuti tubuh Jiang Chen Mei dan membawanya masuk ke dalam cincin dimensi yang tidak terlihat.


Setelah itu, Tian Zhi berjalan ke belakang singgasana yang masih ada ruangan. Namun, tidak menemukan sesuatu yang berharga. Tian Zhi memutuskan untuk keluar dari Istana Giok melalui pintu depan.


Sebelum keluar, Tian Zhi merekayasa kematian Jiang Chen Mei dengan mengambil kerangka manusia yang ada di sekitarnya, lalu dia membakar kerangka manusia hingga menyisakan sedikit abu sebagai bukti kematian Jiang Chen Mei...


Di luar Istana Giok, Guang Liem dan ayahnya mendengar suara rantai berdentangan, mereka berdua penasaran apa yang terjadi di dalam istana. Akhirnya setelah berdiskusi dengan ayahnya, Guang Liem memutuskan untuk membuka pintu Istana Giok.


Sebelum Guang Liem memasukkan duplikat stempel Giok Kekaisaran, pintu gerbang istana telah terbuka dari dalam dan melihat Tian Zhi keluar dengan selamat.


Buru-buru Guang Liem memeluk Tian Zhi, dia khawatir jika sesuatu terjadi seperti yang dialami oleh Kaisar Giok.


Guang Liang menghela nafas lega dan melihat kedalam istana, dia terkejut melihat kerangka leluhurnya tapi tidak melihat lagi biang kehancuran. Guang Liang segera masuk untuk menghormati leluhurnya yang telah menjadi kerangka, dia berlutut di depan singgasana.


Mengetahui Istana Giok terbuka, Keluarga Besar Guang segera menyusul pemimpinnya, mereka masuk ke Istana Giok dan berlutut untuk menghormati leluhurnya. Tangisan pun terdengar keras dan penuh kesedihan.


Guang Liem melepaskan pelukan dan menyusul ayahnya yang berlutut di kaki Kaisar Giok. Tian Zhi sekali lagi menghela nafas panjang dan meninggalkan Keluarga Besar Guang yang sedang berduka cita.


Tian Zhi melihat Pasukan Phoenix masih terus melepaskan pukulan berenergi dari atas kapal angkasa. Rentetan ledakan terus menggema di dunia bawah tanah. Bagi Pasukan Phoenix, mayat hidup hanya sebagai bahan latihan pukulan berenergi. Kini mayat hidup tinggal separuhnya dan tidak takut sama sekali dengan serangan.


"Apakah kamu membutuhkan mayat hidup untuk melancarkan kekacauan di Alam Keabadian?" tanyanya kepada Jiang Chen Mei.


"Iya, aku punya kantong spasial sebagai rumah bagi mayat hidup, masukkan mayat hidup jenis Fei Zong, Luse Zong dan Mao Zong, cukup seratus mayat hidup!" jawab Jiang Chen Mei dengan komunikasi telepati.


Tian Zhi mengambil kantong spasial milik Jiang Chen Mei, lalu dia berubah menjadi udara dan melewati dinding Formasi tanpa halangan. Kemudian Tian Zhi dengan mudah memasukkan mayat hidup sesuai permintaan Jiang Chen Mei, bahkan lebih dari seratus mayat hidup dengan fisik yang masih sempurna tanpa ada cacatnya.


Kemudian Tian Zhi memasukkan kantong spasial kedalam cincin dimensi dan diterima oleh Jiang Chen Mei. "Apakah tidak ada mayat hidup jenis Zhe Zong, Kongxu Zong dan yang lainnya?" tanyanya.


"Membudidayakan jenis mereka tidaklah mudah, butuh waktu dan banyak korban yang memiliki kekuatan minimal diatas tingkat Saint. Di wilayah ini dulu sangat banyak, tapi para kultivator kabur dan tampak sengaja tidak membantu suamiku dalam melawan mayat hidup...," jawab Jiang Chen Mei dan bercerita bagaimana kelicikan Qing Guozhi.


Setelah Kekaisaran Giok dalam kekacauan, Qing Guozhi menawarkan Pil Kultivasi tingkat God Ancestor tahap puncak dengan harga setengah. Oleh sebab itu, kultivator dari wilayah Kekaisaran Qing meninggalkan kediamannya demi mendapatkan sebutir pil.


Pil Kultivasi tingkat God Ancestor tahap puncak mampu mendukung kultivator yang memiliki kekuatan dibawah Ranah Mahadewa.


"... Karena itu, kamu harus berhati-hati jika dia memulai perang ekonomi!" Peringatan Jiang Chen Mei diakhiri ceritanya.


Tian Zhi hanya tersenyum tipis. Baginya, melawan Alkemis setingkat God Ancestor tidak berarti apa-apa, bahkan Dewi Alkemis bukan lawan yang perlu di khawatirkan.