
Chapter 51. Api Inti Bumi Asyura dan Naik Ke Tingkat Deity Tahap Tiga.
Buru-buru Tian Zhi melihat kedalam cincin dimensinya, dan di dalam mansion terlihat armor pelindung dada berwarna keemasan, di dada armor terlihat tujuh lubang, tampaknya ketujuh lubang itu adalah tempat batu keabadian jika telah diketemukan.
Setelah itu, Tian Zhi mulai membuat rencana awal untuk menyelesaikan semua misi dan tujuannya. Pertama, menemukan petunjuk dari patung Dewa Binatang.
Kedua, memenuhi kesepakatan dengan ketiga ratu serangga untuk mendapatkan ketiga Api Asyura.
Ketiga membalaskan dendam kepada Raja Xiang, Raja Mu dan membuat perhitungan kepada Madam Yin.
Keempat, mencari semua petunjuk dari ketujuh batu keabadian dan sambil jalan mencari keberadaan ibu kandungnya.
Tian Zhi yang selalu menghela nafas berat, membuat Ratu Laba-laba terbangun dan tersenyum melihat Tian Zhi telah terbangun. Tian Zhi pun membalas senyum dan memeluk Ratu Laba-laba dengan erat.
Tian Zhi pun mencium bibir Ratu Laba-laba yang tanpa penolakan, mereka saling berciuman dengan ganas. Apalagi Tian Zhi sudah lama tidak menyentuh wanita, dia segera melepaskan pakaian Ratu Laba-laba.
Ratu Laba-laba berinisiatif untuk memuaskan dirinya dengan posisi diatas, dan Tian Zhi hanya diam karena ini sudah kesepakatan. Ratu Laba-laba memegangi tongkat Tian Zhi dan mengarahkan pada lembah surga yang telah basah kuyup.
"Oh...!!" desa han Ratu Laba-laba saat kepala tongkat membelah lembah surganya, dia secara berlahan menurunkan pinggulnya, dan Tian Zhi pun bersiap menyerap darah kesucian Ratu Laba-laba.
Seketika darah segar membasahi tongkat Tian Zhi dan buru-buru dia menyerap Energi Yin, sedangkan Ratu Laba-laba meringis menahan rasa sakit dan perih saat kesuciannya telah terkoyak, namun rasa sakit itu menghilang saat Tian Zhi menyerap Energi Yin. Ratu Laba-laba segera menekan pinggulnya hingga tongkat Tian Zhi memenuhi rahimnya.
"Mm...!!" Ratu Laba-laba mencapai puncak untuk pertama kalinya.
Kembali Tian Zhi menyerap Energi Yin dan merasakan dantian nya mulai bergejolak, tanda dia akan menerobos. Tapi dengan sengaja Tian Zhi menahan terobosan, sebab dia sedang berhubungan intim.
"Sekarang aku tahu kenapa aku tidak bisa menerobos ... Ternyata benar apa kata Annchi, jika Madam Yin yang berhubungan intim denganku hanyalah boneka!!" batin Tian Zhi yang kini mempercayai ucapan Thunderbird.
Saat ini Tian Zhi juga sedang berusaha mengendalikan Teknik Dual Cultivasion agar tidak selalu mempengaruhi sifat kebinatangan, dengan membiarkan Ratu Laba-laba lebih mendominasi.
Sudah berkali-kali Ratu Laba-laba mencapai puncak, hingga membuat Tian Zhi juga akan mencapai puncak juga, namun dia teringat akan perkataan Inti Kehidupan. Tian Zhi segera membalikkan badan Ratu Laba-laba, dan dia berada diatas tubuhnya.
Segera Tian Zhi mencabut tongkatnya dari lembah surga milik Ratu Laba-laba, dan mengarah di mulut Ratu Laba-laba. Ratu Laba-laba tersenyum puas saat tahu Tian Zhi akan keluar, dia segera membuka mulutnya.
Tersembur-lah benih seputih susu memasuki mulut Ratu Laba-laba, dan dengan lahap di telan secara langsung, Ratu Laba-laba pun membersihkan seluruh tongkat Tian Zhi dan tidak menyisakan benih yang menempel.
Segera Tian Zhi tidur disamping Ratu Laba-laba dengan tongkat yang masih berdiri tegak. Melihat tongkat Tian Zhi yang tidak lemas, Ratu Laba-laba kembali mendominasi dengan menunggangi tubuh Tian Zhi, dia memasukkan lagi tongkat Tian Zhi.
Kembali Ratu Laba-laba berpacu dalam kesenangan, dia akan berhenti jika dirinya benar-benar kelelahan. Tian Zhi tidak tinggal diam, dia memainkan dua biji buah kenyal milik Ratu Laba-laba yang membengkak.
Entah berapa kali Ratu Laba-laba selalu menyemburkan air surganya dan Tian Zhi terus-menerus menyerap Energi Yin. Ratu Laba-laba pun ambruk disamping Tian Zhi dengan tubuh penuh keringat dan senyum bahagia.
Ratu Laba-laba segera tertidur karena kelelahan merasakan kesenangan. Melihat Ratu Laba-laba telah tertidur, Tian Zhi beranjak dari tempat tidur, lalu dia memakai pakaian, setelah itu dia keluar rumah menuju patung emas Dewa Binatang.
Sesampainya disana, Tian Zhi meletakkan telapak tangan kanan yang terselip cincin dimensinya pada perut patung Dewa Binatang, dia segera memejamkan mata untuk mengalirkan energi melalui perantara cincin dimensinya kepada patung tersebut.
Secara berlahan patung emas Dewa Binatang mulai berubah menjadi cairan emas dan diserap oleh cincin dimensinya. Cincin dimensinya secara berlahan juga mulai berubah. Cincin dimensinya yang berwarna hitam kini terlihat memiliki tujuh lubang, tiap lubang berbeda warna sesuai dengan warna ketujuh batu keabadian.
Setelah seluruh patung terserap, Tian Zhi merasakan jari telunjuknya seperti sebuah kompas yang memberikan petunjuk jika dekat dengan salah satu batu keabadian.
"Setidaknya masih ada harapan untuk menemukannya ... !" gumam Tian Zhi setelah menghela nafas berat lagi, sebab hanya mendapatkan petunjuk kecil, yaitu jarinya sebagian petunjuk.
Kemudian, Tian Zhi masuk kedalam cincin dimensinya, dan terkejut setelah melihat armor dada. Kini armor dada telah berubah, berubah menjadi memanjang hingga ke perut. Selain itu, salah satu lubang batu menyala redup dengan warna merah, tanda patung Dewa Binatang adalah petunjuk dari Power Root Stone.
Segera Tian Zhi memakai armor pelindung dan seketika armor itu memberikan informasi cara penggunaannya. Ternyata armor tersebut adalah artefak binatang lima yang telah disempurnakan menjadi bintang tujuh. Selain itu, bentuk armor belum semuanya membentuk wujud aslinya, Tian Zhi harus menemukan keenam patung Dewa Binatang jika ingin melihat bentuk aslinya.
Tian Zhi juga akan mendapatkan kemampuan dari setiap kali mendapatkan batu keabadian, sesuai dengan informasi yang tadi dia dapatkan. Bisa dipastikan kehebatan jika armor disatukan dengan ketujuh batu keabadian, sangat mengerikan. Armor itu seketika berubah menyesuaikan dengan warna kulit Tian Zhi dan tidak terlihat.
Tian Zhi pun tertawa terbahak-bahak setelah mengetahuinya, perasaannya yang tadi selalu mengeluh kini menjadi bersemangat untuk mendapatkan ketujuh batu keabadian.
"Aku tidak boleh berbangga diri dulu, ini masih terlalu dini ... Siapa musuhku dimasa depan nanti?" gumam Tian Zhi yang penasaran musuhnya nanti, "ah! Nanti juga ketemu siapa musuh masa depan." lanjutnya dengan keluar dari cincin dimensinya saat melihat Ratu Laba-laba telah terbangun.
Tian Zhi masuk kedalam rumah dan membuat Ratu Laba-laba tersenyum mesra. "Maaf, patungnya aku kira tahan dengan api ku, ternyata patung Dewa Binatang meleleh!" Tian Zhi segera meminta maaf dengan berbohong.
"Aku kira kamu akan marah!" Tian Zhi merasa lega dan tidur disamping Ratu Laba-laba sambil mengecup bibirnya, "dimana Api Inti Bumi?" lanjutnya.
Segera Ratu Laba-laba mengeluarkan sesuatu dari cincin dimensinya, dan terlihat sebuah kubus berwarna kebiruan, kubus itu terlindung formasi yang sangat kuat agar mampu menahan panas Api Inti Bumi.
"Aku akan membantu mu untuk menyatukan Api Inti Bumi dengan Api Asyura. Tapi, aku mau lebih ... !" ujar Ratu Laba-laba dan berniat membantu Tian Zhi, tapi meminta lagi untuk berhubungan intim.
"Tidak masalah, tapi aku akan menerobos dan menjalani Kesengsaraan Petir terlebih dahulu!" ungkap Tian Zhi sambil menerima kubus yang berisi Api Inti Bumi, dan dia bisa merasakan jika di kubus memang ada Api Inti Bumi, dia segera menyimpannya.
"Apa!! Secepat itukah kamu meningkat lagi!!" pekik Ratu Laba-laba yang seakan-akan Tian Zhi bercanda, sebab dalam waktu tidak kurang dari dua tahun sudah mencapai tingkat Deity, padahal awal bertemu masih berada pada tingkat Celestial Supreme.
"Iya, apakah disini bisa mendatangkan Kesengsaraan Petir?" tanya Tian Zhi, dia ragu-ragu apakah celah spasial seperti di dunia luar atau tidak.
Ratu Laba-laba menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan secara berlahan, dia bahagia memiliki kekasih yang super jenius, dan mencium Tian Zhi lebih mesra lagi, dia takut jika Tian Zhi meninggalkan dirinya.
"Iya, disini bisa mendatangkan Kesengsaraan Petir, tapi kamu akan merasakan kekuatan dua kali lipat jika berada disini!" jelas Ratu Laba-laba agar Tian Zhi memilih.
"Lebih baik disini, jika diluar juga pasti diganggu banyak penghuni pulau!" jawab Tian Zhi dan tidak kuatir setelah mendapatkan pengalaman dan telah memahami tubuhnya.
"Kapan kamu akan mendapatkan Kesengsaraan Petir?" tanyanya.
"Sekarang juga bisa!" jawab Tian Zhi yang ingin segera naik tingkat.
Ratu Laba-laba geleng-geleng dan segera beranjak dari tempat tidurnya, dan disusul dengan Tian Zhi yang telah siap, dia keluar menunggu Ratu Laba-laba berpakaian.
"Ayo!" ajak Ratu Laba-laba dengan memeluk lengan Tian Zhi.
Tidak lama Ratu Laba-laba telah berada di daratan tinggi dan tampak terlihat cahaya matahari dari sebuah celah kecil di langit. Tian Zhi juga melihat celah tersebut dan mengangguk pelan.
"Apa kamu kamu yakin sudah siap?" tanya Ratu Laba-laba dengan rasa kuatir.
"Tenang saja, aku sudah lama mempersiapkan diri untuk menghadapi situasi ini!" jawab Tian Zhi dengan percaya diri, dan dia segera mencium bibir Ratu Laba-laba.
Kemudian, Ratu Laba-laba menjauhi Tian Zhi dengan tatapan mata tidak lepas wajah kekasihnya. Tian Zhi pun memejamkan mata untuk segera menerobos, sebab dantian nya telah bergejolak sangat hebat setelah mendapatkan banyak Energi Yin.
Boom💢...
Energi terobosan seketika meluap-luap dari tubuh Tian Zhi, seketika awan hitam keluar dari celah dilangit dan mengeluarkan serat-serat petir yang mengerikan dengan menyambar apapun disekitarnya.
Sontak Ratu Laba-laba terkejut dan menjadi ketakutan saat yang keluar adalah Kesengsaraan Petir peringkat kelima, yaitu Petir Surgawi Sembilan Warna.
Zretttt... Cetarrr...
Suara petir menyambar dan membuat Ratu Laba-laba mundur, dia kebingungan ingin melindungi Tian Zhi tapi dihalangi sambaran petir. Berbeda dengan Tian Zhi saat melihat petir kali ini lebih ganas dari sebelum hanya tersenyum, dia secara berlahan melayang.
Tian Zhi yang telah memahami elemen di tubuhnya tidak kuatir akan ganasnya Kesengsaraan Petir peringkat kelima, apalagi dia sudah memiliki armor yang sangat mudah menahan serangan petir.
Zretttt... Cetarrr... Bang...
Tian Zhi langsung disambar dengan ganas, tubuhnya tersentak hingga terjatuh dengan keras, tapi tidak mengalami luka sama sekali. Kembali Tian Zhi terbang dan menunggu serangan kedua. Serangan kedua berubah menjadi dua Naga dan langsung menyerang Tian Zhi dengan ganas tanpa ampun.
Di kejauhan, Ratu Laba-laba sangat ketakutan dan air mata menetes deras, dia kuatir akan kehilangan orang yang dia sayangi. Namun, kekuatirannya tidak terbukti, Tian Zhi tampak baik-baik saja dan melihat armor berwarna keemasan yang melindunginya.
"Untung saja dia memiliki perlindungan diri!" gumam Ratu Laba-laba yang bernafas lega sambil mengusap air matanya.
Tian Zhi mengalami serangan sebanyak sembilan kali, dan yang terakhir serangan petir berubah menjadi sembilan ekor Naga. Tian Zhi selalu kembali menghantam tanah dengan sangat keras setiap kali terkena serangan petir, namun dia hanya mengeluarkan darah di sudut bibirnya, selain itu tubuhnya tidak terluka sama sekali.
Selain itu, elemen petir nya juga mengalami pertumbuhan pesat, kini dia bisa menggunakan elemen petir peringkat kelima.
Setelah menerima pembaptisan Kesengsaraan Petir, Tian Zhi langsung menerobos ke tingkat Deity tahap tiga, itu semua berkat Energi Yin dari Ratu Laba-laba.
Ratu Laba-laba langsung menerjang tubuh Tian Zhi yang telah selesai menstabilkan pondasinya, dia sangat bahagia melihat kehebatan kekasihnya yang jenius, dan berharap mendapatkan keturunan hebat.