Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 282. Batas Maksimal 10 Tahun!


Chapter 282. Batas Maksimal 10 Tahun!


Malam berlalu dan pagi akan segera tiba. Wilayah Keluarga Besar Xiang tinggi sejarah. Tidak ada satupun marga Xiang hidup dan semuanya telah berubah menjadi mayat hidup.


Mayat hidup kembali menuju ke lorong-lorong untuk bersembunyi dari sinar matahari dan kultivator. Sedangkan Tian Zhi dan Jiang Chen Mei tertidur di atas puncak menara pengawas tanpa tubuh tertutup kain.


Tian Zhi membuka mata ketika sinar matahari menggelitik. Demikian juga dengan Jiang Chen Mei yang bangun dengan malas. Mereka berdua melihat langit yang sedikit mendung dan tercium bau darah di seluruh wilayah Keluarga Besar Xiang. Tian Zhi duduk dan tidak lagi melihat mayat hidup berkeliaran.


"Apakah wilayah Keluarga Besar Mu jauh dari sini?" tanya Tian Zhi sambil memakai pakaian.


Jiang Chen Mei ikut bangun dan melihat dada dan perutnya penuh dengan tanda merah, dia tersenyum melihat kelakuan Tian Zhi yang selalu meninggalkan jejak bibir.


"Jauh, perkiraan dua hari lebih untuk membuat lorong menuju wilayah Mu, itupun semua mayat hidup tidak ada yang diam!" jawab Jiang Chen Mei.


"Tidak masalah! Perintahkan mayat hidup untuk bekerja dan ...!" Tian Zhi berhenti berbicara ketika melihat lima orang menggunakan kapal angkasa menuju kearahnya.


Lima orang itu adalah ketua kedelapan dan empat pengawalnya. Mereka kembali ke wilayah Keluarga Xiang setelah pembentukan aliansi yang berjalan sukses.


Jiang Chen Mei segera mengalihkan pandangannya ke arah Tian Zhi melihat. Kebetulan, Siput Penghantar Suara miliknya bergetar tanda ada pesan masuk.


"Nyonya Shimo, maaf baru memberikan laporan! Kita dan pihak Dewa Bintang baru selesai rapat membentuk aliansi sementara dengan semua penguasa Alam Keabadian, tujuannya untuk mengalahkan mayat hidup...,"


Terdengar suara Lu Bai yang memberikan laporan terkait pembentukan aliansi. Tian Zhi dan Jiang Chen Mei tersenyum tipis mengetahui semua penguasa bergabung untuk memusnahkan mayat hidup.


Jiang Chen Mei terlihat kecewa ketika Lu Bai mengatakan jika ketua Wei Yan dibawa paksa oleh pihak Kuil Alam Es. Namun Tian Zhi selalu menghiburnya agar tidak bersedih.


Ternyata, tempat markas Jiang Chen Mei diketahui oleh perwakilan dari Klan Xu. Aliansi akan bergerak dalam waktu lima hari untuk mengepung markas mayat hidup.


"Katakan pada Lu Bai dan kedua sahabatnya untuk ikut serta dalam rencana aliansi, aku ingin mereka lebih menonjol daripada siapapun. Sebelum itu, panggil Lu Bai untuk datang ke markas, aku akan berbicara kepadanya!" pesan Tian Zhi agar Jiang Chen Mei menyambungkan lidah.


Jiang Chen Mei segera menyampaikan pesannya kepada Lu Bai. Sedangkan Tian Zhi melihat kapal angkasa berhenti di atas lokasi pertempuran semalam, mereka melihat banyak darah yang telah mengering, ada banyak daging manusia yang berserakan.


Ketua kedelapan mengetahui jejak-jejak mayat hidup, mereka menjadi panik dan melihat ke pemukiman penduduk yang tampak sepi. Kapal angkasa kembali bergerak dan berhenti tepat di jembatan, dan melihat banyak mayat-mayat mengambang.


"Biarkan aku yang mengurus mereka!" pinta Jiang Chen Mei yang semalam tidak berbuat apa-apa selain melayani Tian Zhi.


Tian Zhi mengangguk dan melihat Jiang Chen Mei telah terbang dengan kecepatan tinggi. Ketua kedelapan yang memiliki kekuatan Dewa Absolute dengan mudah dikalahkan.


Seperti biasa, Jiang Chen Mei menghisap darah ketua kedelapan setelah melumpuhkan empat pengawal. Mereka tidak kurang dari waktu satu dupa, anggota terakhir Keluarga Besar Xiang telah menjadi mayat hidup.


Akhirnya, Keluarga Besar Xiang tinggal sejarah. Kini hanya satu yang memiliki marga Xiang, yang tidak lain adalah putra pertama dari Tian Zhi, yaitu Xiang Ri Kui.


Jiang Chen Mei mengendalikan kapal angkasa, lalu dia melambaikan tangan kepada Tian Zhi agar datang. Tian Zhi berteleportasi dan muncul di dek depan kapal angkasa.


Tian Zhi merentangkan telapak tangan keatas dan muncul bola api kecil dan dengan cepat membesar. Kemudian Tian Zhi melemparkan bola api ke arah wilayah pusat Keluarga besar Xiang. Bola api melesat dengan sangat cepat dan...


Boom...


Bola api meledak ketika membentur Balai Keluarga Besar Xiang dan menghancurkan semua bangunan. Jiang Chen Mei melihat Api Asyura membakar habis apapun yang dilewatinya, lalu dia mengendalikan kapal angkasa untuk kembali ke markas.


Ketua kedelapan dan empat pengawal masuk ke dalam lorong dan segera menutupi oleh Zhe Zong lubangnya ditutup dengan tanah.


Setelah Tian Zhi masuk ke dalam ruang kendali kapal, Jiang Chen Mei bertanya, "apa tujuanmu memanggil Lu Bai?"


"Ada 2 hal kenapa aku memanggilnya... Pertama, aku akan memberikan beberapa ramuan yang telah diformulasikan untuk menangkal penciuman mayat hidup. Kedua, aku ingin Lu Bai membawa Kepala pelayan mu si Zhu Rong itu masuk ke dalam wilayah Istana Surgawi!" jawab Tian Zhi yang mudah dipahami oleh Jiang Chen Mei.


Setelah melalui pengamatan terhadap perilaku dan kelemahan mayat hidup, Tian Zhi telah membuat cairan khusus yang berasal dari tanaman jenis bunga Agapanthus yang berbau menyengat, lalu ditambah dengan bunga Mugwort memiliki sifat tinggi insektisida yang mengandung senyawa kimia.


Dengan Lu Bai menggunakan cairan tersebut di seluruh sekujur tubuhnya, maka mayat hidup akan menghindarinya. Inilah tujuan Tian Zhi agar Lu Bai dan sahabatnya menonjol saat melawan mayat hidup.


"Aku sudah berbicara kepada Zhu Rong, dia mau dan dengan senang hati menjadi pasangan Dao mu. Kapan kamu akan menyentuhnya?" tanya Jiang Chen Mei dengan mata berkedip-kedip dan tubuh yang menggoda.


Setelah Tian Zhi berniat menjadikan Zhu Rong mata-mata untuk mengawasi Lu Bai, Jiang Chen Mei segera berbicara kepada Zhu Rong. Zhu Rong sendiri dengan senang hati menerima tugas dan juga menjadi pasangan Dao.


"Aku ada cara lain tanpa harus menyentuhnya!" jawab Tian Zhi yang mengejutkan Jiang Chen Mei.


Baru kali ini Tian Zhi menolak wanita yang jelas-jelas mau menjadi pasangan Dao. Tapi dia memiliki rencana bagi Zhu Rong demi tujuan untuk masa depannya saat bereinkarnasi lagi. Tian Zhi akan menggunakan kemampuan Throat Stone untuk berkomunikasi dengan alam bawah sadar milik Zhu Rong.


"Cara lain...! Apa itu?" tanya Jiang Chen Mei yang penasaran.


Sekali lagi Tian Zhi membuat Jiang Chen Mei selalu bertanya-tanya didalam hati dan tidak sabar ingin segera mengetahuinya. Tidak terasa saat mengobrol kapal angkasa telah berada di Sekte Tangan Hitam.


Jiang Chen Mei mendaratkan kapal angkasa di depan gedung utama sekte. Lalu disambut oleh Zhu Rong dan para pelayan. Tian Zhi dan Jiang Chen Mei melihat Zhu Rong berpakaian minim dan menarik perhatian pria manapun.


Zhu Rong menggunakan pakaian tipis yang memperlihatkan lekuk tubuhnya, rok mini ketat dan terlihat **********. Tian Zhi menelan salivannya melihat Zhu Rong yang berpenampilan berbeda dari sebelumnya.


Jiang Chen Mei tersenyum melihat Tian Zhi yang mengagumi Zhu Rong, lalu dia menyindir, "buahnya siap untuk dimakan, sia-sia jika tidak dinikmati!"


Tian Zhi tertawa dan turun dari kapal angkasa diikuti oleh Jiang Chen Mei. Zhu Rong tanpa malu memeluk Tian Zhi dan disambut hangat. Lalu memeluk lengan kirinya dan Jiang Chen Mei di kanan.


Para pelayan mengikuti mereka bertiga dan berbisik-bisik dengan perilaku Zhu Rong yang berubah.


Sambil berjalan menuju ke lantai empat, Tian Zhi bertanya kepada Jiang Chen Mei, "yakin tidak mau wilayah ini dilindungi oleh Formasi Perlindungan?"


"Tidak perlu! Aku sudah memiliki tempat lain yang lebih baik dari ini dan cocok untuk persembunyian!" tolak Jiang Chen Mei.


"Dimana?" tanya Tian Zhi yang penasaran.


"Rahasia!" jawab Jiang Chen Mei yang sengaja ingin membuat Tian Zhi penasaran.


Tian Zhi geleng-geleng kepala dan tidak lagi mengejar rasa penasarannya. Tidak terasa mereka bertiga dan para pelayan telah berada di lantai empat.


Lalu Tian Zhi duduk di lantai beralaskan permadani hijau yang tebal dan diikuti oleh Jiang Chen Mei serta Zhu Rong.


"Kamu, tidur dengan kepala dipangkuan ku!" pinta Tian Zhi kepada Zhu Rong.


Detak jantung Zhi Rong berdebar-debar akan permintaan Tian Zhi, dia segera mematuhinya dan berharap mengalami seperti Jiang Chen Mei yang selalu dipuaskan.


Zhu Rong menatap wajah Tian Zhi setelah tidur dipangkuan. Lalu Tian Zhi meletakkan telapak tangan di dahi milik Zhu Rong.


Zhu Rong memejamkan mata dan menunggu apa yang akan dilakukan oleh Tian Zhi. Jiang Chen Mei dan para pelayan melihat.


Tian Zhi mengalirkan energi spiritual ke dalam kepala Zhu Rong. Zhu Rong merasakan kenyamanan dan membuatnya mengantuk berat dan tidak berselang lama tertidur.


Tian Zhi meninggalkan jejak spiritual di alam bawah sadar milik Zhu Rong dan mengubah pola pikirnya. Apa yang dilakukan oleh Tian Zhi seperti hipnotis, dia mengubah sikap Zhu Rong agar lebih galak, berani, mandiri dan tegas kepada pria manapun.


Zhu Rong hanya tunduk kepada Tian Zhi, bahkan saat bertemu dikehidupan mendatang dengan wajah yang berbeda. Zhu Rong akan mengetahui Tian Zhi dimasa datang karena jejak spiritualnya yang tertanam di alam bawah sadar. Tian Zhi juga membuka potensi yang tersembunyi, agar Zhu Rong mampu berprestasi dan meningkatkan kekuatan dengan cepat.


Setelah selesai, Tian Zhi bernafas lega, baru kali ini dia menggunakan kemampuan dalam berkomunikasi dengan alam bawah sadar dan terbilang sukses.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Jiang Chen Mei yang tidak melihat apapun yang dilakukan oleh Tian Zhi, dia hanya melihat Zhu Rong yang tiba-tiba tertidur pulas.


"Tunggu dia terbangun, nanti kamu akan tahu perbedaan Zhu Rong dulu dan sekarang!" jawab Tian Zhi dan sekali lagi membuat Jiang Chen Mei penasaran.


Tian Zhi menguap dan menggeser kepala Zhu Rong. Salah satu pelayan segera mengambil bantal dan diletakkan dibawah kepala Zhu Rong. Lalu Tian Zhi membaringkan tubuhnya dengan kepala bertumpu pada bantal.


Dua pelayan duduk segera dan memijat kaki kiri dan kanan milik Tian Zhi.


Jiang Chen Mei mengamati Tian Zhi yang ikut mengantuk setelah meletakkan telapak tangan di kepala milik Zhu Rong, lalu melihat Tian Zhi tertidur...


Tian Zhi tidak tertidur tapi kesadarannya masuk kedalam dantian saat mendengar panggilan dari empat wanita, mereka adalah Lotus Bao, Xi He, Qin Yang dan Qin Zhu.


"Lama kita tidak bertemu!" sapa Tian Zhi kepada keempat wanitanya, dia memeluk Lotus Bao dan bergantian.


"Tidak lama bagi kita yang berada di sini!" jelas Xi He yang tidak bosan berkultivasi.


"Kita memanggil karena ingatanmu telah sepenuhnya kembali dan sudah waktunya untuk bereinkarnasi lagi!" Lotus Bao mengingatkan Tian Zhi.


Mereka berlima jauh hari telah berdiskusi sebelum Tian Zhi bereinkarnasi di tubuh Xiang Tianzhi. Tugas keempat wanitanya yang akan selalu membimbing Tian Zhi setiap kali bereinkarnasi.


"Ya, aku tahu! Tinggal beberapa hal yang harus aku selesaikan terlebih dahulu!" jawab Tian Zhi yang tidak kaget.


"Batas maksimal 10 tahun dimulai saat ini, itu waktu yang telah kita sepakati bersama. Lebih dari itu, akan merubah semuanya yang telah kita rencanakan jauh hari!" sambung Qin Zhu.


"Baiklah, hanya itu yang kita sampaikan dan sesuai keinginanmu!" pamit Lotus Bao yang akan kembali berkultivasi didalam gerbang.


Tian Zhi mengangguk paham, dia kembali memeluk wanita satu per satu dan memberikan ciuman terakhir...