
Chapter 21. Ujian Teori.
Panitia pengawas kesal dengan Xiang Tianzhi yang terus berkata 'sudah selesai.' Segera panitia itu menerima lembar jawaban dan menyerahkan kepada Penatua Tsai Yelu.
Xiang Tianzhi segera keluar ruang ujian dan disaat membuka pintu, dia melihat banyak wanita yang melihat dari luar kaca ruang ujian. Buru-buru Lang Ying mendekat diikuti Lili, Li Yenny dan semua wanita.
"Kamu kenapa terburu-buru, seharusnya kamu koreksi lagi sebelum menyerahkan lembar jawaban!" protes Li Yenny yang menjadi kuatir jika Xiang Tianzhi gagal ujian untuk pertama kali.
Berbeda dengan Lang Ying dan Lili, mereka sudah tahu jika Xiang Tianzhi mampu lulus dengan mudah, sebab mereka yakin setelah mengetahui Pill tingkat Raja yang akan dilelang, dan sudah mengalahkan dua Penatua Paviliun Pill Surga yang hanya setinggi Grand Master tahap Atas.
"Jangan remehkan Bangsawan Tian, aku yakin 100 persen dia lulus," kata Lang Ying yang menempel seperti lem.
Tiba-tiba naluri binatang buas muncul dan membuat tongkat milik Xiang Tianzhi berdiri, akibat merasakan buah kenyal Lang Ying dan Li Yenny, serta mencium aroma wangi setiap wanita yang dekat dengannya.
"Dimana kamar kecilnya?" tanya Xiang Tianzhi yang ingin menjauhi semua wanita, daripada dirinya tidak mampu mengendalikan diri.
"Ayo ikuti aku di lantai 3."
Li Yenny segera mengantar Xiang Tianzhi menuju lantai 3, lantai khusus tamu dan karyawan. Lang Ying dan Lili juga mengikuti, mereka tidak mau tersaingi oleh Li Yenny.
"Pakai kamar mandi di kamarku saja!" tawaran Li Yenny yang sengaja mengajak Xiang Tianzhi.
"Huff! Alasan!" dengus Lang Ying yang tahu niatnya, dia terus mengikuti Xiang Tianzhi untuk menjaga dari Li Yenny, Lili juga mengikuti dan buru-buru menutup pintu saat banyak wanita yang ingin masuk juga.
Wajah Xiang Tianzhi sudah memerah dan sesudah pintu kamar ditutup, meledak lah feromon afrodisiak dari tubuhnya yang sudah tidak bisa ditahan lagi. Segera ketiga wanita itu mencium aroma wangi, dan wajah mereka seketika berubah seperti binatang buas yang ingin berhubungan intim.
Dengan ganas ketiga wanita itu melucuti pakaian Xiang Tianzhi dan saling berebut untuk memegangi tongkat Xiang Tianzhi yang sudah berdiri maksimal, mereka juga segera menanggalkan pakaiannya sambil terus menatap tongkat milik Xiang Tianzhi.
"Puaskan aku, tolong puaskan!" Li Yenny segera tidur di lantai dengan membuka kedua kakinya, setelah dia tidak lagi memakai pakaiannya, lembah surganya ter-cukur rapi dan sudah basah dengan cairan.
Sedangkan Lang Ying dan Lili berebut untuk menikmati kepala tongkat.
Seperti binatang buas, Xiang Tianzhi mengendus aroma khas seseorang wanita yang masih gadis, dan buru-buru mendekati Li Yenny yang telah siap untuk di buat pingsan.
Lang Ying dan Lili terlihat kesal karena Xiang Tianzhi menempatkan tongkatnya di lembah surga milik Li Yenny. Kedua wanita itu juga membuka kedua kakinya lebar-lebar tanda ingin segera dihajar.
"Cepat masukan!" pinta Li Yenny dengan memelas, saat Xiang Tianzhi menggesekkan tongkat pada lembah surganya.
"Kasar atau lembut?" tanya Xiang Tianzhi dan menyeringai seperti iblis.
"Lakukan sesukamu! Yang penting aku puas!" jawab Li Yenny dengan tidak sabar, dia meraih tongkat milik Xiang Tianzhi dan memasukan sendiri.
"Ohh!" Li Yenny mengeluarkan lolongan merdu saat lembah surganya baru dimasuki kepala tongkat, tubuhnya bergetar hebat dengan kepala terangkat kebelakang.
Xiang Tianzhi segera menyerap energi Yin murni milik Li Yenny dan menyimpannya kedalam dantian. Tidak memberikan kesempatan Li Yenny menikmati puncak untuk pertama kalinya, Xiang Tianzhi mendorong tongkatnya dengan kasar, dan menghancurkan kesucian Li Yenny.
"Ahh!" teriak Li Yenny yang kesakitan hingga tubuhnya condong kedepan, dengan kedua tangan menahan tubuh Xiang Tianzhi.
Namun, Xiang Tianzhi tidak berhenti, dan terus menekan tongkatnya hingga memenuhi rahim Li Yenny. "Oh!" lolongan merdu Li Yenny saat mencapai puncak lagi, dia merasakan sakit dan juga nikmat secara bersamaan.
Lang Ying dan Lili yang terabaikan segera bangkit mendekati Xiang Tianzhi, Lang Ying mencium bibir kekasihnya, sedangkan Lili yang lebih berpengalaman berada dibelakang untuk memberikan kenikmatan pada telur tongkat.
Setelah menghajar ketiga wanita itu, Xiang Tianzhi merasakan segar dan puas, dia kembali mampu menekan sifat binatang buas, dan dia merasakan akan segera menerobos jika mendapat energi Yin murni dari seorang gadis. Xiang Tianzhi melihat ketiga wanita yang menjadi korban ganasnya teknik Dual Cultivation, mereka pingsan di tempat tidur.
Lembah surga mereka melebar seukuran tongkat dan cairan darah bercampur air surga merembes. Setelah menutup tubuh ketiga wanitanya dan memasukkan pill pemulih energi kedalam mulut mereka, Xiang Tianzhi keluar untuk segera mengikuti ujian praktek meramu pill.
Bhuzh...
Xiang Tianzhi menerobos ke tingkat Crossing Tribulation tahap 3, setelah mendapat energi Yin murni dari ketiga korbannya, tubuhnya terasa ringan saat berjalan, segera dia melangkah keluar saat waktu ujian teori tinggal setengah dupa.
Di ruang ujian, Penatua Tsai Yelu dan Penatua Dong Jian syok melihat lembar jawaban milik Xiang Tianzhi, karena semua jawaban benar dan terinci. Kejadian ini belum pernah terjadi di Benua Awan Timur, dimana peserta ujian mendapat nilai sempurna. Mereka kembali mengoreksi lembar jawaban milik Xiang Tianzhi dan memang tidak ada unsur penipuan maupun kecurangan, lagian panitia pengawas selalu memperhatikan Xiang Tianzhi, selain itu lembaran ujian mereka ambil dari pusat Paviliun Pill Surga, dan tidak mungkin Xiang Tianzhi tahu isi lembar ujian.
"Hah! Jenius baru! Semoga saja bangsawan Tian tidak bergabung dengan Paviliun Hitam!" ujar Penatua Dong Jian, dia adalah orang yang melihat Xiang Tianzhi berada di pintu masuk Balai Kota Donggi kemarin, dan memerintahkan bawahannya untuk menyelidiki siapa bangsawan Tian.
"Jangan terlalu berharap lebih sebelum ujian praktek, mungkin saja dia kebetulan tahu semua pertanyaan di lembar ujian!" sahut Penatua Tsai Yelu.
Peserta ujian melongo mendengar pembicaraan dua pengawas ujian yang membicarakan hasil jawaban peserta yang paling muda dan menyelesaikan terlebih dahulu. Mereka juga telah selesai dan tinggal menunggu hasil penilaian.
Xiang Tianzhi tertidur di sofa tunggu, dan semua peserta yang melihatnya tertidur geleng-geleng kepala, mereka merasa sudah dikalahkan telak oleh peserta paling muda.
"Nona muda Liqin, bagaimana hasilnya, apa bisa menjawab semua? Saya yakin Nona muda bisa menyelesaikannya," tanya seorang pria tua yang buru-buru bertanya kepada wanita berbaju biru, dia tampak jelas sedang menjilat dengan memuji.
"Semua bisa aku jawab, entah benar atau tidak hasilnya belum keluar!" jawabnya dengan enggan dan menatap Xiang Tianzhi yang tampak menarik.
Pria tua itu adalah pengawal dan wanita usia 20 tahun itu bernama Wu Liqin, wanita berbaju biru, tinggi badan 170 cm, dengan ukuran dada 34D, sifatnya manja dan keras kepala. Kekuatannya berada pada tingkat Foundation Establishment tahap 5. Wu Liqin adalah putri dari Chevalier Wu Jing Quo, pejabat yang lebih tinggi daripada Nobel Li Jiancheng.
Wanita berbaju merah bernama Tsai Xinxin, cucu dari Penatua Tsai Yelu, tinggi badan 173 cm, tubuh ramping berisi, ukuran dada 34C, rambut hitam panjang sebahu, kekuatannya berada pada tingkat Foundation Establishment tahap 5. Mereka berdua selalu bersaing dalam hal apapun, dan termasuk prestasi di bidang beladiri dan Alkemis.
Tsai Xinxin mendekati Xiang Tianzhi yang sedang tertidur, dan menendang kakinya agar tidak tidur di duduk ruang tunggu. Xiang Tianzhi segera terbangun dan melihat sekitarnya yang sudah penuh orang.
"Apa!" ucap Xiang Tianzhi dengan ketus, dia kesal diganggu saat tidur.
"Jika kamu ngantuk, pulang sana!" tegur Tsai Xinxin dan mendengus setelahnya.
Xiang Tianzhi mengangkat kedua bahunya dan kembali memejamkan mata, namun pintu ruang ujian terbuka, lalu keluar Tsai Yelu.
"10 peserta ujian lulus, yang namanya tidak saya panggil, silakan kembali!" terang Penatua Tsai Yelu kepada semua peserta.
19 peserta seketika berdebar-debar berharap namanya dipanggil. Berbeda dengan Xiang Tianzhi, dia tampak bosan melihat proses menjadi seorang Alkemis begitu ribet.
Disaat akan memejamkan matanya, Lang Ying, LiLi, Li Yenny dan ketiga wanita turun dari lantai 3, gaya berjalan mereka agak aneh, seakan-akan ada yang mengganjal diantara kedua kakinya.
Untung saja semua orang sedang serius mengetahui hasil ujian teori, dan tidak melihat cara berjalan keenam wanita itu.
Satu per satu nama peserta dipanggil dan langsung masuk ke ruang ujian lagi, hingga nama Wu Liqin dipanggil dengan nilai 60 persen dan Lu Xinxin 61 persen, Penatua Tsai Yelu berhenti untuk nama terakhir dan melihat semua peserta, dia memicingkan mata saat melihat salah satu peserta sedang dikerumuni enam wanita.
"Tian Zhi dengan nilai 100 persen! Segera masuk ke ruang ujian!" panggil Penatua Tsai Yelu dan dia segera masuk tanpa perduli keterkejutan semua orang.
Seketika keributan terjadi mendengar peserta bernama Tian Zhi mendapatkan nilai sempurna, baru dia satu-satunya peserta yang berhasil mengukir sejarah baru dalam ujian teori Alkemis. Semua mata menatap bangsawan Tian dengan pemujaan, sedangkan peserta yang gagal hanya berjalan keluar dengan gontai, lemas karena kehilangan 5.000 keping emas, dan yang paling memalukan adalah kalah dari seseorang yang lebih muda.
Lang Yang dan Lili jelas senang jika kekasihnya mengukir sebuah prestasi yang belum pernah dicapai siapapun. Li Yenny terkejut bersama ketiga wanita itu, dan melihat Xiang Tianzhi masuk kedalam ruang ujian.
Didalam ruang ujian, telah disediakan 10 tungku dan 10 meja yang berada di sebelahnya. Diatas meja sudah tersedia tanaman Roh tingkat rendah, tanaman obat berbagai jenis. Xiang Tianzhi segera mengambil tempat yang masih kosong.
"Ujian praktek sangat sederhana, penilaiannya dari jenis pil, tingkat pil, kualitas pil dan kecepatan dalam meramu pill. Tiga peserta terbaik yang akan lulus. Waktu kalian hanya 4 dupa. Mulai!"
Setelah Penatua Dong Jian menjelaskan aturannya, segera semua peserta mulai berpikir keras sambil sekali-kali melihat peserta yang lain, jelas mereka ingin mengetahui apa yang akan dibuat lawannya.
Sedangkan Xiang Tianzhi tanpa melihat kanan dan kiri ke peserta lain, dia langsung memanaskan tungku sambil melihat jenis tanaman, melihat kualitas tanaman Xiang Tianzhi geleng-geleng.