Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 198. Kemenangan.


Chapter 198. Kemenangan.


Seketika Ratu Qinglin menghilang dengan menggunakan token Giok teleportasi. Tian Zhi mendengus kesal telah gagal membunuh Ratu Qinglin, lalu dia melampiaskan kekesalannya dengan membantai pasukan Kekaisaran Song yang berusaha kabur.


Sebagai yang berasal dari Perguruan Seni Tapak Dewa, Tinju Pelebur Langit dan Akademi Awan Surga bergabung dengan Nanggong Kaili dan mengejar pasukan Kekaisaran Song yang kabur.


Setelah melihat Nanggong Kaili mengejar, Tian Zhi memutuskan untuk bergabung dengan istrinya yang telah menduduki istana Kekaisaran Shang. Setelah waktu empat dupa, Sun Yao, Ma Xiu dan Hei Bao telah membantai jenderal dan Kaisar Song, mereka bertiga beserta pasukannya segera menyusul Tian Zhi yang berada di istana.


Sedangkan pasukan Kekaisaran Shang banyak yang telah melarikan diri ke berbagai penjuru, sebab pemimpinnya telah tewas dalam peperangan dan tidak perlu lagi harus bertempur.


"Suami, bagaimana dengan keturunan Kaisar Shang?" tanya He Hua saat mereka berada di dalam istana yang sudah sebagian hancur.


"Nanti aku akan memberikan tugas kepada Nanggong Kaili untuk mencari keberadaan mereka. Untuk saat ini, kita harus memenangkan hati rakyat terlebih dahulu agar tidak memberontak suatu hari nanti!" jawab Tian Zhi dan mudah dipahami.


"Apa rencana mu untuk menenangkan hati rakyat?" tanya Ling Ling yang ingin tahu tindakan apa yang akan dia ambil oleh suaminya.


Setelah menduduki suatu wilayah tertentu, hal utama yang perlu diperhatikan adalah rakyat, sebab rakyat adalah kekuatan suatu bangsa. Tanpa rakyat mendukung pemerintahan, apalah arti dari kekuasaan. Dan, Tian Zhi yang merupakan seorang kaisar di Dunia Jiwa paham betul dengan masalah ini.


"Setelah terjadinya hiruk-pikuk peperangan, kebutuhan utama rakyat adalah pangan dan biaya untuk hidup. Maka, aku akan sediakan kebutuhan mereka selama satu bulan dengan diskon sebesar 75% dari harga normal. Untuk biaya hidup mereka, maka mereka harus bekerjasama untuk membangun infrastruktur, dan aku akan beri upah sehari sebesar lima ratus keping emas...," jawab Tian Zhi dengan lugas.


Semua orang menyetujui rencana Tian Zhi, namun masih ada kendala setelah tumbangnya Kekaisaran Shang, dimana para raja-raja dan pendukungnya pasti akan membelot dan berusaha untuk memperluas wilayah kekuasaannya.


Dalam hal ini, Tian Zhi memutuskan untuk menunggu Nanggong Kaili, sebab dia ingin menyerahkan Benua Dewa kepadanya. Sedangkan Tian Zhi hanya akan mengatur Nanggong Kaili dari belakang.


Tujuan Tian Zhi dan semua istrinya tetap mendirikan kekaisaran di Alam Keabadian, sedangkan di Benua Dewa sebagai dukungan.


Nanggong Kaili, Zheng Deng dan beberapa orang penting akhirnya datang menemui Tian Zhi. Namun mereka ketakutan dengan adanya pasukan binatang yang menguasai istana, terutama takut dengan Burung Gajah, Naga Bumi dan Macan Putih.


Tian Zhi segera menemui mereka yang menunggu di luar istana. Kedatangan Tian Zhi dan semua istrinya serta dikawal empat jenderal membuat Nanggong Kaili tersenyum bahagia. Nanggong Kaili segera menyambut Tian Zhi dan memeluknya seperti seorang ayah ke anak.


"Kita berhasil mengalahkan Kekaisaran Song, tapi ini juga akan menjadi masalah besar di Alam Mahadewa!" lapor Nanggong Kaili dan mengungkapkan kegelisahan dihatinya.


Tian Zhi tidak segera menjawab, dia memerhatikan semua orang yang tidak dikenali. Lalu Nanggong Kaili segera memperkenalkan mereka satu per satu.


"Dia adalah Master Tian yang menciptakan Pil Kultivasi tingkat Dewa Ancestor, semua binatang yang ada disini adalah pasukannya, dan berkat Master Tian kita mampu mengalahkan Kekaisaran Song...,"


Dengan nama Master Tian sebagai seorang ahli Alkemis, membuat semua orang ingin segera menjalin hubungan baik dengannya. Kontribusi Tian Zhi yang membuat Pil Kultivasi tingkat Dewa Ancestor membuat banyak orang penting dengan cepat meningkatkan kekuatannya.


"Untuk masalah Kekaisaran Song yang berada di Alam Mahadewa, aku serahkan kepada ahli warisnya Kekaisaran Shang saja. Aku sudah cukup membantu mereka dalam menangani masalah hari ini!" jelas Tian Zhi yang menjawab pertanyaan Nanggong Kaili sesaat yang lalu.


"Benua Dewa segera hancur jika ditangani oleh keturunan Kaisar Shang!" sahut He Hua.


"Benua sebesar ini dan memiliki musuh yang kuat, bagaimana keturunan Kaisar Shang akan mengatasinya, sama saja menyerahkan kepala rakyat untuk dipenggal!" timpal Ling Ling dengan ketus.


"Itu benar, jika kita tidak ikut membantu hari ini, kalian semua mungkin tidak bisa berdiri seperti saat ini!" sambung Miao Jiang.


"Jika Kaisar Shang kuat, tidak mungkin Ratu Qinglin menjadi pengkhianat!" sahut Zhu Rong dan diikuti semua wanita yang protes.


Tian Zhi menghela nafas berat, saat diprotes istrinya, padahal mereka sedang bersandiwara untuk menakut-nakuti semua orang.


Semua orang yang hadir menjadi gelisah jika keturunan Kaisar Shang akan menjadi pemimpin mereka, semua menatap Tian Zhi yang paling kuat dan juga memiliki pasukan binatang.


"Roar!!" raungan Naga Bumi sebagai bentuk dukungan untuk menjadikan Tian Zhi penguasa Benua Dewa.


"Grorrr!' Macan Putih juga ikut meraung dan disusul semua pasukan binatang sebagai bentuk dukungan juga.


Semua orang ketakutan dengan raungan pasukan binatang, mereka mendekati Tian Zhi dengan tatapan memelas.


"Cari keturunan Kaisar Shang, biarkan mereka yang menjadi pemimpin kalian. Jika aku yang memimpin pasti akan banyak pemberontak!" jawab Tian Zhi yang tahu arti tatapan mereka.


Nanggong Kaili tertawa dan menepuk pundak Tian Zhi, lalu dia berkata, "jujur saja, aku tidak mau memiliki seseorang pemimpin yang tak mampu melindungi rakyatnya. Kejadian hari ini adalah bukti lemahnya seseorang pemimpin! Master Tian, aku secara pribadi, ingin Anda yang menjadi pemimpinnya, sebab semua syarat menjadi seorang pemimpin Anda telah memenuhinya!"


Akhirnya semua orang juga mendukung keinginan Nanggong Kaili yang ingin Tian memimpin Benua Dewa. Karena semua orang sudah memutuskan Tian Zhi agar menjadi pemimpin, dia tidak bisa menolaknya.


Tian Zhi segera membuat pengaturan pasca peperangan, dimana dia akan menjual Pil Kultivasi tingkat Dewa Ancestor separuh harga sebagai bentuk dukungan dan membeli ramuan jenis apapun dengan harga normal.


Kemudian Tian Zhi meminta kepada mereka untuk memanggil semua rakyat yang terkena imbas peperangan, dia akan menyediakan pangan dan biaya hidup sesuai pembicaraan sebelum kedatangan Nanggong Kaili.


Dihadapan semua orang, Tian Zhi memilih Nanggong Kaili menjadi wakilnya dengan gelar High King, gelar diatas para raja. Tugas High King; mengangkat dan mencopot jabatan seorang King, Duke, Marquis dan Earl.


Tian Zhi dan istrinya hanya fokus untuk menyediakan kebutuhan mereka dan mengawasi kinerja High King. Keempat jenderalnya dijadikan Wali Pelindung Kekaisaran dan tinggal di wilayah Surga Kematian.


"Untuk sementara, aku akan kembali ke wilayah Surga Kematian. High King Kaili bisa menemuiku disana untuk mengambil segala kebutuhan kalian dan rakyat!" pamit Tian Zhi yang telah menyerahkan semuanya kepada Nanggong Kaili.


Setelah berpamitan, Tian Zhi segera naik ke kapal angkasa dan diikuti istri serta keempat jenderalnya. Semua orang mengiringi kepergian kaisar-nya yang diikuti pasukan binatang.


Setelah kepergian Tian Zhi, semua orang bernafas lega, sebab pasukan binatang selalu mengintimidasi dengan mengeluarkan aura kekuatannya. Nanggong Kaili segera mengangkat raja baru, dimana raja sebelumnya telah dibunuh oleh Ratu Qinglin.


Sesampainya di Menara Kaisar Api Asyura, semua orang tertawa bahagia dengan tujuan awal terbilang sukses besar. Tian Zhi mengadakan pesta kecil untuk merayakan kemenangan mereka, bahkan pasukan binatang juga ikut berpesta.


Semua wanita dan empat jenderal memuji rencana Tian Zhi yang brilian, dimana membuatnya menjadi sangat mudah dengan memanfaatkan dua pihak berperang dan mengambil untung dalam kekacuan.


Di lantai dua puluh para selir memberikan tarian yang indah. Tian Zhi menikmati tarian istrinya dan sambil mengobrol dengan He Hua serta keempat jenderalnya.


"Apa tujuanmu membuat Formasi di lubang portal dimensi, apa agar mudah datang dan pergi ke Alam Mahadewa?" tanya He Hua.


"Benar! Aku juga akan menguasai Alam Mahadewa, sambil menunggu pembawa dua Batu Keabadian mendatangiku! Dan juga... Dua patung emas berada disana!" jawab Tian Zhi sambil memainkan cangkir arak saat berbicara.


Tian Zhi mengetahuinya keberadaan patung emas, karena dia telah mendapatkan resonansi jiwa dari Tubuh Bayangan yang mendiami patung emas.


Selain itu, dia perlu menyelesaikan urusannya dengan Ratu Qinglin yang telah mengancamnya, Tian Zhi jelas tidak akan melepaskan macan kembali ke hutan, yang akan menimbulkan masalah dimasa depan.


Untuk tugasnya mendapatkan Kitab Asal Muasal Alam Semesta, Tian Zhi mengganggap bukan hal penting, karena dia telah mengetahuinya semenjak bersama Celestial She...


"Disana Kekaisaran Song bukanlah yang terkuat, ada beberapa sekte, klan dan satu kekasaran yang menjadi musuh utama Kekaisaran Song!" ungkap Miao Jiang.


"Ada aku, akan ku libas mereka semua!" sahut Sun Yao yang bersemangat jika diajak untuk bertarung.


Semua jenderal tertawa dan menenggak arak, lalu mereka berempat keluar dari lantai dua puluh untuk berpesta sendiri. Tian Zhi tersenyum dan membaringkan tubuh dengan kepala bertumpu pada paha Zhu Rong.


Beberapa wanita menutup jendela lantai dua puluh dan melepaskan pakaiannya. Mereka sudah waktunya meminta hadiah setelah berhasil menguasai Benua Dewa...


...****************...


Di dalam Hutan Bambu.


Tiga orang pria sedang berada di depan portal dimensi, mereka adalah Lu Bai, Yang Wei dan Yuan Shao. Mereka segera kabur dengan memanfaatkan peperangan antara Kaisar Song dan Shang Touli.


"Hancurkan portal dimensi ini agar mereka tidak memburu kita!" ujar Lu Bai sambil memapah tubuh Yuan Shao yang terluka bersama Yang Wei.


"Sialan! Sistem yang tidak berguna!" sungut Yang Wei yang menyalahkan Sistem Pencipta.


"Kita hanya alat uji coba bagi Ketua Wei Yan! Ayo, kita masuk dan bicarakan nanti setelah aman!" keluh Lu Bai yang baru menyadari tujuan Ketua Wei Yan.


Mereka bertiga segera masuk ke dalam portal dimensi. Tidak berselang lama, mereka muncul di Alam Mahadewa, tepatnya di jalur rahasia milik Kekaisaran Song.


Kemudian, Lu Bai segera menghancurkan portal dimensi, dia khawatir jika Kaisar Song mengejar karena telah gagal memenuhi tugasnya. Lalu mereka segera memecahkan token giok teleportasi.


Bruk... Bruk...


Lu Bai dan sahabatnya terjatuh setelah berteleportasi dan telah berada di tempat persembunyian mereka di Alam Keabadian, tepatnya mereka berada di lokasi reruntuhan bangunan Organisasi Tangan Hitam.


Setelah tiba mereka bernafas lega dengan membaringkan tubuhnya di gedung Balai Pekerjaan Umum. Mereka bertiga terdiam memikirkan perjalanan selama ini.


Semenjak mereka diusir dari Akademi Lubang Hitam semasa muda, hidup mereka selalu terombang-ambing dan penuh dengan kesulitan hingga saat ini.


"Humph!" Lu Bai menghela nafas panjang, lalu mengeluarkan medali perak yang dia dapatkan dari kompetisi Duel Sage, "sebentar lagi kompetisi Beast Leader akan dimulai. Aku tidak ingin mengandalkan Sistem Pencipta yang membuatku ketergantungan...," ungkapnya kepada sahabatnya.


Yuan Shao dan Yang Wei juga setuju, sebab Sistem Pencipta membuat mereka menjadi malas dan kurang berpengalaman.


"Semoga saja kita tidak bertemu dengan dia!" sahut Yang Wei yang membicarakan Tian Zhi.


Lu Bai dan Yuan Shao tertawa saat mengingat tentang Tian Zhi, entah apa yang membuat mereka tertawa.


"Dia baik, hanya kita yang kurang beruntung tidak menjadi satu wilayah dengannya...," kata Lu Bai yang mengingat kompetisi Duel Sage.


Mereka bertiga sebenarnya ingin menjalin hubungan baik dengan Tian Zhi, namun selalu saja terkendala banyak hal. Bahkan setelah kompetisi Duel Sage usai, mereka kesulitan untuk mendekati Tian Zhi.


...****************...