Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 103.


Chapter 103. Kota Peristirahatan.


Kota Peristirahatan sudah tampak di mata, tapi menurut Tian Zhi kota itu lebih cocok jika dikatakan sebagai reruntuhan, banyak gedung yang sudah hancur dan sebagian hampir runtuh. Biarpun begitu, Tian Zhi melihat banyak orang lalu lalang di Kota Peristirahatan, para peserta terlihat minum-minum di sebuah kedai bambu.


Dengan tersenyum Tian Zhi melangkahkan kakinya, namun terhenti saat siulan-nya menarik perhatian, ada beberapa tim berlomba-lomba mendekatinya, tapi ada satu tim yang dominan yang mendekati terlebih dahulu dan yang lain menunggu, menunggu jika tim tersebut tidak mampu mengatasinya.


Tian Zhi melihat lima peserta terbang mendekatinya dengan cepat dan tanpa basa-basi melepaskan serangan jarak jauh. Tian Zhi segera berubah menjadi udara sebelum serangan itu mengenainya.


Boom💥... Boom💥...


Rentetan lima kali ledakan energi ketika serangan tidak mengenai Tian Zhi yang sudah menjadi udara, kelima peserta itu berhenti dan segera mencari targetnya.


Pemimpin tim segera memerintahkan kepada anggotanya: "Dia pasti bersembunyi dibalik pepohonan. Cepat cari dia! "


Segera empat anggotanya menyebar. Ketika anggotanya sudah pergi, pemimpin itu merasakan desiran angin lembut dibelakangnya, segera dia membalikan badan dan melihat pedang telah melayang.


Sling...


Nyeri di leher sangat terasa dan pemimpin itu melihat dua mata Tian Zhi menatap tajam kepadanya, kepala pemimpin itu pun meluncur ke bawah menyusul tubuhnya yang telah terjatuh terlebih dahulu.


Tian Zhi tersenyum sinis dan mengambil cincin dimensi korbannya tanpa peduli dengan tatapan mengawasi dari tim lain.


Melihat anggotanya peserta yang dia bunuh kabur, Tian Zhi melihat tim yang bersembunyi.


Melihat Tian Zhi yang akan datang tim yang bersembunyi itu langsung kabur juga, siapapun pasti akan kabur menghadapi seseorang pembunuh yang memiliki kemampuan menghilang dan muncul dibelakang, kemampuan seseorang Assassin yang tidak ingin di hadapi siapapun.


Akhirnya Tian Zhi pun kembali menuju Kota Peristirahatan.


Di kota Peristirahatan, ada satu aturan yang tidak boleh dilanggar, yaitu menghentikan segala aktivitas menjarah dan berkelahi, jika aturan itu dilanggar, maka dilarang keras memasuki Kota Peristirahatan. Segala berselisih maupun bersaingan, harus diselesaikan di luar Kota Peristirahatan.


Di gedung reruntuhan, empat orang dan beberapa anggotanya sedang beristirahat dan sebagian ada yang sedang membagi hasil jarahan. Keempat orang itu adalah Peri Bersaudari, Long Quan dan Huang Liao.


He Hua dan Miao Jiang melihat Tian Zhi berjalan ke kota, sudah beberapa hari ini selalu mencarinya, namun Tian Zhi tidak pernah muncul, bahkan jejaknya juga tidak ada diketemukan setelah mendapatkan Katak Naga Keberuntungan.


Walaupun Tian Zhi menggunakan jubah penyamaran, He Hua yang memiliki kekuatan tingkat Dewa Matahari masih dengan jelas melihatnya, sebab jubah penyamaran yang terbuat dari kain biasa.


"Ayo, ikuti aku! " ajak He Hua kepada Miao Jiang, dia langsung terbang untuk mendatangi Tian Zhi dan disusul oleh Miao Jiang.


Huang Liao dan Long Quan yang merasa selalu dihindari oleh Peri Bersaudari, makin kesal dan tidak sabar untuk menggunakan cara kotor, namun mereka menunggu momentum yang tepat, sebab mereka berdua tahu jika kompetisi Asyura Path dipantau.


Dengan menahan kesal Long Quan menyusul He Hua dan diikuti oleh Huang Liao. Anggotanya yang melihat dan segera mengikuti empat orang penting bagi tim.


Seluruh anggota Peri Bersaudari hampir seluruhnya masuk dalam peringkat dua puluh besar dalam kompetisi Asyura Path, kekuatan mereka terendah di tingkat Dewa Penguasa dan tertinggi di tingkat Dewa Kuno. Kelompok yang paling ditakuti oleh semua peserta.


Sebelum Tian Zhi masuk ke dalam kota, He Hua dan Miao Jiang langsung mencegatnya.


Tian Zhi mengunci alisnya saat merasa jika kedua wanita di depannya selalu saja membuat masalah baginya, dia juga merasakan sering bertemu dengan mereka, namun dia tidak mengingat dimana pernah bertemu, padahal baru tiga kali ini berjumpa dan itupun saat di kompetisi Asyura Path.


"Apakah kamu yang mendapatkan Katak Naga Keberuntungan? " tanya He Hua dengan mata menyelidiki seluruh tubuh Tian Zhi, dia melihat mahkota emas dengan bentuk melingkar dan ada ukiran katak di dahinya.


Namun, He Hua jelas tidak mempercayainya, sebab dia curiga saat melihat mahkota yang digunakan Tian Zhi berbentuk katak, terakhir melihatnya tidak menggunakan mahkota.


Disaat akan berbicara, Long Quan yang baru keluar dari kota segera melepaskan pukulan berenergi dari atas.


Tian Zhi yang melihatnya langsung cepat menghindari dengan bergerak mundur.


Bang...


Pukulan Long Quan mengenai tanah dan membuat debu beterbangan.


Long Quan terkejut, sebab pukulan terbilang setengah dari kemampuannya, dia tidak menyangka Tian Zhi mampu bergerak lebih cepat dari serangannya.


"Kenapa kamu menyerangnya?! " bentak He Hua kepada Long Quan, jelas dia marah, jika Katak Naga memang dibawa Tian Zhi dan disembunyikan, maka akan lebih sulit mendapatkan.


"Aku kira dia musuh, jadi aku langsung menyerangnya! " jawab Long Quan yang beralasan, dia sebenarnya sangat cemburu kepada Tian Zhi.


He Hua dan Miao Jiang yang tahu niat Long Quan, makin membenci kedua pria yang selalu saja mengejarnya. Tapi, mereka juga tidak bisa melawan, sebab memiliki guru yang sama dan juga murid akademi.


Sedangkan Tian Zhi tiba-tiba menghilang dari tatapan mata semua orang.


Sontak semua orang waspada dengan mengeluarkan senjata andalannya.


Long Quan yang telah menyerang Tian Zhi jelas paling waspada dengan mengedarkan kesadarannya untuk mendeteksi keberadaan Tian Zhi.


He Hua dan Miao Jiang segera dilindungi oleh anggotanya dengan Formasi melingkar, dan sengaja anggotanya tidak melindungi Long Quan dan Huang Liao, sebab mereka berdua sudah sangat kuat.


Namun Tian Zhi muncul lagi saat berada di dalam Kota Peristirahatan, dia tersenyum sinis dan pastinya akan membunuh mereka disaat tidak berkumpul.


"Bersenang-senang lah ... Kalian tidak akan keluar dari Hutan Peperangan! " gumam Tian Zhi dan berjalan.


Miao Jiang melihat Tian Zhi dan langsung mengejarnya bersama He Hua. Tindakan mereka berdua jelas membuat anggotanya termasuk Long Quan dan Huang Liao menjadi makin membenci kepada Tian Zhi.


"Apa istimewanya dia!? " geram Huang Liao, dia tidak tahu kenapa kedua wanita itu selalu menargetkan Tian Zhi, dia segera membuat rencana untuk membunuh Tian Zhi saat keluar dari kota.


"Kalian bunuh orang itu disaat keluar dari kota, dan upahnya, aku akan membantu kalian mendapatkan Token Giok! " bisik Huang Liao kepada tim Peri Bersaudari.


"Beres, ayo kita tunggu dia! " jawab Wu Chou dengan segera, dia juga memiliki dendam kepada Tian Zhi.


Wu Chou membawa semua anggotanya yang berjumlah dua puluh orang. Wu Chou sebagai putra dari Raja Wu menjadi panutan bagi peserta lain walaupun dia memiliki kekuatan paling rendah, itu semua karena ingin mendapat status.


Setelah Wu Chou dan timnya pergi, Huang Liao berkata:


"Umpan meriam! "


Long Quan dan Huang Liao tertawa dan senang jika tidak ada lagi pria yang mendekati wanita yang mereka sukai. Mereka berdua segera menyusul Peri Bersaudari.