
Chapter 87. Menguji Kitab Putih.
***
Tian Zhi dibawa menuju suatu tempat yang memiliki pemandangan yang indah, sungai mengalir dari air terjun. Di belakang air terjun ada sebuah goa yang luas dan pintu masuknya dilindungi Formasi.
Saat berada di dalam goa akan terlihat ruangan yang luas, lalu semakin masuk ke dalam akan ada jurang berkabut. Di seberang jurang ada sebuah goa lagi dan menuju kesana harus melewati jembatan penghubung.
He Hua menggendong Tian Zhi yang masih pingsan di punggungnya dan masuk ke dalam goa setelah melewati jembatan. Setelah menyusuri jalur goa, akan terlihat seperti dunia lain yang sangat subur, banyak tanaman langka di dalamnya dan ada matahari buatan.
Dewi Cahaya berjalan di depan dan menuju sebuah hunian yang besar. Kemudian, Tian Zhi dibawa masuk ke dalam rumah dan membaringkan di kamar pribadinya.
Setelah terbaring, Dewi Cahaya memeriksa tubuh Tian Zhi dan tersenyum setelahnya.
"Kekuatannya meningkat drastis," kata Dewi Cahaya setelah melihat kondisi tubuh Tian Zhi.
He Hua dan Miao Jiang segera memeriksa Tian Zhi secara bergiliran dan terkejut karena tidak bisa mengetahui kekuatan Tian Zhi, dan melihat ke arah Dewi Cahaya untuk mendapatkan penjelasan.
Giliran Yuke yang memeriksa tubuh Tian Zhi dan berbicara menggantikan Dewi Cahaya.
"Kalian tidak akan bisa melihat kekuatannya, sebab ada segel yang menghalangi Mata Dewa, bahkan mata setingkat Dewa Absolute juga tidak akan mampu melihatnya. Kekuatannya kini berada pada tingkat Dewa Semesta level Lima. Kekuatan ini berasal dari jiwa-jiwa yang merasuki tubuhnya."
He Hua dan Miao Jiang melongo mendengar penjelasan dari Yuke. Mereka berdua tidak menyangka jika di balik musibah yang dialami Tian Zhi menjadi berkah. Kekuatan Tian Zhi naik dua puluh satu tingkat, dari tingkat Heavenly Emperor.
Swosh...
Thunderbird masuk dan langsung bertengger di dada Tian Zhi. "Jika dantian nya normal, dia sudah berada pada tingkat Dewa Tertinggi," kata Annchi menyambung penjelasan Yuke.
Sebelum He Hua dan Miao Jiang berbicara, Dewi Cahaya berbicara kepada Dragon Flame. "Dragon Flame, keluar!" perintahnya.
Seketika tanpa berani menolak, Dragon Flame keluar dari punggung Tian Zhi dengan wujud ukuran kecil dan langsung berlutut di hadapan Dewi Cahaya. Sedangkan He Hua dan Miao Jiang hanya bisa melongo melihat gurunya mampu bertindak sesuka hatinya.
"Yang Mulia, apa perintah Anda!"
"Tugasmu, menjaga goa ini dan tinggallah di dalam jurang, disana segala kebutuhanmu telah aku sediakan. Kamu akan bertemu lagi dengannya setelah satu juta tahun. Mengerti!"
"Hamba mengerti, Yang Mulia."
Swosh...
Dragon Flame langsung keluar dari rumah dan mengikuti perintah dari Dewi Cahaya. Lalu Dewi Cahaya melihat kedua muridnya.
"Loi Annchi, tugasmu saat ini sampai disini dulu, kamu bisa hibernasi," kata Dewi Cahaya kepada Annchi yang memiliki nama marga Loi, "ayo kita kembali, tujuh tahun lagi kita akan mengadakan kompetisi disini!" ajaknya, setelah selesai mengatur semuanya.
He Hua dan Miao Jiang menghela nafas berat saat harus berpisah dengan Tian Zhi lagi, mereka berdua menatap wajah Tian Zhi sebelum pergi.
Kemudian, Dewi Cahaya menyelimuti kedua muridnya dan Yuke dengan energi spiritual, seketika mereka berempat menghilang dari hadapan Loi Annchi yang tidak ikut karena harus menjalani kutukan dari Tian Zhi.
Loi Annchi langsung berubah menjadi sosok wanita cantik saat tidak ada siapapun, dan segera memeluk Tian Zhi sambil meletakkan kepalanya di dadanya. "Kita akan bertemu lagi setelah satu juta tahun. Suami, maafkan aku!" gumam Annchi dengan penuh kesedihan dan dia meneteskan air mata, dia tidak bisa lagi menemani Tian Zhi.
Annchi mencium bibir Tian Zhi dengan mesra dan penuh kasih sayang. Setelah itu, tubuhnya berubah menjadi petir dan melesat di bawah lantai rumah untuk hibernasi selama satu juta tahun.
***
Setelah lewat dua hari, Tian Zhi akhirnya membuka mata dan melihat langit-langit rumah, lalu dia melihat sekitarnya dan tempat yang tidak pernah dia kenali. Karena kebingungan, Tian Zhi menutup mata untuk mengingat apa yang baru dia alami.
Saat menutup mata, Tian Zhi baru teringat telah mengalami antara hidup dan mati saat berada di dalam pusaran badai salju, setelah tidak mampu keluar dari badai salju dia pun pingsan, karena tidak mampu menahan sakit.
Setelah sadarkan diri, tubuhnya sudah dikendalikan jutaan jiwa dari Ras Manusia dan Ras Rubah yang terbunuh, mereka mengendalikan tubuhnya untuk membalaskan dendam kepada seluruh penghuni Benua Permata Hitam.
Disaat itulah Tian Zhi berusaha mengambil ahli tubuhnya. Pertarungan jiwa dan Tian Zhi berlangsung sengit, tidak ada yang kalah maupun menang, sehingga terjadilah kesepakatan diantara mereka.
Jiwa-jiwa itu akan memberikan kekuatannya kepada Tian Zhi, asal diperbolehkan untuk mengendalikan tubuhnya sekali lagi bertujuan untuk berbicara kepada Dewi Cahaya.
Melihat kekuatan naik dengan drastis, Tian Zhi pun tertawa bahagia, dia tidak menyangka jika jutaan jiwa mampu meningkatkan kekuatannya hingga tingkat Dewa Semesta.
Selain itu, semua tekniknya juga meningkat, Kitab Biru menjadi Kitab Merah, Kitab Hitam Teknik Perubahan Wujud dan Dual Cultivation menjadi Kitab Putih.
Tidak hanya itu saja yang berubah, kini selain memiliki petir dia juga mendapatkan elemen es. Dengan mendapatkan elemen es, Tian Zhi juga mampu membuat badai salju.
Setelah tenang, Tian Zhi melihat tubuhnya yang sempat tercabik-cabik, dan ternyata telah pulih tanpa dia ketahui. Perkiraannya, pulihnya luka dan peningkatan Kitab semua karena jiwa-jiwa yang memberikannya.
Kemudian, Tian Zhi masuk ke dalam cincin dimensi dan melihat Yu Bao dan ketiga wanitanya berjalan mondar-mandir dengan raut wajah gelisah serta kuatir.
"Hai... !" sapa Tian Zhi saat masuk ke dalam mansion-nya.
"Tian...!!"
Yu Bao dan ketiga wanita segera memeluk tubuh Tian Zhi dengan perasaan lega dan bahagia. Kemudian, mereka berlima saling berbicara dan menceritakan apa saja yang terjadi selama beberapa hari ini.
Kemudian, Tian Zhi mengajak keempat wanitanya keluar dari cincin dimensi untuk mengelilingi tempat baru tanpa penghuni. Melihat dunia yang tidak gelap gulita seperti di Benua Permata Hitam, Yu Bao berbicara.
Tian Zhi berjalan sambil memikirkan He Hua dan Miao Jiang, dia sempat melihat mereka berdua saat berusaha melawan jiwa-jiwa. Tian Zhi menebak jika He Hua dan Miao Jiang memiliki hubungan erat dengan Dewi Cahaya.
"Sudahlah, tidak perlu memikirkan sesuatu yang tidak aku ketahui!" batin Tian Zhi.
"Ayo kita selamatkan anggota mu!" ajak Tian Zhi kepada Yu Bao, "kalian kumpulkan tanaman disini yang siap panen, setelah kembali aku akan meramu pill!" lanjutnya memberikan perintah kepada ketiga wanitanya.
"Hati-hati!" kata Jun Mei Lin yang masih cemas dan memeluk Tian Zhi.
"Tenang saja, aku bukan yang dulu!" jawab Tian Zhi dengan percaya diri.
Kepercayaan diri timbul karena jiwa Xiang Huangdi juga telah musnah bersama jiwa-jiwa yang mengendalikannya, dengan kondisi saat ini Tian Zhi tidak lagi mendapatkan intervensi dari Xiang Huangdi.
Setelah berpamitan, Tian Zhi menggendong Yu Bao dan berubah menjadi udara, dia melesat menguji jalur goa dan berhenti saat berada di jembatan penghubung antar goa.
Tian Zhi merasakan aura familiar di dalam jurang berkabut, dia merasakan sesuatu yang dia kenali di dalam jurang. "Ada apa?" tanya Yu Bao sambil melihat ke bawah.
"Tidak tahu...! Hanya merasa jika di dalam jurang ada sesuatu, tapi aku tidak tahu apa itu!" jawabnya.
Mereka berdua melihat ke dalam jurang, dan setelah tidak melihat apapun, Tian Zhi kembali bergerak dan disaat akan keluar dari goa pertama, dia berhenti lagi saat melihat Formasi pelindung.
Kuatir jika keluar tidak bisa masuk lagi, Tian Zhi menggandakan tubuhnya menjadi lima. Dengan pikiran, Tian Zhi menggerakkan kelima tubuh bayangan untuk keluar dan kembali masuk. Tian Zhi tersenyum kekuatiran tidak terbukti.
Segera Tian Zhi keluar dari goa dan melihat air terjun, dia tersenyum saat mengingat dengan kediaman Marquis Zhou Fan yang memiliki persembunyian yang sama.
Kembali Tian Zhi bergerak sambil melihat perubahan Benua Permata Hitam yang menjadi gelap gulita dan melihat banyak bintang-bintang di langit. Seluruh tumbuhan layu dan daun berguguran.
Yu Bao menghela nafas melihat situasi seperti ini dan Tian Zhi segera menghiburnya. "Kita bisa bertahan hidup di dalam goa Dewi Cahaya, yang memiliki matahari buatan."
Disaat melintasi menuju Gunung Mahadewi, Tian Zhi dan Yu Bao melihat kekacauan dimana-mana, banyak penjarahan, pertengkaran dan teriakan.
"Ayo, kita coba kemampuan skill perubahan wujud setelah meningkat!" ajak Tian Zhi dengan semangat.
"Hati-hati!" peringatan Yu Bao yang masih kuatir dan di anggukan oleh Tian Zhi.
Segera Tian Zhi terbang menuju pusat Kerajaan Siluman dan menemukan kekuatan seorang prajurit tingkat Dewa Hitam. Tanpa keraguan, Tian Zhi melewati prajurit sambil mengambil cincin dimensi milik korbannya, dan tidak diketahui si prajurit.
Yu Bao bernafas lega telah berhasil melewati prajurit. "Hebat! Setelah ini ajarin aku!" pujiannya pada skill perubahan wujud, dan tidak sabar ingin seperti Tian Zhi.
"Tentu! Kita cari yang memiliki kekuatan lebih tinggi!" jawab Tian Zhi dan kembali mencari korban baru.
Seluruh wilayah Kerajaan Siluman dia jelajahi, dan setiap tingkatan kekuatan juga telah dia jarah tanpa ketahuan, bahkan salah satu petinggi Kerajaan Siluman yang memiliki kekuatan tingkat Dewa Elemen juga berhasil dia ambil cincin dimensi.
Kemudian, Tian Zhi melihat Su Yin Mo, salah satu pengawal pribadi Ratu Siluman, dia segera mendekatinya dan menyentuh buah kenyalnya. Su Yin Mo jelas merasakannya dan menjadi waspada dengan melihat sekitarnya.
"Mungkin hanya angin...!" gumam Su Yin Mo yang tidak melihat orang memiliki gelagat buruk kepadanya.
Segera Su Yin Mo berjalan lagi menuju istana kerajaan Siluman dan Tian Zhi pun mengikuti. Sambil mengikuti Su Yin Mo, Tian Zhi juga mengambil cincin dimensi setiap prajurit dan kultivator yang dekat dengannya.
Tidak berselang lama, Su Yin Mo masuk ke dalam istana untuk menemui Ratu Siluman, dan Tian Zhi tidak lagi mengikutinya karena masih kuatir jika diketahui Ratu Siluman.
Tian Zhi secara berlahan masuk ke istana untuk melihat apakah Ratu Siluman bisa mengetahuinya.
Tian Zhi dan Yu Bao melihat Ratu Siluman sedang berciuman dengan sesama jenis.
"Dia adalah adik Ratu Siluman, Cang Lien," kata Yu Bao dengan suara telepati.
"Apakah mereka kekurangan jenis pria, hingga ... !" tanya Tian Zhi yang malas melanjutkan ucapan.
"Tidak! Ratu Siluman, Cang Lien dan bawahannya tidak mempercayai pria, hampir semua wanita yang memiliki kekuatan di atas Dewa Sejati malas bergaul dengan para pria!" jawab Yu Bao.
"Apa alasannya?"
"Tidak tahu, ini sudah terjadi dari leluhur mereka!" jawab Yu Bao.
Tian Zhi sudah dekat dengan Ratu Siluman dengan jarak sepuluh meter. Ternyata Ratu Siluman tidak mengetahuinya, dan membuat Tian Zhi kegirangan, dia bergerak hingga berada tepat disamping Ratu Siluman.
"Ratu, Raja Iblis Merah mengundang kita untuk menyambut kedatangan utusan dari Alam Keabadian, dari Sekte Wei!" lapor Su Yin Mo.
"Sekte Wei!!" Ratu Siluman sedikit terkejut dengan kedatangan utusan Sekte Wei, "sejak kapan dia kesini?" lanjutnya dengan bertanya.
"Sudah 10 hari berada disini."
"Apa tujuan utusan itu?"
"Maaf Ratu, saya tidak tahu, mungkin saat acara penyambutan kita bisa mengetahuinya!"
Ratu Siluman hanya mengangguk paham dan kembali melanjutkan aktifitasnya bersama Cang Lien, bahkan mengajak Su Yin Mo untuk bergabung dalam hubungan sesama jenis.