
Chapter 278. Bertemu Dengan Raja Xiang Dongjun.
...****************...
Tim Pemberantas Mayat Hidup segera kembali ke wilayah Istana Surgawi sebelum hari menjelang sore, mereka masih belum berhasil menemukan markas mayat hidup, sebab banyak sekali lorong yang bercabang-cabang.
Anehnya, setelah hari menjelang malam, mayat hidup tidak lagi menyerang dan membuat semua orang selalu gelisah. Bahkan hingga hari menjelang pagi, mayat hidup tidak ada satupun yang terlihat, malahan menara pengawas ditinggalkan oleh Zhe Zong dan Fei Zong.
Keadaan seperti ini makin membuat semua orang makin kebingungan. Dewa Bintang segera memerintahkan untuk menduduki kembali pertahanan kedua dan pertama, lalu dia segera memerintahkan ahli Formasi Array untuk membuat Formasi Perlindungan baru.
Para ahli Formasi Array dan Pasukan Surgawi segera bertindak sesuai perintah Dewa Bintang. Selama satu hari semua orang dibuat sibuk dengan berbagai aktivitas untuk memperkuat pertahanan pertama.
Setelah menjelang malam, semua Pasukan Surgawi kembali bersiap-siap untuk melawan mayat hidup. Namun sekali lagi tidak ada satupun mayat hidup yang terlihat, benar-benar suasana malam yang membingungkan sekaligus mencekam.
Sedangkan Tim Pemberantas Mayat Hidup hari ini, tidak membuahkan hasil karena masih kesulitan untuk mencari lorong yang menuju ke markas mayat hidup...
Keesokan harinya, perwakilan dari Klan Xu, Klan Zhi, Keluarga Besar Xiang dan yang lainnya mulai berdatangan, tidak ketinggalan perwakilan dari berbagai ras binatang.
Dewa Bintang dengan hati gembira menyambut mereka walaupun hanya perwakilan, dia segera menjamu dan juga mengutarakan tujuannya untuk memusnahkan mayat hidup.
Selain perwakilan yang ikut dalam pembahasan masalah mayat, petinggi Istana Surgawi banyak yang hadir, salah satunya adalah Tim Pemberantas Mayat Hidup.
"Yang Mulia sekalian, kita tahu jumlah mayat hidup dalam beberapa bulan ini telah meningkat drastis... Kita semua pastinya telah mengalami hal yang sama, rakyat kita yang menjadi korban dan bahkan ternak serta binatang buas tidak luput dari serangan mayat hidup. Jika ini terus berkelanjutan dan kita hanya mengamankan wilayah masing-masing, niscaya, hanya tinggal menghitung hari saja nasib kita akan sama seperti mayat hidup...," Dewa Bintang mulai mengutarakan tujuannya mengundang semua orang, dia berhenti berbicara sambil melihat respon para tamu.
"Kita harus bekerjasama dalam menanggulangi masalah ini. Jika kita hanya mengamankan wilayah masing-masing... Anggap saja wilayah Yang Mulia sekalian mampu menahan serangan mayat hidup, tapi tidak dengan yang lainnya. Apakah wilayah yang dianggap aman bisa bertahan hidup dalam kepungan mayat hidup? Saya kira itu hanya sementara, selanjutnya nasib Yang Mulia sekalian akan sama dengan para korban yang menjadi mayat hidup...," lanjut Dewa Bintang dan sekali lagi berhenti berbicara.
"Apakah rencana Anda?" sela perwakilan yang berasal dari Klan Zhi yang bernama Zhi Donghai, dia adalah wakil Patriark Zhi Boqin dari Kasta Prajurit.
Klan Zhi yang hanya mengirim Zhi Donghai sebagai perwakilannya, sudah dipastikan jika undang Dewa Bintang tidak terlalu ditanggapi, demikian juga dengan yang lainnya.
Bagi Dewa Bintang, undangannya direspon sudah merupakan tanggapan yang positif dan dia memakluminya, karena yang kuat selalu dihormati dan bukan sebaliknya.
"Kemana itu Wei Yan? Bukannya dia yang menyebabkan adanya mayat hidup di sini!" tanya seseorang pria tua dengan nada ketus, dia adalah perwakilan dari Klan Xu, namanya Xu Xiaojian dan jabatannya sebagai ketua ke-10.
"Oh iya, kemana dia? Seharusnya dia yang bertanggungjawab atas kejadian ini!" sahut perwakilan dari Keluarga Besar Nanggong.
Semua perwakilan segera bersaut-sautan hanya untuk mengetahui keberadaan Ketua Wei Yan. Propaganda yang dibuat oleh Jiang Chen Mei ternyata direspon oleh banyak kekuatan di Alam Keabadian.
Balai pertemuan menjadi ramai dan membuat Dewi Keabadian menghela nafas tak berdaya, lalu dia segera berbicara dengan nada sedikit keras, "Ketua Wei Yan dijemput paksa oleh pihak Kuil Alam Es."
Seketika Balai pertemuan menjadi hening mendengar nama Kuil Alam Es, tanda mereka mengenalinya. Nama Kuil Alam Es hanya diketahui oleh para petinggi setiap klan maupun keluarga besar di Alam Keabadian.
Melihat respon ketakutan semua orang, Dewa Bintang senang didalam hatinya, padahal dia sebenarnya berbohong, dia berani berbohong setelah mendapatkan jaminan dari utusan Kuil Alam Es yang memiliki tujuan sama.
Sedangkan si Wei Yan sendiri memang telah kabur mengetahui utusan Kuil Alam Es datang, dia ketakutan ditangkap dan diadili oleh Maharaja Yaksa. Sudah takut dengan Jiang Chen Mei, malah kedatangan utusan dari Kuil Alam Es, jelas Wei Yan memilih untuk kabur daripada hidup menderita.
Utusan Kuil Alam Es datang menemuinya untuk bekerjasama karena tujuannya sama, yaitu demi memiliki Batu Keabadian. Utusan itu datang setelah Bai Dong yang dikalahkan oleh Tian Zhi memberikan laporan kepada pihak Kuil Alam Es.
Setelah semua orang tenang, Dewa Bintang kembali melanjutkan perkataannya yang sempat tertunda, "karena permasalahan mayat hidup, saya mengundang Yang Mulia sekalian untuk membentuk aliansi sementara. Dengan kita bersatu melawan mayat hidup, semuanya akan mudah teratasi. Segala aturan dan lain sebagainya kita bisa bicarakan, bagaimana menurut Yang Mulia sekalian?"
Akhirnya, setelah menjelaskan panjang lebar, satu per satu perwakilan mendukung tujuan Dewa Bintang dalam menangani mayat hidup.
...****************...
Sedangkan Tian Zhi dan Jiang Chen Mei melihat hasil kerja mayat hidup yang membuat banyak lorong-lorong seperti labirin. Kedalaman lorong dari permukaan tanah mencapai 250 meter lebih dan melebihi perkiraan Tian Zhi, semakin dalam membuat lorong, akan sulit diketahui oleh kultivator dan hal ini telah dipikirkan oleh Jiang Chen Mei.
Tian Zhi sengaja ikut karena ingin tahu lebih detail tentang mayat hidup yang mampu berevolusi, hal ini akan bermanfaat baginya dimasa depan jikalau bertemu musuh dari Ras Mayat Hidup.
Saat ini Tian Zhi dan Jiang Chen Mei berada di atas wilayah Keluarga Besar Xiang yang menjadi target kedua setelah Istana Surgawi.
"Setelah ini, berikutnya Keluarga Mu," kata Tian Zhi yang menargetkan pihak-pihak yang memiliki masalah dengannya semenjak di Benua Awan Timur.
"Lakukan!" Jiang Chen Mei memerintahkan salah satu Zhe Zong untuk membuka dinding Formasi Perlindungan dengan menggunakan plat penghancur Formasi Array.
Zhe Zong segera mematuhi perintah ratunya dengan berjalan dan berhenti didepan dinding Formasi Perlindungan, lalu mengalirkan energi spiritual pada plat penghancur Formasi Array. Setelah aktif, Zhe Zong meletakkan plat besi pada dinding Formasi Array, lalu dia menekan plat pada dinding dan membuat lingkaran berdiameter tiga meter.
Seketika dinding Formasi Perlindungan terbuka, Zhe Zong segera memendam plat besi ditengah Formasi Perlindungan agar tidak tertutup (diganjal). Setelah itu mayat hidup membuat lorong terusan yang mengarah ke permukaan tanah.
Mayat hidup banyak membuat lorong yang bercabang-cabang, gerakan mereka sangat cepat dan saling bekerjasama, dimana tanah yang digali dibuang kebelakang, lalu mayat hidup yang berada di belakang juga melakukan hal yang sama.
Mayat hidup yang berada di barisan belakang menggunakan tanah yang digali untuk membuat kubah tempat dijadikan sarangnya. Saat menjelang malam, mayat hidup telah membuat lorong baru dan siap keluar saat diperintahkan oleh ratunya.
"Saatnya berburu, pergi!" perintah Jiang Chen Mei kepada pasukannya.
Bang... Bang...
Permukaan tanah langsung runtuh dan mayat hidup seperti semut saat keluar dari lorong-lorong, mayat hidup bergerak keberbagai arah, ada yang berlari dan adapula yang melompat.
Jiang Chen Mei dan Tian Zhi telah keluar dari lorong dengan wujud menjadi udara, mereka berdua melayang di atas pusat wilayah Keluarga Besar Xiang yang sangat luas.
"Keluarga Xiang memang kaya!" pujian Tian Zhi yang melihat sumber daya alam milik Keluarga Besar Xiang yang melimpah.
Apa yang dilihat oleh Tian Zhi dan Jiang Chen Mei, wilayah Keluarga Besar Xiang seperti sebuah kerajaan kecil, ada pegunungan di bagian Selatan, di pegunungan itu banyak sekali tambang emas, Batu Roh dan lain sebagainya yang dijaga ketat. Selain itu ada ladang tanaman obat dan sayuran, ada juga perkebunan dan pertanian yang juga dijaga ketat oleh para penjaga.
Tian Zhi melihat mayat hidup telah keluar dari hutan dan bergerak menuju ke tempat pemukiman penduduk. Para penjaga terkejut melihat mayat hidup telah menerobos dinding Formasi Perlindungan, segera salah satu menara pengawas membunyikan lonceng marabahaya.
"Serangan mayat hidup!!" teriak penjaga menara pengawas yang sangat keras hingga terdengar sampai pusat wilayah Keluarga Besar Xiang.
Semua penduduk keluar dari kediamannya dengan membawa berbagai senjata untuk melawan mayat hidup, para petinggi dan prajuritnya segera bertindak cepat.
Dengan Mata Langit, Tian Zhi mencari keberadaan Xiang Dongjun mantan Raja Xiang di Benua Awan Timur. Setelah beberapa saat mencari, dia menemukan keberadaan Xiang Dongjun yang baru keluar dari rumah.
Xiang Dongjun bertemu dengan leluhur Xiang yang keluar dari tempat terlarang. Leluhur Xiang inilah yang telah memberitahukan kepada Xiang Dongjun jika Xiang Tianzhi bukan putra kandungnya, sehingga Xiang Dongjun seketika berubah menjadi sangat benci dan mengusir Permaisuri Mei.
Jiang Chen Mei merasakan perubahan Tian Zhi, lalu dia bertanya, "ada apa?"
"Masalah pribadi antara aku dan mereka!" jawab Tian Zhi sambil menunjuk ke arah pusat dan Jiang Chen Mei melihatnya.
Jiang Chen Mei terkejut saat melihat kekuatan leluhur Xiang yang berada Half Alfa level 75. Sedangkan dirinya hanya berada di tingkat Half Alfa level 4 dan itupun berkat bantuan Tian Zhi yang sering mengajaknya untuk berkultivasi ganda.
"Dia sangat kuat dan tidak mungkin pasukan ku mampu mengalahkannya. Sedangkan kita bertarung bersama juga bukan lawannya!" terang Jiang Chen Mei yang dengan mudah mengukur batas kemampuannya dan lawan.
Tian Zhi mengangguk paham, dia sendiri saat ini memiliki kekuatan Half Alfa level 25, jika bertarung dengan leluhur Xiang dalam keadaan normal jelas kalah, berhubungan dia memiliki banyak teknik dan berbagai hal yang mampu meningkatkan kekuatan secara instan, Tian Zhi mampu mengimbanginya.
"Tenang saja! Kita lihat bagaimana situasinya!" ujar Tian Zhi setelah mengukur kemampuannya untuk melawan leluhur Xiang.
Jiang Chen Mei menatap wajah Tian Zhi yang tampak tenang meskipun akan berhadapan dengan orang yang kuat, dia senang berada dengan seseorang yang mampu mengendalikan emosinya. Lalu Tian Zhi yang masih memeluk pinggang Jiang Chen segera mendekati leluhur Xiang, dia ingin tahu apa yang sedang dibicarakan mereka.
Boom... Boom...
Suara ledakan energi spiritual saat Keluarga Besar Xiang bersatu melawan mayat hidup. Seandainya leluhur Xiang bersama dengan petinggi Xiang mengawasi pertarungan dari atas puncak menara.
"Lambat laun hal seperti ini sudah aku prediksi, sebab itu sejak kemunculan mayat hidup aku memerintahkan kalian untuk selalu waspada," kata leluhur Xiang kepada keturunannya.
"Pantas mereka tidak panik!" batin Jiang Chen Mei saat mendengar obrolan leluhur Xiang.
Diantara para petinggi dari Keluarga Besar Xiang, Xiang Dongjun yang paling lemah, dia memiliki kekuatan tingkat Dewa Kuning. Status mantan Raja Xiang di keluarganya hanyalah sebagai seorang junior.
Jika berada di Benua Awan Timur, Xiang Dongjun akan dianggap yang paling kuat, sedangkan di Alam Keabadian, setingkat Dewa Kuning seperti semut dan hanya dianggap sebagai junior yang baru berkultivasi. Jika Xiang Dongjun melawan satu mayat hidup, sudah dipastikan akan menjadi mayat hidup jenis Bai Zong.
Begitulah tidak berartinya setingkat Dewa Kuning di Benua Dewa hingga Alam Keabadian, sehingga mengharuskan Xiang Dongjun dengan giat meningkatkan kekuatannya. Apalagi mendengar prestasi hebat putra yang tidak diakui telah tersebar luas, dirinya merasa makin tenggelam di dasar laut.