Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 152. Naga Hitam.


Chapter 152. Naga Hitam.


Tian Zhi yang mendengar kisah Bi Liqin menjadi terharu dan spontan memeluknya. Seketika Bi Liqin berhenti berbicara saat dipeluk oleh Tian Zhi, dia merasakan kedekatan dengan sosok yang baru dikenal, padahal ini baru pertama kali bertemu.


Suasana menjadi hening, hanya terdengar suara raungan binatang buas di kejauhan serta desiran angin malam yang menambah perasaan damai di Danau Panca Warna.


Tian Zhi merasakan pakaiannya basah oleh air mata Bi Liqin, lalu dia melepaskan pelukan. Bi Liqin merasa enggan saat Tian Zhi melepaskan pelukannya. Kedua mata mereka saling memandang cukup lama.


Tian Zhi mencondongkan tubuhnya untuk mencium bibir Bi Liqin. Detak jantung Bi Liqin berdebar-debar, secara naluri dia memejamkan mata untuk menyambut ciuman Tian Zhi.


Tubuh Bi Liqin sedikit tersentak ketika bibirnya menyentuh bibir Tian Zhi, secara tak sadar tangan kirinya melingkari leher Tian Zhi dan tangan kanan memeluk pinggangnya.


Demikian juga dengan Tian Zhi yang memeluk pinggang Bi Liqin. Ciuman mereka semakin lama semakin panas dan tangan Tian Zhi mulai menyusuri tubuh Bi Liqin.


Bi Liqin kaget ketika merasakan dadanya tersentuh, dia buru-buru melepaskan ciuman dan menjauh dengan membalikkan badan. Nafas Bi Liqin terengah-engah dan raut wajah menjadi sangat merah karena malu.


Tian Zhi tersenyum dan mendekati Bi Liqin, lalu dia memeluknya dari belakang. Jelas Bi Liqin kaget, tapi tidak berusaha menghindar, dia merasakan damai dan bahagia.


"Apakah kamu mau mengikuti ku?" bisik Tian Zhi dengan menyentuhkan bibirnya pada teling Bi Liqin.


Tian Zhi ingin menjadikan Bi Liqin kekasihnya dan membantunya untuk membalaskan dendam kepada Dewa Surya serta semua musuh Dewi Samudera.


Mendengar keinginan Tian Zhi, Bi Liqin meneteskan air mata dan menunduk, dia tampak enggan meninggalkan makam gurunya, disisi lain dia ingin mengikuti Tian Zhi yang telah mencuri hatinya.


"A--aku ... Aku telah bersumpah untuk menunggu guru bereinkarnasi!" jawab Bi Liqin yang tidak bisa meninggalkan Danau Panca Warna telah janjinya kepada Dewi Samudera.


Tian Zhi terdiam sejenak dan mencium rambut Bi Liqin yang harum. "Jika urusanku selesai, aku akan sering kembali mengunjungimu!" janjinya.


Bi Liqin membalikkan badan dan melihat wajah Tian Tian, ia tersenyum dan mengangguk. "Di dalam goa ada Naga Hitam, dia sangat berbahaya dan salah satu murid Dewi Cahaya!" ungkapnya.


Seketika Tian Zhi melihat kebelakang dan sedikit mengeluarkan aura kekuatannya. Bi Liqin menggigil menahan takut dengan buru-buru memeluk Tian Zhi.


"Apakah kamu ada masalah dengannya?" tebak Bi Liqin.


"Bukan dia, tapi gurunya adalah musuhku!" jawab Tian Zhi dengan menarik aura kekuatannya.


"Naga Hitam sangat kuat, kekuatannya berada di tingkat Dewa Absolute level 12, jangan lawan dia!" cegah Bi Liqin yang tidak ingin kehilangan orang yang dia cintai.


Tian Zhi menghela nafas panjang lalu mencium kening Bi Liqin, " jangan khawatir!


Kamu segera kembali ke dasar danau!" pintanya, dia tidak takut dengan Naga Hitam, sebab kekuatannya bisa dibilang seimbang, belum lagi dia memiliki Naga Bumi dan Macan Putih yang siap bertarung dengannya.


"T--tapi dia beracun dan fisik--"


Tian Zhi segera mencium bibir Bi Liqin agar tidak mencegahnya lagi. Bi Liqin menyambut ciuman Tian Zhi dan berlahan menarik tubuhnya ke dalam danau. Bi Liqin berusaha mengalihkan perhatian Tian Zhi agar tidak melawan Naga Hitam.


Naga Hitam terkenal memiliki fisik yang kuat dan sekaligus mampu mengeluarkan racun. Kabut racun yang mengelilingi Danau Panca Warna karena nafas Naga Hitam, dia melakukan itu untuk melindungi wilayahnya.


Naga Hitam saat ini merupakan reinkarnasi dari gurunya Dewa Perang yang telah mati, yang dulu juga seekor Naga Hitam. Setelah kematian Dewa Perang, gurunya terlahir kembali dengan wujud seekor bayi Naga Hitam sekali lagi. Terlahir-nya Naga Hitam juga atas bantuan dari Dewi Cahaya.


Dewi Cahaya sebagai guru dari Naga Hitam, ingin memberikan kehidupan baru sekali lagi pada muridnya agar bisa melakukan tugasnya yang belum terselesaikan.


Tian Zhi yang sedang menikmati kemesraan bersama Bi Liqin tidak lagi menghiraukan Naga Hitam. Mereka berdua berada didasar danau tanpa melepaskan ciuman. Satu per satu pakaian mereka berdua terlepas...


"Roar!!"


Raungan Naga Hitam saat terbangun dari tidurnya, dia keluar dari goa dan menuju danau untuk minum. Ketika menunduk untuk meminum air danau dia melihat Bi Liqin sedang bercinta dengan seorang pria.


"Roar!?" Naga Hitam meraung keras, tampak sangat merah melihat mereka bercinta.


Tian Zhi dan Bi Liqin langsung memisahkan diri dan melihat ke atas. Buru-buru Bi Liqin memakai pakaiannya. Sedangkan Tian Tian menjadi geram karena belum menembus lembah surganya Bi Liqin sudah terganggu.


Namun kemarahannya menjadi kegembiraan dimana cincin dimensi miliknya bereaksi dengan menunjukkan arah pada Naga Hitam, Tian Zhi menduga Solar Plexus Stone dibawa oleh Naga Hitam.


Swosh...


Tian Zhi melesat keatas sangat cepat. Bi Liqin terlambat mencegahnya sebab dia sedang berpakaian, buru-buru dia mengikuti Tian Tian tapi terhenti ketika merasakan dua aura kekuatan Dewa Absolute meluap-luap.


Seluruh penghuni Benua Venus juga merasakan aura kekuatan Dewa Absolute dan menjadi ketakutan. He Hua dan Miao Jiang sedang mengobrol dengan Permaisuri dan putrinya langsung panik, mereka hafal dengan aura kekasihnya.


Raja Li, Raja Ling dan jajaran petinggi yang masih rapat di Istana juga terkejut, mereka segera keluar dari istana dan melihat dua sinar melesat dengan cepat menuju Benua Tengah.


"Ayo, kita lihat siapa yang akan bertarung!" ajak Raja Ling dengan penuh semangat, dia menjadi bersemangat karena tidak pernah melihat pertarungan setingkat Dewa Absolute, semua orang juga sama antusiasnya.


"Ini aura Tuan Muda! Pasti menemui musuh kuat!" seruan Raja Li yang juga bersemangat, "dua sinar itu tadi adalah kekasihnya." lanjutnya dan langsung terbang dengan kecepatan maksimal.


Malam hari menjadi lebih meriah dimana banyak kekuatan diatas tingkat Jalan Surgawi terbang menuju Benua Tengah. Di langit tampak seperti banyak meteor berekor, itu efek energi spiritual yang dikeluarkan oleh setiap Kultivator saat terbang.


Sebagian Kultivator yang tidak mampu terbang banyak menggunakan kapal angkasa dan sebagian menggunakan artefak pendukung seperti pedang terbang agar menuju ke Benua Tengah dengan cepat.


Li Jiancheng yang melihat ayahnya segera bergabung, sedangkan para permaisuri dan putra putrinya juga mengikuti. Hanya rakyat biasa yang masih ketakutan dan berbeda dengan para kultivator yang bersemangat.


Namun, semua Kultivator berhenti di pesisir pantai, mereka tidak ada yang berani melintasi lautan berbahaya, hanya melihat dua sinar melesat dengan cepat dan bebas melewati lautan.


Banyak orang melihat Naga Hitam dan seorang pria melayang tinggi di atas Danau Panca Warna. Pria itu adalah Tian Zhi dengan memegang Artefak Bintang Dua tahap rendah, senjata pedang yang dia dapatkan saat menjadi juara pertama dalam kompetisi Asyura Path.


He Hua dan Miao Jiang juga mengeluarkan Artefak Bintang Dua tahap puncak. He Hua senjatanya berbentuk kipas dan Miao Jiang menggunakan senjata cambuk, senjata mereka berdua didapatkan saat menduduki peringkat lima besar dalam kompetisi Duel Sage.


He Hua dan Miao Jiang berhenti agak jauh dari kekasihnya, mereka akan memberikan serangan jarak jauh untuk mengganggu Naga Hitam saat bertarung. Saat ini Tian Zhi dan Naga Hitam sedang berhadapan, mereka berdua saling mempelajari kelebihan musuhnya dengan menggunakan Mata Dewa.


"Aku menginginkan batu itu, kita bisa barter jika kamu mau," kata Tian Zhi yang ingin bernegosiasi dengan Naga Hitam, tapi jika Naga Hitam tidak memberikan Solar Plexus Stone, maka dia tidak akan segan menjinakkan atau membunuhnya.


"Apa hubunganmu dengan dia?" tanya Naga Hitam yang terlihat cemburu, dan membuat Tian Zhi menjadi jengkel karena pertanyaannya tidak dijawab.


"Apa urusanmu!" jawab Tian Zhi dengan ketus sambil berjalan mendekati Naga Hitam.


He Hua dan Miao Jiang bertukar pandangan dan menghela nafas berat, mereka tidak menyangka baru saja sebentar berpisah kekasihnya mendapatkan kekasih baru. Mereka berdua mencari tahu siapa wanita itu dengan mengaktifkan Mata Dewa, tapi tidak menemukannya.


Namun, samar-samar He Hua merasakan kehidupan di Danau Panca Warna yang terselimuti kabut racun, kabut racun yang tebal tidak mampu dia dilihat dengan Mata Dewa.


Swosh...


Naga Hitam mengayunkan ekornya untuk menyerang Tian Zhi. Namun Tian Zhi diam saja. Sebelum ekor Naga Hitam mendekatinya keluar sinar dari kedua mata dan melesat lebih cepat dari serangan ekor.


Bang...


Naga Bumi terkena sinar hingga membuat hampir kehilangan keseimbangan. Sinar yang keluar dari mata Tian Zhi adalah serangan kekuatan jiwa merupakan kelemahan setiap jenis binatang apapun.


"Roar!?"


Raungan Naga Hitam begitu keras tampak sangat marah setelah terkena serangan jiwa, dia mengeluarkan aura kekuatan Dewa Absolute level 12 semaksimal mungkin yang terfokus pada musuh, namun Naga Hitam terkejut melihat musuhnya baik-baik saja.


Naga Hitam membuka mulutnya dan keluar bola hitam pekat, bola energi yang mengandung racun mematikan. Tian Zhi yang diserang dengan racun tersenyum penuh kemenangan, menggunakan racun untuk menyerangnya tak akan mempan.


Tian Zhi melambaikan pedangnya dan keluar sinar melesat ke arah bola energi racun. Suara ledakan "Boom" memekakkan telinga setiap orang. Namun bola energi racun masih utuh dan bergerak cepat kearah Tian Zhi.


Tian Zhi menggunakan teleportasi, tiba-tiba menghilang dan muncul diatas Naga Hitam, dia melambaikan pedangnya yang tanpa menggunakan teknik apapun hanya mengalirkan energi spiritual.


Sontak Naga Hitam terkejut dan mengayunkan ekornya sebelum Tian melepaskan serangan. Namun Tian Zhi menghilang lagi dan muncul di bawah perut Naga Hitam dengan pedang bergerak menusuk.


Jleb...


"Roar!!" Naga Hitam meraung kesakitan saat pedang Tian Zhi menembus sisiknya yang keras, dia langsung menyerang Tian Zhi dengan membuka mulutnya.


Sekali lagi Tian Zhi menghilang dan muncul di tengah He Hua dan Miao Jiang. Kekasihnya jelas kaget dengan memukul lengan kanan dan kiri Tian Zhi. Tian Zhi tertawa dan memeluk pinggang kekasihnya setelah menyimpan pedang di cincin dimensi.


Tian Zhi tidak takut dengan Naga Hitam yang memiliki kekuatan di atasnya dua level, sebab dia banyak cara mengalahkan Naga Hitam. Dia belum menggunakan Teknik 10.000 Tubuh Ganda, Kitab Emas Aura Senjata dan masih ada empat kemampuannya yang juga belum dia keluar.


Saat bertarung tadi, Tian Zhi hanya melakukan pemanasan karena dia sudah lama tidak bertarung semenjak berada di Dunia Wanita.


"Kamu mengagetkan saja ... Kenapa kamu pergi diam-diam, bahkan sudah mendapatkan kekasih saat baru keluar sendiri! Mana wanita barumu!" protes He Hua dengan mencubit pinggang Tian Zhi.


Bukannya takut Tian Zhi malah tertawa lalu mencium bibir He Hua yang sedang cemberut, sambil tangan kiri tetap memeluk pinggang Miao Jiang.


"Roar!" Naga Hitam mengaum lagi saat melihat musuhnya sudah jauh darinya dan bermesraan dengan dua wanita yang lebih cantik dari Bi Liqin.


Bi Liqin adalah wanita yang Naga Hitam sukai dan belum pernah disentuhnya sekali saja, tapi orang yang baru dikenal hampir saja menodai kesucian Bi Liqin. Jelas Naga Hitam tidak terima hingga mengabaikan lukanya yang tertusuk pedang.