Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 195. Pertarungan Tiga Babak.


Chapter 195. Pertarungan Tiga Babak.


Kemudian, Tian Zhi menyimpan kembali Pagoda Penjara di dalam cincin dimensi, lalu dia meminta Ling Ling, Ling Xuan dan Li Jiancheng untuk mengintrogasi semua anggota Perguruan Phoenix Surga.


"Ingat, jangan bunuh mereka, karena akan berguna bagi kita di masa depan!" pinta Tian Zhi kepada ketiga istrinya.


Tian Zhi ingin mengetahui siapa orang yang menciptakan bola kristal bening yang mampu mengendalikan Yu Kanoa, dia merasa ada seseorang yang kuat di belakang Perguruan Phoenix Surga.


"Tenang saja, aku tahu tujuanmu!" jawab Ling Ling sambil mendekati Tian Zhi, dia mencium bibir suaminya dengan mesra.


Ling Xuan dan Li Jiancheng juga mencium Tian Zhi secara bergantian. Kemudian Tian Zhi memasukkan ketiga istrinya ke dalam cincin dimensi untuk melakukan tugas.


"Suami, Shang Touli dan pendukungnya telah disudutkan oleh Kaisar Song, tiga jenderal kita dan Nanggong Kaili menunggu perintah!" lapor Miao Jiang kepada Tian Zhi.


Tian Zhi kembali membuka Mata Langit untuk memeriksa keadaan Kekaisaran Shang yang telah bertarung dengan Kaisar Song. Namun, Tian Zhi tidak melihat Ratu Qinglin, dia segera mencari keberadaannya, namun tidak menemukan Ratu Qinglin.


"Apakah dia melarikan diri setelah mengetahui kekuatan lawan!" batin Tian Zhi yang tidak menemukan Ratu Qinglin.


"Perintahkan Paman Sun Yao, Hei Bao dan Ma Xiu segera menyerang setelah Shang Touli dan Kaisar Shang dikalahkan. Untuk Nanggong Kaili segera perintahkan untuk bergerak sesuai rencana!" pinta Tian Zhi kepada Miao Jiang untuk berkomunikasi dengan ketiga jenderalnya dan Nanggong Kaili.


Segera Miao Jiang berkomunikasi dengan tiga jenderal dan Nanggong Kaili dengan menggunakan Siput Penghantar Suara.


Setelah Miao Jiang memberikan perintah kepada ketiga jenderalnya dan Nanggong Kaili, Tian Zhi menggunakan topeng penyamaran dan diikuti oleh semua istrinya...


...****************...


Di ibukota Kekaisaran Shang.


Shang Touli dan pendukungnya bahu membahu melawan pasukan Kaisar Song yang telah mengepung empat gerbang pertahanan kekaisaran. Sedangkan Kaisar Shang dirawat setelah terluka oleh serangan Jenderal Zhou Fan dan Jenderal Sima Dan.


Kaisar Shang berhasil masuk ke ibukota Kekaisaran Shang melalui jalur rahasia dan mendukung leluhurnya yang telah menahan serangan Kaisar Song.


Peperangan sangat sengit dimana Kaisar Song menggunakan Katapel Bola Api untuk menghancurkan gerbang pertahanan. Namun, empat gerbang pertahanan itu sangat kokoh dan mengalami sedikit kerusakan setelah terkena serangan Katapel Bola Api.


Akan tetapi, pasukan Kaisar Song terus-menerus memborbardir pintu gerbang pertahanan. Pihak Kekaisaran Shang juga tidak tinggal diam, para jenderal terus memerintahkan prajuritnya membalas serangan dengan menggunakan Catalpult.


Saat ini, didalam istana Kekaisaran Shang berkumpul banyak petinggi untuk berdiskusi, termasuk tiga pemimpin Perguruan Seni Tapak Dewa, Tinju Pelebur Langit dan Akademi Awan Surga.


"Dimana Nanggong Kaili?" tanya Shang Touli kepada pemimpin Perguruan Seni Tapak Dewa.


"Maaf, Leluhur Shang, kami terpisah dengan mereka saat menuju kesini!" jawab pemimpin Perguruan Seni Tapak Dewa.


Shang Touli menghela nafas berat, peperangan ini benar-benar kacau dan kalah strategi dengan pihak Kaisar Song, lalu dia melihat cucunya.


"Apakah mereka tidak mengetahui jalur rahasia? Bagaimana ceritanya kalian bisa terpisah?" cecar Shang Touli kepada Kaisar Shang yang telah dirawat, dia merasakan kejanggalan dengan terpisahnya Nanggong Kaili.


"Maaf, Leluhur, pemimpin Perguruan Lima Elemen memang tidak tahu jalur rahasia! Kita terpisah karena waktu itu Nanggong Kaili sedang berbicara dengan pemimpin Perguruan Phoenix Surga. Saya kira Nanggong Kaili bisa menyusul kita, namun nyatanya dia tidak segera menyusul...," jawab Kaisar Shang dan menceritakan kejadian itu.


Setelah Yu Kanoa berhasil mengalahkan Jenderal Zhou Fan dan Jenderal Sima Dan, Nanggong Kaili meminta waktu kepada Kaisar Shang untuk berbicara dengan Yu Kanoa.


Nanggong Kaili berbicara dengan Yu Kanoa terkait dengan empat muridnya yang menghilang, Nanggong Kaili memperkirakan jika Lang Ying dan ketiga sahabatnya pindah ke Perguruan Phoenix Surga.


Sedangkan Kaisar Shang yang tahu tujuan Nanggong Kaili berbicara dengan Yu Kanoa segera menuju ke ibukota, sebab Kaisar Song telah menyerang, sehingga dia lebih mengutamakan Kekaisaran Shang daripada menunggu Nanggong Kaili.


Setelah Kaisar Shang dan pendukungnya dekat dengan jalur rahasia, mereka masih menyempatkan untuk menunggu, namun Yu Kanoa dan Nanggong Kaili tidak segera menyusul. Akhirnya Kaisar Shang dan pendukungnya memutuskan untuk meninggalkan mereka dan menyisakan dua orang untuk menjaga jalur rahasia.


Dua penjaga jalur rahasia diberikan perintah untuk membimbing Yu Kanoa dan Nanggong Kaili jika mereka menyusul. Namun hingga saat ini Yu Kanoa dan Nanggong Kaili tidak juga terlihat.


Shang Touli geleng-geleng setelah Kaisar Shang selesai berbicara, dia mengepalkan kedua tangannya untuk menahan amarah.


"Tiga orang penting menghilang secara misterius, Yu Kanoa, Nanggong Kaili dan juga Ratu Qinglin! Kemana mereka?" gumam Shang Touli.


Semua orang yang berada di istana ikut menganalisa semua kejadian ini. Disaat semua orang sedang berpikir, masuk salah satu perwira tinggi untuk melapor.


Shang Touli dan semua orang segera teralihkan dengan kedatangan perwira tinggi dengan tergesa-gesa. Perwira tinggi itu segera berlutut di depan singgasana.


"Maaf, Yang Mulia. Gerbang Utara telah hancur. Mohon berikan perintah selanjutnya!"


"Kita tahu apa yang akan terjadi jika sampai Kaisar kejam itu berhasil menguasai Benua Dewa. Aku harap kita semua dengan sekuat tenaga untuk melawan musuh bersama. Aku akan mempertaruhkan nyawa untuk mempertahankan kekaisaran kita...," ucap Shang Touli dan berhenti berbicara.


"Setidaknya, keluarga kita telah diungsikan dan mereka akan menjadi penerus kekaisaran. Ayo, kita lawan musuh bersama-sama."


Shang Touli segera berdiri dan diikuti oleh semua orang, lalu mereka keluar dari istana. Shang Touli segera menuju ke gerbang Utara dan melihat jenderal dan pasukannya telah bertempur dengan pasukan Kekaisaran Song.


Pasukan Kekaisaran Song segera masuk ke pintu gerbang Utara yang telah berhasil dihancurkan. Kaisar Song juga ikut masuk bersama dengan jenderalnya.


"Berhenti! Jika tidak, kedua Jenderal mu ini akan aku penggal!" ancam Shang Touli dengan menunjukkan Jenderal Zhou Fan dan Jenderal Sima Dan.


Semua pasukan Kekaisaran Song segera mundur saat melihat dua jenderal yang akan dipenggal. Demikian juga dengan pasukan Kekaisaran Shang yang ikut mundur dan tetap siap menyerang kembali.


Kaisar Song yang duduk di singgasananya sedikit terkejut melihat jenderal andalannya telah tertangkap, lalu dia melihat Shang Touli.


"Lepaskan mereka dan aku akan mengampuni kamu dan kalian!" perintah Kaisar Song yang tidak takut dengan ancaman Shang Touli.


Shang Touli makin marah akan sikap Kaisar Song yang tampak meremehkannya. Lalu dia mengangkat tangan kanan sebagai tanda untuk memenggal sandera.


"Tunggu!" cegah Kaisar Song sebelum algojo memenggal jenderalnya.


Shang Touli memerintahkan algojonya untuk berhenti, lalu dia berkata kepada Kaisar Song, "kamu dan pasukan segera kembali dan aku akan melepaskan mereka."


Kaisar Song tertawa dan menganggap ucapan Shang Touli sangat lucu, dia jelas tidak mungkin kembali setelah tujuannya tinggal selangkah lagi akan berhasil.


Kemudian, Kaisar Song mengetuk sandaran tangan singgasananya sambil berpikir. Setelah beberapa saat dia berkata, "kita adakan pertandingan beladiri dalam tiga babak. Jika pihak ku menang, maka lepaskan satu jenderal ku. Seandainya kamu menang, kamu bisa penggal satu jenderal ku hingga seterusnya. Seandainya kita imbang dan untuk dibabak ketiga, jika aku menang, maka kalian harus menyerahkan diri dan mengakui diriku sebagai penguasa baru kalian. Dan, sebaliknya. Kalian bisa berdiskusi selama waktu satu dupa! Ingat, aku dan kamu tidak ikut dalam bertanding ini!"


Shang Touli tahu maksud perkataan Kaisar Song, dia segera memeriksa seluruh kekuatan lawannya sebelum menjawab. Shang Touli melihat kekuatan lawan tertinggi hanya dimiliki oleh Kaisar Song yang berada di tingkat Sang Void level dua, di dalam hatinya dia sangat senang.


"Aku akan berdiskusi dulu. Selama satu dupa."


Setelah mengetahui kekuatan lawan, Shang Touli segera berdiskusi dengan semua petinggi. Dengan tawaran dari Kaisar Song yang ingin beradu kekuatan jelas menguntungkan pihaknya.


Disaat Shang Touli sedang berdiskusi, Kaisar Song telah menyiapkan tiga peserta yang akan bertarung dengan pihak lawan.


"Panggil mereka!" bisik Kaisar Song kepada kepada ajudannya.


Segera ajudan itu memanggil tiga petarung pilihan. Kemudian, datang tiga orang yang menggunakan jubah penyamaran berwarna hitam, mereka bertiga berdiri di belakang Kaisar Song tanpa berbicara.


"Apa sudah tahu tugas kalian?" tanya Kaisar Song kepada tiga petarung tanpa melihat.


"Kami sudah mengerti, Yang Mulia."


Jawaban serempak ketiga petarung itu membuat Kaisar Song tertawa senang, dia sudah lama menantikan saat-saat seperti ini. Membuat lawan merasa berada di atas angin, lalu menjatuhkannya dengan keras saat berada diatas, hal ini yang selalu digunakan Kaisar Song saat melawan musuhnya.


Setelah waktu satu dupa telah habis, Shang Touli. Shang Touli memilih tiga orang, mereka adalah pemimpin Perguruan Seni Tapak Dewa yang memiliki kekuatan tingkat Dewa Absolute level 92, pemimpin Tinju Pelebur Langit memiliki kekuatan tingkat Dewa Absolute level 94 dan pemimpin Akademi Awan Surga yang memiliki kekuatan tingkat Dewa Absolute level 96.


Tiga petarung pilihan Kaisar Song segera maju dan membuka jubah penyamarannya. Ternyata mereka adalah Lu Bai, Yang Wei dan Yuan Shao, tiga peserta kompetisi Duel Sage.


Yang mengejutkan adalah kekuatan mereka yang meningkat drastis, Lu Bai kini memiliki kekuatan tingkat Dewa Absolute level 90, Yang Wei memiliki kekuatan Dewa Absolute level 92 dan Yuan Shao memiliki kekuatan Dewa Absolute level 95.


Selain kekuatan yang meningkat drastis, ketiga mata mereka seperti milik Yu Kanoa saat melihat ketiga musuhnya, tampaknya mereka juga memiliki Sistem Pencipta. Sebuah sistem yang mampu meningkatkan kekuatan dengan cepat dan tanpa susah payah.


Pihak Shang Touli tertawa senang melihat kekuatan tiga petarung yang terpaut dua level, mereka menjadi yakin akan kemenangannya. Namun, mereka belum menyadari akan kemampuan dari Sistem Pencipta.


Semua pasukan dari kedua belah pihak segera bergerak mundur untuk memberikan ruang bertarung. Pertarungan setingkat Dewa Absolute tidak bisa dianggap enteng.


Lalu, Lu Bai maju terlebih dahulu dengan gagah dan tidak takut dengan lawan yang lebih kuat. Kemudian, pemimpin Perguruan Seni Tapak Dewa juga berjalan untuk menghadapi lawannya.


Kedua petarung itu terpaut jarak dua puluh meter, lalu Kaisar Song berbicara sebelum mereka berdua bertarung, "pertarungan hidup dan mati. Kecuali, sebelum kalah setiap petarung boleh menyerah... Sayangnya, senjata tidak memiliki mulut dan mata!"


Kaisar Song tertawa setelah berbicara, dia sangat yakin akan kemenangannya. Demikian juga dengan pihak Shang Touli yang sama-sama yakin akan kemenangannya.


...****************...