
Chapter 68. Kemunculan Kasta Kaisar.
Segera Tian, He Hua dan Miao Jiang segera berdiri. Mereka bertiga saling menempelkan punggung untuk menghadapi kepungan binatang monster kelelawar.
Binatang monster kelelawar bentuknya sangat mengerikan dan aneh, sebesar orang dewasa, moncong seperti serigala dan memiliki enam taring, telinga panjang dan runcing, punggung seperti serigala, memiliki sepasang sayap, kaki bagian belakang menyerupai kaki serigala, dan kaki depannya seperti tangan dengan empat jari mirip cakar yang tajam.
Binatang monster kelelawar mengelilingi dan mengeluarkan aroma yang bau busuk dan amis, mereka terus menerus terbang mengelilingi diatas mangsanya, menebar rasa takut sebelum di mangsa.
Tian Zhi mendengus dan segera kedua telapak tangan mengeluarkan Api Awan Hitam Petir, di telapak tangan muncul api yang mirip awan berwarna hitam dan mengeluarkan serat-serat petir.
Kali ini He Hua dan Miao Jiang tidak merasakan panasnya, sebab Tian Zhi mengendalikan panas apinya yang terfokus pada musuhnya. Biarpun Tian Zhi sudah mengontrolnya dengan baik, tetap saja kedua wanita itu merasakan sedikit panas.
"Lindungi tubuh kalian dengan perisai energi!" perintah Tian Zhi, segera kedua wanita itu menyelimuti tubuhnya dengan energi.
Para binatang monster kelelawar merasakan panasnya dan mulai panik, padahal mereka sudah bersiap-siap menyerang. Sebelum mereka berusaha kabur, Tian Zhi langsung melemparkan bola apinya kepada targetnya.
Boom💥... Boom💥...
Ledakan api saat mengenai binatang monster kelelawar dan dampak ledakan mengenai apapun. Tian Zhi langsung mengeluarkan panahnya dan menembak para binatang monster kelelawar yang tersisa.
Miao Jiang dan He Hua tidak tinggal diam, mereka segera menyerang para binatang monster kelelawar dengan senjata andalannya, Miao Jiang pengguna senjata cambuk dan He Hua menggunakan senjata kipas bulu angsa.
Tian Zhi yang melirik kedua wanita sambil terus melepaskan anak panah. Tidak berselang lama binatang monster kelelawar pun terbunuh dan sebagian telah kabur.
Kemudian, Tian Zhi memungut inti binatang dan sambil berbicara kepada He Hua dan Miao Jiang. "Kekuatan kalian lebih tinggi dari ku, tahu gitu aku bagian mengambil inti binatang saja!" gerutu Tian Zhi, dia lupa jika memiliki Giok identitas yang bisa memberikan informasi para satria.
"Enak saja! Kamu sebagai pria yang harus melindungi kita!" protes He Hua yang tidak mau dijadikan tameng.
Tian Zhi kembali teringat semua wanitanya yang bersembunyi di Kerajaan Jun. "Kalian apa tahu keberadaan Lili, Lang Ying, Li Yenny... Lima Singa, dua mantan penatua Paviliun Pill Surga...? " tanya Tian Zhi kepada He Hua.
He Hua menghela nafas dan geleng-geleng. Tian Zhi berhenti mengambil inti binatang dan melihat He Hua dengan rasa cemas. Kemudian He Hua menjawab.
"Aku secara pribadi bertanya kepada Raja Jun perihal orang yang kamu tanyakan...,"
He Hua berbicara, jika sebelum invasi para binatang monster, semua wanitanya Tian Zhi beserta anak buahnya dijemput oleh tiga orang yang misterius. Orang yang menjemput mereka menggunakan jubah penyamaran dan mengeluarkan aura yang sangat kuat, lebih kuat dari kekuatan Almighty God.
Awalnya Raja Jun berbohong, namun anehnya tiga orang itu mengetahuinya tempat persembunyian semua wanita dan anak buahnya Tian Zhi, dan tanpa bisa berbuat apa-apa, Raja Jun dan banyak saksi hanya bisa melihat tiga orang misterius membawa mereka. Dihadapan mata banyak orang, tiga orang itu menghilang seketika beserta semua orang yang dia bawa.
"Diatas Almighty God...!" gumam Tian Zhi dan dia langsung duduk di tanah dengan kedua kakinya menekuk.
Tian Zhi menghela nafas berat saat He Hua selesai berbicara, dia tidak mungkin bisa melawan kekuatan Almighty God untuk saat ini. Tian Zhi bertanya-tanya kepada dirinya sendiri, apa tujuan tiga orang membawa semua orang kepercayaannya? Dan apa kelebihan semua orang yang dia percayai hingga dibawa oleh mereka? Kenapa hanya orang kepercayaan saja yang mereka bawa dan kenapa bukan orang lain? Apa ini semua ada hubungannya dengan dia?
Melihat Tian Zhi yang termenung, He Hua kembali berbicara. "Dia hanya berpesan kepada Raja Jun, 'tidak perlu kuatir tentang keselamatan mereka'."
Tian Zhi mengunci alisnya saat melihat He Hua, dan dia kembali berpikir. Karena tidak tahu jawabnya dari banyak pemikirannya, Tian Zhi hanya bisa pasrah dan segera bangkit.
Dia hanya berharap ketiga orang itu menepati janjinya, jika tidak, seribu kali membunuh ketiga orang itu tidaklah cukup untuk menebus kemarahannya. Tian Zhi melihat ujung sungai dan ada cahaya kecil.
He Hua dan Miao Jiang saling bertukar pandangan, mereka tidak tahu apa yang dipikirkan Tian Zhi, hanya saja mereka sempat melihat kedua mata Tian Zhi mengeluarkan sinar api hitam dan putih.
"Kak, apa dia memiliki garis darah Kasta tertinggi?" tanya Miao Jiang kepada He Hua.
Kasta tertinggi yang dimaksudkan Miao Jiang adalah Kasta Kaisar, kasta yang belum pernah ada di Bangsa Asyura. Kasta tertinggi saat ini hanyalah Kasta Raja, dan sedikit orang Asyura yang memilikinya. Salah satu dari sedikit Kasta Raja adalah He Hua, dan Miao Jiang memiliki garis darah Kasta Jenderal.
"Mungkin saja, jika dilihat dari pancaran kedua matanya tadi!" jawab He Hua yang juga melalui telepati, "tapi itu juga belum pasti ... Jika dia memiliki sepasang sayap dan dua api hitam dan putih, termasuk lambang Trisula di dahinya, maka dia benar memiliki garis darah Kasta Kaisar." sambungnya.
Mereka berdua melihat Tian Zhi kembali mengambil inti binatang tanpa banyak bicara. Kedua wanita itu juga ikut membantu Tian Zhi. He Hua ingin berbicara kepada Tian Zhi, tapi mulut susah untuk berbicara dan tidak tahu harus memulai darimana.
"Apa kamu benar adalah Xiang Tianzhi, putra Raja Xiang dan Selir Mei?" tanya Miao Jiang yang ingin mencairkan suasana dengan mencari tahu identitas Tian Zhi yang asli.
Setelah menjawab, Tian Zhi kembali mengambil inti binatang. Jawaban Tian Zhi justru semakin membuat kedua wanita itu penasaran dan banyak tanda tanya muncul dibenak mereka.
"Lalu darimana asal mu?" sekali lagi Miao Jiang bertanya.
"Waktu kamu membangkitkan garis darah, statusmu berada di kasta apa?" He Hua juga ikut bertanya, dia bertanya karena melihat sinar dua warna di mata Tian Zhi.
Tian Zhi yang dicecar banyak pertanyaan menjadi kesal. "Aku anak buangan dan kasta rakyat jelata!" jawabnya dengan ketus.
Tian Zhi langsung terbang keluar dari goa raksasa, sebab Dragon Flame tidak dia temukan. Kedua wanita itu geleng-geleng dan segera mengikuti Tian Zhi yang telah terbang dengan sangat cepat. Namun Tian Zhi tidak mereka temukan.
He Hua dan Miao Jiang meningkatkan kecepatannya untuk menyusul Tian Zhi hingga keluar dari lorong. Saat sudah berada di luar mereka juga tidak menemukan Tian Zhi, yang seakan-akan hilang terbawa angin.
He Hua menghela nafas dan menyadari jika pertanyaan terlalu berlebihan tentang hal status. "Tampaknya dia tidak suka jika ada orang yang berbicara tentang status!" sesalnya sambil terus mencari Tian Zhi.
Ya, siapa saja yang ditanya tentang status pada umumnya akan tersinggung. Bagi sebagian orang kaya dan memiliki jabatan tinggi, status adalah hal utama untuk meningkatkan kualitas diri. Apalagi bagi Bangsa Asyura, status sangatlah penting.
Namun berbeda dengan Tian Zhi, baginya status seseorang tidaklah penting, dan tidak selalu menunjang karir maupun prestasi seseorang. Walaupun Tian Zhi memiliki status tertinggi, dia selama ini selalu berusaha sendiri, dan mencapai prestasi seperti saat ini juga hasil jerih payahnya tanpa bantuan keluarga maupun orang lain.
"Kamu tidak salah bertanya, ini sudah menjadi hal umum!" hibur Miao Jiang dengan menggandeng tangan He Hua.
He Hua melihat kearah wilayah Kerajaan Xiang, dimana binatang monster sedang bergerak menuju Sekte Yin. Buru-buru kedua wanita itu terbang dengan sangat cepat menuju Sekte Yin.
Sepeninggalnya He Hua dan Miao Jiang, Tian Zhi keluar dari lorong, dia tersenyum, tapi bukan karena kedua wanita itu telah pergi.
Dia senang setelah melihat armor nya yang ternyata ada sedikit perubahan, dimana lehernya juga terlindung, salah satu titik fital yang bisa membuat orang mati seketika jika dipenggal.
Kesenangannya berganti serius saat melihat keatas, dia melihat lubang portal dimensi.
Dari lubang portal dimensi keluar banyak tentakel. Tentakel itu menahan lubang portal dimensi agar tidak menutup, dan keluar banyak binatang monster.
Tian Zhi mengeluarkan panahnya sambil melayang, dia berniat menghancurkan lubang portal dimensi. Akan tetapi saat jarak dari permukaan tanah, dia merasakan tekanan kuat dan hampir membuatnya goyah.
Boom💢...
Segera Tian Zhi mengaktifkan armor dan juga garis darahnya hingga maksimal. Setelah mengaktifkan semuanya, tubuh Tian Zhi terasa ringan. Tian Zhi langsung menggunakan kemampuan teleportasi, dia muncul dekat dengan lubang portal dimensi, terpaut jarak dua ribu meter.
(Gemuruh)
Suara gemuruh mengerikan terdengar hingga di seluruh Benua Awan Timur, keluar awan hitam yang mengeluarkan petir. Semua orang terbelalak kaget dan ketakutan saat melihat awan hitam, apa yang mereka lihat adalah Kesengsaraan Petir peringkat peringkat kelima, yaitu Petir Surgawi Sembilan Warna.
Namun, Kesengsaraan Petir peringkat kelima ini sangat berbeda, dimana mengeluarkan panas yang ekstrim, panas ini karena Api Awan Hitam Petir.
Tentakel yang menahan lubang portal dimensi juga merasakan Petir Surgawi Sembilan Warna. Buru-buru dia memasukkan tentakelnya agar tidak terkena sambaran petir dan hangus terbakar.
Itu semua muncul karena Tian Zhi, dimana dia mengeluarkan semua kemampuannya, api dan petir. Dua elemen yang mematikan dan mengerikan. He Hua dan Miao Jiang seketika berhenti saat mendengar gemuruh di langit dan juga merasakan panas.
Semua kehidupan melihat kearah lubang portal dimensi, dimana mereka melihat jelas sosok bertubuh api yang memiliki sayap dua warna, hitam dan putih, sosok berapi itu juga membawa panah dan sedang membidik.
Akibat Api Awan Hitam Petir dan Petir Surgawi Sembilan Warna, lubang portal dimensi terdistorsi dan bergetar.
Binatang monster yang keluar dari lubang langsung hangus, seluruh wilayah Kerajaan Mu juga ikut terbakar, dan suara petir menggelegar dan menyambar apapun.
"Kasta Kaisar ... Itu pasti Tian Zhi!!" seruan He Hua dan Miao Jiang bersamaan saat yakin jika sosok berapi dan bersayap.
Mereka berdua yakin jika itu Tian Zhi, sebab di Benua Awan Timur hanya dia yang memiliki Api Awan Hitam Petir dan Armament Grade Immortal.