
Chapter 100. Tantangan.
Hutan Peperangan adalah wilayah khusus untuk kompetisi Asyura Path, daerah yang dipenuhi hutan lebat.
Hutan Peperangan diapit tiga Kerajaan, Kerajaan Naga yang berada di sisi Barat, di sisi Utara adalah wilayah milik Ras Peri/Elf, di sisi Selatan adalah lautan lepas dan sisi Timur adalah wilayah Kerajaan Dewa Dewi yang dipimpin Raja Wu.
Tidak berselang lama kapal angkasa transportasi pun tiba di tempat parkir yang telah disediakan.
Tian Zhi dan Feng Zixuan melihat sebuah Formasi besar untuk melindungi Hutan Peperangan dan di depan pintu masuknya dibuat sebuah gedung megah. Gedung ini menjadi basis untuk melihat aktivitas peserta kompetisi Asyura Path selama satu bulan.
Gedung itu diberi nama Paviliun Asyura Path.
Disebelah Utara Paviliun Asyura Path merupakan lahan khusus untuk tempat berbaris bagi para peserta kompetisi untuk mendapatkan pengarahan singkat.
Tian Zhi dan Feng Zixuan turun dari kapal angkasa dan diikuti banyak peserta.
Sebelum Tian Zhi berkumpul di tempat para peserta kompetisi, Feng Zixuan memegang bahunya, dia berkata:
"Aku tidak terlalu berlebihan dalam peringkat kelima besar, cukup kamu masuk dua puluh besar aku sudah senang. Tapi, hanya lima Buah Suci yang akan aku berikan sesuai dengan kesepakatan kita! "
Tian Zhi mengangguk paham, dia mengangkat tangan kanan dengan melebarkan jari-jarinya, dan menjawab:
"Lima besar, lima Buah Suci di tambah sepuluh Buah Suci dan Artefak Bintang satu!"
Setelah itu Tian Zhi berlalu dan berkumpul dengan para peserta kompetisi Asyura Path. Feng Zixuan geleng-geleng dan menghela nafas berat, dia melihat punggung Tian Zhi.
"Aku tidak bisa seperti dia yang lebih muda, dalam hal kepercayaan diri. Seandainya, kedua gadis dari Akademi Istana Surgawi tidak ikut, aku masih optimis kamu bisa masuk sepuluh besar, tapi... Hah! Sudahlah! "
Feng Zixuan berbicara kepada diri sendiri dan membalikkan badan untuk menuju Paviliun Asyura Path, namun dia kembali mendesah saat melihat rekannya sesama guru, dia adalah Situ Kwong dan sepuluh muridnya.
"Pak tua, dimana murid andalan mu, apakah kamu sudah siap untuk membuat prestasi gagal yang ke-50 kalinya! Hahaha! "
Seperti biasanya Situ Kwong mengejek prestasi Feng Zixuan dan ditertawakan oleh murid-murid Akademi Istana Surgawi.
Feng Zixuan tidak menjawab dan berjalan menuju Paviliun Asyura Path, dan ketemu dengan Wu Chou, sekali lagi Feng Zixuan diejek dan dihina oleh murid Paviliun Formasi Bintang.
Di kejauhan Tian Zhi melihat Feng Zixuan di hina seperti dirinya, tapi perbedaannya, hinaan yang diterima Tian Zhi, dia jadikan motivasi, sedangkan Feng Zixuan hanya diam di tempat tanpa berusaha memperbaiki diri.
Setelah melihat Feng Zixuan, Tian Zhi melihat sebuah kapal angkasa berukuran dua kali lipat dari kapal angkasa transportasi. Semua peserta pun melihat dan bersorak-sorai saat gosip menjadi nyata, dimana mereka melihat pujaan semua orang berdiri di Anjungan.
He Hua dan Miao Jiang sangat cantik, mereka terlihat mirip, pakaiannya juga sama, berwarna merah. Perbedaan mereka bisa dilihat, He Hua memiliki telinga runcing dan mata seperti ular, sedangkan Miao Jiang sedikit lebih pendek dan menggunakan pengikat kepala seperti mahkota.
He Hua dan Miao Jiang adalah murid Inti di Akademi Istana Surgawi, He Hua memiliki kekuatan Dewa Bintang level lima dan Miao Jiang memiliki kekuatan Dewa Matahari level delapan.
Kedatangan He Hua dan Miao Jiang menjadi daya tarik tersendiri dan tidak biasanya peserta kompetisi Duel Sage mengikuti kompetisi yang lebih rendah di bawahnya, sebab hadiahnya lebih kecil dibandingkan kompetisi Asyura Path yang hanya mendapatkan Buah Suci peringkat Bumi, sedangkan kompetisi Duel Sage mendapatkan hadiah Buah Suci peringkat Langit.
Jika Buah Suci peringkat Bumi mampu meningkatkan sepuluh level, maka Buah Suci peringkat Langit mampu meningkatkan sebanyak dua puluh lima level, dan sedikit aneh jika peserta kompetisi Duel Sage mengikuti acara saat ini. Namun, justru kehadiran mereka menjadi suasana meriah.
Tian Zhi hanya melihat dan tidak ada reaksi berlebihan saat kedatangan dua Peri Bersaudari, dia memejamkan mata untuk membuat rencana saat di Hutan Peperangan.
Setelah He Hua dan Miao Jiang turun dan menuju panggung yang diperuntukkan bagi ketua penyelenggaraan, suasana menjadi hening saat kedatangan seseorang ketua dari Akademi Istana Surgawi, ketua itu bernama Wei Yan dari marga Wei, dan merupakan guru dari dua Peri Bersaudari.
Selain dua kompetisi itu ada kompetisi yang lainnya lebih besar persaingan, prestasi dan hadiahnya, menurut prestasi, yaitu;
Supreme Saint.
Beast Leader.
Duel Sage.
Asyura Path.
Dan karena status Wei Yan yang menciptakan banyak kompetisi membuat suasana hening, jelas semua peserta sangat hormat dengan sosok yang disegani di Alam Keabadian.
Wei Yan melihat semua peserta dan kedua mata terkunci pada Tian Zhi yang tampak tenang sambil memejamkan mata, dia terkejut tidak mampu melihat kekuatannya, tapi dia pikir Tian Zhi memiliki jimat yang menutupi kekuatannya.
He Hua dan Miao Jiang yang berada di belakang gurunya juga melihat Tian Zhi yang memejamkan mata sambil berdiri dengan kedua tangan terlipat di depan dadanya.
"Hati-hati dengan peserta itu, dia bukan anak muda sembarangan! " pesan Wei Yan kepada kedua muridnya dengan suara telepati.
He Hua dan Miao Jiang mengangguk dan penasaran dengan sosok pria yang mengeluarkan aura misterius, mereka berdua penasaran dan tersenyum saat memiliki rencana untuk membuat Tian Zhi kalah.
"Tidak perlu lagi aku perkenalkan diri. Seperti yang sebelumnya, kompetisi Asyura Path berlangsung selama satu bulan, mengumpulkan sebanyak-banyaknya token Giok yang tersembunyi di Hutan Peperangan untuk menjadi pemenang. Bebas menjarah dan bahkan saling membunuh. Tapi, jika kalian menyerah sebelum terbunuh, maka secara otomatis Formasi Pelindung akan menyelamatkan kalian. Apakah kalian semua paham! " Wei Yan segera memberikan sedikit pengarahan singkat kepada semua peserta.
"Mengerti, Ketua. "
Serempak semua orang menjawab kecuali Tian Zhi, sebab acara pembukaan seperti ini sangat membosankan dan dia ingin segera berburu token Giok untuk meraih juara pertama, sebab misinya harus menjadi juara pertama untuk mendapatkan satu Batu Keabadian dari wanita misterius.
Menjadi juara pertama akan mendapatkan sepuluh Buah Suci peringkat Bumi dan Artefak Bintang Satu tahap puncak, dan selain itu, Tian Zhi juga mendapatkan hadiah dari Feng Zixuan. Jelas Tian Zhi harus menjadi juara pertama, bukan karena hadiahnya tapi nyawanya menjadi pertaruhan.
Wanita misterius itu mengatakan:
"jika kamu tidak dapat mengumpulkan semua Batu Keabadian, maka kamu akan mati, sebab jiwamu terhubung dengan ketujuh Batu Keabadian! "
Oleh sebab itu, Tian Zhi harus menjadi juara pertama apapun caranya. Tian Zhi tidak mendengarkan penjelasan perihal hadiah, sebab dia selalu merenungi ucapan wanita misterius itu.
"... Baiklah, semua segera masuk, disaat kalian masuk, akan dikirim secara acak di Hutan Peperangan. Semoga berhasil, tetap berusaha apapun hasilnya. Kompetisi Asyura Path, dimulai. "
"Hore...!! "
Akhirnya Wei Yan telah selesai memberikan pengarahan singkat dan membuka kompetisi Asyura Path, semua peserta bersorak-sorai dan masuk menuju pintu masuk Hutan Peperangan yang terbuat dari Formasi.
Tian Zhi masuk paling akhirnya, tapi tidak hanya dia yang menunggu peserta lain masuk terlebih dahulu, He Hua dan Miao Jiang juga melakukan hal yang sama setelah meminta restu gurunya.
He Hua dan Miao Jiang melihat punggung Tian Zhi dan mereka buru-buru mendekatinya. Tian Zhi mencium aroma wangi berbeda dari dua Peri Bersaudari, tapi dia tetap cuek.
"Aku menantang mu, jika kamu berhasil masuk lima besar. Aku akan berikan dua Buah Suci peringkat Bumi! " tantang He Hua saat berada disebelah Tian Zhi.
Tian Zhi tersenyum dan menjawab setelahnya:
"Dengan senang hati! "