Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 289. Tian Zhi Kembali.


Chapter 289. Tian Zhi Kembali!


Tiga hari berlalu setelah kematian Jiang Chen Mei. Waktunya bagi aliansi untuk menyerang markas mayat hidup.


Sebelum itu, kabar tentang dua keluarga besar yang menghilang membuat kehebohan di Alam Keabadian. Ditambah lagi dengan hancurnya Sekte Wei dan tewasnya Dewa Bintang makin menambah daftar panjang hilangnya penguasa sebelum hari pertemuan besar yang diadakan di Klan Zhi.


Semua orang telah menyelidiki penyebab menghilangnya tiga penguasa. Hasil penyelidikan bahwa mayat hidup adalah satu-satunya faktor penyebabnya.


Banyak bukti yang mengarah kepada mayat hidup. Di Sekte Wei misalnya, walaupun wilayahnya hancur total, masih ada sisa-sisa bukti terowongan yang merupakan jalur bagi mayat hidup untuk menyerang Sekte Wei. Apalagi ditambah saksi mata pihak Istana Surgawi yang lolos dari kematian.


Semua penguasa bersepakat untuk memusnahkan seluruh mayat hidup dari Alam Keabadian. Dan, aliansi yang dicetuskan oleh Dewa Bintang makin banyak yang mendukung.


Setelah kematian Dewa Bintang, nama Lu Bai, Yang Wei dan Yuan Shao makin bersinar terang, sebab telah menyelamatkan banyak prajurit surgawi dan membawa kepala Dewa Bintang yang terpenggal.


Kepala Dewa Bintang diawetkan dan dibuatkan tubuh baru yang terbuat dari boneka wayang. Lalu jenasahnya dimakamkan di Gunung Jalan Terakhir, lokasi terlarang untuk dipijak oleh siapapun, hanya pada hari-hari khusus bisa dikunjungi.


Para dewan Istana Surgawi meminta Lu Bai dan kedua sahabatnya untuk memimpin aliansi dalam memberantas mayat hidup.


Saat ini, semua kekuatan berkumpul di Istana Surgawi untuk memulai hari pemusnahan mayat hidup. Genderang perang ditabuh dan semua orang yang berpartisipasi segera mengendalikan kapal angkasa...


Tian Zhi muncul di gedung utama Sekte Tangan Hitam yang didirikan oleh Jiang Chen Mei. Gedung utama sangat sepi, hanya ada Tian Zhi seorang. Tian Zhi melihat mayat hidup, dimana semenjak kematian ratunya, mayat hidup yang tersisa lebih beringas dalam memburu apapun yang bergerak.


Tian Zhi mengembangkan senyuman hangat ketika teringat perkataan Jiang Chen Mei tentang tempat rahasia yang tidak ingin diketahuinya. Tian Zhi menduga, sebelum Jiang Chen Mei tewas, pasti telah merencanakan sesuatu, entah apa itu, Tian Zhi belum mengetahuinya.


Tian Zhi sebenarnya ingin menyelidiki tempat rahasia yang dikatakan oleh Jiang Chen Mei, namun niatnya diurungkan demi menghormati privasi Jiang Chen Mei. Selain itu, akan membutuhkan banyak waktu untuk mencari tempat rahasia yang dibuat oleh Jiang Chen Mei, dimana didalam tanah terdapat ribuan lorong-lorong yang bercabang.


Tian Zhi melihat ke arah Istana Surgawi. Banyak kapal angkasa yang terbang dengan kecepatan sedang, jumlahnya mencapai ribuan kapal angkasa.


Tian Zhi menghela napas panjang saat mengingat hari-harinya bersama dengan Jiang Chen Mei. "Selamat tinggal!" ucapnya terakhir pada gedung utama sebagai saksi bisu dalam kisah percintaannya. Lalu dia segera berteleportasi.


Setelah kepergian Tian Zhi, muncul dua orang bertopeng emas dan perak, mereka mengenakan jubah penyamaran berwarna serba hitam. Mereka berdua berada di atap gedung utama dan sedang memperhatikan mayat hidup, lalu melihat ribuan kapal angkasa yang akan tiba di markas Sekte Tangan Hitam.


"Apa yang harus kita lakukan kepada mereka?" tanya topeng perak kepada topeng emas.


"Kita tidak perlu melakukan apapun, tugasmu sudah selesai. Lebih baik kita kembali!" jawab topeng emas.


Topeng perak melihat sekitarnya dan mengangguk sebagai jawaban. Topeng emas memegang pergelangan tangan kiri topeng perak. Tubuh mereka berdua bercahaya dan menghilang dalam sekejap mata.


Ribuan kapal angkasa gabungan dari banyak kekuatan akhirnya tiba ketika menjelang malam. Semua orang melihat banyak mayat hidup berkeliaran mencari mangsa.


"Serang!" teriak Lu Bai yang menjadi komandan serangan gabungan.


Segera semua orang melompat dari dek kapal dan melepaskan serangan berenergi kepada mayat hidup. Mayat hidup mendongak dan melihat berbagai macam serangan menuju kearahnya.


Boom boom boom boom...


Rentetan ledakan terdengar keras ketika berbagai serangan mengenai sasaran. Lu Bai dan kedua sahabatnya menggunakan cairan khusus yang diberikan oleh Tian Zhi, sehingga mayat hidup menjauhinya. Mereka bertiga dengan ganas membantai mayat hidup dan diikuti semua orang...


Sedangkan Tian Zhi telah berada di depan Istana Api Asyura. Kedatangan Tian Zhi disambut oleh banyak istri yang sedang menggendong anak-anaknya. Tian Zhi tertawa bahagia melihat istri dan anak-anaknya.


"Yah... Ayah!!" panggil Xiang Ri Kui dengan penuh semangat melihat ayahnya telah pulang.


Tian Zhi berjongkok dan menyambut putranya yang berlari sambil mengangkat kedua tangan. Tian Zhi tertawa sambil memeluk Xiang Ri Kui.


He Hua melihat Tian Zhi yang banyak perubahan, dimana auranya lebih kuat sebelum pergi. Tapi, ada satu hal yang mengganjal hati He Hua, dia merasakan suaminya sedang bersedih.


Sebagai seorang wanita, He Hua tahu betul perubahan psikologis suaminya. Tapi, dia tidak ingin bertanya sebelum Tian Zhi berinisiatif mengutarakan isi hatinya.


"Pengalaman apa saja selama beberapa Minggu ini?" tanya He Hua dengan nada lembut.


"Tidak banyak... Ayo, kita duduk dulu!" jawab Tian Zhi yang selalu saja membuat penasaran.


"Kamu mau apa?" tanya balik Tian Zhi dan mencium pipi tembem putranya.


"Banyak...," jawab Xiang Ri Kui sambil menyebutkan satu per satu apapun yang dia inginkan dan membuat Tian Zhi gemas.


Setelah berkultivasi, kekuatannya kini berada di tingkat Half Alfa level 58, hanya naik 11 level. Kemudian dia mengunjungi setiap kota yang ada di Alam Keabadian untuk membeli oleh-oleh bagi keluarganya, terutama bagi istri dan anak-anaknya.


Selama mengunjungi banyak kota, Tian Zhi selalu menggunakan penyamaran agar lebih nyaman berbelanja dan menyelidiki Klan Zhi. Ada satu momen yang menyenangkan hatinya ketika sedang bersedih, dimana dia membantu gadis kecil yang ibunya sedang sakit keras. Tian Zhi memberikan cincin dimensi yang berisi dua botol giok Pil Penyembuh dan ribuan keping emas kepada gadis kecil tersebut.


Tian Zhi yang awalnya tidak ingin ikut, dipaksa oleh gadis kecil untuk melihat ibunya. Akhirnya Tian Zhi mengikutinya. Sesampainya di rumah yang sangat sederhana, dia melihat seorang wanita dewasa usia 37 tahun sedang tergolek lemah, pucat dan mengeluarkan aura kematian, tanda ajalnya telah dekat.


Tian Zhi segera memeriksa tubuh wanita itu dan terkejut saat mengetahui penyakitnya. Ternyata wanita itu terkena racun cacing Gu. Yang mengejutkan Tian Zhi, wanita itu mampu menahan pengaruh racun cacing Gu sehingga tidak sampai menjadi mayat hidup.


Tian Zhi meminta kepada gadis kecil untuk memberikan Pil Penyembuh pemberiannya. Gadis kecil itu mengeluarkan satu botol giok dan mengambil sebutir Pil Penyembuh. Tidak berselang lama, wanita itu segera sembuh dan membuat putrinya kegirangan.


Sayangnya, Tian Zhi telah pergi sebelum gadis kecil dan ibunya mengucapkan banyak terima kasih. Hingga duduk di singgasananya, Tian Zhi tidak mengetahui siapa nama gadis kecil itu dan ibunya.


Tian Zhi mengeluarkan banyak hadiah yang disimpan di dalam cincin dimensi, lalu dia meminta kepada Guang Liem dan He Hua untuk membaginya kepada semua orang.


Ketiga jenderal dan beberapa pejabat berdatangan ketika mendengar kaisar-nya telah kembali. Tian Zhi tidak banyak bercerita tentang pengalamannya di Alam Keabadian, bahkan nama Jiang Chen Mei tidak sekalipun disebutkan. Baginya, Jiang Chen Mei adalah kisah hidupnya yang akan menjadi rahasia.


Tian Zhi menceritakan tentang mayat hidup yang menginvasi Alam Keabadian, musnahnya empat kekuatan, dia juga menceritakan tentang gadis kecil yang dia tolong. Tian Zhi mengatakan alasannya lama beranda di Alam Keabadian, yaitu untuk menyelidiki tentang Klan Zhi.


"Apakah kamu sudah menyelidiki tempat penjara kakek dan nenekmu?" sela Zhi Yinping.


"Aku belum sempat menyelidikinya, sebab waktu itu aku diketahui oleh Zhi Shaosheng dan buru-buru menghindarinya!" jawab Tian Zhi dan mengejutkan Zhi Yinping.


"Leluhur pertama masih hidup?" pekik Zhi Yinping dan di anggukkan oleh Tian Zhi.


Tian Zhi mengetahui nama leluhur pertama Klan Zhi ketika mendengar obrolan semua orang yang mendatangi lokasi ledakan Piramida Sihir.


"Kenapa kamu begitu terkejut?" tanya Tian Zhi yang keheranan melihat reaksi istrinya.


Zhi Yinping mengembangkan senyuman yang terpaksa. "Aku kira leluhur telah ... Berarti pertemuan besar yang akan datang akan semakin meriah dengan hadirnya leluhur pertama. Ketika waktu itu tiba, kesempatan baik untuk kita menyelamatkan ayah dan ibu!" jawabnya dan memberikan saran.


Tian Zhi menatap wajah Zhi Yinping yang sedang menggendong putrinya, dia merasa ada yang disembunyikan darinya. Dia menduga jika Zhi Yinping mengira leluhur pertama Klan Zhi telah meninggal dunia.


"Kita pikirkan nanti ketika waktunya akan tiba. Selama aku tinggal, apakah ada sesuatu yang terjadi?" Tian Zhi memutuskan untuk tidak memikirkan tentang leluhur pertama dan bertanya tentang Alam Mahadewa.


"Dewi Alkemis ingin bertemu denganmu. Sudah beberapa hari ini dia datang ke istana. Selain itu, situasi perekonomian dan lain sebagainya telah membaik. Ya, ada beberapa kota yang memberontak, tapi kita bisa mengatasinya dan situasi kembali kondusif...," lapor Guang Liem secara perlahan.


Tian Zhi mendengar semua laporan dari semua istrinya dan juga para pejabat. Tapi sebenarnya, dia sedang memikirkan tujuan Dewi Alkemis yang ingin bertemu dengannya.


Selain itu, walaupun Tian Zhi memutuskan untuk tidak membicarakan tentang Zhi Shirong, dipikirannya sedang membuat rencana untuk membebaskan kakek dan neneknya, kemudian baru bisa menyelamatkan Dewi Salju.


"... Dewa Air juga ingin menemui mu. Sudah beberapa hari ini dia menunggu." Akhirnya He Hua menutup laporan setelah semua orang melaporkan hasil kerjanya.


"Dewa Air? Ada apa?" tanya Tian Zhi yang penasaran.


"Kita tidak tahu. Dia ingin berbicara empat mata denganmu!" sahut Meyleen.


"Ya sudah. Buatkan jadwal untuk siapapun yang ingin bertemu denganku. Dalam dua hari ini, aku ingin bersantai dengan kalian," kata Tian Zhi yang ingin meluangkan waktu demi keluarganya, dia melihat Xiang Ri Kui telah tertidur di pangkuannya.


Malam ini menjadi hari yang gembira, para pelayan istana mengeluarkan minuman dan makanan yang terbaik untuk menyambut kedatangan Kaisar Api Asyura.


Sedangkan Tian Zhi menggendong putri-putrinya secara bergantian. Untung saja Xiang Ri Kui sudah tertidur, sehingga Tian Zhi dengan bebas menggendong adiknya. Semua istrinya mengeluhkan keusilan Xiang Ri Kui yang selalu menganggu adik-adiknya.


Tengah malam pesta sederhana berakhir. Saatnya Tian Zhi melakukan kewajibannya sebagai seorang suami kepada istri. Pertama yang berkultivasi ganda adalah He Hua, Miao Jiang dan Meyleen.