Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 127.


Chapter 127. Naga Bumi dan Macan Putih.


Saat Tian Zhi mendekati istana, dia melihat istana itu dikelilingi tembok hitam yang terbuat dari logam berat. Tian Zhi mengernyitkan dahinya, dia merasakan tubuhnya seakan-akan menjadi sangat berat, padahal dia berubah wujud menjadi udara. Tapi anehnya, Orb Aura Beast dan Roh Beast tetap menggelinding dengan lancar.


Tian Zhi mengatupkan rahangnya menahan berat tekanan yang keluar dari istana. Karena tidak mampu menahan tekanan kuat, akhirnya dia menampakkan dirinya untuk mengaktifkan Jirah Perang Dewa Binatang, setelah aktif tubuhnya terasa ringan seperti semula.


"Roar...!? "


Raungan Naga ketika Tian Zhi terlihat. Sontak Tian Zhi merasakan menggigil mendengar raungan Naga. Dia mengumpat dan kembali berubah menjadi udara.


Tian Zhi menepuk keningnya sendiri karena kebodohannya tidak mengaktifkan Jirah Perang Dewa Binatang sejak awal, hingga mengharuskan dia menampakan diri hanya untuk mengaktifkannya.


Setelah Jirah Perang Dewa Binatang Aktif, tubuhnya menjadi ringan dan tidak tertekan lagi. Lalu dia terkejut saat melihat seekor Naga Bumi keluar dari istana, memiliki dua pasangan tanduk, sepasang tanduknya lebih panjang, kedua mata berwarna biru dengan tatapan tajam, ukurannya sangat besar dan panjang.



Naga Bumi mencari keberadaan manusia yang sesaat lalu dia mencium aromanya, setelah beberapa saat tidak ketemu, Naga Bumi kembali masuk ke dalam istana.


Tian Zhi menghela nafas lega saat tidak diketahui oleh Naga Bumi. He Hua dan Miao Jiang juga gemetaran di dalam cincin dimensi, mereka yang berada di dalam saja merasakan tekanan kuat, apalagi Tian Zhi yang berada di luar.


Setelah meredam rasa takutnya, Tian Zhi bergegas masuk mengikuti dua Orb Beast yang masuk ke dalam istana melalui lubang. Disaat masuk, Tian Zhi terbelalak kaget, sebab yang dia lihat adalah wilayah yang subur, banyak pegunungan dan hutan lebat.


Tian Zhi tertegun saat masih tidak mempercayai apa yang dia lihat, sebab di luar istana tampak jelas ukurannya seluas sepuluh ribu meter persegi, tapi saat masuk seperti berada di dunia lain yang berkali-kali lebih luas.


He Hua dan Miao Jiang hanya bisa melongo, saat melihat situasinya yang sangat berbeda dengan luar dan dalam istana.


Setelah beberapa saat tertegun, Tian Zhi segera menstabilkan rasa keterkejutan-nya, lalu dia melihat Naga Bumi melingkari sebuah gunung, tampak sedang memakan Orb Aura Beast dan Roh Beast.


Kawah gunung tersebut mengeluarkan panas yang ekstrim, dan membuat Tian Zhi kegirangan. Apa yang dia lihat adalah Api Mekar Melahap Bulan. Sayangnya, dijaga oleh Naga Bumi yang masih makan.


Tiba-tiba keluar ide untuk mengalihkan perhatian Naga Bumi. Segera Tian Zhi mengeluarkan 10.000 Tubuh Ganda dan memerintahkan untuk mengambil Orb Aura Beast dan Roh Beast.


10.000 Tubuh Ganda menyebar dan mengambil Orb Roh Beast dan kabur keluar dari istana. Naga Bumi jelas tahu dan meraung-raung dengan amarah, dia terbang mengejar banyaknya Tubuh Ganda.


Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Tian Zhi untuk menyerap Api Mekar Melahap Bulan untuk meningkatkan kualitas Api Suci Petir Asyura.


Seandainya Tian Zhi berhasil menyerap semua jenis Api Asyura, dia akan mencapai kesempurnaan dengan berevolusi menjadi Kaisar Api Asyura, dia kini telah memiliki tiga dan akan mendapatkan satu lagi.


Dengan kecepatan maksimal Tian Zhi telah berada di dekat kawah gunung berapi, dia melihat Api Mekar Melahap Bulan telah membentuk wujud yang mirip dengan Naga Bumi sedang tidur melingkar di dalam magma.


Tanpa banyak bicara dia langsung mengeluarkan Api Suci Petir Asyura untuk menyerap Api Mekar Melahap Bulan, saat keluar bentuknya seperti ular petir dan melesat sangat cepat ke targetnya.


Api Mekar Melahap Bulan segera terbangun saat merasakan panas yang mengerikan, dia melihat ular petir dan langsung ketakutan.


Sayangnya, Api Mekar Melahap Bulan terlambat kabur, ular petir telah memasuki tubuhnya. Tian Zhi yang masih terhubung dengan Api Suci Petir Asyura segera menariknya, sebab semua tubuh bayangan telah dikalahkan oleh Naga Bumi.


"Roar...!! "


"Bawa dia masuk dan serap di dalam tubuhku!" perintah Tian Zhi kepada apinya, sebab dia sudah ketakutan melihat Naga Bumi telah kembali, apalagi telah memuntahkan bola api kearahnya.


Segera Api Suci Petir Asyura menarik Api Mekar Melahap Bulan dengan paksa sesuai dengan keinginan tuannya, setelah masuk ke dalam tubuhnya, Tian Zhi buru-buru masuk ke dalam cincin dimensi.


Boom💥...


Ledakan hebat ketika serangan bola api Naga Bumi menghantam gunung dan hampir saja Tian Zhi terkena jika terlambat sedikit saja.


Di dalam cincin dimensi Tian Zhi langsung duduk bersila untuk menyerap Api Mekar Melahap Bulan yang sudah berada di dalam dantian.


He Hua dan Miao Jiang geleng-geleng melihat kekasihnya yang super nekat untuk mendapatkan Api Mekar Melahap Bulan, jantung mereka juga ikut berdebar-debar melihat aksinya. Kemudian, mereka berdua melihat kekasihnya dengan rasa penasaran.


Tian Zhi melihat di dalam dantian-nya, dimana apinya dengan lahap menyerap Api Mekar Melahap Bulan. Api Mekar hanya pasrah, sebab dia kalah dalam peringkat Api Asyura.


Setelah beberapa saat, Tian Zhi melihat perubahan Api Suci Petir Asyura, dimana kini telah menjadi empat bola yang berbeda warna, Api Suci Petir Asyura berwarna Merah tua, Api Mekar Melahap Bulan berwarna putih, Api Inti Bumi Asyura berwarna coklat dan Api Tulip Biru Langit berwarna Biru muda.


Keempat bola itu saling terhubung dan juga mengeluarkan serat-serat yang akan menjadi cikal-bakal letak api berikutnya.


Tian Zhi yang melihatnya segera paham, dia mengembangkan senyuman, dan berharap segera menemukan delapan jenis Api Asyura.


Selain perubahan apinya, Tian Zhi melihat dantian-nya mulai bergejolak, sedikit lagi akan menerobos ke Ranah Keabadian, dia butuh satu Buah Suci tingkat Bumi untuk bisa mencapainya.


Tian Zhi membuka mata dan melihat kekasihnya dengan sabar menunggunya, dia melihat wanitanya sedang menatap bola matanya, karena penasaran dia pun bertanya, "apa yang kalian lihat? "


"Bola matamu ada empat titik yang mirip seperti galaksi! " jawab He Hua dengan mendekati agar lebih jelas.


Miao Jiang juga mendekat dan melihatnya semakin jelas, dan berkata, "sangat mirip dengan galaksi yang berbeda warna."


Tian Zhi tersenyum simpul dan mengerti apa yang mereka lihat, ini semua akibat perubahan di dalam dantian saat memiliki empat jenis api yang berbeda dan mempengaruhi matanya.


Kemudian Tian Zhi melihat keluar cincin dimensi dan melihat Naga Bumi yang marah dengan menghancurkan dunianya sendiri. Lalu keluar seekor Macan Putih bersayap dengan tatapan tajam melihat Naga Bumi.


Akhirnya Naga Bumi dan Macan Putih bertarung sengit, tampaknya mereka berdua adalah penguasa istana.


Ketiga orang itu melihat dua binatang menghancurkan dunia mereka saat mengeluarkan segala kemampuannya.


"Apakah kalian memiliki satu Buah Suci tingkat Bumi? " tanya Tian Zhi kepada kekasihnya sambil melihat pertarungan Naga Bumi dan Macan Putih.


"Ada, apakah kamu ingin menerobos? " jawab He Hua dan bertanya balik, dia tahu tujuan kekasihnya.


"Benar, setelah aku menyerap Api Mekar Melahap Bulan, tinggal sedikit lagi menerobos ke Ranah Keabadian! " jawabnya, "keluarkan semua Buah Suci yang kalian miliki, aku akan buat menjadi pil untuk meningkatkan kekuatan kalian dengan cepat." lanjutnya.


Miao Jiang dan He Hua dengan senang hati segera mengeluarkan Buah Suci tingkat Bumi, total milik mereka berdua ada enam buah. Mereka sudah menunggu kekasihnya untuk membuat Buah Suci menjadi banyak pil, setelah Tian Zhi banyak bercerita.