
Chapter 190. Wilayah Surga Kematian.
Pintu kamar Tian Zhi diketuk oleh Mu Bingyun, dia berkata jika Yu Bao dan yang lainnya telah siap untuk memulai acara pernikahan. Tian Zhi segera menutup Kitab Suci dan berjalan untuk membuat pintu kamar yang sengaja dia kunci.
"Kamu belum kok belum siap!" gerutu Mu Bingyun saat melihat Tian Zhi belum mempersiapkan diri dan menggunakan pakaian pengantin.
Tian Zhi tersenyum kecut karena melupakan hari ini saat dirinya terlalu sibuk dengan merubah Siklus Samsara. Segera Mu Bingyun, Jun Mei Lin dan beberapa dayang melayani Tian Zhi...
Pernikahan itu sangat sederhana, hanya melakukan ritual tukar cincin dan saling mengucapkan janji suci. Tian Zhi memberikan segel keluarga besarnya kepada Yu Bao, Yu Mei dan Yu Ming sebagai bentuk ikatan.
Lalu dilanjutkan dengan acara makan bersama. Kemudian, Tian Zhi mengajak Yu Bao menuju ke kamar. Tian Zhi menggendong Yu Bao dan membuat He Hua cemburu dengan perlakuan yang mesra.
He Hua segera menyusul Tian Zhi bersama Miao Jiang. Meyleen juga tidak ketinggalan. Akhirnya semua istirnya pun ikut. Tian Zhi tertawa bahagia melihat istri-istrinya yang cantik tidak ingin Yu Bao mendapatkan perlakuan khusus.
...****************...
Dua hari berlalu.
Di gedung utama Perguruan Lima Elemen, datang seorang perwira tinggi dari Kekaisaran Shang. Melihat kedatangan utusan Kekaisaran Shang, Nanggong Kaili dan Zheng Deng menyambut kedatangannya.
Nanggong Kaili mengajak utusan Kekaisaran Shang di ruang tamu, diikuti jajaran petinggi perguruan.
"Perwira Hui datang berkunjung pasti ada sesuatu hal yang penting, apa itu?" tanya Nanggong Kaili yang sudah tahu tujuan utusan kekaisaran.
Perwira Hui segera berdiri dan dengan sopan menangkupkan kedua tangannya, lalu dia mengeluarkan dekrit kekaisaran. Segera Nanggong Kaili dan semua petinggi perguruan berlutut untuk menerima perintah.
"Perintah Kaisar Shang, memutuskan, kepada segenap seluruh rakyat untuk mendukung dengan sukarela, bahu-membahu demi negara untuk mengusir invasi militer Kekaisaran Song. Diharapkan dengan segera seluruh ahli beladiri untuk aktif dalam peperangan. Segala jasa besar setiap ahli beladiri akan diberikan sumber daya melimpah. Dan, segala bentuk kegiatan untuk sementara ditunda selama peperangan masih berlangsung. Kaisar Shang...,"
"Kami siap melayani Kekaisaran."
Serempak Nanggong Kaili dan semua orang mematuhi dekrit kekaisaran setelah perwira tinggi selesai membaca. Lalu Perwira Hui menggulung kembali dekrit kekaisaran dan menyimpannya.
"Senior Kaili, saya segera undur diri untuk menuju ke Perguruan Phoenix Surga. Kita akan bertemu lagi di perbatasan Hutan Bambu. Saya berharap besar atas dukungan Perguruan Lima Elemen. Salam."
Perwira Hui kembali menangkupkan kedua tangannya dan berpamitan. Nanggong Kaili pun mengiringi kepergiannya. Setelah perwira Hui naik kapal angkasa, Nanggong Kaili segera mengadakan rapat untuk membahas peperangan ini dan meminta Zheng Deng untuk memanggil Master Tian.
...****************...
Kedatangan Zheng Deng telah diketahui Tian Zhi, dia segera keluar dari mansion bersama He Hua, Yu Bao dan semua istrinya, termasuk Mey bersaudari. Zheng Deng terkejut melihat Tian Zhi memiliki istri seorang wanita dari Ras Rubah ekor sembilan, keterkejutannya bisa dimengerti oleh Tian Zhi, sebab pernikahan di Benua Awan Timur tidak ada Yu Bao.
"Apakah ada sesuatu senior Zheng?" tanya Tian Zhi.
Zheng Deng membuang pikiran tentang kehadiran Yu Bao dari Ras Rubah, lalu dia menjawab, "kita mendapatkan mandat dari Kaisar Shang untuk berpartisipasi dalam melawan invasi Kekaisaran Song. Diharapkan Master Tian ikut dalam pembahasan ini di ruang rapat."
"Baiklah, mari kita segera bergabung."
Tian Zhi bersama istrinya mengikuti Zheng Deng, dia sudah tahu tentang hal ini karena semalam telah mendengar perintah Shang Touli kepada bawahannya.
Sesampainya di ruang rapat, kedatangan Tian Zhi bersama istrinya menjadi perhatian utama, dikarenakan semua istrinya memiliki kekuatan yang mengerikan di usia muda, terutama Meyleen, Zhu Rong dan ketiga pengawal Tian Zhi yang kini menjadi selir.
"Master Tian, aku sebenarnya penasaran dengan kekuatan Anda, saat ini sudah berada di tingkat apa?" tanya Nanggong Kaili, pertanyaan ini sudah lama ingin dia utarakan.
Waktu pertama kali bertemu, Nanggong Kaili hanya merasakan aura kekuatan di atas Sang Void. Namun, aura kekuatan seseorang masih bisa dimanipulasi dengan menggunakan alat maupun Pil Aura.
Bhush...
Tian Zhi yang ditanya akan hal ini akhirnya menunjukkan kekuatan yang sebenarnya. Spontan semua orang yang hadir terkejut merasakan aura kekuatan tingkat Dewa Absolute level puncak.
Tian Zhi mencapai level puncak berkat dirinya memiliki istri yang kuat dan seringnya berkultivasi ganda. Selain itu, dia memiliki banyak ramuan pil tingkat Celestial Supreme. Yang tidak diketahui semua istrinya, Tian Zhi sering masuk ke dalam Dunia Jiwa untuk meningkatkan kekuatannya.
Nanggong Kaili tertawa senang mengetahui jika Tian Zhi telah melebihinya. Dengan dukungan Tian Zhi, Perguruan Lima Elemen sudah dipastikan akan makin disegani.
Kemudian, Nanggong Kaili segera mulai membahas tentang peperangan. Tian Zhi meminta untuk mendukung dari belakang dan sebagai kartu andalan bagi Perguruan Lima Elemen.
Namun, Nanggong Kaili mengatakan, jika Perguruan Phoenix Surga ada orang yang sangat kuat dan misterius yang memiliki kekuatan tingkat Sang Void. Dan, pihak Perguruan Phoenix Surga pasti akan mengeluarkan kartu andalannya ketika terdesak.
Setelah merencanakan semuanya, Tian Zhi segera berpamitan kepada semua orang untuk melakukan rencananya. Tian Zhi segera keluar dari ruang rapat, di lapangan dia mengeluarkan kapal angkasa Kaisar Api Asyura.
Tian Zhi dan semua istrinya naik ke kapal angkasa, lalu Miao Jiang mengendalikan kapal angkasa menuju ke wilayah Surga Kematian, wilayah yang konon katanya sangat berbahaya.
"Suami, di depan ada dua kapal angkasa yang tampaknya akan menghadang perjalanan kita!" lapor Miao Jiang saat melihat kapal angkasa yang melayang di jalurnya.
Tian Zhi segera keluar dari kamarnya, lalu dia menuju ke ruang kendali kapal angkasa. Kemudian, dia membuka Mata Langit untuk memeriksa kekuatan mereka.
Tian Zhi sedikit terkejut saat melihat Shang Touli berada di kapal angkasa, dia menduga jika identitasnya telah diketahui.
"Apakah mereka tahu jika kamu yang menjarah ruang harta mereka?" tanya Yu Bao dengan nada gelisah.
"Bisa jadi, ada alat yang mampu melacak aura maupun nafas seseorang. Ini mirip Cermin Pelacak milik ku!" sahut He Hua.
"Aktifkan pertahanan dan persiapkan senjata utama. Segera kalian menempati posisi masing-masing!" Tian Zhi segera memberikan perintah kepada semua istrinya, dia juga mengeluarkan semua selirnya dari cincin dimensi.
Shan bersaudari, Yu Mei dan Yu Ming yang paling bersemangat untuk menggunakan senjata meriam. Tiga ratus selir juga segera menempati posisi masing-masing, sebagai menggunakan senjata Busur bersama Tian Zhi yang berada di geladak kapal angkasa.
Miao Jiang segera mengaktifkan pertahanan kapal angkasa dan juga senjata utama yang siap untuk ditembakkan ke lawan.
Namun, disaat semua orang siap tempur, dua kapal angkasa itu bergerak menuju ke Perguruan Phoenix Surga. Tian Zhi dan semua istrinya jelas keheranan, karena mereka pikir Shang Touli mengetahui pelaku yang menjarah harta Kekaisaran Shang.
Shang Touli juga melihat Tian Zhi. Tetapi Tian Zhi tidak mirip dengan pelaku yang mencuri hartanya, sehingga dia memutuskan untuk tidak mencari masalah disaat Kekaisaran Shang membutuhkan bantuan dari semua kultivator untuk melawan Kekaisaran Song. Selain itu, jalur Tian Zhi juga mengarah ke perbatasan.
"Desas-desus waktu itu tampaknya memang benar, jika Perguruan Lima Elemen memiliki dukungan yang kuat," kata seseorang perwira tinggi saat melihat kapal angkasa milik Tian Zhi berbeda dengan yang pernah dia lihat, dia mengetahuinya dari bendera milik Perguruan Lima Elemen terpasang di atas anjungan.
"Itulah kenapa aku tidak ingin memprovokasi Perguruan Lima Elemen dan juga Perguruan Phoenix Surga. Di belakang mereka ada kekuatan yang tidak terduga!" sahut Shang Touli, "percepat kapal angkasa menuju ke Kerajaan Qin, aku ingin menemui Ratu Qinglin!" lanjutnya dengan memberikan perintah.
Semua istri Tian Zhi bernafas lega tidak bentrok dengan Shang Touli yang memiliki kekuatan tingkat Sang Void. Berbeda dengan Tian Zhi, tetap tenang dan tidak takut sama sekali dengan Shang Touli.
Dua kapal angkasa milik Shang Touli melaju kencang, demikian juga dengan kapal angkasa Kaisar Api Asyura yang meningkatkan kecepatannya.
Sesampainya di dekat wilayah Surga Kematian, Miao Jiang kembali menghentikan kapal angkasa, sebab wilayah Surga Kematian sangat lebat dengan banyaknya pepohonan yang menjulang tinggi, sulit untuk mendaratkan kapal angkasa.
Di wilayah Surga Kematian juga terdengar banyak raungan binatang mistik dan membuat semua wanita bergidik mendengarnya.
"Jangan takut!" ucap Tian Zhi yang menenangkan istrinya, lalu dia melambaikan tangan kanannya dan keluar banyak Burung Gajah yang mencapai seribu ekor.
"Kwak!"
Suara Burung Gajah memekik keras setelah keluar dari Dunia Jiwa. Spontan semua wanita ketakutan dengan kemunculan Burung Gajah yang memiliki tubuh super besar. Kemudian, salah satu Burung Gajah berubah menjadi manusia dan langsung berlutut di depan Tian Zhi, lalu disusul Burung Gajah yang lainnya menundukkan kepala.
"Yang Mulia, kami siap menerima perintah!" kata salah satu Burung Gajah yang berubah menjadi manusia itu dengan tegas.
"Raja Fung, kuasai wilayah ini untuk dijadikan markas kita dan cari lokasi yang paling tepat untuk dijadikan hunian!" perintah Tian Zhi kepada Burung Gajah yang berubah menjadi manusia.
Raja Fung adalah Burung Gajah yang telah lama menjadi bagian dari Tian Zhi semenjak dirinya masih menjadi Dewa Binatang di kehidupan sebelumnya.
"Laksanakan, Yang Mulia."
Swosh...
Raja Fung langsung terbang dan kembali menjadi Burung Gajah, lalu diikuti banyak anak buahnya. Tubuh Burung Gajah yang super besar mampu menutupi cahaya matahari dan membuat binatang mistik penghuni Surga Kematian menjadi waspada.
Semua wanita melongo melihat suaminya memiliki banyak binatang yang besar dan memiliki kekuatan tinggi, kekuatan yang mampu menguasai Benua Dewa dengan mudah.
"Wow! Hebat! Apa mereka yang akan menjadi pasukan kita?" tanya Shan Lan yang takjub dengan Burung Gajah.
"Benar, kalian yang akan memimpin mereka untuk menguasai Benua Dewa. Saat ini, kita akan kuasai wilayah Surga Kematian terlebih dahulu, sebab tempat ini cocok untuk menyembunyikan Burung Gajah yang memiliki tubuh besar!" jawab Tian Zhi sambil melihat Burung Gajah yang membuat ketakutan banyak binatang mistik.
Shan Lan kegirangan dengan melompat-lompat, dia ingin sekali menunggang Burung Gajah untuk menunjukkan dominasi sebagai seorang wanita kuat.
"Kamu kenapa tidak dari awal bicara jika memiliki banyak binatang yang kuat!" protes He Hua yang selalu saja dibuat penasaran dan takjub akan perbuatan suaminya yang selalu misterius.
Tian Zhi tersenyum, seandainya mereka semua mengingat akan masa lalunya sebelum menjadi seperti saat ini, jelas tidak akan heran maupun takjub jika memiliki pasukan binatang mistik.
"Tidak seru jika kalian telah mengetahuinya!" sanggah Tian Zhi.
Semua istrinya dibuat cemberut dengan sifat suaminya yang selalu menyimpan banyak rahasia. Tapi, mereka juga tahu diri dan tidak mengejar pertanyaan, sebab suaminya juga tidak pernah bertanya tentang masalah pribadi masing-masing.