Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 237. Kemunculan Api Peringkat Ke-8.


Chapter 237. Kemunculan Api Peringkat Ke-8.


Akhirnya Master Jin dan semua orang menjadi saksi taruhan dua ahli Alkemis. Setelah itu, Tian Zhi dan Dewi Alkemis mengeluarkan bahan-bahan pembuatan Pil Explosion Power dan diletakkan di atas meja yang telah tersedia.


"Pertandingan pertama untuk meramu Pil Explosion Power, batas waktu akhir selama satu hari. Pertandingan dimulai!"


Akhirnya Master Jin mempersilakan dua Alkemis untuk memulai pertandingan. Colosseum seketika menjadi hening, tidak ada yang berani berkomentar, nafas secara teratur berhembus pelan, yang terdengar hanya suara desiran angin.


Enam juri secara berganti memeriksa bahan-bahan yang berada di atas meja untuk memastikan tidak ada kecurangan, bahkan memeriksa juga kedua tungkai.


Setelah selesai pemeriksaan, Dewi Alkemis segera membersihkan bahan-bahannya dari kotoran serta memisahkan bagian yang tidak dibutuhkan. Setelah selesai, dia segera memanasi Tungku Api Surgawi.


Sedangkan Tian Zhi menatap bahan-bahannya di atas meja, tidak bergerak sama sekali, lalu dia dikejutkan oleh Dewi Alkemis saat mengeluarkan Api Asyura peringkat ke lima, yaitu Api Benturan Komet.


Saat Api Benturan Komet keluar, suhu panas menyelimuti Colosseum sehingga semua penonton menggunakan perisai energi agar tidak merasakan kepanasan.


Dewi Alkemis melirik Tian Zhi yang takjub melihat Api Benturan Komet miliknya, di dalam hatinya dia sangat bangga menjadi perhatian Tian Zhi dan semua penonton.


"Walaupun milikku kalah dengan Api Suci Petir Asyura, setidaknya api ku juga tidak kalah darimu!" batin Dewi Alkemis. Setelah Tungku Api Surgawi telah cukup dipanasi, dia memasukkan Buah Roda ke dalam tungku. Kemudian, tangan kanannya kembali mengeluarkan Api Benturan Komet dan secara perlahan mulai membakar Buah Roda.


Diatas meja milik Tian Zhi dan Dewi Alkemis ada lima jenis bahan, yaitu Buah Roda (buah yang bisa meledak yang tumbuh dari Pohon Kotak Pasir/Pohon Neraka), Empat Inti binatang mistik yang memiliki kekuatan tingkat Dewa Tertinggi, Akar Maca (untuk meningkatkan vitalitas tubuh), tanaman Pasak Bumi (salah satu tanaman jenis afrodisiak), dan terakhir adalah Cairan Giok Roh Murni.


Semua bahan itu mampu meningkatkan kekuatan seseorang untuk sementara waktu, misalkan kultivator mengkonsumsi Pil Explosion Power, maka kekuatannya akan meningkat beberapa level, tergantung kualitas pil berada di tingkat apa. Semakin tinggi kualitas pil, dampak negatif setelah menggunakannya juga berkurang.


Semua penonton keheranan melihat Master Tian tidak segera memulai, terlihat linglung saat Dewi Alkemis mengeluarkan Api Benturan Komet. He Hua dan semua wanita juga keheranan melihat suaminya yang diam saja sambil menatap Api Benturan Komet.


"Kenapa suami kita tidak segera memulai?" tanya Miao Jiang yang duduk disebelah He Hua.


"Mungkin ingin mengetahui metode Dewi Alkemis dalam membuat pil!" jawab He Hua yang sedikit ragu-ragu.


Jelas mereka semua tidak tahu apa yang sedang terjadi dengan Tian Zhi. Sebenarnya Tian Zhi sedang menahan dan mengendalikan Api Suci Petir Asyura yang ingin melahap Api Benturan Komet. Seandainya Tian Zhi mengeluarkan apinya, khawatir akan membuat kekacauan dan menjadi musuh Dewi Alkemis.


Saat ini Tian Zhi sedang memikirkan cara untuk mengatasi Api Suci Petir Asyura agar tidak melahap api milik Dewi Alkemis. Merasa menjadi perhatian banyak orang, Tian Zhi kembali fokus melihat bahan-bahannya.


"Tenang Sobat! Jangan cari masalah yang tidak perlu!" Tian Zhi berusaha meredam Api Suci Petir Asyura yang berusaha keluar dari tubuhnya.


Namun, Api Suci Petir Asyura tetap berusaha keluar dari tubuhnya dan membuat Tian Zhi mulai mengeluarkan keringat. Secara perlahan tubuhnya mulai memerah dan suhu disekitarnya mulai meningkat.


Dewi Alkemis menjadi terganggu ketika merasakan panas Api Suci Petir Asyura, lalu dia melirik Tian Zhi yang kulitnya berubah warna menjadi merah seperti terkena api.


"Kenapa dia?" batin Dewi Alkemis yang menjadi gelisah saat apinya mulai tidak stabil.


Segera Dewi Alkemis meningkatkan kekuatan jiwanya untuk mengendalikan Api Benturan Komet agar menjadi tenang. Setelah beberapa saat apinya kembali tenang dan melanjutkan untuk mengekstrak Buah Roda.


Dewi Alkemis kembali melirik Tian Zhi yang kini kulitnya menjadi normal. "Apa karena dia yang membuat api ku gelisah?" batinnya dan berusaha fokus pada tungku nya.


Sedangkan Tian Zhi membuang nafas lega setelah berhasil meredam rasa lapar Api Suci Petir Asyura, lalu dia mengeluarkan Raja Api Kemarahan Asyura, terlihat seorang anak kecil dengan tubuh berapi-api seperti menari di telapak tangan Tian Zhi.


Aksinya membuat penonton berseru takjub melihat anak kecil berapi-api di telapak tangan Master Tian. Dewi Alkemis kembali terganggu dengan suara bisik-bisik para penonton, lalu dia kembali melirik Tian Zhi dan terkejut.


Dewa Surya dan Dewa Air juga ikut terkejut melihat Raja Api Kemarahan Asyura. Dewa Surya makin dendam kepada Tian Zhi yang memperoleh Raja Api Kemarahan Asyura. Namun dia jelas tidak berani bertindak implusif di muka umum.


"Bagaimana mungkin dia bisa memiliki dua api berbeda jenis dalam satu tubuh?" batin Dewi Alkemis yang tidak habis pikir dengan kemampuan Tian Zhi, "jangan-jangan karena faktor garis darahnya?" tebaknya di dalam hati.


Tebakan Dewi Alkemis memang tepat, namun tidak hanya karena faktor garis darah Kasta Kaisar saja yang membuat Tian Zhi mampu memiliki jenis api yang berbeda, tapi karena dia juga memiliki Tubuh Bawaan Lima Elemen yang makin mempermudah menyatukan banyak jenis api.


Zhi Yinping, Zhou Qionglin dan semua Alkemis juga takjub melihat Master Tian memiliki api yang lain, mereka telah mengetahui Tian Zhi memiliki Api Suci Petir Asyura. Mereka tidak menyangka Tian Zhi memiliki Raja Api Kemarahan Asyura.


Patriark Klan Zhi yang berasal dari Ras Asyura tersenyum melihat bangsanya sendiri mampu memiliki dua api yang berbeda jenis, lalu dia berbisik kepada wakilnya yang duduk disebelah kanan, "apakah kamu tahu dia berasal dari mana dan bermarga apa?"


Patriark Klan Zhi bernama Zhi Boqin, wakilnya bernama Zhi Donghai. Zhi Boqin membawa putra dan putri, anak laki-lakinya bernama Zhi Deming dan putrinya bernama Zhi Xiaolian. Selain mereka ada lima pengawal setia.


"Nona Yinping pasti mengetahuinya... Aku akan berbicara dengannya dulu!" jawab Zhi Donghai, lalu dia berdiri dan berjalan menuju ke tempatnya Zhi Yinping bersama para Alkemis.


Sedangkan Tian Zhi mengendalikan Raja Api Kemarahan Asyura untuk memanaskan tungku. Dengan cepat tungku telah cukup dipanasi, lalu dia memasukkan empat ramuan sekaligus ke dalam tungku, hanya menyisakan Cairan Giok Roh Murni.


Keenam juri yang melihat tindakan Tian Zhi memasukkan semua empat ramuan jelas terkejut, pasalnya setiap ramuan memiliki karakteristik yang berbeda-beda dan mengharuskan untuk memisahkan terlebih dahulu sebelum menjadi cairan.


Para guru, junior, asisten dan magang Alkemis segera berbisik-bisik melihat metode Master Tian yang tergolong sembrono, selama ini mereka tidak pernah melihat tanaman beda jenis dicampur dalam sekali jalan, kecuali tanaman telah selesai diekstrak.


Sedangkan He Hua dan rombongannya tetap tenang melihat suaminya yang memasukkan empat ramuan sekaligus ke dalam tungku, tindakan suaminya sudah sering mereka lihat.


Tian Zhi tidak memperdulikan suara bisik-bisik penonton yang menganggapnya bertindak ceroboh, dia tetap tenang dan fokus dengan apa yang dilakukannya. Tian Zhi memisahkan kotoran dan bagian yang tidak penting dengan cara dibakar terlebih dahulu.


Dengan memiliki Raja Api Kemarahan Asyura yang lebih panas dari Api Benturan Komet, proses pembersihan kotoran pada tanaman lebih cepat dari Dewi Alkemis.


Dewi Alkemis sendiri sebenarnya terkejut, namun dia berusaha untuk tetap tenang dengan fokus pada Buah Roda yang hampir menjadi cairan. Namun ketenangannya hanya sesaat, dia mencium aroma obat yang keluar dari tungku milik rivalnya, itu merupakan tanda tanaman yang hampir menjadi cairan.


Dewi Alkemis segera mempercepat proses pengestrakan Buah Roda. Tidak berselang lama dia pun berhasil mengekstrak Buah Roda, lalu mengambil mangkok yang akan dijadikan tempat esensi Buah Roda.


Saat akan mengambil Akar Maca, Dewi Alkemis sedikit terkejut melihat ke dalam tungku milik Tian Zhi ada empat jenis esensi yang berbeda warna, tanda empat ramuan telah berhasil diekstrak. Berhubung batas waktu satu hari, Dewi Alkemis tetap tenang dan mengambil Akar Maca, lalu seperti sebelumnya dia melakukan hal yang sama dengan Akar Maca, namun prosesnya lebih cepat dikarenakan Akar Maca lebih mudah diekstrak.


Tian Zhi menjadi fokus utama semua Alkemis, termasuk keenam juri yang tidak melewatkan setiap pergerakannya. Semua orang berharap mendapatkan pencerahan dari hasil Tian Zhi meramu pil, dan jika beruntung mampu meniru teknik yang digunakannya.


Dalam pembuatan Pil Explosion Power kali ini, tidak ada Kesengsaraan Petir, sebab pil jenis ini tidak menggunakan tanaman langka dan juga tidak menyalahi aturan hukum alam.


Pil jenis ini adalah umum di dunia kultivator, yang membedakan hanyalah kualitas pil serta tingkatannya. Berhubung yang membuatnya adalah setingkat Celestial Supreme, maka harga jualnya tergolong mahal untuk satu butir pil.


Setelah mencampur semua esensi dari empat jenis tanaman, Tian mengambil Cairan Giok Roh Murni dan memasukkan ke dalam tungku. Cairan Giok Roh Murni bercampur dengan empat esensi tanaman, lalu dia mulai proses pengentalan, membakarnya secara perlahan hingga esensi mulai memadat.


Tian Zhi sengaja memperlambat proses pemadatan, sebab Api Suci Petir Asyura ingin keluar dari tubuhnya untuk melahap Api Benturan Komet. Tiba-tiba Tian Zhi duduk bersila sambil telapak tangannya tetap terangkat di depan lubang tungku, lalu dia memejamkan mata seperti berkultivasi.


Tindakannya kembali memicu perdebatan antar Alkemis, sebab Tian Zhi dalam proses pengentalan yang membutuhkan perhatian ekstra. Mereka segera membuat catatan yang bisa mereka pahami dan juga mencatat setiap tindakan Tian Zhi untuk dipelajari nanti.


"Tenang Sobat! Jangan buat masalah!" Kembali Tian Zhi menenangkan Api Suci Petir Asyura yang memiliki kesadaran.


Namun, tiba-tiba Api Suci Petir Asyura memberikan informasi kepada Tian Zhi, dimana dalam pikirannya melihat suatu tempat yang berada di dasar laut. Kemudian, Api Suci Petir Asyura mengarahkan pengelihatannya agar Tian Zhi melihat apa yang dia inginkan.


Ternyata akan lahir jenis api lain di dasar laut yang berdekatan dengan Daratan Es Tengah Samudera, Tian Zhi yang penasaran segera memfokuskan pada pengelihatannya, dimana samar-samar terlihat kuncup bunga teratai yang akan mekar.


"Api Asyura Dasar Laut!" batin Tian Zhi saat Api Suci Petir Asyura memberikan tahukah jenisnya.


Api Asyura Dasar Laut masuk di peringkat kedelapan dari dua belas jenis Api Asyura, jenis ini memiliki dua unsur elemen air dan api yang akan terlihat seperti asap ketika digunakan. Jenis api ini sangat cocok bagi profesi Smelting yang membutuhkan air untuk pendinginan setelah penempaan.


"Berapa lama Api Asyura Dasar Laut siapa di panen?" tanya Tian Zhi kepada Api Suci Petir Asyura


Sebagai jawab dari Api Suci Petir Asyura, dia membentuk api menjadi angka tiga puluh lima, yang artinya akan siap dipanen dalam waktu tiga puluh lima hari lagi. Tian Zhi mengembangkan senyuman bahagia.


"Baiklah, pertandingan ini akan aku percepat agar tidak ketinggalan momen kelahiran Api Asyura Dasar Laut," kata Tian Zhi kepada Api Suci Petir Asyura.


Seketika Api Suci Petir Asyura kembali tenang dan membuat Tian Zhi menjadi lega, lalu dia membuka matanya dan melihat Dewi Alkemis yang telah selesai mengekstrak empat tanaman menjadi esensi.