
Chapter 160. Kota Beladiri.
Sebelum masuk ke pintu gerbang Kota Beladiri, He Hua yang kesal melihat Meyleen yang ingin mendekati kekasihnya segera bertanya dengan ketus, "apakah kamu memiliki medali?"
He Hua berharap Meyleen tidak memiliki medali dan harus melewati berbagai ujian berat untuk menjadi peserta kompetisi Duel Sage jika lolos seleksi, walaupun He Hua tahu jika Meyleen mampu melewati ujian dengan mudah, dia hanya ingin menjauhkan Tian Zhi dari Meyleen.
Ketua panitia pemeriksaan segera berhenti dan membalikkan badan untuk melihat Meyleen, karena ketakutan kepada Meyleen dan Tian Zhi dia melupakan tugasnya sebagai Ketua panitia pemeriksaan.
Dengan wajah tanpa ekspresi, Meyleen mengangguk, lalu mengeluarkan medali yang tidak pernah dilihat oleh Tian Zhi dan kekasihnya. Medali berlian yang Meyleen keluarkan dan memberikan kepada Ketua panitia pemeriksaan.
Ketua panitia pemeriksaan yang tahu medali berlian segera menangkupkan kedua tangan dan sedikit membungkuk, "maafkan ketidaktahuan saya, Nona Muda Mey! Silakan simpan kembali medali berlian dan tunjukkan saja kepada Master Jin!" ujar Ketua panitia pemeriksaan dengan hormat, tampak mengerti arti pemilik medali berlian.
Tian Zhi, He Hua dan Miao Jiang kebingungan dengan reaksi Ketua panitia pemeriksaan yang sangat menghormati Meyleen saat mengetahui medali berlian. Para peserta kompetisi yang mengantri juga melihat dan reaksinya juga sama, tidak tahu, bingung dan bertanya-tanya di dalam hati arti medali berlian.
Meyleen yang melihat He Hua menyunggingkan senyuman, lalu dia menyimpan kembali medali berlian dan kembali melihat Tian Zhi tanpa berkedip.
"Ketua, apa artinya medali berlian? Aku dan mungkin semua peserta tidak pernah melihat medali berlian!" tanya He Hua kepada Ketua panitia pemeriksaan karena penasaran, lalu dia menghalangi pandangan Meyleen dengan berdiri di depan Tian Tian.
Ketua panitia pemeriksaan terlihat kesulitan untuk berbicara, sebab status pemilik medali berlian sangat penting dan pasti mendapatkan prioritas utama dalam kompetisi Duel Sage. Dalam artian, Meyleen telah selangkah lagi bisa menjadi juara karena faktor kekuatannya. Seharusnya Meyleen bisa dengan mudah mengikuti kompetisi Beast Leader dan tidak perlu mengikuti kompetisi Duel Sage.
"Master Jin yang akan memberitahukan kepada kalian. Ayo, ikuti aku!" jawab Ketua panitia pemeriksaan yang enggan berbicara.
He Hua yang tidak mendapatkan jawaban mendengus kesal. Lalu menarik pergelangan tangan Tian Zhi dan mengikuti Ketua panitia pemeriksaan. Miao Jiang melirik Meyleen dan segera memegang tangan Tian Zhi.
Meyleen tersenyum puas melihat He Hua menjadi malu, lalu dia mengikuti mereka.
Setelah Ketua panitia pemeriksaan masuk ke dalam Kota Beladiri, para peserta yang mengantri langsung membicarakan tentang status Meyleen. Khususnya peserta pria yang mulai banyak mengidolakan Meyleen dan perlahan menggeser posisi dua Peri Bersaudari di hati mereka.
Setelah kepergian Tian Zhi dan yang lainnya, Master Jin tiba bersama lima peserta yang memiliki kekuatan tingkat Dewa Absolute, dua pria dan empat wanita. Dua wanita itu kecantikannya juga tak kalah dengan Peri Bersaudari, mereka berdua dijuluki Dewi Pesona, namanya Jun Mei Lin dan Mu Bingyun.
Sedangkan ketiga pria itu adalah Lu Bai, Yang Wei dan Yuan Shao, tiga juara bertahan kompetisi Duel Sage sebelumnya, musuh yang pernah mengalahkan He Hua dan Miao Jiang.
Khususnya untuk Mu Bingyun dan Jun Mei Lin, seandainya Tian Zhi tidak kehilangan ingatan pasti mengenali kedua wanita itu, sebab mereka berdua adalah kekasihnya. Dulu kedua wanita itu dibawa oleh Dewi Cahaya dan kini menjadi muridnya di Akademi Black Hole.
Sedangkan ketiga pria itu dulunya juga murid Akademi Black Hole. Karena keserakahan dan ambisi, ketiga pria itu dikeluarkan dan diusir dari Benua Black Hole.
Oleh sebab itu mereka bertiga membenci siapapun yang berhubungan dengan Dewi Cahaya dan Akademi Black Hole, dan Dewi Pesona menjadi sasaran kebencian mereka.
Akademi Black Hole juga banyak mengirim murid-muridnya untuk mengikuti kompetisi Duel Sage, Beast Leader dan Supreme Saint, bukan karena hadiahnya, tapi untuk menambah pengalaman murid-muridnya.
Master Jin mengajak kelima peserta itu masuk ke Kota Beladiri dengan diiringi tatapan mata setiap peserta yang mengantri. Semua peserta tampak iri melihat perlakuan khusus yang didapatkan dari Master Jin.
Sedangkan Tian Zhi dan kekasihnya serta Meyleen dibawa oleh Ketua panitia pemeriksaan ke Balai Kota Beladiri. Mereka disuruh untuk menunggu Master Jin diruang tamu. Lalu ketua itu keluar untuk melanjutkan tugasnya sebagai panitia pemeriksaan.
Meyleen duduk terpisah dari Tian Zhi dan kekasihnya, hanya terpaut meja tamu dengan saling bertatap muka. He Hua dan Miao Jiang memeluk lengan Tian Zhi dengan mesra, mereka sengaja melakukan itu untuk membuat Meyleen kesal dan mengurungkan niatnya untuk mendekati Tian Zhi.
Namun, Meyleen tidak peduli, dia terus menatap dingin Tian Zhi tanpa berkedip sekalipun. Tian Zhi yang dilihat oleh wanita cantik bukannya senang tapi merasa risih.
Tian Zhi seakan-akan dilihat oleh seseorang yang tampak mati tapi hidup, seperti mayat hidup, yang selalu membuat bulu kuduk berdiri. Perasaan Tian Zhi semakin gelisah dengan ditatap seperti ini dan ingin rasanya menjauhi Meyleen.
He Hua melihat Meyleen seperti itu membuatnya bertindak diluar dugaan Tian Zhi, dia melihat sekitarnya yang tidak ada orang selain mereka berempat. Lalu kesadarannya memeriksa di luar Balai Kota Beladiri dan semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing.
Setelah aman, He Hua kembali melihat Meyleen, dan tiba-tiba tangannya meraih tongkat kekasihnya. Sontak Tian Zhi kaget untuk sesaat, dia buru-buru memeriksa sekitarnya dan aman, dia menghela nafas dan tidak melarang He Hua yang mengelus tongkatnya dibalik pakaian.
Tian Zhi tahu tujuan He Hua yang ingin membuat Meyleen menjauhinya. Miao Jiang tidak ketinggalan, dia mencium bibir Tian Zhi dihadapan Meyleen.
"Aneh wanita ini! Tidak ada emosi sama sekali!" kata He Hua kepada Tian Zhi dan Miao Jiang, dia menggunakan komunikasi telepati.
"Benar. Saat tadi kita beradu pukulan, aku sudah mengerahkan 50% kekuatan fisik, tapi dia baik-baik saja. Seandainya lawan yang lain sudah pasti tulangnya akan remuk, walaupun memiliki basis kultivasi lebih tinggi dariku...," sahut Tian Zhi dan menceritakan bagaimana dia telah bertarung dengan Meyleen.
Pertama kali beradu pukulan, Tian Zhi mengerahkan kekuatan fisik sebesar 25%, namun Meyleen hanya mundur sepuluh langkah. Karena penasaran, Tian Zhi kembali menyerangnya dengan meningkatkan kekuatan fisik sebesar 50%. Tapi Meyleen yang sudah siap tidak bergerak dari posisinya, bahkan kepalan tangannya tidak hancur.
Dari dua kali beradu pukulan, Tian Zhi menganalisa kekuatan lawan, dia memperkirakan jika kekuatan fisik Meyleen berada di tingkat Dewa Absolute. Merupakan kekuatan fisik yang mengerikan. Seandainya Tian Zhi tidak dilindungi oleh Jirah Perang Dewa Binatang, justru tulangnya yang akan hancur setelah beradu pukulan pertama.
"... Kalian harus berhati-hati dengannya. Dia lebih mengerikan dari pembunuhan bayaran. Dia fokus pada target dan tidak akan melepaskan sebelum berhasil mencapai tujuannya!" peringatan Tian Zhi kepada kekasihnya.
Sebelum He Hua berbicara, dia merasakan kedatangan Master Jin dan buru-buru melepaskan tangannya dari tongkat Tian Zhi dan membenahi pakaiannya.
Kembali He Hua dan Miao Jiang berbicara dengan normal kepada Tian Zhi. Dan tidak berselang lama, Master Jin dan kelima peserta kompetisi Duel Sage masuk ke ruang tamu. Tian Zhi dan tiga wanita itu segera berdiri saat kedatangan Master Jin, memberikan hormat seperti pada umumnya.
Setelah peserta memberikan hormat, Master Jin tertawa ringan melihat empat peserta unggulan. Jun Mei Lin dan Mu Bingyun langsung berhenti saat melihat wajah yang familiar. Demikian juga dengan Tian Zhi yang melihat mereka, dia merasakan hal yang sama, seperti pernah kenal dekat dengan Mu Bingyun dan Jun Mei Lin.
Tiga orang saling bertatap mata jelas menarik perhatian. He Hua langsung menutup mata Tian Zhi dan melotot kepada Mu Bingyun dan Jun Mei Lin. He Hua dan Miao Jiang tidak habis pikir, kenapa kekasihnya selalu menjadi sorotan wanita-wanita cantik dan kuat, "apakah tidak ada pria lain selain Tian Zhi!" pikirnya.
Master Jin melihat tiga peserta saling berpandangan, dia tersenyum melihat reaksi He Hua dan Miao Jiang, dia merasa kompetisi kali ini akan lebih seru dengan persaingan percintaan diantara mereka.
Mu Bingyun dan Jun Mei Lin segera berkomunikasi telepati. "Aku merasa mengenal dia, apa kamu juga sama?" tanya Mu Bingyun.
"Iya, perasaan yang aneh... Hatiku mengatakan, jika aku adalah kekasihnya! Benar-benar perasaan konyol yang tidak pernah aku alami semenjak lahir di Benua Black Hole!" jawab Jun Mei Lin yang menepis perasaan hatinya.
Ya, jelas Mu Bingyun dan Jun Mei Lin tidak mengingat Tian Zhi, sebab mereka berdua juga telah kehilangan ingatan, dan yang melakukannya adalah Yuke atas perintah Dewi Cahaya.
Mu Bingyun dan Jun Mei Lin diingatkan-nya sekarang, memiliki keluarga di Benua Black Hole, dengan marga sama. Kehidupan mereka sangat bahagia dan beranjak dewasa menjadi murid Akademi Black Hole hingga sekarang. Selama itu mereka hanya terfokus untuk mencapai kekuatan tertinggi dan hasilnya tidak mengecewakan. Kekuatan mereka telah berada di tingkat Dewa Absolute level 11.
Pencapaian mereka hingga kini berkat menjadi murid pribadi Dewi Cahaya, dengan banyaknya sumberdaya yang melimpah yang dimiliki penguasa alam semesta ini, tidak mengherankan jika Mu Bingyun dan Jun Mei Lin bisa mencapai tingkat Dewa Absolute.
Tian Zhi geleng-geleng dengan perasaannya yang aneh, setelah mencari ingatannya, dia masih tidak mengenali Mu Bingyun dan Jun Mei Lin. Khususnya untuk Mu Bingyun, dia merasakan perasaan benci dan cinta, benar-benar perasaan yang konyol, pikirnya.
Lu Bai yang terkenal pandai menganalisa kekuatan dan kondisi lawan, dia tersenyum melihat Tian Zhi, dia ingin menjadikan Tian Zhi mitra untuk mengalahkan semua murid Akademi Black Hole yang dimiliki oleh Dewi Cahaya. Lu Bai telah mengetahui kekuatan Tian Zhi saat bertarung dengan Meyleen.
Mengetahui ada perseteruan antara Tian Zhi dengan murid Akademi Black Hole, dia segera berkomunikasi telepati dengan sahabatnya. Dia ingin menjadikan Tian Zhi pemimpin mereka karena basis kultivasi lebih tinggi dan juga memiliki musuh yang sama. Yang Wei dan Yuan Shao menyetujuinya rencana Lu Bai.
"Keluarkan medali milik kalian ... Tapi sebelumnya, alirkan energi spiritual agar mudah untuk mendata ulang ... Oh iya! Perkenalkan, namaku Yu Jin, panggil saja Master Jin. Peserta lama sudah banyak yang mengenalku... Hahaha!" kata Master Jin, dia menertawakan dirinya sendiri yang lupa tidak memperkenalkan nama terlebih dahulu kepada peserta baru seperti Tian Zhi.
"Aku yang akan mengawasi semua peserta selama kompetisi Duel Sage. Aturan dan kompetisi macam apa yang akan kalian perjuangan, besok setelah semua peserta telah menjalani pendataan ulang dan ujian seleksi selesai, kalian akan mengetahuinya." sambung Master Jin.
Segera semua peserta mengeluarkan medalinya masing-masing dan mengikuti perintah Master Jin dengan mengalirkan energi spiritual di medali. Master Jin melihat medali berlian milik Meyleen, sontak sedikit terkejut dan wajahnya makin bersemangat.
"Tampaknya juara pertama sudah bisa ditebak!" batin Master Jin yang memperhatikan Meyleen, "keuntungan kali ini sungguh tak terduga, akan membuat Dunia Duel Sage meraup untung besar." lanjutnya.
Ya, Meyleen akan menduduki bursa perjudian. Master Jin akan menjadi Meyleen sebagai kartu As untuk mengejutkan para petaruh yang tidak mengenalinya.
Kelima peserta yang baru melihat medali berlian juga heran dan melihat Master Jin untuk meminta penjelasan. Namun, Master Jin tetap bergeming dan berpura-pura tidak memperdulikannya.
Akhirnya semua peserta selesai mengalirkan energi spiritual di medali dan menyerahkan kepada Master Jin. Lalu, Master Jin memanggil panitia untuk mengantar sembilan peserta menuju kamar pribadinya masing-masing.
Namun, He Hua dan Miao Jiang meminta untuk satu kamar dengan Tian Zhi. Master Jin tidak mempermasalahkannya, justru dia senang kamar lain bisa untuk disewakan kepada peserta lainnya.