
Chapter 263. Mendapatkan Api Asyura Dasar Laut.
Setelah kedatangan Patriark Zhi Bingwen, berurutan datang gerbong kereta yang berasal dari Keluarga Besar Mu, Keluarga Besar Xiang, Keluarga Besar Nanggong dan Keluarga Besar Bai.
Khususnya Keluarga Besar Nanggong, masih ada hubungan dengan Nanggong Kaili yang menjadi orang kepercayaan Tian Zhi untuk mengurus Kekaisaran Api Asyura di Benua Dewa.
Saat Qing Guozhi dan semua orang menyambut kedatangan tamu terhormat dari Alam Keabadian, Tian Zhi kembali fokus pada Api Asyura Dasar Laut.
"Apakah sekarang bisa dipanen?" tanya Tian Zhi kepada Api Suci Petir Asyura.
Dibenak Tian Zhi melihat tulisan api yang dibuat oleh Api Suci Petir Asyura. "Sebenarnya belum, tapi alirkan energi spiritual di wadahnya, selanjutnya biar hamba yang menanganinya."
Tian Zhi mendekati Api Asyura Dasar Laut tanpa dirasakan targetnya, bahkan Dewi Alkemis tidak mengetahuinya saat dilewati. Lalu dia mengalirkan energi spiritual secara perlahan untuk menyelimuti mangkok batu giok merah.
Api Asyura Dasar Laut segera bereaksi saat merasakan ada energi lain yang tiba-tiba melewati wilayahnya, segera ia meningkatkan kekuatan api dan air secara bersamaan, lalu air laut disekitarnya menjadi mendidih.
Dewi Alkemis dan Zhou Qionglin terkejut melihat perubahan Api Asyura Dasar Laut, mereka berdua segera menjauhinya karena air laut menjadi sangat panas.
Semua orang yang berhenti berdiskusi saat merasakan perubahan sekitarnya, lalu melihat di sekeliling Api Asyura Dasar Laut menjadi mendidih.
"Tampaknya tidak lama lagi Api Asyura Dasar Laut siap untuk dipanen," kata Qing Guozhi kepada semua orang, "bagaimana tawaran ku? Bocah itu ibarat harta langka berjalan, tanpa kita bekerjasama akan sulit mendapatkannya. Saat ini adalah waktu yang tepat sebelum dia merekrut kultivator untuk menjadi prajuritnya." imbuhnya.
Semua pemimpin merenung sejenak sambil melihat Api Asyura Dasar Laut yang makin mengeluarkan intensitasnya membuat air laut makin mendidih.
"Bagaimana caranya membagi induk Api Asyura Dasar Laut?" tanya Patriark Xiang.
"Itu mudah, kita akan bekerjasama menaklukkan Api Asyura Dasar Laut. Setelah ditaklukkan, biarkan dia memilih tuannya tanpa intervensi kita!" jawab Qing Guozhi yang mudah dipahami semua orang.
Menjinakkan Api Asyura yang terlahir secara alami sangat sulit, sebab memiliki Kesadaran sendiri dan mampu berpikir. Dengan semua orang bekerjasama menaklukkannya, maka Api Asyura Dasar Laut akan kelelahan, dan secara naluri ingin bertahan hidup. Mau tak mau Api Asyura Dasar Laut harus memilih tuan untuk perlindungan diri.
Umumnya jenis api maupun elemen yang memiliki kecerdasan manusia akan memilih tuan rumah yang kuat dan terbaik, terutama memiliki elemen yang sama dan lebih kuat atau setara.
Dewi Alkemis menyunggingkan senyuman, dia yakin akan dipilih oleh Api Asyura Dasar Laut karena memiliki Api Benturan Komet peringkat keenam, api yang lebih kuat dari peringkat kedelapan.
"Siapapun yang dipilihnya tidak menjadi masalah, toh kita akan memiliki benih Api Asyura Dasar Laut yang bisa tumbuh seperti induknya!" sahut Patriark Bai dan segera mendekati Api Asyura Dasar Laut tanpa khawatir tubuhnya melepuh, sebab dia telah membuat perisai energi.
"Apa benar dia memiliki Api Suci Petir Asyura dan Teknik menggandakan tubuh?" tanya Patriark Nanggong yang skeptis dengan ucapan Qing Guozhi saat berdiskusi.
"Tanyakan pada semua orang yang pernah melihatnya, atau tanya saja kepada Dewi Alkemis!" terang Qing Guozhi dan segera turun dari atas lembah karang.
Semua orang melihat Dewi Alkemis yang hanya mengangguk sebagai jawaban, lalu mereka turun dan menyusul Qing Guozhi. Semua orang mengepung Api Asyura Dasar Laut, kecuali Zhi Piaoliang yang hanya melihat dari atas lembah karang, karena basis kultivasinya jauh diantara mereka. Sayangnya, Tian Zhi tidak mendengar pembicaraan Qing Guozhi, sebab dia fokus untuk mendapatkan Api Asyura Dasar Laut.
Sedangkan Tian Zhi tidak panik dengan semua orang yang mengepung mangkok batu giok merah, sebab Api Suci Petir Asyura telah berhasil membujuk Api Asyura Dasar Laut.
Saat ini Tian Zhi butuh waktu agar apinya mulai menarik Api Asyura Dasar Laut untuk masuk ke dalam tubuhnya.
"Apa sudah siap untuk dibawa pergi?" tanya Tian Zhi kepada apinya.
Lalu muncul tulisan api milik Api Suci Petir Asyura, Tian Zhi segera membacanya. "Hamba siap."
"Baiklah, aku akan gunakan skill Penghentian Waktu, tapi hanya mampu menghentikan waktu kurang dari setengah dupa. Apakah cukup bagimu membawa Api Asyura Dasar Laut kedalam dantian ku?" jelas Tian Zhi dan kembali bertanya.
"Lebih dari cukup, Tuan."
Tian Zhi menyeringai dan melihat raut wajah serius semua orang yang telah mengangkat kedua tangan, lalu dari kedua tangan mereka mengalir energi spiritual untuk melemahkan Api Asyura Dasar Laut.
"Time Stop!" kata Tian Zhi didalam hatinya.
Sedangkan Tian Zhi hanya perlu mempertahankan energi spiritual agar tetap stabil sambil menghitung waktu mundur. He Hua dan semua saudarinya yang melihat melalui cermin dunia luar berdecak kagum dengan kemampuan suaminya.
Banyak orang yang kuat tapi tidak ada satupun yang mengetahui keberadaan Tian Zhi yang menyerupai air laut. Semua wanita makin kagum ketika Tian Zhi menggunakan kemampuannya dalam menghentikan waktu.
"Berhasil!!" seruan Tian Zhi saat Api Asyura Dasar Laut telah bersemayam di dalam dantian-nya.
Setelah melihat sekitarnya dan tidak ada yang berharga, Tian Zhi segera berteleportasi dan muncul kembali di lantai empat Gedung Alkemis. Tian Zhi tertawa bahagia telah mendapatkan Api Asyura Dasar Laut, lalu dia mengeluarkan semua istrinya dari cincin dimensi.
"Selamat!" He Hua segera memberikan pelukan dan berganti dengan semua saudarinya.
"Aku akan berkultivasi tertutup untuk mengasimilasi Api Asyura Dasar Laut agar menyatu dengan Api Suci Petir Asyura. Setelah itu kalian akan aku beri benihnya!" Pamit Tian Zhi dan meninggalkan istrinya yang sedang kegirangan akan memiliki benih Api Asyura Dasar Laut.
...****************...
Setelah kepergian Tian Zhi dari lembah karang didasar laut, waktu kembali normal dan membuat semua orang menjadi linglung, namun tidak berselang lama semua orang tersadar, mereka terbelalak melihat Api Asyura Dasar Laut tidak ada ditempat lagi.
"Siapa yang telah mencuri Api Asyura Dasar Laut?" tanya Patriark Zhi Bingwen dengan nada tinggi, dengan menatap curiga semua orang yang dekat dengan tempat Api Asyura Dasar Laut.
Semua orang saling mencurigai dan akhirnya tuduhan tak berdasar membuat situasi mencekam. Qing Guozhi segera menengahi sebelum suasana makin tidak kondusif.
"Tenang semuanya harap tenang! Kita semua barusan pasti mengalami keadaan yang aneh, aku merasa ada yang menahan tubuhku untuk sesaat... Apakah kalian juga merasakan hal yang serupa?" terang Qing Guozhi.
"Iya, aku juga merasakan hal yang sama!" Patriark Zhi Bingwen langsung menyahut.
Demikian juga dengan semua orang yang mengungkapkan hal yang sama. Dewa Air memanggil salah satu perwira yang menjaga lembah karang untuk dimintai keterangan. Jawaban si perwira juga sama, bahkan tentara Kepiting yang berjarak dua kilometer merasakan situasi yang aneh, dimana tubuhnya seakan-akan berhenti.
"Jika begitu pasti ada seseorang penyihir hebat yang menggunakan sihir ilusi, atau teknik yang mampu membuat kita berhenti untuk sejenak...," kata Patriark Zhi Bingwen setelah mendapatkan keterangan dari perwira Kuda Laut, dia berhenti bicara dan melihat semua orang mendukung hipotesisnya, "menurut sepengetahuan kalian, siapa penyihir itu?" lanjutnya dengan bertanya.
Seseorang ahli penyihir cukup ditakuti karena keahlian dalam serangan mendadak dan jarak yang sangat jauh tanpa diketahui targetnya. Seorang penyihir juga mampu meramal, mencari sesuatu yang sulit diketemukan, kemampuannya yang paling ditakutin adalah membangkitkan orang mati maupun menjadikan kerangka sebagai alat bertarung, dan masih banyak lagi keahliannya.
Di Alam Keabadian dan Alam Mahadewa, seorang ahli penyihir sangatlah langka, selalu menyendiri dan jarang terlihat dimuka umum, selalu berpakaian yang aneh, umumnya menggunakan pakaian hitam.
Semua orang mengingat-ingat siapa orang yang ahli dalam sihir. Patriark Zhi Bingwen segera teringat salah satu wanita petinggi Klan Zhi, yaitu Xu Weici istri dari Patriark Klan Zhi Kasta Raja.
Namun, Patriark Zhi Bingwen tidak yakin akan kemampuan Xu Weici dalam menggunakan sihir ilusi maupun serangan jarak jauh, sebab peringkatnya masih berada di Disciple Grade Magic tahap puncak, jauh kemampuan untuk menggunakan sihir ilusi maupun menghentikan waktu, dia belum mengetahui jika Xu Weici telah meningkat kemampuannya ke tingkat Master Grade Magic tahap rendah.
"Sudahlah, lebih baik kita selidiki nanti saja! Saudara Qing, aku tidak membawa pasukan jika harus bertarung segera. Jadi, biarkan kami berdiskusi dengan para tetua sebelum melawan Master Tian," ucap Patriark Klan Xiang yang tidak ingin memikirkan sesuatu yang telah menghilang, dia telah mengincar Api Suci Petir Asyura milik Tian Zhi.
Qing Guozhi menghampiri Patriark Klan Xiang dan berbicara, "tidak perlu bawa pasukan, cukup pasukan ku saja. Kita hanya akan bertindak ketika melawan dia."
Qing Guozhi telah menyelidiki kekuatan militer yang dimiliki oleh Tian Zhi dan pasukan Kerajaan Guang, diperkirakan tidak lebih dari 100.000 prajurit, sudah termasuk 10.000 Tubuh Ganda. Sedangkan pasukan Kekaisaran Qing yang dirahasiakan mencapai 2.250.000 prajurit lebih, belum lagi pasukan Kerajaan Air yang berjumlah lima juta lebih prajurit.
"Baiklah kalau tidak perlu pasukan tambahan! Masalah pembagian hasil perang, kita akan pelajari bersama-sama segala teknik yang dimiliki oleh Master Tian. Untuk masalah Api Suci Petir Asyura, kita rawat agar melahirkan benih, lalu kita bagi. Bagiamana menurut kalian?" sahut Patriark Bai yang ingin sesegera mungkin mendapatkan salah satu Batu Keabadian.
Akhirnya semua orang menyetujui usulan Patriark Bai tentang pembagian hasil perang. Qing Guozhi segera memimpin semua orang menuju ke Kekaisaran Qing. Sedangkan Dewa Air yang telah mengetahui rencana Qing Guozhi, segera kembali ke kerajaannya untuk menyiapkan pasukan.
Dewi Alkemis dan Zhou Qionglin sedari tadi hanya diam, sebab intuisinya kedua wanita itu mengatakan aliansi sesaat akan berakhir buruk. Mereka berdua tidak mengikuti Qing Guozhi, melainkan menuju ke Kota Dongmen.
...****************...
Di Gedung Alkemis, Tian Zhi telah selesai menyatukan Api Asyura Dasar Laut dengan Api Suci Petir Asyura, dia segera menemui semua istrinya yang sedang meramu pil, termasuk He Hua yang masih saja tidak mengindahkan tegurannya.
Tian Zhi menghela nafas berat melihat He Hua yang hamil muda masih saja bekerja, tapi dia juga bangga melihat istrinya mandiri. Lalu Tian Zhi membagikan benih Api Asyura Dasar Laut satu per satu, dan juga membantu untuk menyatukan dengan tubuh mereka.
Tian Zhi belum menyadari jika pasukan Kerajaan Air telah bergerak menuju pelabuhan Jalur Sutra untuk menyerang terlebih dahulu...