Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 114.


Chapter 114. Lolos!


Tian Zhi terbangun saat merasakan cipratan air di wajahnya, dengan malas dia membuka mata. Pandangan pertama dia melihat sinar matahari tepat di atas kepala, tanda hari sudah siang.


Kemudian, Tian Zhi memiringkan kepala untuk melihat Senior Ba, tapi dia tidak melihat lagi pondok bambu beserta tempat tidurnya. Segera dia bangun dan mencari sekitarnya, tapi tidak ada jejak apapun di tempat dia berada, bahkan jejak api unggun, pepohonan yang dia jadikan latihan dan bekas tempat pondok juga tidak ada.


Seakan-akan tempat dia berada belum pernah terjamah dan masih alami.


Tian Zhi menatap langit, setelah itu dia berdiri tegak, lalu dia membungkuk ditempat Senior Ba selalu tertidur, dia berkata:


"Senior Ba, Anda adalah Guru pertama bagiku! Terima-kasih telah membimbingku dan juga memberikan hal yang baik. Mulai saat ini dan seterusnya, Anda adalah guruku seorang. "


Kemudian, Tian Zhi bersujud di tanah sebanyak tiga kali, apa yang dia lakukan adalah ritual murid menghormati guru, dia kembali berkata:


"Guru, terimalah rasa hormat murid mu ini."


Setelah Tian Zhi hening sesaat untuk mengenang pertemuan dengan gurunya, dia segera bangkit dan mencari sebuah batu besar, dengan mudah dia angkat dan meletakkan di bekas tempat tidur gurunya.


Tian Zhi mengeluarkan Pedang Langit jenis Armament Grade Immortal Tahap Puncak dan menggunakan sedikit kekuatan Niat Pedang yang baru dia dapatkan, sengaja dia tidak menggunakan seluruh kekuatannya, karena kuatir senjata miliknya akan langsung hancur.


Kemudian, Tian Zhi mengukir batu tersebut dengan tulisan yang isinya; 'Tempat Suci Guru Ba. Murid pertamanya Tian Zhi'. Dan bawah tulisan tersebut, Tian Zhi mengukir tulisan lagi yang isinya; 'Kitab Emas Aura Senjata'.


Setelah selesai, dia membentuk batu tersebut menjadi bentuk kotak, lalu dia mengeluarkan banyak dupa dan menancapkan mengelilingi batu tersebut, setelah tertancap dia membakar semua ujung dupa. Seketika aroma wangi berbagai bunga tercium.


Saat ini batu itu telah menjadi prasasti yang selalu dia kenangan untuk selamanya.


Kemudian Tian Zhi berdiri dan kembali memberikan penghormatan terakhir sebelum dia meninggalkan tempat dia dan gurunya, dia berkata:


"Guru, murid mu ijin turun gunung untuk menuju puncak kultivasi. Mohon doa restunya!"


Saat berbicara Tian Zhi meneteskan air mata, sebab selain ibunya, Guru Ba adalah orang tua baginya, selama ini dia hanya dekat dengan ibunya dan kali ini dengan gurunya.


Setelah selesai, Tian Zhi segera meninggalkan tempat batu prasasti, saat berjarak seratus meter, dia melihat kebelakang untuk terakhir kalinya. Setelah itu, dia pun kembali berjalan dan menghilang tertelan rimbunnya pepohonan.


Setelah kepergian Tian Zhi, batu prasasti itu mengeluarkan hawa sangat panas dan membuat sekitarnya secara berlahan mulai mengering. Tian Zhi tidak tahu akibat perbuatannya yang tidak di sengaja akan membuat Hutan Peperangan menjadi padang gurun, dan namanya akan berubah menjadi Padang Gurun Peperangan.


.....


Jauh dari tempat Tian Zhi terakhir memberikan penghormatan, Senior Ba alias Guru Ba atau nama aslinya Tian Ba, dia adalah kakek Tian Zhi.


Tian Ba merasa terharu melihat cucunya memberikan hormat untuknya, sehingga tanpa dia sadari telah meneteskan air mata.


Tian Ba, berkata:


"Hanya ini yang bisa Kakek-mu lakukan agar kamu menjadi diri sendiri. Cucuku, Kakek akan selalu menunggu kedatanganmu di Alam Kudus. "


Setelah berbicara, tubuh Tian Ba secara bertahan mulai memudar dengan tetap melihat cucunya, dan dia pun menghilang.


.....


Tian Zhi sudah tidak merasakan koneksi dengan Tubuh Ganda, tapi dia tersenyum saat tahu dua pembunuh bayaran telah kelelahan sambil bersandar di punggung rekannya. Mereka berdua tertidur dengan nyenyak.


Tian Zhi mendekati mereka dan melihat banyak Token Giok berserakan, dengan lambaian tangan kanan, semua Token Giok melesat kearahnya dan masuk ke dalam cincin dimensi secara otomatis.


Secara keseluruhan, Tian Zhi telah mendapatkan total 13.000 lebih Token Giok, tapi dia tidak tahu berada di peringkat berapa.


Dua pembunuh bayaran yang merasakan banyak orang disekitarnya langsung terbangun dan mereka berdua segera berdiri. Mereka syok melihat 1.000 Tubuh Ganda telah mengepung mereka.


"Mau melawan lagi atau mengatakan siapa kalian? Dan kenapa ingin membunuhku? Siapa yang memerintahkan kalian? " cecar Tian Zhi dengan suara seperti paduan suara.


Pembunuh bayaran tidak menjawab, sebab mereka berdua sedang berkomunikasi dengan telepati:


"Lebih baik kita kabur! Tidak mungkin kita bisa mengalahkan mereka semua! "


"Aku setuju! Aku juga masih kelelahan melawan mereka semalaman, untung saja hanya waktu satu dupa dan mereka tiba-tiba menghilang! "


Ya, mereka berdua masuk ke dalam lembah setelah terpancing oleh Tubuh Ganda, saat telah berada di lembah, mereka terkepung dan bertarung dengan sengit. Dua pembunuh bayaran banyak membunuh Tubuh Ganda dan terkejut ketika lawannya berubah menjadi asap dan menghilang. Mereka berdua jelas merasa lega, dan karena kelelahan sampai tertidur di tempat.


Buzz...


Seketika dua pembunuh bayaran menghilang dari hadapan Tian Zhi, setelah mereka berdiskusi. Tian Zhi tidak mengejarnya sebab dia memiliki banyak mata dan tubuh untuk melacak keberadaan musuhnya.


"Kalian cari Token Giok, jika bertemu mereka, cukup lumpuhkan!" perintah Tian Zhi pada Tubuh Ganda.


Setelah kepergian Tubuh Ganda, Tian Zhi berjalan santai meninggalkan lembah.


"Kwok! Jatahku mana! Kamu telah melewati dua hari tanpa memberiku Pil Langit Jiwa! " protes Katak Naga kepada Tian Zhi, dia berani berbicara setelah aman dari Guru Ba.


Tian Zhi tertawa dan mengeluarkan dua pil, seketika Katak Naga menjulurkan lidah dan melahap pil tanpa mengucapkan terimakasih, Katak Naga bersendawa dan puas.


Sambil berjalan santai tanpa susah payah mencari Token Giok, Tian Zhi selalu mengawasi semua Tubuh Ganda dan melihat dua pembunuh bayaran menjadi panik ketika di kejar 1.000 Tubuh Ganda.


Tidak berselang lama, Tubuh Ganda membawa dua pembunuh bayaran yang sudah terikat di sebuah bambu, dan menancapkan bambu di tanah.


Dua pembunuh itu menatap Tian Zhi yang sedang duduk di atas batu.


Lalu, Tian Zhi berjalan mendekati pembunuh, dan membuka topeng mereka, secara berlahan terlihatlah wajah mereka dan membuat Tian Zhi mundur dua puluh meter dengan sangat cepat.


"Sialan?! " umpatan Tian Zhi ketika melihat wajah buruk pembunuh yang dipenuhi belatung dan bau busuk yang menyengat.


Setelah mencium bau busuk, Tian Zhi merasakan kepalanya pusing dan mulai ber-kunang-kunang, seketika dia tersadar telah terkena racun Pelumpuh Tulang saat membuka topeng si pembunuh bayaran.


Tian Zhi jelas sangat marah dan memberikan perintah kepada Tubuh Ganda:


"Bunuh mereka!? "


Boom... Boom...


Seketika 1.000 Tubuh Ganda menyerang dua pembunuh bayaran dengan brutal, suara ledakan energi sampai terdengar sangat jauh, peserta yang sudah berkumpul di Kota Peristirahatan juga mendengar dan melihat kepulan asap pada satu titik tempat.


Ya, mereka berkumpul di Kota Peristirahatan untuk menyatukan kekuatan melawan Tian Zhi, jika Tian Zhi tidak dibunuh maupun diusir dari Hutan Peperangan, jelas Tian Zhi akan menjadi juara pertama.


Setelah Tubuh Ganda menyerang bersamaan dengan brutal, Tian Zhi semakin marah, sebab dua pembunuh itu memiliki skill yang mampu melarikan diri. Tian Zhi tidak tahu skill apa yang mereka gunakan, yang jelas ketika banyak pukulan berenergi mengenai dua pembunuh bayaran, tubuh mereka mencair seperti lilin.


"Sialan!! Untung saja aku memilih Tubuh Lima Elemen, jika tidak...!! " umpatan Tian Zhi yang masih merasakan efek racun Pelumpuh Tulang.


Tian Zhi mengendalikan emosinya setelah mengambil nafas, dia sedikit kagum dengan kemampuan pembunuh bayaran yang hampir menyerupai skillnya, yang mana kemampuan mereka bisa membuat tubuh lilin untuk mengecoh lawan saat tertangkap.


"Untuk kedua kalinya, aku tidak mungkin gagal!" gumam Tian Zhi yang pasti telah mempersiapkan diri saat menangkap dua pembunuh bayaran.