
Chapter 181. Gagal Bahagia!
Setelah waktu delapan dupa lewat, sembilan wanita itu telah mencerna pengetahuan Teknik Dewa Ancestor Pill. He Hua yang terlebih dahulu membuka mata dan langsung berdiri untuk menyusul Tian Zhi yang berada di ruang menempa senjata, wanita lainnya juga mengikutinya.
Saat He Hua membuka pintu, dia melihat sembilan tungku dengan berbagai model dan warna yang berbeda. Lalu He Hua tertawa melihat wajah Tian Zhi yang hitam karena selesai membuat tungku.
"Tungku itu adalah milik kalian dan itu adalah Bola Api Asyura agar kalian lebih mudah membuat pil," kata Tian Zhi, sambil Meyleen dan Miao Jiang membersihkan wajahnya yang kotor.
Bola Api Asyura berbentuk kristal, didalamnya berisi Api Asyura, dengan mereka menggunakan Bola Api Asyura, kelemahan mereka yang tidak memiliki elemen api maupun daya panas kurang akan teratasi. Cukup dikendalikan dengan energi spiritual, maka Bola Api Asyura bisa digunakan sesuka hati. Hal ini umum di dunia Alkemis.
Lalu mereka mulai mengendalikan Bola Api Asyura dan sudah waktunya untuk menguji pengetahuan yang baru didapatkan. Tian Zhi juga tidak tinggal diam, dia telah mulai terlebih dahulu sebagai contoh bagi wanitanya.
Saat ini, Tian Zhi berada di cincin dimensi selama dua hari, dia tidak perduli dengan situasi di luar. Mansion milik Perguruan Lima Elemen yang merupakan kediaman Tian Zhi juga telah dijaga ketat oleh murid perguruan.
...****************...
Situasi wilayah bagian Barat semakin ramai karena akan kedatangan empat putra mahkota Kekaisaran Shang. Raja Dong penguasa Kerajaan Api Biru juga telah hadir di Perguruan Lima Elemen.
Kini Nanggong Kaili, Zheng Deng dan Raja Dong telah duduk bersantai di ruang tamu gedung utama perguruan, mereka membahas semua hal untuk membuat acara lamaran menjadi aman, tertib dan juga berkesan. Selain mereka ada beberapa ketua dan guru, mereka juga berpartisipasi.
Nanggong Kaili memperkirakan dalam dua hari mereka akan tiba, lalu dia memerintahkan para guru meliburkan para murid untuk mendukung acara lamaran dan membantu keamanan wilayah Barat. Raja Dong juga membawa banyak pasukan Kerajaan Api Biru untuk memperkuat keamanan.
Sayangnya, Nanggong Kaili dan Raja Dong tidak tahu apa yang kini sedang terjadi dengan empat putra mahkota dan dua puluh ribu tentara pelindung kekaisaran.
Rombongan Kekaisaran Shang yang menggunakan binatang Griffin berjatuhan saat masuk ke dalam jebakan ilusi, demikian juga dengan gerbong kereta kuda membawa putra mahkota, ikut terjatuh. Bahkan Wali Penjaga juga ikut terjatuh dan tidak mampu melindungi putra mahkota.
Saat ini mereka bertempur dengan banyak binatang monster setelah masuk ke dalam Formasi Ilusi. Keadaan mereka seperti yang dialami oleh keponakan Master Wei Yan, dimana diserang banyak binatang monster.
Boom... Boom...
Ledakan energi spiritual ketika tentara pelindung kekaisaran melawan binatang monster. Putra mahkota jelas tidak tinggal diam, mereka bekerjasama dengan sepuluh Wali Penjaganya melawan binatang monster.
Satu hari berlalu, tapi binatang monster terus-menerus berdatangan, hingga putra mahkota pertama menyadari jika telah masuk ke dalam Formasi Ilusi. Sayangnya, baru menyadari setelah banyak tentara pelindung kekaisaran tewas.
"Semuanya segera berkumpul dan buat perisai energi spiritual bersama-sama!" perintah putra pertama Kaisar Shang.
Segera para tentara membentuk lingkaran melindungi putra mahkota, lalu membuat perisai energi spiritual secara bersamaan. Akhirnya mereka bisa bernafas lega saat binatang monster tidak mampu menghancurkan dinding spiritual.
"Apa ini ulah Dinasti Song?" tanya putra kedua.
Dinasti Song adalah musuh bebuyutan Kekaisaran Shang. Wilayah kekuasaan Dinasti Song berada di Alam Mahadewa. Sudah lama Kaisar Song ingin menguasai Alam Dewa.
Karena hal itu, Kaisar Shang mengeluarkan tentara pelindung kekaisaran untuk mengawal putranya, dia khawatir jika Dinasti Song mengutus orang pilihan untuk menculik putranya.
"Mungkin saja. Cepat kabari ayah!" sahut putra ketiga kepada Wali Penjaga.
Segera salah satu Wali Penjaga mengeluarkan Siput Penghantar Suara, namun alat komunikasinya gagal mengirim pesan kepada Kaisar Shang.
Dengan perasaan dongkol, putra pertama segera mengeluarkan alat komunikasi miliknya. Tapi, alat komunikasinya juga tidak berfungsi. Akhirnya mereka pun menjadi panik, apalagi binatang monster terus menggedor dinding spiritual.
Swosh... Boom...
Perisai energi gabungan akhirnya dihancurkan oleh seseorang. Segera binatang monster ilusi menyerang tentara pelindung kekaisaran.
Putra mahkota dan Wali Penjaga syok melihat sepuluh ribu orang berjubah hitam telah mengepungnya. Dan yang lebih mengejutkan lagi, sepuluh ribu orang itu bisa melayang, sedangkan mereka tidak mampu terbang di dalam formasi Ilusi.
"Siapa kamu? Apakah kamu utusan dari Dinasti Song?" bentak putra pertama kepada sepuluh ribu orang berjubah hitam.
"Benar. Tugas kami membunuh kalian!" jawab salah satu orang berjubah hitam.
Keempat putra mahkota serempak mengumpat dan memaki-maki Kaisar Song. Lalu Wali Penjaga menyerang sepuluh ribu orang berjubah hitam tanpa diperintah.
Boom... Boom...
Ledakan hebat ketika sepuluh ribu orang berjubah juga menyerang. Dengan serangan banyak binatang monster dan dibantu oleh sepuluh ribu orang berjubah hitam, maka tentara pelindung kekaisaran pun meregang nyawa. Tersisa putra mahkota kerajaan dan Wali Penjaga yang saling melindungi dengan wajah pucat karena kelelahan.
Mereka terkejut saat melihat banyak kristal energi keluar dari perut tentara pelindung kekaisaran yang telah mati. Kristal energi spiritual itu tiba-tiba menghilang entah kemana. Putra mahkota dan Wali Penjaga jelas tahu apapun itu dan baru menyadari jika mereka sengaja di kurung di dalam Formasi Ilusi untuk diekstrak.
Namun, sebelum putra mahkota pertama berbicara, salah satu orang berjubah hitam berkata, "hari kebahagiaan kalian cukup sampai disini, kalian telah salah memilih wanita! Pasukan Kera betina, puaskan mereka!"
Seketika bermunculan banyak Kera betina dan langsung dengan beringas menyerang putra mahkota dan Wali Penjaga. Jelas mereka syok dan berusaha sekuat tenaga melawannya dengan sisa-sisa stamina...
...****************...
Tian Zhi yang berada di dalam cincin dimensinya, tersenyum sinis melihat putra mahkota diperlakukan brutal oleh Kera betina. Semua wanitanya yang ikut melihat dari cermin menjadi mual-mual. Tian Zhi segera menutup cermin dunia luar agar wanitanya tidak ikut trauma melihat kondisi putra mahkota dan Wali Penjaga.
Lalu, Tian Tian memerintahkan Tubuh Ganda untuk mengekstrak kekuatan Wali Penjaga dan membuat keempat putra mahkota menjadi gila akut. Kemudian, Tian Zhi membagikan kristal energi spiritual kepada wanitanya dan dia kembali membuat Pil Kultivasi.
Hingga waktu perkiraan kedatangan rombongan putra mahkota akan tiba, Tian Zhi kembali ke dalam mansion milik perguruan bersama dengan kesembilan wanitanya.
Tian Zhi sengaja membawa semua wanita untuk pamer kepada mantannya. Semua wanitanya melihat-lihat mansion milik Perguruan Lima Elemen. Mereka mengangumi keindahan danau yang dekat dengan kediaman kekasihnya.
"Tempat ini seperti di Benua Awan Timur," kata He Hua yang teringat di Kota Donggi, "sayang, apa aku boleh membawa murid-murid ku?" lanjutnya dengan bertanya kepada Tian Zhi.
Murid yang dimaksud oleh He Hua adalah murid Sekte Yin, sekte yang dia bangun dengan jerih payahnya. Selain itu, He Hua juga meninggalkan banyak kekayaan di Benua Awan Timur, dia ingin mengambil miliknya untuk dijadikan modal mendirikan kekaisaran.
"Boleh saja. Tapi masalahnya, mereka akan ditempatkan di mana?" jawab Tian Zhi dan balik bertanya.
"Kalau boleh ... Cincin dimensi...!" jawab He Hua dengan wajah penuh harapan.
Tian Zhi tersenyum dan memeluk He Hua, "tidak masalah. Nanti aku akan merenovasi mansion agar mampu menampung banyak jiwa," katanya dan membuat He Hua senang.
Shan Hongse melihat seseorang menuju ke pintu halaman mansion, "ada orang datang!" katanya sambil menunjuk.
Zheng Deng datang dengan tergesa-gesa, disaat akan membuka pintu halaman mansion, dia terhalang oleh Formasi Perlindungan. Tian Zhi segera keluar dari mansion bersama wanitanya, saat Zheng Deng memanggil namanya.
Zheng Deng gembira melihat Tian Zhi membuka pintu halaman mansion, tapi dia terkejut melihat dua wanita yang dia kenali, mereka adalah He Hua dan Miao Jiang. Lalu Zheng Deng melihat dibelakang Tian Zhi juga banyak wanita yang cantik-cantik, terutama Meyleen yang kecantikannya bisa dikatakan setara dengan He Hua dan Miao Jiang.
Para murid yang menjaga mansion yang melihat menjadi terpesona dengan mata berbinar-binar melihat kecantikan yang mengelilingi Master Tian.
"Mereka... Mereka, kapan bisa ada disini? Dan siapa mereka?" cecar Zheng Deng.
"Sejak kalian disibukkan dengan urusan kedatangan putra mahkota. Karena aku tidak ingin menganggu kalian, maka aku tidak melapor terlebih dahulu. Mereka semua adalah istriku, lihat cincin pernikahan kita!" jawab Tian Zhi.
Semua wanitanya dengan bangga mengangkat tangan kanan yang terselip cincin ikatan pernikahan. Zheng Deng menghela nafas panjang, dia iri dengan kehebatan Tian Zhi sebagai seorang ahli Alkemis yang selalu dikelilingi wanita cantik.
Murid perguruan yang menjadi penjaga mansion juga ikut iri, mereka juga kecewa, ternyata semua wanita itu adalah pasangan Dao Master Tian.
"Ada apa Senior Zheng dengan tergesa-gesa mencari ku?" tanya Tian Zhi.
Zheng Deng kembali menarik nafas, kemudian dia menjawab, "putra mahkota gagal melamar, karena Dinasti Song telah membuat mereka menjadi gila dan juga membunuh dua puluh tentara pelindung kekaisaran!"
Tian Zhi berpura-pura ikut sedih dengan menggelengkan kepalanya sambil menunduk, demikian juga semua wanita ikut bersedih mendengarkan kabar dari Zheng Deng.
"Humph! Terkadang sesuatu yang berlebihan justru mengecewakan ... Bagaimana kondisi mereka sekarang?" tanya Tian Zhi yang ingin tahu kondisi Lang Ying dan ketiga sahabatnya.
"Putra mahkota sedang di kawal oleh Raja Dong dan pemimpin perguruan!" jawab Zheng Deng yang salah mengerti.
"Bukan mereka, matipun aku tidak perduli dengan putra mahkota. Aku yang aku tanya, bagaimana keadaan murid mu itu?" jelas Tian Zhi dengan nada sedikit kesal.
Zheng Deng tersenyum masam, lalu menjawab, "mereka tidak mau keluar dari kamar karena malu!"
"Oh! Syukurlah mereka baik-baik saja!" kata Tian Zhi dengan nada ketus, lalu dia mengeluarkan beberapa botol giok, dan memberikan kepada para murid yang telah menjaga mansion.
He Hua dan semua wanita ingin tertawa, bukan menertawakan nasib Lang Ying dan ketiga sahabatnya, melainkan menertawakan ucapan Tian Zhi. Mana ada baik-baik saja setelah gagal dilamar, saat hari bahagia yang dinantikan menjadi gagal, dan jelas tidak ada yang baik-baik saja.
Murid yang menjaga mansion dengan senang hati menerima pemberian Master Tian. Lalu Tian Zhi melihat Zheng Deng dengan membawa dua botol giok yang berisi sepuluh butir pil.
"Aku hanya minta 50% saja dari hasil penjual pil. Aku juga meminta waktu satu minggu untuk pergi ke Benua Awan Timur," ijin Tian Zhi kepada Zheng Deng sambil memberikan dua botol giok.
Raut wajah kesedihan Zheng Deng seketika menjadi cerah, dia segera membuka tutup botol, dia sedikit terkejut saat melihat Pil Kultivasi tingkat Dewa Ancestor tahap rendah.