Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 251. Langkah Awal Jiang Chen Mei.


Chapter 251. Langkah Awal Jiang Chen Mei.


Tian Zhi muncul di belakang He Hua yang menggunakan senjata kipas andalannya untuk menghancurkan mayat hidup yang tidak kenal rasa takut.


"Kamu... Selalu saja mengagetkan!" gerutu He Hua gara-gara Tian Zhi muncul mendadak.


Tian Zhi terkekeh dan memeluk He Hua dari belakang, lalu dia berbisik, "jika kamu tidak marah, hari-hari ku akan terasa sepi!"


He Hua mengembangkan senyuman bahagia dan membalikkan badannya. "Keusilan mu membuat hari-hari ku menjadi berwarna!" balasnya sambil memeluk Tian Zhi...


Setelah saling mengungkapkan cinta dengan prosa berirama dengan istrinya, Tian Zhi kembali fokus pada mayat hidup. Di saat akan membantu menghancurkannya, He Hua mencegahnya.


"Biarkan kami yang membereskan mayat-mayat hidup ini, jarang-jarang kita mendapatkan kesempatan untuk berlatih!"


"Baiklah. Kalau begitu aku akan mengurus hal lain diatas." pamit Tian Zhi yang ingin mengantarkan Jiang Chen Mei menuju ke Alam Keabadian.


"Apakah kamu sudah mendapatkan Kitab Hidup dan Mati?" sahut Meyleen yang baru menyadari kehadiran Tian Zhi, dia memberikan ciuman.


"Sudah dan Kaisar Giok telah kembali ke Alam Jiwa!" jawab Tian Zhi setelah mencium kening Meyleen.


Setelah berpamitan dengan semua istrinya, Tian Zhi keluar dari dunia bawah tanah tanpa melewati jalan awal, dengan menggunakan Heart Stone untuk teleportasi dengan mudah, karena telah mengetahui titik koordinatnya.


Tian Zhi muncul di Alam Keabadian dalam sekejap mata, tepatnya di lokasi reruntuhan bangunan Organisasi Tangan Hitam, ia bernostalgia ketika menjadi anggota pembunuh bayaran.


Di saat Tian Zhi sedang bernostalgia, keluar tiga orang pria dari bangunan yang masih layak dihuni, mereka adalah Lu Bai, Yang Wei dan Yuan Shao. Mereka bertiga berniat untuk mencari sumber daya yang bisa meningkatkan kekuatan, mereka melihat Tian Zhi dan buru-buru menghampirinya.


"Monster Pembunuh ada di sini!" sapa Lu Bai.


Tian Zhi membalikkan badan dan melihat peserta kompetisi Duel Sage, tiba-tiba tercetus ide menjadikan mereka anak buahnya untuk menguasai Istana Surgawi.


"Perasaan baru sebentar kita berpisah ... Takdir memang baik mempertemukan kita! Apakah kalian anggota Organisasi Tangan Hitam?" balas Tian Zhi yang menyapa dan bertanya setelahnya.


Mereka berempat saling mengobrol menceritakan pengalamannya setelah kompetisi Duel Sage berakhir. Ternyata Lu Bai dan kedua sahabatnya saat ini tidak ada tujuan pasti selain menunggu kompetisi berikutnya dibuka - kompetisi Beast Leader.


Setelah mengetahui Lu Bai dan sahabatnya tidak memiliki tujuan pasti selain meningkatkan kekuatan, Tian Zhi menawarkan mereka menjadi wakilnya untuk menguasai wilayah Istana Surgawi.


Awalnya Lu Bai dan sahabatnya ketakutan dengan rencana Tian Zhi yang ingin menggulingkan pemerintahan Istana Surgawi, sebab banyak sekali orang kuat.


Sistem Pencipta yang tertanam di jiwa Lu Bai segera memberikan informasi tentang kekuatan Tian Zhi dan membuatnya terkejut. Demikian juga dengan Yang Wei dan Yuan Shao, mereka mendapatkan informasi dari Sistem Pencipta.


Tian Zhi tersenyum tipis melihat kedua mata mereka bertiga bergerak liar, tanda memiliki Sistem Pencipta seperti dirinya yang didapatkan dari Yuna Aurora.


"Sistem Pencipta milik kalian saja mempercayai ucapan ku, kan?" tanyanya kepada Lu Bai dan kedua sahabatnya.


Sontak mereka bertiga keheranan bagaimana Tian Zhi bisa mengetahuinya. Sebelum Lu Bai berdalih jika tidak memiliki Sistem Pencipta, Tian Zhi terlebih dahulu berbicara, "kalian pasti mendapatkannya dari Master Wei Yan, kan? Aku duga kalian hanya sebagai boneka uji cobanya? Aku tahu Sistem Pencipta milik kalian tidak sempurna dan banyak kekurangannya...,"


Tian Zhi berhenti berbicara saat melihat reaksi Lu Bai dan kedua sahabatnya yang terkejut, lalu dia kembali berbicara, "saran ku, lebih baik mengandalkan kemampuan diri sendiri daripada selalu tergantung pada Sistem Pencipta yang tidak sempurna...,"


Tian Zhi membeberkan kelemahan Sistem Pencipta, dimana hanya unggul dalam meningkatkan kekuatan dan lemah dalam pondasi fisik. Jika melawan seseorang yang memiliki kekuatan sama, Lu Bai dan kedua sahabatnya akan dengan mudah dikalahkan.


Selain itu, Sistem Pencipta hanya mampu meningkatkan kekuatan seseorang di tingkat Dewa Absolute puncak, itupun harus mendapatkan banyak kepingan emas sebagai ganti untuk meningkatkan kekuatan.


"... Dan kalian tidak akan pernah belajar serta memahami setiap peningkatan kekuatan. Sayang sekali, jika kalian tidak memiliki pemahaman kekuatan setiap level... Kalau tidak percaya, aku akan turunkan kekuatan hingga dibawah kalian 5 level... Lawan aku secara bersamaan!" tantangnya untuk membuktikan kekuatan mereka yang lemah dalam hal pemahaman beladiri.


Tian Zhi menyayangkan masa depan Lu Bai dan kedua sahabatnya jika selalu tergantung dengan Sistem Pencipta yang belum sempurna, itu akan menghambat kultivasinya saat akan menerobos ke tingkat Sang Void.


Kultivator yang menerobos ke tingkat Sang Void butuh waktu dan pemahaman yang sulit, setelah tercerahkan baru bisa mencapainya. Jika mengandalkan Sistem Pencipta, sudah dipastikan akan terhenti di tingkat Dewa Absolute puncak.


Lu Bai dan kedua sahabatnya merenungkan ucapan Tian Zhi, mereka jelas tidak berani menerima tantangannya, sebab sudah tahu akan kelemahan diri sendiri.


"Lalu bagaimana kita bisa lepas dari Sistem Pencipta yang telah menyatu dengan jiwa?" tanya Lu Bai.


"Itu mudah! Jika kalian memercayai ku sewaktu memisahkan Sistem Pencipta!" jawab Tian Zhi yang memiliki pengalaman.


Selama ini, Tian Zhi secara bertahap menyempurnakan Sistem Pencipta yang telah banyak dimodifikasi programnya. Sistem Pencipta miliknya hanya mencatat apa yang dia lakukan setiap hari. Lalu setiap tujuh hari sekali, Tian Zhi memeriksa perkembangannya.


Demikian juga dengan Yang Wei dan Yuan Shao, mereka lebih suka mengandalkan diri sendiri seperti dahulu.


"Kapanpun bisa. Tapi, bagaimana dengan tawaran ku, apakah kalian mau? Masalah sumber daya, aku akan selalu mensupport, sampai kalian menggantikan posisi Dewa Bintang!" tanya Tian Zhi sekali lagi sebelum memisahkan sistem mereka.


Dengan Lu Bai dan kedua sahabatnya menjadi pemimpin Istana Surgawi, Tian Zhi akan mempermudah mengendalikan Alam Keabadian, serta tidak repot-repot dalam menanggani setiap masalah setiap hari.


Lu Bai yang pada dasarnya seseorang pemikir, dia tahu tujuan Tian Zhi yang ingin menjadikan mereka sebagai bawahan. Setelah berpikir sejenak, Lu Bai mengiyakan tawaran Tian Zhi dan kedua sahabatnya juga menerima tawaran menjadi wakil.


Lu Bai melihat kedua sahabatnya yang mengangguk tanda setuju. "Baiklah, kita terima menjadi wakil mu. Apa yang harus kita lakukan? Kamu tahu kita hanya berempat, sedangkan pihak Istana Surgawi sudah memiliki pondasi yang kuat."


Tian Zhi segera mengeluarkan Jiang Chen Mei dari cincin dimensi. Kemunculan Jiang Chen Mei jelas mengejutkan Lu Bai dan sahabatnya, seorang wanita dewasa yang memiliki paras cantik dan pesona sebagai ratu.


Jiang Chen Mei tersenyum melihat Tian Zhi dan mengabaikan tiga pria yang melongo, dia duduk di sebelah kiri Tian Zhi sambil memeluk lengannya seperti seorang kekasih.


"Dia yang akan memimpin kalian. Sedangkan tugas kalian hanya mematuhi perintahnya ...," kata Tian Zhi dan melirik Jiang Chen Mei agar memperkenalkan diri sendiri.


"Panggil saja aku - Nyonya Shimo. Tugas pertama kalian... Buat peta tempat-tempat yang banyak penduduknya dan titik lokasi vital dalam Istana Surgawi. Lokasi reruntuhan ini akan menjadi markas kita. Tugas ini mudah, apa kalian bisa menanganinya?"


Perkenalan singkat dan tanpa basa-basi langsung membuat pengaturan akan rencananya dalam proses awal membalas dendam kepada Wei Yan.


Zhi Shimo sedikit terkejut saat Jiang Chen Mei menggunakan namanya, tapi dia juga tidak menolaknya, karena Jiang Chen Mei tidak ingin identitasnya sebagai Ras Mayat Hidup diketahui siapapun. Ia juga tahu tujuan Jiang Chen Mei memberikan tugas untuk membuat peta, agar bisa menjadikan penduduk pasukan mayat hidup.


Walaupun tahu tindakan Jiang Chen Mei sangat buruk, Tian Zhi tidak peduli, sebab dia membutuhkan Alam Keabadian dalam kekacauan total. Dengan begitu, dia bisa dengan mudah mengendalikan Alam Keabadian dan juga mengurangi jumlah penduduk yang berjumlah miliaran.


Lu Bai yang ditanya segera menjawab, "kami sudah memiliki peta, hanya perlu melengkapinya saja. Beri kami waktu satu hari untuk menyelesaikannya."


"Bagus! Lebih cepat lebih baik!" sahut Jiang Chen Mei.


Kemudian Tian Zhi mengeluarkan cincin dimensi yang berisi sumber daya, ia akan memberikannya kepada Lu Bai. Namun, Jiang Chen Mei menahan tangannya.


"Tidak perlu, aku memilih banyak!" Jiang Chen Mei mengeluarkan cincin dimensi tingkat rendah yang berisi beberapa ribu keping emas dan memberikan kepada Lu Bai, "kamu menjadi tangan kananku dan beri laporan setiap perkembangan Alam Keabadian, terutama Wei Yan." imbuhnya.


Lu Bai dengan senang hati menerima pemberian Jiang Chen Mei dan mengangguk sebagai jawaban. "Baiklah, kita akan pergi dulu. Permisi!" Pamitnya dan diikuti oleh kedua sahabatnya.


Lu Bai dan kedua sahabatnya segera terbang ke arah Barat, tepatnya ke arah Istana Surgawi. Sepeninggal bawahannya, Tian Zhi mencolek hidung Jiang Chen Mei yang masih memeluk lengannya. "Suamimu akan cemburu di Alam Jiwa!" godanya.


Jiang Chen Mei menutup mulutnya dengan tangan kiri ketika tertawa. "Masa lalu tidak mungkin terjadi lagi...," ucapnya sambil melihat matahari akan terbenam dan Tian Zhi juga melihat ke Barat.


Jiang Chen Mei mengingat keluarganya yang kini sudah tidak ada, terlihat air mata akan keluar dan segera dia tahan. Tian Zhi merasakan perubahan suasana hati Jiang Chen Mei dan memeluknya.


"Luapkan semua rasa di tempat ini... Walaupun waktu tidak akan pernah mundur, selama matahari masih terbit dan terbenam, tanda Alam Semesta masih memberikan harapan untuk berubah dan bahagia," ujar Tian Zhi dan melihat matahari terbenam.


Jiang Chen Mei tersenyum dan memegang pipi kiri Tian Zhi agar melihatnya. Mereka berdua saling bertatapan mata. Tiba-tiba Jiang Chen Mei mencium bibirnya untuk sesaat. Dia menertawakan Tian Zhi yang diam membisu saat dicium.


"Banyak istri tapi amatiran!" ejek Jiang Chen Mei dan tertawa lepas setelahnya.


"Enak saja bilang aku amatiran! Aku sudah membuat hamil dua istriku, apa kamu mau aku hamili juga?" protes Tian Zhi yang tidak suka dibilang amatiran.


Jiang Chen Mei yang ditantang tertawa sambil berdiri, lalu dia membalikkan badan untuk melihat gedung yang masih bisa dihuni, sambil berjalan dia menjawab, "jika kamu memiliki kemampuan!"


Jiang Chen Mei berjalan dengan pinggul yang sengaja bergoyang menggoda Tian Zhi. Tian Zhi mendengus dan segera mengejar Jiang Chen Mei...


Jiang Chen Mei langsung berlari menuju gedung utama Organisasi Tangan Hitam yang layak untuk dihuni.


"Lihat saja... Aku akan buat kamu minta ampun!" teriak Tian Zhi sambil terus mengejar Jiang Chen Mei yang masuk ke gedung...


Karena Jiang Chen Mei lah, Alam Keabadian dimasa depan mengalami perubahan total, banyak mayat hidup seperti yang terjadi di Alam Mahadewa. Namun, dengan perubahan yang terjadi, juga mengorbankan segalanya!


Apa yang akan terjadi nanti? Bagaimana dengan kisah Jiang Chen Mei - putri dari Raja Mayat Hidup? Akankah Jiang Chen Mei mengikuti jejak ayahnya?


Bersambung.