
Chapter 119. Xu Lian Dari Klan Xu, Ras Malaikat Bersayap Hitam.
Sambil meramu pil, Tian Zhi mengungkapkan tujuan utusan Kekaisaran Qing kepada istrinya dan meminta pendapat. Sedangkan Zhi Yinping yang berniat mempelajari Tian Zhi dalam meramu pil, menjadi terbagi fokusnya.
"Mereka mengetahui dirimu melalui informasi dari panitia kompetisi Duel Sage, tapi mereka tidak mengetahui wajahmu. Jadi, disaat menemui mereka, gunakan saja topeng!" saran He Hua dan mengambil alih saat Tian Zhi dalam proses memadatkan pil.
Zhi Yinping dan Qing Huan sontak tercengang melihat tindakan He Hua yang ceroboh. Namun mereka berdua makin terkejut, saat proses penting dalam meramu tidak gagal seperti yang diperkirakan. Bahkan Yu Bao pun ikut membantu He Hua.
Tian Zhi berjalan menuju kursi, lalu duduk diantara Meyleen dan Zhi Yinping. Meyleen dengan manja memeluk lengan kanan Tian Zhi dan kepala bersandar di bahunya.
"Mungkin saat ini mereka belum mengetahui wajahku... Namun, setelah aku bertarung dengan Bocah Tua itu, besok atau lusa berita akan menyebar luas dan mata-mata mereka sudah tentu akan tahu!" jelas Tian Zhi akan usulan He Hua.
He Hua mengangguk paham dan kembali berpikir. Apa yang dikatakan Tian Zhi memang benar, tidak lama mereka akan mengetahui identitas yang sebenarnya. Setelah mengetahui siapa Tian Zhi dan kebetulan berada di sarang lawan, maka akan membahayakan Tian Zhi.
"Tetap gunakan topeng! Topeng memiliki makna ganda, netral sekaligus lawan yang menjadi kawan. Mereka yang membutuhkan kemampuan mu, kemungkinan tidak akan berani berbuat buruk. Buat proses penyembuhan mereka dalam beberapa kali penanganan, ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan!" terang He Hua dan tetap bersikukuh agar Tian Zhi menggunakan topeng.
Zhi Yinping dan Qing Huan kebingungan dengan pembicaraan mereka, apa yang dikhawatirkan oleh Tian Zhi dan istrinya sehingga pembicaraan ini terdengar sangat serius.
"Sebenarnya apa yang sedang terjadi?" sela Zhi Yinping yang tidak bisa lagi berdiam diri disaat kebingungan dengan pembicaraan mereka.
Yu Bao melihat Zhi Yinping dan kembali fokus meramu pil yang akan jadi. "menjadi Alkemis tingkat Celestial Supreme, bukan sesuatu yang dibanggakan, justru membahayakan nyawa. Seandainya, aku berada di posisi menjadi seorang penguasa, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk menjadikan sang Alkemis bekerja untukku!" jelas Yu Bao mewakili Tian Zhi.
Zhi Yinping mengangguk paham setelah mengetahui kekhwatiran mereka. "Besok aku akan ikut. Dengan kehadiran ku, mereka tidak akan berani berbuat macam-macam!" ujarnya dengan percaya diri dengan status anggota Klan Zhi.
Tian Zhi tersenyum, sebab dia tidak khawatir seperti istrinya. Tapi dia juga senang mereka memperhatikan akan keselamatannya.
"Hanya Pil Penyembuh Dantian, aku bisa buat sekarang jika ada ramuannya. Masalah upah, biarkan Hua'er yang akan berbicara dengan mereka," cetus Tian Zhi.
"Setuju!"
Dengan kompak semua wanita mendukung ide Tian Zhi. Dengan adanya ramuan untuk membuat Pil Penyembuh Dantian tingkat Celestial Supreme tahap rendah, maka Tian Zhi tidak perlu mendatangi sarang lawan.
"Kenapa harus repot-repot datang ketempat mereka, jika bisa dilakukan di sini!" celetuk Meyleen sambil memainkan jari-jari tangan kiri di paha Tian Zhi.
"Kamu memancing binatang buas terbangun... Jika tidak ada gadis kecil disini, kamu sudah aku hajar sampai pingsan!" canda Tian Zhi dan memegang tangan Meyleen, lalu meletakkannya di tongkat yang mulai berdiri.
Gadis kecil yang dimaksudkan oleh Tian Zhi adalah Qing Huan. Qing Huan yang tersindir langsung berdiri menghadap Tian Zhi dengan kedua bersilang pinggang.
"Siapa gadis kecil?" protes Qing Huan dengan menatap tajam kearah Tian Zhi, lalu melihat tangan Meyleen mengelus sesuatu dibalik pakaiannya.
Qing Huan memalingkan wajahnya saat tahu apa yang dilakukan oleh Meyleen.
"Humph!! Awalnya menggoda lalu jatuh dalam pelukan!" sindir He Hua yang sudah hafal dengan trik suaminya dalam menaklukkan hati wanita.
Tian Zhi tertawa dan menarik pergelangan tangan Qing Huan. Qing Huan tersentak kaget dan sudah duduk di pangkuannya, seketika dia merasakan pantatnya terganjal sesuatu.
Qing Huan ingin melompat tapi ditahan oleh tangan Tian Zhi yang melingkari pinggangnya. Akhirnya dengan terpaksa diam dan merasakan tongkat Tian Zhi yang berdiri maksimal, untungnya masih ada pakaian yang menghalangi gua surga dan tongkat.
He Hua dan Yu Bao mendengus kesal melihat perbuatan suaminya dalam menaklukkan wanita. Mereka berdua segera menyelesaikan meramu pil dan akan memberikan pelajaran kepada Tian Zhi.
Namun, disaat ingin menghajar lembah surga kelima wanita, Tian Zhi mendeteksi seseorang yang sedang mengawasinya, dia bukan Duke Qing Fei, melainkan seseorang yang mengeluarkan hawa dingin.
"Ada seseorang yang sedang berusaha menyelidiki kita! Aku merasakan hawa dingin darinya... Perkiraanku, dia seorang wanita!" beber Tian Zhi dan mengejutkan semua wanita.
Meyleen segera beraksi dengan melepaskan kesadarannya untuk melacak siapa pelakunya. He Hua dan Yu Bao jika tidak sedang meramu pil, mereka akan bereaksi seperti Mayleen.
"Kurang ajar dia!? Berani-beraninya menyelidiki kita!!" geram He Hua.
Zhi Yinping menghela nafas berat saat tahu siapa wanita itu, yang tidak lain adalah wanita bertopeng, kepercayaannya Dewa Surya.
"Biar aku yang menanganinya!" pinta Zhi Yinping sebelum Meyleen bergerak, setelah menemukan jejak keberadaan wanita bertopeng, dia segera keluar dari ruang meramu pil.
Setelah keluar dari Paviliun Pil Langit, Zhi Yinping terbang dengan cepat menuju lokasi wanita bertopeng yang berada di atap penginapan milik keluarga besar Jin, Penginapan Xingyun Jin (emas keberuntungan).
"Nyonya Xu Lian, tindakanmu membuat Master Tian kecewa!" tegur Zhi Yinping kepada wanita bertopeng yang bernama Xu Lian.
"Lalu kamu mau apa?" tantang Xu Lian yang tidak takut dengan Zhi Yinping.
"Jika kamu tahu siapa mereka, mungkin bukan kamu yang datang ke sini, melainkan Yang Mulia Kaisar Qing mau bersedia menemui Master Tian!" jawab Zhi Yinping dengan nada sedikit tinggi.
"Cih!! Aku tidak peduli siapa dia, jika dia tidak mau menyembuhkan dantian kakak ipar ku, aku pastikan Klan Xu akan bertindak!" ancam Xu Lian dengan mengandalkan dukungan. Kakak iparnya adalah Dewa Surya yang menikahi kakak perempuan Xu Lian.
"Jika begitu, Klan Zhi juga akan turun tangan... Tapi, aku rasa tidak perlu ... Jika Klan Xu mampu mengalahkan Bocah Tua, baru Klan Zhi akan bertindak! Kamu harus tahu, kemarin Master Tian dengan mudah mengalahkan Bocah Tua hingga lari terbirit-birit. Pesanku, kalian lebih baik segera kembali, Master Tian tidak akan membantu kalian!"
Setelah berbicara dan juga memberikan peringatan, Zhi Yinping membalikkan badan dan berniat kembali ke Paviliun Pil Langit. Ucapan Zhi Yinping membuat tubuh Xu Lian gemetaran, dia kali ini telah menendang plat besi.
Klan Xu merupakan pesaing berat Klan Zhi, kedua klan itu telah lama berseteru, semua itu terjadi dengan kemunculan Klan Xu yang tiba-tiba di Alam Keabadian.
Klan Xu adalah Ras Malaikat yang berasal dari Benua Cahaya. Ras Malaikat bersayap hitam telah mengkhianati Raja Cahaya. Karena hal itu, mereka dilindungi oleh Master Wei Yan, agar tidak dibantai oleh Dewa Binatang. Dan, akhirnya Keluarga Besar Xu menetap di Alam Keabadian. Semenjak itu, generasi muda dan tua kedua klan saling bersaing hingga saat ini.
"Tunggu!!" cegah Xu Lian agar Zhi Yinping tidak buru-buru kembali.
Zhi Yinping membalikkan badannya dan tersenyum sinis ketika melihat kegelisahan Xu Lian.
Xu Lian menarik nafas dalam-dalam, lalu dengan berat hati berkata, "maaf! Tolong, jangan bicarakan hal ini kepada Master Tian!"
"Dia sudah mengetahui semenjak Mata Dewa mu menyelidikinya. Lalu, aku harus memberikan alasan apa?"
Xu Lian menundukkan kepalanya dengan banyak pemikiran untuk mencari alasan yang tepat dan tidak membuat Tian Zhi tersinggung.
"Sejujurnya, aku melakukan ini ... Karena janjiku kepada almarhum kakak untuk selalu melindungi Dewa Surya!" ungkap isi hatinya dengan enggan agar Zhi Yinping mengerti alasannya menyelidiki Tian Zhi.
"Berikan ramuan untuk membuat Pil Penyembuh Dantian setingkat Celestial Supreme, karena Master Tian enggan mengikuti kalian ke ibukota!" pinta Zhi Yinping agar ada alasan saat menemui Tian Zhi.
"Baik, tunggu sebentar."
Xu Lian segera masuk ke dalam penginapan untuk mengambil ramuan yang dibawa oleh Master Tao. Di dalam hatinya, dia merasa lega Zhi Yinping mau membantu atas kecerobohan yang telah diperbuatnya.
Zhi Yinping menghela nafas panjang dan melihat kearah Paviliun Pil Langit, dia terkejut melihat tiga wanita sedang memperhatikannya di atap paviliun.
Tidak berselang lama, Xu Lian datang bersama Master Tao. Master Tao segera meminta maaf atas kecerobohan Xu Lian, lalu dia mengeluarkan dua kotak kayu yang berisi beberapa set ramuan setingkat Celestial Supreme.
"Persiapkan upahnya... Besok kalian akan menemui Nyonya Tian sebagai wakil Master Tian. Aku harap kejadian malam ini tidak terulang di masa depan!" ucap Zhi Yinping dan sekaligus memberikan peringatan, sambil menunjuk ke arah Paviliun Pil Langit.
Master Tao dan Xu Lian mengikuti jari lentik Zhi Yinping dan terkejut saat melihat tiga wanita cantik yang memiliki kekuatan Dewa Absolute, berbaju merah adalah He Hua yang berada di level 90, berbaju merah perpaduan putih adalah Meyleen berada di level 89. Sedangkan berbaju biru muda adalah Yu Bao yang memiliki kekuatan level 10.
Zhi Yinping tidak mempedulikan raut wajah Master Tao dan Xu Lian yang terkejut melihat ketiga istri Master Tian.
"Tindakan mu hampir saja membuat kekacauan!" tegur Master Tao kepada Xu Lian.
"Cih!! Aku tidak takut!" sahut Xu Lian dan bergegas kembali menuju ke penginapan.
Master Tao geleng-geleng kepala melihat kesombongan dan kekerasan kepala Xu Lian. Lalu dia melihat lagi ketiga istri Master Tian yang masih mengawasinya, lalu dia sedikit membungkuk sebagai bentuk permintaan maaf atas kelakuan Xu Lian.
He Hua mengangguk sebagai balasan, lalu kembali ke dalam Paviliun Pil Langit bersama Yu Bao. Sedangkan Meyleen masih menatap kepergian Xu Lian yang telah memicu kebenciannya.
"Lihat saja, setelah semua rencana disini selesai, aku akan buat perhitungan kepadamu!" batin Meyleen dengan sorot mata tajam melihat Xu Lian yang telah masuk ke dalam kamarnya.
Zhi Yinping segera tiba dan berbicara, "aku sudah mendapatkan ramuannya, apakah Master Tian masih ada di ruang meramu pil?"
"Iya!" jawab Meyleen dengan ketus dan meninggalkan Zhi Yinping.
Zhi Yinping membuang nafas secara kasar untuk menahan emosinya, bukan karena sikap Meyleen, tapi karena tindakan Xu Lian yang mengakibatkan suasana menjadi tidak menyenangkan. Kemudian, Zhi Yinping segera mengikuti Meyleen yang telah masuk ke Paviliun Pil Langit.