Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 66. Aksi Tian Zhi.


Chapter 66. Aksi Tian Zhi


He Hua jelas mencegahnya, sebab dengan Miao Jiang atau dirinya ikut bergerak, maka Dragon Flame juga akan keluar. Keluarnya Dragon Flame pasti lebih merepotkan daripada melawan binatang monster termasuk Butterfly Dragon.


"Tenang dulu, lihat itu...!" He Hua menahan Miao Jiang agar tidak ikut campur dan menunjukkan serat petir sedang melesat kearah Gerbang Timur.


He Hua yakin dan percaya jika serat petir itu adalah Tian Zhi, entah kepercayaan itu muncul dari mana dan apa penyebabnya, yang jelas He Hua yakin jika Tian Zhi masih memiliki sisi peduli kepada kehidupan.


Miao Jiang segera mengikuti jari telunjuk He Hua dan melihat satu serat petir melesat dengan sangat cepat, setelah itu muncul ribuan serat petir dibelakang Tian Zhi.


Ribuan serat petir melesat lebih cepat daripada Tian Zhi, dan mengarah pada medan pertempuran Butterfly Dragon dengan para praktisi beladiri.


"Semuanya mundur!" teriakan He Hua kepada semua orang.


Mendengar perintah He Hua, semua orang segera mundur. Sayang sekali mereka sedikit terlambat, ribuan serat petir lebih cepat daripada pergerakan mundur mereka.


Cetarrr... Cetarrr... Boom💥... Boom💥...


Suara petir memekakkan telinga saat mengenai tubuh besar Butterfly Dragon. Ledakan demi ledakan dimana tubuh Butterfly Dragon terkena serat petir dan berjatuhan.


Tidak ada tubuh Butterfly Dragon yang utuh, kepala hancur, sebagian tubuh berlubang dan sayap patah dan lain sebagainya.


Para praktisi beladiri juga terkena dampak ledakan petir dengan tubuh terguling-guling.


Swosh...


Akhirnya Tian Zhi pun tiba dan langsung mengambil inti Butterfly Dragon dengan kemampuan Telekinesis, dia tidak perduli melihat ekspresi semua orang yang terkena dampak ledakan petir.


He Hua tersenyum melihat Tian Zhi menggunakan penampilan aslinya. Perubahan suasana hati itu dirasakan oleh Miao Jiang, dia segera menggoda He Hua.


"Ternyata dia tampan!" seruan Miao Jiang dengan kedua tangan di dadanya, seakan-akan dia telah jatuh hati.


Seketika raut wajah He Hua berubah dan mendengus kesal. "Apanya yang tampan, yang lebih tampan darinya banyak!" cibirnya dan kembali melihat Tian Zhi saat mendengar raungan Butterfly Dragon.


Raung Butterfly Dragon seperti suara jeritan bayi yang melengking keras, dan mereka segera menyerang Tian Zhi.


Kini Tian Zhi menjadi target utama kawanan Butterfly Dragon.


"Huff! Semut!" hina Tian Zhi dengan mengeluarkan Pedang Langit dan busur kembali di lengannya.


Segera muncul seribu tubuh bayangan Tian Zhi dan langsung menyerang targetnya. Sedangkan Tian Zhi yang asli berubah menjadi udara dan ikut menyerang Butterfly Dragon dengan memenggal lehernya.


Sling... Sling... Bang... Bang...


Suara desingan pedang memenggal leher terdengar dan tubuh Butterfly Dragon berjatuhan, sedangkan tubuh bayangan mengambil inti Butterfly Dragon.


He Hua, Miao Jiang dan semua orang melongo melihat Tian Zhi begitu mudahnya melawan banyaknya Butterfly Dragon.


Yang membuat semua kagum pada Tian Zhi, itu karena memiliki Teknik Tubuh Bayangan dan juga bisa menghilang.


Semua orang hanya mengikuti suara pedang memenggal leher dan melihat tubuh bayangan seakan-akan hanya pengalihan bagi Butterfly Dragon, dan Tian Zhi asli sebagai eksekutornya, sebagian tubuh bayangan mengambil inti Butterfly Dragon.


"Luar biasa, cerdas!" pujian Miao Jiang yang kini dia dengan tulus memuji Tian Zhi.


Kembali He Hua cemberut dan mendengus kesal tanpa berbicara. Tapi, dibalik cadarnya dia tersenyum, senyumannya seperti bunga yang bermekaran, jika ada yang melihatnya pasti akan dibuatnya terpesona.


Walaupun cara Tian Zhi memenggal leher Butterfly Dragon dengan brutal, gerakannya sangat halus, terampil dan susah di tebak arah serangannya. Butterfly Dragon jelas kebingungan melihat rekannya mati mengenaskan, disaat mereka sibuk dengan tubuh bayangan, Tian Zhi asli memenggalnya.


Dengan memiliki Pedang Langit, Tian Zhi seperti memotong tahu, dan daya serangannya juga meningkatkan hingga 40â„…. Satu demi satu dan dengan cepat Butterfly Dragon tumbang dan membuat yang tersisa panik. Segera mereka kabur menuju wilayah Kerajaan Mu sebagai tempat tinggalnya.


"Jangan kabur, aku masih membutuhkan inti mu!!" teriakan Tian Zhi yang tidak rela melepaskan mereka.


Semua orang melongo melihat Tian Zhi seperti orang kelaparan dan mengejar Butterfly Dragon. Tian Zhi tidak tahu jika arah kabur Butterfly Dragon merupakan tempat tinggal Dragon Flame.


"Dia gila!" sungut He Hua dan langsung mengikuti Tian Zhi.


Miao Jiang juga mengikuti dan menertawakan He Hua yang kuatir, dia kembali menggoda sahabatnya. "Tian Zhi ku, jangan kesana!" teriakan Miao Jiang yang mencegah.


He Hua langsung berhenti dan melototi Miao Jiang. "Apa kamu bilang tadi?" bentak He Hua yang tak terima jika Miao Jiang begitu mesra memanggil Tian Zhi.


"Dia dalam bahaya!" jawab Miao Jiang dan melesat mengejar Tian Zhi, lalu kembali menertawakan He Hua.


"Gadis bau...!!" teriakan He Hua yang kesal selalu digoda.


Tian Zhi tidak perduli dengan kedua wanita yang berteriak seperti orang kesurupan, pikirnya. Dia terus memenggal leher Butterfly Dragon yang kabur. Dengan kecepatannya, jelas targetnya tidak bisa menjauhi Tian Zhi.


"Grorrr!?"


Raungan Naga terdengar dan membuat Tian Zhi seketika berhenti dengan melihat kearah sumber suara Naga. Dia terkejut melihat Dragon Flame yang berukuran besar, ekspresi terkejut pun seketika berganti kegembiraan.


"Tunggangan yang cocok!!" gumam Tian Zhi.


Swosh... Swosh...


"Kamu sudah membuat Dragon Flame marah dan dia keluar dari sarangnya!" ungkap He Hua, "lebih baik kita kembali ke tempat pertahanan dan melawannya bersama-sama." lanjutnya dengan niat baik.


Kedua mata Tian Zhi berkedip-kedip, dia heran melihat perubahan sikap He Hua, dan jelas tidak mempercayai ucapannya.


Kembali suara raungan Dragon Flame menggema dan membuat Tian Zhi membalikkan badan dan tetap waspada terhadap kedua wanita itu.


"Apa tujuanmu?" tanya Tian Zhi yang ingin kejelasan dengan mengajaknya bertarung bersama-sama.


"Tidak ada tujuan apa-apa! Saat ini, kita hanya bisa bekerjasama melawan binatang monster untuk bertahan hidup!" jawabnya dengan jujur dan langsung memegang pergelangan tangan Miao Jiang saat akan mendekati Tian Zhi.


Tian Zhi langsung mundur, kuatir Miao Jiang akan menyerangnya. Sedangkan Miao Jiang menahan tawa melihat reaksi He Hua dan Tian Zhi, dia sebenarnya ingin membisikkan sesuatu kepada Tian Zhi.


Di pusat wilayah Kerajaan Mu, Dragon Flame sudah terbang dan melihat tiga orang yang telah membunuh anak buahnya. Dia meraung-raung dan mengepakkan sayap menuju tempat Tian Zhi.


"Kalian lebih baik kembali aku bisa menanganinya!" perintah Tian Zhi dan tanpa menunggu jawab langsung berubah menjadi udara dan diikuti oleh tubuh bayangan.


"Tian... Kamu bukan lawannya!!" teriakan He Hua dan dengan keras kepala mengikutinya.


Miao Jiang tertawa melihat sahabatnya telah jatuh cinta. "Cinta itu misterius, benci menjadi cinta!" gumamnya setelah berhenti tertawa dan mengikuti He Hua.


Dragon Flame yang melihat banyak orang menuju kearahnya langsung menyemburkan nafas api. Tian Zhi yang berada pada jalur semburan nafas api tidak menghindari.


"Meremehkan Ras Asyura!" ejek Tian Zhi dengan mengalirkan senjatanya elemen Api Asyura, Api Awan Hitam Petir.


Seketika Pedang Langit mengeluarkan api hitam dan serat-serat petir. Seketika radius lima ratus meter terbakar dan banyak petir mengelilingi Tian Zhi menghancurkan sekitarnya.


He Hua dan Miao Jiang langsung berhenti merasakan panas yang menyengat dan terbelalak kaget saat melihat pedang mengeluarkan Api Awan Hitam Petir.


Tubuh Tian Zhi memang tidak terlihat, tapi karena dia mengeluarkan elemen api dan petir, pedangnya menjadi terlihat.


Dragon Flame seketika juga berhenti saat merasakan panas Api Awan Hitam Petir dari pedang yang melayang.


"Astaga...! D-dia...!" seruan kedua wanita itu yang secara bersamaan.


Tian Zhi tidak segera menyerang. "Tunduk atau mati!" teriakan Tian Zhi kepada Dragon Flame.


"Grorrr!!"


Raungan Dragon Flame yang marah dengan ucapan Tian Zhi yang tidak terlihat, dia mengira suara itu berasal dari salah satu tubuh bayangan. Dragon Flame jelas tidak mau tunduk, walaupun dia sudah ketakutan dengan panas Api Awan Hitam Petir.


"Oh!! Berarti harus menjadi Naga panggang, baiklah!" ancam Tian Zhi.


Dragon Flame langsung kabur menuju tempat persembunyian di bawah reruntuhan Istana Kerajaan Mu. Walaupun Dragon Flame lebih kuat dalam hal basis kultivasi, dia kalah dalam hal Api Awan Hitam Petir. Secara naluri Dragon Flame memilih kabur daripada mati.


Boom💥...


Tian Zhi pun mengejar dengan menegaskan pedang untuk menyerang targetnya dari belakang, tapi targetnya dengan lihainya menghindari. Tian Zhi jelas tidak akan melepaskan Dragon Flame, jika tidak bisa menjadi peliharaannya, maka harus dibunuh.


"Pantas saja dia tidak takut pada siapapun ... Ternyata itu andalannya yang terkuat!" gumam He Hua.


"Idamanku!" celetuk Miao Jiang tanpa berniat menggoda He Hua, ucapannya keluar secara spontan seperti melihat idolanya.


"Apa kamu bilang! Coba ulangi!" He Hua merajuk dengan nada mencemooh.


"Bukannya kamu tidak suka dia! Jika kamu tidak suka ... Dan tentu aku mau memilikinya!" jawab Miao Jiang dan menjulurkan lidahnya, dia langsung menyusul Tian Zhi dan menertawakan He Hua yang marah.


He Hua dan Miao Jiang tidak segera mengikuti Tian Zhi, sebab panas Api Awan Hitam Petir masih menyengat kulit, dan menunggu panasnya mereda. He Hua pun segera mengejar Miao Jiang.


Sedangkan Tian Zhi terus menerus menyerang Dragon Flame, tapi semua serangan tidak mengenainya.


Sedangkan tubuh bayangan mengambil inti binatang monster yang terkena serangan tanpa sengaja.


"Cacing, jangan lari!!" ejek Tian Zhi dengan melepaskan serangan lagi dan lagi, dan membuat semua binatang monster menjauhinya karena Api Awan Hitam Petir.


Boom💥... Boom💥...


Ledakan demi ledakan menghancurkan sekitarnya, dan yang terkena lintasan serangan pedang menjadi porak-poranda, bahkan binatang monster yang terkena seketika menjadi daging panggang.


"Hei! Kemana dia!!" Tian Zhi terkejut setelah serang terakhirnya membuat Dragon Flame tiba-tiba menghilang saat berada di pusat wilayah Kerajaan Mu.


Tian Zhi mengedarkan pandangannya untuk mencari tempat persembunyian Dragon Flame dan tercengang melihat patung Emas berdiri kokoh, patung Dewa Binatang.


Tian Zhi tertawa dan langsung mendekati patung Dewa binatang. "Sungguh beruntung, aku sungguh dianugerahi kemudahan ... !"


Tian Zhi langsung meletakkan telapak tangannya di dada patung Dewa Binatang. Secara berlahan patung emas Dewa Binatang mulai berubah menjadi cairan emas dan diserap oleh cincin dimensinya.


Dua dari tujuh lubang di cincin dimensinya secara berlahan kini menyala, sebelum berwarna merah, kini yang menyala berwarna biru muda, sesuai dengan warna Throat Stone yang dia dapatkan dari Xiang Huangdi.


"Berarti ... Jika ada patung Dewa Binatang, pasti batu itu yang tidak jauh darinya!" batin Tian Zhi yang menebak.