
Chapter 111. Teknik Kitab Emas
Setelah tertawa, pria tua itu mengeluarkan banyak kulit kayu kuno dan melayang-layang di hadapan mereka berdua.
Seketika Tian Zhi kegirangan, sesuatu yang dia harapkan akhirnya tiba juga.
"Pilihlah empat kulit kayu kuno, satu bisa langsung kamu pelajari dan tiga lainnya akan terbuka satu per satu ketika kamu berhasil menghancurkan lubang portal dimensi. Batas waktu dua dupa, " kata pria tua itu kepada Tian Zhi, lalu dia menyalakan dua dupa dan menancapkan di tanah.
Segera semerbak aroma harum wewangian berbagai macam bunga tercium hidung dan memberikan ketenangan.
Tian Zhi mengangguk dan langsung berdiri dengan mata berbinar-binar dia mencari yang menarik perhatian.
Pria tua itu kembali membaringkan tubuhnya dengan posisi miring, tangan kanan menyangga kepalanya dan melihat Tian Zhi yang sangat bersemangat.
Karena tidak tahu yang mana kulit kayu kuno berisi Teknik Kitab Emas, dia bertanya kepada pria tua itu, berhubung belum mengetahui nama pria tua itu, dia bertanya terlebih dahulu:
"Oh iya! Maafkan ketidaksopanan ku! Siapa nama Senior?"
"Panggil saja Senior Ba," jawabnya singkat.
Mendengar nama 'Ba', Tian Zhi merasakan familiar dan berusaha mengingatnya, tapi karena tidak mengingat pernah bertemu, dia kembali bertanya:
'Senior Ba, yang mana kulit kayu kuno berisi Teknik Kitab Emas?"
"Gunakan insting mu dan berharap-lah kepada keberuntungan!" jawab Senior Ba yang sengaja tidak memberitahukan rahasia kulit kayu kuno, dia juga sedang memberikan Tian Zhi pembelajaran tentang kemampuan panca indera.
Tian Zhi menghela nafas, mau tidak mau dia mengandalkan lagi Katak Naga Keberuntungan, dia berkata dengan telepati-nya:
"Kwok yang tampan, yang mana Teknik Kitab Emas? "
Namun, si Kwok diam saja, karena Senior Ba sedang meliriknya, jelas si Kwok ketakutan.
Tian Zhi yang tidak mendapatkan jawaban, dia kembali fokus pada kulit kayu kuno, lalu dia memejamkan mata sambil tangan kanan dia angkat hingga sejajar dengan wajahnya.
Kemudian Tian Zhi mengeluarkan energi spiritual untuk merasakan getaran kekuatan Kitab Emas, energinya menyelimuti semua kulit kayu kuno, dia berkonsentrasi tinggi untuk merasakan resonansi diamagnetik yang keluar dari kulit kayu kuno.
Namun Tian Zhi dikejutkan dengan suara Senior Ba, yang berkata:
"Terkadang kekuatan menimbulkan fluktuasi energi, tapi adakalanya kekuatan itu hanyalah manipulatif. Andalkan kebijaksanaan-mu agar tidak tertipu!"
Tian Zhi menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan udara dari mulut secara bertahan, dia kembali berkonsentrasi sesuai arahan Senior Ba.
Tian Zhi tahu maksud perkataannya; dimana sesuatu tidak bisa dinilai dari penampilan luar dan isi sekilas, jadi dia harus memeriksa dengan benar dan memahami apa yang sedang dia pilih, lihat maupun hadapi.
'Ini ibarat seseorang yang melihat fisik dan baru mengenal selembar dua lembar sudah menghakiminya, padahal isi paling dalam sangatlah bagus'.
Kemudian, Tian Zhi merasakan tiga sengatan energi yang berbeda-beda, dia meyakini setiap sengatan energi yang keluar dari kulit kayu kuno adalah Kitab Emas, Putih dan Hitam.
Jelas Tian Zhi memilih sengatan energi yang paling kuat, yaitu Kitab Emas. Kemudian, dia terfokus pada satu kulit kayu kuno yang dia pilih dari banyaknya sengatan energi terkuat.
Setelah memeriksanya dengan teliti dan tidak gegabah, ternyata isinya kosong saat Tian Zhi terus meneliti-nya hingga ke dalam inti kulit kayu kuno, sebab semakin dalam semakin tidak ada sengatan energinya, seharusnya jika kulit kayu kuno yang dia pilih memang Kitab Emas asli, pasti akan semakin kuat energi sengatannya.
Lalu Tian Zhi mencari kulit kayu kuno yang lainnya. Senior Ba mengangguk puas saat Tian Zhi mengikuti instruksinya dan tidak memilih kulit kayu kuno yang buruk isinya.
Karena penasaran setelah pemeriksaan pertama tidak sesuai harapan, Tian Zhi memilih sengatan energi paling lemah. Setelah beberapa saat pemeriksaan satu kulit kayu kuno, Tian Zhi kembali mendapatkan isi yang buruk dan kembali mencari lagi.
Tian Zhi geleng-geleng tak berdaya, ternyata tidak semudah yang dia bayangan setelah melihat begitu banyaknya kulit kayu kuno. Seandainya, dirinya waktu itu membeli secara acak, kemungkinan besar akan mendapatkan isi yang buruk. Dan saat ini dia belum satupun menentukan pilihan pasti dan sudah menghabiskan waktu satu dupa.
Tidak patah semangat, Tian Zhi segera memejamkan mata, kali ini dua tangan dia angkat dengan niatan agar lebih cepat menemukan pilihan yang tepat.
Setelah beberapa saat...
"Senior Ba, aku pilih yang ini!" kata Tian Zhi setelah menemukan yang sesuai dengan hasil pemeriksaan secara teliti dan mendalam.
Senior Ba melambaikan tangannya dan kulit kayu kuno bergerak kearahnya, lalu dia meletakkan di depannya.
Tian Zhi masih memiliki tiga pilihan lagi, kembali dia memejamkan mata dan berkonsentrasi penuh.
"Senior, yang ini!" kata Tian Zhi sambil menunjukkan pilihannya.
Senior Ba sekali lagi melambaikan tangannya dan kulit kayu kuno bergerak kearahnya, dia tersenyum melihat Tian Zhi makin mahir menggunakan kemampuan panca indera.
"Tinggal 30 tarikan nafas!" sekali lagi Senior Ba memberitahukan Tian Zhi batas waktunya.
Tidak berselang lama sebelum waktu dupa habis, Tian Zhi memilih:
"Yang ini dan ini, Senior Ba."
Senior Ba tersenyum dan kembali melambaikan tangannya untuk menarik kulit kayu kuno, dan seketika seluruh kulit kayu kuno yang tidak dipilih menghilang.
Tian Zhi menghela nafas lega dan bercucuran keringat telah berkonsentrasi penuh selama waktu dua dupa, dia terduduk di tanah sambil mengusap keringatnya.
Senior Ba segera bangkit dan duduk, dia melihat Tian Zhi dan tersenyum, lalu dia berkata:
"Terkadang kita akan kesal saat telah berusaha untuk mencapai sesuatu tapi tetap gagal. Namun, dibalik kegagalan itu, kita akan belajar untuk tidak gagal lagi. Jika kita tetap gagal, berarti kita belum belajar dari kegagalan. Apakah kamu paham!"
Tian Zhi memahami maksud perkataan Senior Ba dan dia pun mengangguk. Tapi, dia yakin telah memilih yang terbaik dari banyaknya kulit kayu kuno, walaupun gagal dia masih yakin mendapatkan sesuatu yang terbaik.
"Dari empat pilihanmu hanya satu berisi Teknik Kitab Emas, satu Kitab Merah, dan dua yang lainnya Kitab Biru. Lebih baik kamu pelajari yang Kitab Emas, yang lainnya aku akan satukan dengan Teknik lamamu agar semakin baik ... Anggap saja sebagai gantinya kamu menyelesaikan misi, " kata Senior Ba, yang ingin mempermudah Tian Zhi dalam menyelesaikan misinya.
Jelas Tian Zhi sangat gembira, dia segera berdiri dan mendekati Senior Ba. Hasil jerih payah dan keyakinannya akhirnya terbayar, memiliki satu Teknik Kitab Emas adalah harta yang tidak mungkin bisa ditukar dengan apapun, mungkin tidak ada di alam ini yang memiliki Teknik Kitab Emas yang super langka.
"Kamu sudah memiliki Teknik pasif; Langkah Bayangan, Dual Cultivation dan Perubahan Wujud. Teknik aktif; skill Berpedang dan Fisik. Pilih satu dari Teknik pasif dan aktif yang ingin ditingkatkan, " kata Senior Ba yang ingin membantu Tian Zhi.
Tian Zhi jelas terkejut, sebab Senior Ba membuka semua yang dia miliki, seakan-akan Senior Ba yang memberikan semua tekniknya dan juga telah melatihnya. Padahal selama ini dia hanya belajar dengan almarhum ibunya dan tidak pernah belajar kepada siapapun. Dan satu hal lagi, dia tidak pernah berbicara kepada siapapun tentang apa yang dia miliki.
"Tidak usah kaget, tidak ada satupun yang tersembunyi dari mataku. Segera kamu duduk bersila. Persiapkan mental-mu dan yang mana pilihanmu?" Ujar Senior Ba yang menyadarkan Tian Zhi dari keterkejutan-nya.
Tian Zhi selalu geleng-geleng tak berdaya di hadapan Senior Ba, seakan-akan tubuhnya ditelanjangi. Dia segera duduk bersila, dan tidak bertanya maksud perkataannya 'persiapkan mental', karena dia tahu pasti akan merasakan sakit dampak dari penggabungan teknik yang berbeda.
.....
(Resonansi diamagnetik adalah serapan talunan tenaga dari elektrik arus-rangga oleh elektron di dalam medan magnet seragam apabila medan frekuensi medan elektrik itu sama dengan frekuensi siklotron. )
(1 tarikan nafas dan dihembuskan sama dengan 2 detik, tergantung isi volume paru-paru, karena setiap orang berbeda-beda. Jadi saya buat 1 tarikan nafas adalah 2 detik)
.....