
Chapter 81. Membangunkan Dragon Flame. Bertempur.
Lu Yueyin tertangkap saat desanya dirampok para bandit, bandit itu tiba-tiba muncul karena perintah dari Raja Iblis Merah, sebab Ras Kelinci tidak mau mendukung aliansi untuk memburu Ras Rubah.
Keluarganya kabur disaat para bandit datang dan meninggalkan Lu Yueyin yang sedang berada di kebun sayur seorang diri. Disaat dia kembali dengan membawa sayuran, Lu Yueyin pun disergap dan ditangkap.
Lu Yueyin yang berhasil ditangkap, rencananya dijadikan budak dengan cara dilelang, namun tidak ada yang satupun yang berminat kepadanya, dikarenakan tubuh kotor dan bau yang membuat orang muak.
Lu Yueyin pun mendekam di penjara selama berbulan-bulan tanpa makanan dan minuman, untung saja dia memiliki kekuatan setingkat Tyrant sehingga tidak perlu asupan nutrisi dari luar. Yang membuat tubuh kurus karena kekuatannya disegel sehingga tidak mampu menyerap energi alam.
Setelah mendengar cerita Lu Yueyin, Tian Zhi segera membuka segel kekuatannya, dan membuat Lu Yueyin senang dengan memeluk Tian Zhi.
Tanpa Tian Zhi menyelamatkannya, dia mungkin akan selamanya di dalam penjara.
Kemudian, Tian Zhi membawa Lu Yueyin berkeliling di dalam cincin dimensi sambil berbicara, setelah itu Tian Zhi membawa Lu Yueyin menuju kamar Jun Mei Lin dan Mu Bingyun.
"Kamu tinggal disini, semua kebutuhanmu aku pasti sediakan, dan rawat kedua wanita itu yang aku buat pingsan dengan baik!" perintah Tian Zhi.
Lu Yueyin dengan senang hati mematuhi perintah Tian Zhi, dia juga sudah membenci banyak orang dan enggan bertemu dengan mereka. Lu Yueyin lebih senang berada di cincin dimensi yang sepi dan seperti yang dia impikan selama ini.
Kemudian, Tian Zhi meninggalkan Lu Yueyin untuk merawat kedua wanitanya, dia ingin meningkatkan kekuatannya sesegera mungkin. Pertama dia akan memanen para prajurit iblis seperti sebelumnya.
Seperti sebelumnya, Tian Zhi mengekstrak dantian mereka dan memenggal leher dengan kolam menampung darah mereka. Lalu Tian Zhi segera berendam sambil menyerap kristal energi para prajurit.
Dengan jumlah prajurit iblis yang lebih banyak dari sebelumnya, Tian Zhi membutuhkan waktu dua hari untuk menghabiskan semua darah dan kristal energi. Letusan energi terobosan terus keluar dari tubuhnya.
Kekuatannya pun meningkat, dari tingkat Holy Tyrant naik ke tingkat Holy Monarch level satu, meningkat dua tingkat dalam dua hari. Kemudian, Tian Zhi keluar dari cincin dimensi, setelah melihat Yu Bao yang selalu mengkuatirkan dirinya sambil menangis.
Tian Zhi langsung memeluk Yu Bao dan meminta maaf, karena tidak segera kembali dengan alasan kabur dari kejaran para penguasa, dengan cara menjauhi Gunung Mahadewi.
Setelah Yu Bao tenang, Tian Zhi memberikan dua butir pill tujuh garis dan mereka berdua segera meningkatkan kekuatannya.
Tian Zhi langsung menelan empat butir pil untuk membangunkan Dragon Flame. Saat pill memasuki dantian dan mengeluarkan energi murni, Tian Zhi segera mengalirkan energi pill kepada Dragon Flame.
Pori-pori Dragon Flame dengan rakus menyerap energi yang diberikan, dan Tian Zhi dengan sabar terus mengalirkan energi besar dari pill tujuh garis. Seandainya Tian Zhi tidak berjanji dan juga membalas budi, dia akan menggunakan pill itu untuk meningkatkan kekuatannya, kini dia hanya berharap mendapatkan sisa dari empat butir pill.
Yu Bao yang melihat Tian Zhi segera mengikutinya, dia juga tidak mau kalah.
Yu Bao menelan satu butir pill dan dalam sekejap energi pill memenuhi dantian-nya.
Mereka berdua duduk bermeditasi selama enam hari, dan Yu Bao membuka mata setelah dua butir pill telah habis untuk meningkatkan kekuatannya. Kini kekuatan Yu Bao meningkat drastis, dari tingkat Holy Tyrant naik hingga ke tingkat Holy Monarch level satu, dan telah menyusul Tian Zhi.
Sedangkan Tian Zhi sendiri masih belum selesai dan belum mendapatkan terobosan sama sekali dari empat butir pill yang dia telan. Yu Bao dengan sabar menunggu dan selalu menatap wajah Tian Zhi.
"Nyawa pun aku berikan untukmu!" batin Yu Bao yang akan melindungi Tian Zhi.
Tanpa Tian Zhi, dia dan Ras Rubah pasti akan kesulitan dalam bertahan hidup di Benua Permata Hitam. Yu Bao tanpa Tian Zhi jelas tidak mungkin mendapatkan kekuatan seperti saat ini, dan mungkin tingkat Holy Monarch akan dia capai ribuan tahun, jika masih hidup.
Yu Bao kembali berkultivasi dengan normal, menyerap energi semesta sambil membiasakan kekuatan barunya. Di hari kedelapan, Dragon Flame mulai membuka mata setelah mendapatkan asupan energi besar, dan dia melihat Tian Zhi yang akan menerobos dari sisa energi pill tujuh garis.
Desiran angin kencang dari terobosan, membuat Yu Bao membuka mata, dia tersenyum indah dan bahagia melihat Tian Zhi akhirnya menerobos, dia yakin jika Dragon Flame telah terbangun dan sisa energi dimanfaatkan oleh Tian Zhi.
Setelah naik empat level, Tian Zhi pun selesai menghabiskan energi pill tujuh garis, dan segera Dragon Flame mengucapkan terimakasih telah dibangunkan dengan cepat.
Walaupun Dragon Flame dalam keadaan tidur, kesadarannya selalu memantau tuannya dan mengetahui apa yang dilakukan Tian Zhi hingga mendapatkan buah Hati Naga.
Setelah berbicara dengan Dragon Flame, Tian Zhi membuka mata dan melihat Yu Bao yang selalu menatap wajahnya. Sedangkan Dragon Flame kembali memejamkan mata dan akan bangun ketika dibutuhkan.
Yu Bao segera memeluk Tian Zhi, dan mereka berdua berpelukan cukup lama, hingga membuat tongkat Tian Zhi mulai berubah. "Aku inginkan kamu!" bisik Tian Zhi.
Yu Bao hanya mengangguk pelan, dia sudah siap jika Tian Zhi menginginkan dirinya, nyawa saja dia berikan apalagi tubuhnya. Selama ini Yu Bao sudah berjuang habis-habisan untuk bertahan hidup dan melindungi rasnya dari perburuan, semua ini dia lakukan semenjak semua petinggi Ras Rubah ditangkap yang akhirnya tetap terbunuh setelah gagal memberikan keturunan.
Kini dengan hadirnya Tian Zhi, Yu Bao memiliki sandaran dan pelindung baginya, walaupun dia sendiri juga akan melindungi Tian Zhi dengan nyawanya.
Tian Zhi mencium bibir Yu Bao dan di sambutnya dengan melingkarkan lengan kiri pada lehernya, dan tangan kanan memegang pipi kiri Tian Zhi. Tian Zhi membaringkan Yu Bao di tempat tidur dan melepaskan pakaiannya. Yu Bao pun tidak tinggal diam, dia juga menanggalkan pakaiannya.
Tian Zhi mengagumi tubuh indah Yu Bao dari wajah hingga melihat lembah surganya yang ditumbuhi bulu halus dan terawat.
Yu Bao jelas tersipu malu-malu dan menarik tubuh Tian Zhi hingga men-indih-nya, kedua dada pun saling bertemu dan membuat Yu Bao terengah-engah saat tongkat besar Tian Zhi menyentuh lembah surganya.
Mereka berciuman lagi dan tangan kanan Tian Zhi merem*mas buah kenyal Yu Bao dengan lembut dan memainkan bijinya yang sudah keras dan membesar karena ran*sangan tangan.
Setelah beberapa saat, ciumannya Yu Bao menjadi ganas, seolah-olah ingin menelan bibir Tian Zhi. Lidah mereka saling beradu dan napas Yu Bao semakin memburu.
Yu Bao menempelkan buah kenyalnya makin erat dan juga lembah surganya pada tongkat. Pelan-pelan kepala tongkat membelah lembah surga yang telah basah, dan membuat Yu Bao menahan nafas saat merasakan perih pada lembah surganya yang sempit.
Setiap kali tongkat melintasi dinding lembah surganya, Yu Bao mengeluarkan suara kaget dan lenguhan tanda sudah terang sang, dia merasakan lembah surganya merapat erat pada tongkat dan tidak ingin dikeluarkan.
Tian Zhi merasakan kepala tongkat membentur penghalang, tanda jika Yu Bao masih suci. Disaat Tian Zhi diam, Yu Bao melingkarkan kedua kakinya pada pinggang kekasihnya dan menekannya untuk terus bergerak. "Hmm!!" Yu Bao mengigit bibirnya saat kesuciannya telah dirusak.
Tian Zhi pun diam agar Yu Bao tidak merasakan sakitnya lagi, dia juga menyerap energi Yin murni dan menyimpannya kedalam dantian.
Yu Bao memandang wajah Tian Zhi dengan mata nanar tanda kasih sayang kepadanya. Demikian juga dengan Tian Zhi dan setelah itu mereka kembali berciuman dan beradu lidah.
"Keluar...!" suara indah Yu Bao saat rahimnya penuh sesak oleh tongkat Tian Zhi dan membuatnya naik ke langit ketujuh.
Tanpa memberikan kesempatan Yu Bao merasakan kenikmatan naik ke langit ketujuh, Tian Zhi mengangkat kedua kaki Yu Bao dan bertumpu pada bahunya, lalu Tian Zhi menghentakkan pinggulnya dengan sangat keras dan suara 'plak' berkali-kali terdengar saat dua tubuh saling membentur.
Yu Bao mengeluarkan suara indah dari mulutnya, terdengar hanyalah desa han tidak beraturan sambil kepalanya selalu bergerak liar ke kiri dan ke kanan menahan nikmat.
Tian Zhi merasakan tongkatnya bagaikan ter-celup air karena derasnya cairan lembah surga yang terus keluar setiap kali hentakan. Dan lidah Tian Zhi yang belum merasakan buah kenyal Yu Bao langsung melahapnya dan membuat tubuh Yu Bao tersentak berkali-kali, apalagi merasakan makin nikmat ketika jari telunjuk tangan kanan menusuk lubang kotornya.
"Oh...!" sekali lagi suara lenguh Yu Bao terdengar saat mencapai multi puncak tanpa henti, tubuhnya bergetar hebat lagi dan lagi.
"Kamu hebat mampu bertahan setelah terusan keluar... Tapi aku belum sama sekali!" pujian Tian Zhi sambil membalikkan badan Yu Bao tanpa mengeluarkan tongkatnya.
Baru Yu Bao yang mampu bertahan setelah keluar berkali-kali dan sanggup menerima hentakan tongkatnya dari semua wanita yang sudah dia rasakan. Yu Bao makin kewalahan dengan posisi Tian Zhi ibarat sedang menunggang kuda, dia merasakan dinding lembah surganya mencengkram erat tongkat besar kekasihnya.
Aroma air surga milik Yu Bao membuat kasur basah dan seperti penuh dengan listrik kenikmatan. Yu Bao mulai tidak sanggup saat posisi berkuda membuatnya meluapkan air surganya tanpa henti.
Yu Bao merasakan kedutan pada tongkat dan dia yakin jika Tian Zhi akan keluar, Yu Bao segera membenamkan lembah surganya sambil memegang pan-tat Tian Zhi.
"Terima ini...!!" teriakan Tian Zhi dengan menghentakkan pinggulnya makin cepat dan keras, hingga membuat Yu Bao juga keluar lagi dan kali ini makin banyak.
Yu Bao merasakan air hangat memenuhi rahimnya dan membuat dia ambruk setelah Tian Zhi mencapai puncak. Yu Bao pun tumbang dan posisi menungging dan bibir tersenyum bahagia.
Setelah hubungan intim, Tian Zhi merasakan dantian-nya bergejolak hebat, tanda dia bisa menerobos sewaktu-waktu. Namun, Tian Zhi yang belum puas, dia masuk ke dalam cincin dimensi untuk menghajar Yun Mei Lin, dan akan menerobos setelah dia menerima energi Yin murni milik Jun Mei Lin.