
Chapter 79. Buah Hati Naga.
***
Setelah Tian Zhi dan Yu Bao kembali ke dalam goa persembunyian, di atas Gunung Mahadewi ada beberapa wanita cantik selalu mengawasi Tian Zhi di dalam kapal angkasa.
"Dia masih saja belum mampu mengendalikan jiwa-nya hingga saat ini ... Ini sama saja kemunduran!" keluh salah satu wanita berpakaian serba hitam, dia selalu mengawasi perkembangan Tian Zhi.
"Tak masalah, ini juga baik untuk perkembangan psikologisnya yang bermanfaat untuk masa depannya. Karena hal ini, mertua sengaja memperkuat jiwa Xiang Tianzhi agar menjadi ujian baginya!" sahut wanita lain yang berbaju merah dengan, rambut panjang.
"Kamu benar Kakak Yuna, ini juga sudah bagian dari rencananya sendiri!" sambung wanita berbaju serba hitam yang membenarkan ucapan saudarinya.
Disaat semua wanita di dalam kapal angkasa membicarakan Tian Zhi, mereka melihat sinar dari luar angkasa memasuki Benua Permata Hitam, sinar yang tercipta karena kecepatan seseorang saat terbang.
"Lawannya sudah tiba, semoga Shimo bisa mengatasi dirinya sendiri!" harap wanita yang bernama Yuna.
"Adik Annchi, saatnya kamu jalankan peranmu!" Perintah wanita bernama Yuna kepada wanita yang bernama Annchi, ternyata Annchi adalah Thunderbird yang tidak muncul lagi saat berada di pulau Tanah Dewa.
Semua wanita yang berada di dalam kapal angkasa selalu mengawasi perkembangan Tian Zhi dalam menjalani siklus reinkarnasi, terutama memantau jiwa Tian Zhi untuk meningkatkan kekuatan alam bawah sadar.
Annchi mengangguk paham dengan tubuh berubah menjadi burung kecil dan terbang melesat seperti petir. Setelah Annchi keluar dari kapal angkasa, semua wanita tiba-tiba menghilang beserta kapal angkasa-nya.
Mereka muncul lagi saat berada di dunia lain dan menemui dua wanita dewasa untuk melaporkan perkembangan Tian Zhi, kecuali wanita yang bernama Yuna.
"Tidak masalah, semakin lama terikat dengan jiwa Xiang Tianzhi, putraku akan semakin kuat, itu juga bagus untuk dia!" jawab wanita salah satu wanita yang merupakan orang tua Shimo.
"Kalian lebih baik kembali berkultivasi, jika tidak ingin ketinggalan dengan suamimu!" perintah wanita lain yang tidak lain adalah neneknya Shimo, "semuanya sudah aku atur, biarkan dia menjadi naif, munafik dan tak berpendirian, karena itu sudah menjadi bagian dirinya, termasuk semua orang. Sadar tapi tidak menyadari...!" lanjutnya dengan menyindir seseorang...
"Baik, Nek."
Semua wanita hanya bisa mematuhi perintah nenek Shimo atau mertua mereka dan kembali berkultivasi di tempatnya masing-masing. Tidak ada yang berani membantah kedua wanita yang merupakan nenek dan ibu dari Tian Zhi Shimo.
Apa yang dimaksudkan oleh nenek Shimo; setiap kehidupan memiliki sifat dasar, yaitu naif, munafik dan lain sebagainya, sebab itu merupakan dasar mereka dalam kehidupan bersosial dan juga untuk meningkatkan kualitas kejiwaan seiring bertambahnya usia.
Memang Tian Zhi terlalu lugu, kurang berpengalaman, bodoh, suka berpura-pura (bermuka dua/sulit ditebak), dan semua itu harus dilewati oleh Tian Zhi dan semua kehidupan. Tidak ada satupun kehidupan terlahir yang tiba-tiba cerdas, bijaksana, memiliki kemampuan superior.
Semua harus berawal pada titik terendah, dan secara bertahap meningkatkan kualitas diri. Secerdas apapun seseorang, tanpa pengalaman ibarat omong kosong. Cara meningkatkan kualitas diri, ya berawal dari pengalaman yang terus menerus dialami.
Tidak ada awal alur cerita kehidupan lurus dan mulus, semua selalu diawali dengan lika-liku yang sulit ditebak. Namun, secara berlahan alur cerita kehidupan mulai terlihat dan mulai berwarna.
Setelah semua menantunya pergi berkultivasi, kedua wanita itu geleng-geleng melihat mereka selalu mengkuatirkan Tian Zhi Shimo, dan selalu saja ikut campur dalam perkembangan siklus samsara-nya.
"Lebih baik, kita tidurkan mereka semua dan menempatkan pada posisi peran mereka, agar mereka juga mengalami peningkatan alam bawah sadarnya," kata ibunya Shimo.
Nenek Shimo tidak segera menjawab, dia sedang menghitung sesuatu dengan menggunakan jarinya. "Tunggu, belum waktunya ... Saatnya tiba, aku sendiri yang akan bertindak disaat lawan kita bergerak...," jawab nenek Shimo.
"Biarkan kakeknya yang mulai menghambat pergerakan lawan kita." sambungnya dan kembali menutup mata untuk berkultivasi.
Ibu Shimo mengangguk dan juga kembali berkultivasi tanpa lagi memikirkan perkembangan Tian Zhi.
***
Di dalam goa persembunyian, Tian Zhi dan Yu Bao mengeluarkan semua hasil jarahan hingga hampir memenuhi goa. Mereka berdua menata hasil jarahan yang sama dan juga memeriksa harta yang unik dan aneh.
"Dengan jarahan ini, kita akan mampu bertahan selama 10 tahun di Gunung Mahadewi," kata Yu Bao yang tidak kuatir lagi masalah kebutuhan sehari-hari.
Tian Zhi mengangguk pelan sambil melihat sebuah fosil berbentuk oval, bukan telur tapi bentuknya mirip buah berambut dan sebesar dua kepalan orang dewasa, dengan berat 1kg.
"Apa kamu tahu ini?" tanya Tian Zhi sambil mendekati Yu Bao yang sedang menyimpan jarahan di peti.
"Menurut yang pernah aku dengar dari pembicara orang aliansi, mereka menyebutnya fosil buah Hati Naga, dan itu yang rencananya akan dilelang!" jawab Yu Bao dan tertawa setelahnya, dia senang telah mengacaukan Benteng Aliansi, dia menceritakan jika fosil buah Hati Naga ditemukan di tambang dekat dengan Benteng Aliansi.
Spontan Tian Zhi yang mengetahui buah Hati Naga tertawa terbahak-bahak dan membuat Yu Bao keheranan. Buah Hati Naga adalah sejenis buah yang mampu memulihkan energi pada binatang yang ber-hibernasi, seperti yang dialami oleh Dragon Flame.
Yu Bao dan pemilik aslinya tidak tahu jika fosil buah Hati Naga adalah jenis Buah Suci yang sangat langka, ketidaktahuan mereka karena telah menjadi fosil yang menutupi aura dari buah Suci.
Yu Bao yang penasaran segera bertanya. "Apa kamu tahu fosil buah Hati Naga?"
Tian Zhi pun berhenti tertawa dan menahan kegembiraan, dengan mendapatkan buah Hati Naga. "Iya, buah Hati Naga mampu membangunkan binatang penjaga yang hibernasi setelah terkuras energinya. selain itu, buah ini mampu meningkatkan kekuatan hingga beberapa level!"
Yu Bao juga tidak pernah melihat Tian Zhi memiliki binatang penjaga, padahal sudah memeriksa seluruh tubuh. "Memangnya kamu punya binatang penjaga?" tanyanya.
Dengan tersenyum misterius, Tian Zhi membuka pakaiannya dan memperlihatkan punggung yang memiliki tato Naga Api. Segera Yu Bao terkagum melihat tato Naga yang tampak nyata, dia menyentuh punggung Tian Zhi dan merasakan jika tato itu hidup.
"Wow! Keren!" seruan Yu Bao, "pantas aku merasakan sesuatu yang bergerak saat kamu gendong tadi, jadi ini binatang penjaga mu." lanjutnya.
Yu Bao yang merasakan gerakan di punggung Tian Zhi, dia mengira itu disebabkan gerakan nafas mereka saat bersentuhan.
Tian Zhi segera membenarkan pakaiannya dan kembali melihat fosil buah Hati Naga.
"Apakah binatang penjaga milikmu kehabisan energi, apa penyebabnya?" tanya Yu Bao sambil memeluk Tian Zhi dari belakang.
Tian Zhi pun menceritakan bagaimana Dragon Flame tertidur, berawal dia hampir tersedot ke dalam matahari saat menghancurkan batu meteor, dan setelah itu dengan terpaksa Dragon Flame memberikan kekuatan hingga energinya terkuras habis.
Yu Bao yang memiliki hati lemah lembut ikut merasakan kesedihan yang dialami Tian Zhi dan Dragon Flame, demi menyelamatkan Benua Awan Timur harus rela mengorbankan dirinya. Untung saja masih bisa selamat.
"Aku akan membuat pill dengan bahan utama buah Hati Naga, agar Dragon Flame bisa membantu kita."
Tian Zhi segera duduk di tempat yang agak jauh dari harta jarahan, dan Yu Bao pun mengikuti dengan rasa penasaran apa yang akan dilakukan Tian Zhi.
"Apa kamu benar seorang alkemis, tingkat berapa?" tanya Yu Bao saat duduk di depan Tian Zhi.
"Iya, setingkat kamu!" jawab Tian Zhi yang asal, sebab baginya alkemis bukan hal yang istimewa.
Yu Bao jelas tidak mempercayai, sebab kualitas pill yang diberikan untuk anggotanya lebih baik dari tingkat Kaisar, namun dia tidak mempermasalahkan jika Tian Zhi tidak mengungkapkan tingkat profesinya.
Segera Tian Zhi mengeluarkan Api Asyura, dan spontan Yu Bao kaget dengan bergerak mundur hingga menabrak harta jarahan yang menumpuk dibelakangnya, dia merasakan panas yang ekstrim dari Api Asyura.
"A-Asyura ... Api Asyura!!" Yu Bao yang syok dengan berbicara terbata-bata saat tahu, dia segera menenangkan hatinya dan melihat wajah Tian Zhi dengan banyak pertanyaan di dalam pikirannya.
Tian Zhi hanya tersenyum dan mengangkat kedua bahunya, dia tidak merasa istimewa memiliki Api Asyura. Namun berbeda dengan Yu Bao, dia semakin penasaran dengan identitas asli Tian Zhi dan juga ada rasa kuatir dari raut wajahnya.
"Dia memiliki dua garis darah, bahaya... Sangat bahaya jika diketahui pihak luar!" batin Yu Bao.
Ras Asyura yang memiliki kelebihan pada apinya, jelas lebih berharga dari Api Surgawi dan Ras Rubah, sebab itu Yu Bao cemas jika pihak luar mengetahuinya, bahkan mampu membuat Ratu Siluman dan dua Raja turun tangan sendiri untuk menangkap Tian Zhi.
Fosil buah Hati Naga secara berlahan mulai mencair karena dibakar dengan Api Asyura, Tian Zhi dengan sempurna mengontrol apinya agar tidak menghanguskan bahan utama.
Secara berlahan wujud buah Hati Naga mulai terlihat dan mengeluarkan energi murni dan juga aroma harum. Yu Bao sesekali menelan salivanya saat mencium aroma buah matang, dan juga merasakan kekuatannya meningkat dengan hanya menciumnya saja.
"Buah Suci!!"
Seruan Yu Bao yang akhirnya tahu setelah mencium aroma Buah Suci, harta langka yang pasti menjadikan pertumpahan darah untuk memilikinya. Namun, Yu Bao tidak tampak memiliki keserakahan saat tahu, dia hanya tidak menduga mendapatkan sesuatu yang sangat berharga.
Akhirnya terlihatlah seluruh wujud buah Hati Naga, berwarna merah seperti hati dan berbentuk oval dengan diselimuti bulu tipis. Beratnya pun berkurang setelah bebatuan yang menutupinya menghilang.
Segera Tian Zhi mengeluarkan tungku dan memanaskan-nya. Yu Bao langsung mendekati Tian Zhi, dan wajah berseri-seri saat tahu jika Tian Zhi akan meramu pill dengan buah Suci sebagai bahan utama.
"Kumpulkan semua tanamkan Roh dan obat, kita akan meramu pill sampai semua bahan habis!" ajak Tian Zhi kepada Yu Bao.
Tanpa banyak bicara, Yu Bao langsung bergegas mengumpulkan dan memilah tanaman dengan memisahkan mereka, mencampur tanaman yang memiliki sifat elemen yang sama.
Sebagai seorang alkemis, Yu Bao tidak kesulitan mengidentifikasi setiap jenis tanaman yang berbeda, kini dia rela menjadi asisten bagi Tian Zhi.
Setelah tungku panas, Tian Zhi memasukkan beberapa set tanaman berunsur api dan tanah, lalu menambah beberapa ons garam dan bahan mercuri, dia ingin membuat Pill Kultivasi.
Yu Bao tanpa mengedipkan mata terus melihat prosesnya, dia sendiri tahu apa yang akan dibuat Tian Zhi, tapi tidak tahu pill setingkat apa setelah jadi.
Setelah membuang semua kotoran pada tanaman, Tian Zhi segera memasukkan buah Hati Naga dan membakar semuanya secara berlahan untuk mendapatkan esensinya. Prosesnya cukup lama, tapi bagi mereka berdua waktu lama tidak merasakan bosan.
Setelah waktu empat dupa terlewati, semua esensi dari tanaman Roh dan buah telah mulai dibentuk menjadi pill. Yu Bao terkejut melihat pill muncul garis, tanda pill ditingkatkan. Setelah muncul satu garis, muncul dua garis dan hingga tujuh garis.
Yu Bao melongo setelah melihat proses meramu pill telah mencapai sempurna, pill tingkat Dewa Langit tahap puncak garis tujuh. Yu Bao sampai tidak bisa berkata-kata, hanya bisa melihat dengan mulut terbuka.
"Bersiaplah untuk membuka pintu goa, aku akan keluar untuk menerima Kesengsaraan bagi Pill...!" perintah Tian Zhi kepada Yu Bao.
Pill tingkat Dewa Langit tingkat puncak biasanya tidak memicu keluarnya Kesengsaraan Petir, berhubung bahan utama adalah buah Suci dan ditingkatkan hingga garis tujuh, pasti memicu Kesengsaraan Petir.