
Chapter 247. Menuju Ke Dunia Bawah Tanah.
Setelah Tian Zhi sedikit mengungkapkan dirinya adalah Anak Langit, dia mengeluarkan senjata pinjaman dari Dewa Petir, yaitu Lightning God Sword. Dia mengeluarkan senjata pinjaman sebagai bukti.
Guang Liem dan ayahnya tidak terkejut, jika Tian Zhi adalah Anak Langit, sebab mereka berdua pernah melihat Tian Zhi dijemput oleh Gate Ancient Lightning, setelah Pil Penyembuh Dantian mendapatkan Kesengsaraan Petir. Lightning God Sword juga pernah Tian Zhi gunakan saat melawan Penguasa Iblis Langit.
Setelah menyimpan kembali Lightning God Sword, Tian Zhi bertanya dengan sedikit penekanan, "jadi bagaimana? Apakah mau menyerahkan Kitab Hidup dan Mati? Jika tetap disini, kalian sendiri yang akan menerima kesulitan. Lambat laun, banyak orang yang akan mengetahuinya! Apakah kalian siap melihat mayat bergelimpangan? Yang harus kalian ketahui, dua penguasa itu bersikukuh untuk menguasai wilayah ini karena mereka mengetahuinya!"
Sengaja Tian Zhi menakuti keluarga Besar Guang dan apa yang dikatakannya bukan hanya omong kosong. Seandainya keluarga Besar Guang tetap mempertahankan Kitab Hidup dan Mati, Tian Zhi akan dengan paksa mengambilnya.
Guang Liang sebagai Kepala keluarga segera berdiri, lalu berbicara, "Yang Mulia, berikan kami waktu untuk berdiskusi, sebab itu adalah amanah leluhur kami untuk terus melindunginya!"
"Baiklah, aku akan menunggu keputusan kalian." Jawab Tian Zhi dan berdiri untuk meninggalkan istana, lalu bersama istrinya dia menuju ke mansion di belakang istana.
Guang Liang memimpin keluarganya untuk membahas masalah ini...
Sesampainya di mansion, Tian Zhi berbicara kepada He Hua dan semua istrinya, "mendirikan kekaisaran di Alam Keabadian tidak mudah, disana ada Klan Zhi, Klan Xu, dan ada beberapa keluarga besar yang kalian sudah tahu. Lima tahun lagi, di Klan Zhi akan ada pertemuan besar bagi Bangsa Asyura, aku berencana untuk ikut dalam pertemuan besar itu. Menurut kalian, apakah kita tetap untuk mendirikan kekaisaran atau menguasai Klan Zhi yang secara pondasi sudah kuat untuk bersaing dengan klan yang lainnya serta keluarga besar yang jumlahnya cukup banyak."
Tian Zhi sudah mempertimbangkan rencananya untuk menguasai Klan Zhi, sebab dia juga salah satu anggotanya. Dengan menjadi Patriark Klan Zhi, Tian Zhi tidak perlu banyak membuang waktu dan cukup untuk memperkuat Klan Zhi dalam segala bidang.
Jika mendirikan kekaisaran dari awal, akan banyak masalah dan waktu lama sampai Kekaisaran Api Asyura memiliki pondasi yang kuat. Selain itu, pasti akan banyak pertentangan dari segala pihak, jika tetap mendirikan kekaisaran.
He Hua dan semua istrinya segera berdiskusi. Sedangkan Tian Zhi keluar dari mansion untuk bertemu dengan kedua jenderalnya yang menjaga sumber mata air.
Tidak berselang lama, Tian Zhi melihat Ma Xiu dan Sun Yao di bawah Bukit Kaki Song di tempat makam leluhur Song Wen, tempat itu juga menjadi pusat sumber mata air. Mereka berdua mendirikan tenda dan tampak santai dengan memanggang daging rusa.
"Yang Mulia!" sapa Ma Xiu dan Sun Yao ketika Tian Zhi muncul di depan mereka.
"Santai saja!" balas Zhi Shimo dan duduk di atas batu, lalu dia berbicara ketika kedua jenderalnya telah ikut duduk, "Kita akan berperang dengan Kekaisaran Qing dimulai hari ini. Kalian pilih orang terpercaya untuk menjaga sumber mata air disini. Setelah itu, kalian segera menyusul Paman Hei Bao di Kota Jalur Sutra," kata Tian Zhi yang memberikan perintah kepada kedua jenderalnya dan memberikan dua cincin dimensi berisi sumber daya.
Sun Yao tertawa kegirangan dengan adanya peperangan, lalu dia menerima cincin dimensi dan diikuti oleh Ma Xiu.
"Jika ada lawan yang lebih kuat dari kalian, segera kabari aku!" imbuhnya setelah mereka menerima cincin dimensi.
"Laksanakan, Yang Mulia."
Segera kedua jenderalnya menjalankan tugasnya sesuai perintah. Mereka memilih wakilnya untuk menjaga pusat sumber mata air bagi Kerajaan Guang dan sekitarnya.
Setelah kepergian kedua jenderalnya, Tian Zhi melihat puncak Bukit Kaki Song, tempat makam leluhur Song Wen. Tian Zhi segera menuju ke puncak bukit untuk memeriksanya.
Namun, disaat baru di pertengahan bukit, datang Guang Liem seorang diri, tampaknya telah selesai berdiskusi. "Suami!" sapa Guang Liem yang tidak canggung lagi memanggil Tian Zhi.
Tian Zhi tersenyum dan memeluk pinggangnya saat baru mendarat di sampingnya. Guang Liem sedikit tersentak karena kaget, tapi dia tidak menepis tangan kanan Tian Zhi, ia menarik nafas dalam-dalam agar tidak panik saat berduaan.
"Cepat sekali! Apa sudah dipikirkan matang-matang?" tanya Tian Zhi.
"Sudah. Kami memutuskan untuk menyerahkan Kitab Hidup dan Mati. Tapi, disana kita akan menemui rintangan dari mayat hidup sebelum ke tempat Istana Giok!" jawab Guang Liem dengan jujur.
"Mayat hidup bukan rintangan, nanti aku juga akan memusnahkan mereka agar tidak lagi membuat Kekacauan. Aku tidak ingin istriku disini mengalami hal buruk!" jawab Tian Zhi dengan santainya, perkataannya yang terakhir membuat Guang Liem tersanjung.
Tian Zhi berhenti berjalan dan menatap lekat wajah cantik Guang Liem yang mengeluarkan aura seorang wanita dewasa dan berpengalaman. Mereka saling berpandangan dan Guang Liem berinisiatif lebih dulu mencium Tian Zhi.
Guang Liem segera melepaskan ciuman dan bertanya, "kenapa berada di sini?"
"Aku ingin ke makam Song Wen, siapa tahu ada yang menarik di peti matinya!" jawab Tian Zhi dan tiba-tiba menggendong Guang Liem.
Secara refleks Guang Liem melingkarkan kedua tangan di leher Tian Zhi dan meletakkan kepala di dadanya. "Kami sudah memeriksanya dan tidak ada hal yang berharga, semua sudah diambil oleh Song Shen." Ungkapnya sambil menikmati momen berdua dengan Tian Zhi.
Namun, Guang Liem menahannya dan berbicara dengan nada malu-malu, "aku sedang masa subur ...!"
Tian Zhi tertawa yang tahu maksud perkataan Guang Liem, lalu dia bertanya, "apakah kamu belum memiliki anak?"
Guang Liem geleng-geleng sebagai bentuk jawaban dan membenamkan wajahnya karena malu. Lalu Tian Zhi kembali bertanya, "sudah berapa tahun pernikahan mu sebelumnya?"
"Hampir 20 tahun."
"20 tahun belum memiliki anak? Apa Song itu pria?" ejek Tian Zhi kepada Kaisar Song yang tidak mampu memberikan anak kepada Guang Liem.
"Bukan tidak mampu, kita hanya dua kali berhubungan ...!" jawab Guang Liem yang malu untuk melanjutkan ucapannya.
Tian Zhi tertawa melihat Guang Liem yang malu, dia paham kenapa istrinya ini tidak hamil dengan usai pernikahan selama itu.
"Nanti setelah aku selesai berurusan dengan mayat hidup ... Juga telah mengambil Kitab Hidup dan Mati!" janjinya dan Guang Liem hanya mengangguk sebagai jawaban.
Sambil tetap menggendong Guang Liem, Tian Zhi berteleportasi dan muncul di belakang istana. Setelah menurunkan Guang Liem, dia menemui semua istrinya. Sesampainya di lantai dua mansion, mereka masih berdiskusi.
"Bersiap-siap melawan mayat hidup! Diskusinya bisa nanti," kata Zhi Shimo kepadanya semua istrinya, "jangan lupa bawa Pil detoksifikasi racun dan perlengkapan perang. Saat bertarung nanti, jangan sampai terluka sedikitpun. Jika terluka kalian bisa menjadi mayat hidup!" imbuhnya dan menjelaskan kelemahan mayat hidup dan kemampuannya.
Setelah selesai menjelaskan tentang mayat hidup, Zhi Shimo bertanya kepada Guang Liem, "perkiraan, ada berapa jumlahnya?"
"Banyak, kurang lebih mayat hidup ada jutaan di dunia bawah tanah!" jawab Guang Liem.
"Seluas apa dunia bawah tanah yang dibuat oleh Kaisar Giok?" kini He Hua yang bertanya.
"Hampir separuh wilayah ini. Tapi, di dunia bawah tanah sangat tandus dan panas...," jawab Guang Liem dan menjelaskan situasi dunia bawah tanah.
Penjelasan Guang Liem tidak mengejutkan bagi Tian Zhi, sebab dunia bawah tanah seperti halnya yang pernah dialami; minim pencahayaan, panas yang keluar dari inti benua dan lingkungan tandus karena racun yang keluar dari tubuh mayat hidup.
Oleh Kaisar Giok, dunia bawah tanah dibatasi Formasi, agar mayat hidup tidak masuk ke dalam wilayah Istana Giok.
"Bagaimana caranya kalian bisa masuk dan keluar dari dunia bawah tanah?" tanya Tian Zhi setelah Guang Liem berbicara, dia menduga Kaisar Giok memiliki stempel cadangan. Seandainya tidak memilik cadangan stempel Giok, dia bisa saja masuk ke dunia bawah tanah dengan berubah menjadi udara.
"Kita ada duplikat dari stempel Giok Kekaisaran!" jawab Guang Liem yang sesuai dengan tebakan Tian Zhi
"Kamu dan ayah mertua akan mengikuti kita, sedangkan keluargamu yang lainnya tetap berada di sini untuk menjaga sumber mata air dan istana! Pasukan Phoenix sementara masuk ke cincin dimensi!" Tian Zhi membuat pengaturan dan di anggukkan kepala oleh Guang Liem.
"Ayo ikuti aku, ayah sudah menunggu."
Guang Liem memimpin Tian Zhi dan semua wanita menuju istana yang merupakan jalan satu-satunya menuju dunia bawah tanah. Jian Nuwa terlebih dahulu keluar dari mansion untuk memanggil Pasukan Phoenix...
Setelah beberapa saat, Tian Zhi telah memasukkan semua Pasukan Phoenix ke dalam cincin dimensi, hanya lima puluh istrinya yang tidak masuk. Kemudian Guang Liang dan Guang Zhou berjalan ke kursi singgasana yang posisinya lebih tinggi dari tempat duduk yang lainnya, lalu mereka berdua mengangkat kursi singgasana.
"Saat Song Wen membangun istananya, dia melihat pintu baja dan menduga jika posisi Istana Giok berada diatasnya, dia tahu jika didalamnya menyimpan bahaya. Dengan bijak Song Wen mendirikan istana pada tempat yang sama, agar pintu baja tidak ditemukan siapapun...," cerita Guang Liem sambil melihat ayah dan pamannya telah selesai memindahkan kursi singgasana.
Guang Liang membuka pintu baja yang menggunakan kunci kotak, lalu memasukkan duplikat stempel Giok didalam kotak. Pintu baja terbuka ke bawah dan terlihat anak tangga. Terlihat lorong menuju ke dunia bawah tanah lebarnya mencapai tujuh meter dan tinggi lima meter.
Setelah terbuka, Guang Liem dan putrinya berjalan di depan dan diikuti oleh Tian Zhi dan semua istrinya. Setelah Tian Zhi dan rombongannya masuk. Guang Zhou mengambil duplikat stempel Giok dan secara otomatis pintu baja menutup, dia melakukan itu agar tidak ada yang bisa keluar maupun masuk saat Tian Zhi bertarung dengan mayat hidup.
Ternyata lorong memiliki mekanisme jebakan yang rumit, mulai dari jebakan Formasi, jalan anak tangga yang dibawahnya terdapat lubang yang dipenuhi dengan ranjau paku beracun, serta dinding yang bisa mengeluarkan anak panah jika mekanisme jebakan terpicu. Dengan Guang Liem dan ayahnya memimpin jalan, mekanisme jebakan dengan mudah dimatikan.
Jalur lorong sesuai yang dikatakan oleh Dewa air, dimana lorong sedalam 10.000 meter dan juga memiliki banyak cabang. Namun, ada jalan pintas ketika langkah kaki sejauh 150 meter. Kemudian Guang Liem menarik gagang obor dan dinding pun terbuka. Terlihat sebuah ruangan yang didalamnya ada portal dimensi menuju ke Istana Giok.
Guang Liem memimpin jalan dengan masuk ke dalam portal dimensi, lalu disusul oleh Tian dan semua istrinya. Setelah semua orang masuk, Guang Liang menutup kembali jalan pintas dengan mekanisme yang sama, dan Guang Liang pun segera menyusul...