
Chapter 176. Benua Dewa.
Tian Zhi melihat Wali Pelindung dan Tim Enam Iblis menyebar untuk mencarinya di sudut Kota Beladiri, lalu dia melihat Seng Huaran yang memisahkan diri dari Seng Qiao.
Tian Zhi mengeluarkan senjata Busur dan menempelkan kain putih diujung mata anak panah, setelah itu dia membidik Seng Huaran. Tian Zhi melepaskan tali busur dan anak panah melesat ke arah targetnya.
Seng Huaran segera merasakan bahaya, dia langsung membuat perisai energi dan melihat anak panah. Anak panah itu terpental setelah membentur perisai energi. Lalu Seng Huaran mencari si pelakunya, namun dia tidak menemukannya.
Seng Huaran melihat kain diujung mata anak panah, ia mengambilnya dan membaca pesan dari orang yang berniat mencelakainya.
("Katakan kepada Yuna, kembalikan semua kekasihku. Jika tidak, setiap orang yang berasal dari Black Hole, hidupnya akan sama seperti Zhu Rong dan Dewi Pesona. Aku tunggu di Benua Dewa. Lindungi murid Akademi Black Hole.")
"Bajingan ini!?" geram Seng Huaran terhadap ancaman Tian Zhi, dia segera memanggil Seng Qiao untuk melindungi semua murid Akademi Black Hole, dia mengira jika Zhu Rong dan Dewi Pesona telah dibunuh oleh Tian Zhi, kini giliran murid lainnya yang akan menjadi sasarannya.
Sedangkan Tian Zhi telah masuk ke dalam altar portal dimensi yang telah disediakan oleh panitia setelah kompetisi Duel Sage berakhir, Tian Zhi menuju ke Benua Teratai untuk menyelesaikan misinya yang diberikan oleh kakeknya.
...****************...
Setelah perginya Tian Zhi, Wali Pelindung segera kembali ke Benua Black Hole tanpa berpamitan dengan Master Jin. Sedangkan Master Jin bersama banyak pemimpin mencari keberadaan Tian Zhi, namun mereka tidak menemukan jejaknya.
Dengan mengendarai kapal angkasa, Wali Pelindung menempuh perjalanan selama satu Minggu lamanya, akhirnya mereka telah tiba di Benua Black Hole.
Wali Pelindung segera menemui ratunya untuk melaporkan semua yang terjadi pada Zhu Rong dan Dewi Pesona, dia juga memberikan pesan Tian Zhi kepada Yuna Aurora.
Yuna Aurora tidak marah, dia tersenyum saat mengetahui Tian Zhi telah memulihkan ingatannya. "Ketiga murid ku baik-baik saja, kalian jangan khawatir akan ancamannya!" katanya kepada Seng Qiao dan Seng Huaran.
"Yuke, kamu tahu apa yang harus dilakukan!" kata Yuna Aurora kepada Yuke sebagai orang kepercayaannya.
Yuke mengangguk paham dan meninggalkan istana. Tinggal Yuna Aurora dan Wali Pelindung. Seng Huaran dan Seng Qiao kebingungan dengan reaksi ratunya yang tidak marah dengan ancaman Tian Zhi.
"Guru ...." Seng Qiao ingin bertanya, tapi Yuna Aurora mengangkat tangan kanannya agar tidak berbicara.
"Kalian kembali berkultivasi!" perintah Yuna Aurora kepada Wali Pelindung.
Seng Huaran dan Seng Qiao menghela nafas dan keluar dari istana. Sedangkan Yuna Aurora mengeluarkan cermin yang mampu memantau segala penjuru Alam Semesta Aurora, dia melihat Tian Zhi telah menghancurkan lubang portal dimensi di Benua Teratai.
"Sejujurnya aku merindukanmu...!" gumam Yuna Aurora sambil terus mengawasi Tian Zhi yang telah berada di Alam Roh.
Yuna Aurora tersenyum dibalik topengnya saat mengingat pertemuannya dengan Dewa Binatang untuk pertama kali. Seandainya dia tidak diajak oleh kedua orang tuanya, belum tentu bisa bertemu dengan Dewa Binatang.
Yuna Aurora melihat Tian Zhi yang telah menghancurkan lubang portal dimensi dengan menggunakan Api Suci Petir Asyura. Disaat melihat Tian Zhi yang akan masuk ke altar portal dimensi, Yuna Aurora beranjak dari singgasananya.
"Kenapa dengan sistem ku...!" gumam Yuna Aurora sambil berjalan menuju ruang rahasia, dia tak habis pikir dengan sistem yang mengalami kerusakan tanpa penyebab.
...****************...
Tian Zhi akhirnya tiba di Benua Dewa setelah sukses menghancurkan dua lubang portal dimensi, kini dia tidak memiliki tanggungan janji kepada kakeknya. Saat ini misinya tinggal mengumpulkan tiga Batu Keabadian, mencari keberadaan kekasihnya dan sambil lalu menemukan empat Kitab Suci.
Melihat Benua Dewa, Tian Zhi tersenyum karena sangat akrab dengan lingkungannya, lalu dia membuka Mata Langit untuk mencari keberadaan Lang Ying, Li Yenny, Lili dan Tsai Xinxin.
Mata Langit adalah teknik yang telah lama dia miliki sebelum memiliki gelar ke-Dewa-an, kemampuannya lebih hebat dari Mata Dewa.
Tian Zhi tersenyum melihat keadaan mereka baik-baik saja. Ternyata mereka berempat menjadi murid Perguruan Lima Elemen. Untung saja mereka diperlakukan dengan baik oleh Yuna Aurora, jika tidak...
Lalu Tian Zhi melihat ke langit saat merasakan ada yang mengawasinya. Karena tidak menemukan apapun yang di langit, dia bergegas menuju ke Perguruan Lima elemen yang berada di wilayah Barat.
Tian Zhi mengenal wakil Perguruan Lima Elemen saat berada di Benua Peri, namanya adalah Zheng Deng. Waktu itu Zheng Deng berniat merekrutnya, berhubungan wakil Organisasi Tangan Hitam lebih menguntungkan, maka Tian Zhi menolak untuk bergabung dengan Perguruan Lima Elemen.
Saat ini Tian Zhi telah berada di pintu gerbang Perguruan Lima Elemen, tapi dia dihadang oleh beberapa murid perguruan yang bertugas menjaga pintu masuknya. Dia sengaja tidak berubah menjadi udara seperti biasanya, dikarenakan kekasihnya diperlakukan dengan baik.
"Siapa kamu? Dan belum waktunya perekrutan murid baru diselenggarakan oleh perguruan!" tanya salah satu murid dengan ketus, dia mengira Tian Zhi ingin mendaftar menjadi murid perguruan.
Tian Zhi menghela nafas berat dengan perlakuan mereka, padahal dia sudah berprilaku baik dengan tidak masuk seperti penyusup.
"Aku Tian Zhi, tujuanku untuk menemui Senior Zheng Deng!" jawab Tian Zhi.
Murid-murid itu saling bertukar pandangan saat mendengar nama yang familiar, salah satu murid pria berbadan besar maju.
"Apakah kamu adalah peserta yang menjadi juara pertama kompetisi Asyura Path?" tanya murid itu kepada Tian Zhi.
"Benar! Aku ingin berbicara kepada wakil Perguruan Lima Elemen!" jawab Tian Zhi dan kembali mengutarakan tujuannya.
"Wow! Akhirnya aku bertemu dengan Monster Pembunuh!" ujar murid berbadan besar itu yang terlihat senang.
Nama Tian Zhi sangat terkenal dan dijuluki Monster Pembunuh, karena satu-satunya peserta kompetisi Asyura Path yang paling banyak membunuh peserta lain.
Tian Zhi tersenyum dijuluki Monster Pembunuh, dia teringat aksi brutal Xiang Tianzhi yang selalu mengandalkan Teknik Sepuluh Ribu Tubuh Ganda untuk memperoleh Token Giok pada waktu itu.
Kemudian, murid berbadan besar itu mengantarkan Tian Zhi untuk menemui wakil perguruan. Saat masuk melewati pintu masuk, Tian Zhi melihat wilayah Perguruan Lima Elemen seperti halnya Kota Besar, banyak penduduk sebagai penghuninya, banyak toko, gedung tinggi, perindustrian dan lain sebagainya.
"Oh iya! Namaku Yimin. Apakah kamu ingin mengikuti kompetisi Alkemis?" kata murid berbadan besar itu setelah memperkenalkan namanya.
Yimin adalah murid luar, dia juga berasal dari Ras Asyura, kekuatannya berada di tingkat Dewa Sejati. Karena kekuatannya, Yimin hanyalah menjadi murid luar. Jika ingin menjadi murid dalam, minimal harus memiliki kekuatan tingkat Dewa Perunggu. Untuk menjadi murid elite harus memiliki kekuatan minimal tingkat Dewa Bumi dan seterusnya.
"Aku tidak terlalu berbakat dalam meramu pil!" jawab Tian Zhi yang berbohong.
"Memang susah menjadi seorang ahli Alkemis, harus menghafalkan ribuan jenis tanaman, mempelajari karakteristik setiap tanaman ... Sulit memang sulit?" sahut si Yimin dengan raut wajah tak berdaya, dia memiliki Api Asyura tapi tidak bisa menjadi seorang ahli Alkemis, karena syaratnya yang terlalu berat dan menyulitkannya.
"Memang, mending meningkatkan kekuatan setinggi mungkin daripada fokus menjadi bercabang dan memperlambat kultivasi!" kata Tian Zhi yang berpura-pura mendukung ucapan si Yimin.
"Tapi aku iri dengan Tsai Xinxin, Lang Ying, Lili dan Li Yenny yang menjadi seorang ahli Alkemis wanita paling berbakat di benua ini!" ungkap si Yimin.
Tian Zhi tersenyum mendengar ucapan si Yimin, jika bukan karena pengetahuannya, keempat wanita itu tidak mungkin menjadi seorang ahli Alkemis berbakat seperti saat ini.
Karena penasaran dengan kehidupan keempat wanitanya selama ini, Tian Zhi bertanya, "kenapa kamu tidak menjadikan salah satu dari mereka kekasihmu?"
"Aiya! Sulit mendekati mereka, karena mereka adalah mantan murid Akademi Black Hole dan selalu dijaga ketat oleh pemimpin perguruan...!" jawab si Yimin dengan nada tak berdaya.
Akhirnya Tian Zhi tahu kenapa keempat wanitanya diperlakukan dengan baik oleh pemimpin Perguruan Lima Elemen, "jadi itu sebabnya!" batin Tian Zhi
"Tapi, empat putra mahkota kekaisaran rencananya akan melamar mereka." sambung si Yimin yang sedikit mengejutkan Tian Zhi.
Namun, Tian Zhi menyeringai saat tahu akan ada pembantaian yang akan terjadi di Benua Dewa, sebab siapapun yang berani menyentuh kekasihnya, takdirnya sudah dinyatakan mati.
"Kapan keempat putra mahkota akan datang?" tanya Tian Zhi kepada si Yimin.
"Entahlah! Menurut gosip, besok atau lusa mereka akan tiba dengan membawa dua puluh ribu tentara pelindung Kekaisaran Shang dengan menunggang binatang Griffin!" jawab si Yimin.
"Wow! Hebat, pasti akan masuk dalam catatan sejarah!" seruan Tian Zhi dengan bertepuk tangan.
Si Yimin tertawa dan mengangguk setuju dengan ucapan Tian Zhi, aksi heroik empat putra mahkota yang membawa banyak tentara khusus, jelas menarik perhatian hanya untuk melamar empat wanita ahli Alkemis.
Sayangnya, si Yimin tidak tahu maksud dari perkataan Tian Zhi...