
Chapter 188. Berkumpul Bersama Yu Bao.
Ketika malam telah larut, Tian Zhi segera berhenti berkultivasi ganda, dia menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum berangkat menuju ke Kekaisaran Shang. Tiga selir baru mengikuti Tian Zhi untuk melayaninya.
He Hua geleng-geleng melihat Mey bersaudari terkapar tak berdaya melawan keganasan suaminya, dia melihat gua surga mereka melebar seperti miliknya.
"Benar-benar binatang buas!" sungut He Hua dan membuat Meyleen tertawa kecil, dia hanya mampu membuat suaminya empat kali mencapai puncak, sedangkan Meyleen yang berhasil membuat Tian Zhi mencapai puncak lima kali.
Untuk sepuluh wanitanya hanya mampu membuat Tian Zhi mencapai puncak sebanyak tiga kali, bahkan Mey bersaudari hanya mampu sebanyak dua kali. Dayang-dayang yang bergiliran berkultivasi ganda malah hanya sekali membuat Tian Zhi mencapai puncak.
"Justru kita harus bangga memiliki suami seperti dia, semuanya telah dia cukupi tanpa kita kekurangan apapun," kata Jun Mei Lin sambil mengelus perutnya yang penuh dengan air surga milik Tian Zhi.
Semua wanita tertawa renyah dan bahagia, mereka mendukung ucapan Jun Mei Lin dan ikut-ikutan membelai perutnya. Mereka berharap segera hamil dan memberikan keturunan bagi suaminya.
Tian Zhi keluar dari kamar mandi bersama tiga selir yang berjalan sempoyongan. He Hua dan yang lainnya geleng-geleng melihat suaminya masih saja menghajar mereka lagi.
"Baiklah, aku akan pergi. Apa kalian ikut atau tetap disini saja?" tanya Tian Zhi kepada semua istrinya.
"Jelas ikutlah!" sahut He Hua yang tidak mau berjauhan dengan Tian Zhi dan semua orang serempak ikut.
Tian Zhi segera memasukkan mereka ke dalam cincin dimensi, lalu dia berteleportasi setelah melihat posisi Kekaisaran Shang.
Akhirnya Tian Zhi tiba di ibukota Kekaisaran Shang, dia melihat situasi dalam keadaan siaga penuh dan melihat banyak rakyat dievakuasi. Lalu Tian Zhi mengaktifkan Mata Langit untuk melihat perbatasan Kekaisaran Shang dan Kekaisaran Song.
Di perbatasan itu telah berdiri banyak tenda dan telah dibuat dinding pertahanan. Disaat sedang memeriksa perbatasan, Tian Zhi merasakan kekuatan setingkat Sang Void berada di dalam Istana Kekaisaran Shang.
"Hmm! Apakah dia adalah leluhur Kaisar Shang?" gumam Tian Zhi dan mencari sumber aura kekuatan Sang Void.
Setelah kekuatan tingkat Dewa Absolute, maka seseorang kultivator akan menerobos ke tingkat Sang Void, tingkatan yang lebih kuat dari Dewa Absolute. Namun tidak mudah untuk menerobos kekuatan Sang Void, butuh waktu lama dan juga sumber daya alam yang sangat besar.
Kemudian, Tian Zhi berubah wujud menjadi angin dan bergerak menuju ke istana. Sesampainya di istana, dia melihat banyak orang sedang berdiskusi. Salah satu seorang pria tua berpakaian biru yang memiliki kekuatan tingkat Sang Void level dua.
Tian Zhi tidak berani mendekati mereka, dia berhenti di jendela istana dan mengawasi Kaisar Shang yang memakai mahkota. Tian Zhi tersenyum saat melihat Heart Stone berwarna hijau yang dijadikan hiasan mahkota kekaisaran.
Tian Zhi memejamkan mata untuk berkomunikasi dengan Heart Stone dan mendapatkan tanggapan positif...
"Perguruan Phoenix Surga menutup wilayahnya setelah kehilangan benda yang berharga dan akan menyulitkan kita untuk meminta bantuan. Lalu bagaimana solusinya untuk memperkuat kekuatan kita?" tanya Kaisar Shang kepada semua petinggi dan melihat kakeknya yang bernama Shang Touli.
Shang Touli membuka mata dan menghela nafas panjang, di usianya yang tidak lagi muda masih saja ikut berpartisipasi dalam melawan musuh bebuyutan Kekaisaran Shang.
"Jika bukan karena ketiga keturunan ku dibuat mengalami gangguan mental, aku enggan keluar dari kultivasi tertutup...," ungkap Shang Touli dan berhenti berbicara untuk mengeluarkan boneka wayang tingkat menengah yang memiliki kekuatan Sang Mahadewa dan jumlahnya lima puluh unit.
"Gunakan ini untuk mengurangi pasukan mereka, atur sebaik mungkin startegi peperangan." sambung Shang Touli dengan melemparkan alat kendali kepada Kaisar Shang, lalu dia kembali memejamkan mata.
Kaisar Shang dengan sigap menangkap alat kendali boneka wayang, terlihat kedua matanya berbinar-binar mendapatkan bantuan dari leluhur. Demikian juga dengan para petinggi yang bernafas lega dengan bantuan leluhur Keluarga Shang.
"Jika kalian memiliki Sky Blue Meteor Stone, boneka ini bisa ditingkatkan lagi menjadi tingkat menengah!" imbuh leluhur Shang Touli.
"Terima kasih leluhur, saya ada beberapa Sky Blue Meteor Stone dan cukup untuk meningkatkan kekuatan boneka wayang ini!" jawab Kaisar Shang dan mengeluarkan batu tersebut.
Shang Touli diam saja dan seolah-olah tidak mendengar ucapan cucunya. Kaisar Shang tidak tersinggung, sebab sudah karakter leluhurnya seperti ini.
Crack...
Tiba-tiba terdengar suara benda retak dan semua orang melihat mahkota milik Kaisar Shang. Kaisar Shang segera melepaskan mahkota dan terkejut melihat mahkota miliknya bisa retak.
Shang Touli membuka mata dan terkejut melihat mahkota bisa retak tanpa sebab, lalu dia berbicara, "tidak baik! Ini pertanda buruk bagi kekaisaran ini! Kaisar tanpa mahkota tanda jatuhnya martabat kekaisaran kita!"
Ucapan Shang Touli bisa dimengerti oleh semua orang. Namun, sebelum Kaisar Shang berbicara...
Bang...
Mahkota meledak dan membuat Kaisar Shang dan semua orang mundur. Serpihan ledakan mahkota berhamburan. Termasuk Heart Stone yang berwarna hijau yang terpental keluar jendela istana dan tiba-tiba menghilang.
Kaisar Shang dan Shang Touli segera mengejar Heart Stone yang sangat berharga. Sayangnya, mereka berdua tidak menemukan lagi Batu Keabadian.
Shang Touli menunduk lesu, dia telah mendapatkan firasat akhir dari Kekaisaran Shang yang akan dikalahkan oleh Kekaisaran Song. Mahkota hancur diibaratkan kekaisaran yang mengalami kekalahan telak.
"Evakuasi keluarga kita sejauh mungkin. Persiapkan semua pasukan di garis pertahanan kedua!" perintah Shang Touli dengan mengambil ahli kepemimpinan.
Kaisar Shang segera mematuhi perintah leluhurnya dan menemui para petingginya.
Sedangkan Zhi Shimo yang telah berhasil mendapatkan Heart Stone segera berteleportasi sebelum leluhur Shang mengejarnya.
Namun, Zhi Shimo tidak kembali ke wilayah Perguruan Lima Elemen, sebab dia melihat ruang harta Kekaisaran Shang ada sesuatu yang menarik perhatian dan ada suara-suara memanggilnya.
Tian Zhi melihat Shang Touli masih memeriksa tempat menghilangnya Heart Stone yang berwarna hijau. Namun, setelah mencari dan tidak menemukannya, Shang Touli segera kembali ke dalam istana.
Tian Zhi kembali ke wilayah istana Kekaisaran Shang, tapi kali ini dia tidak melewati pintu depan istana, dia menuju bagian belakang istana. Dibelakang istana Tian Zhi melihat sebuah bangunan yang berbentuk mangkok yang terbalik, bangunan itu terlindungi Formasi, tapi hanya setingkat Peri Benua dan lebih kuat perlindungan Kuil Alam Dewa.
Tian Zhi segera masuk kedalam ruang penyimpanan harta kekaisaran, dengan wujud menjadi udara dengan mudah memasuki Formasi Perlindungan. Di dalam Formasi, Tian Zhi melihat dua orang pria tua yang memiliki kekuatan Dewa Absolute level 80 sedang berkultivasi.
Tian Zhi melewati mereka berdua untuk masuk melalui celah pintu. Kedua pria tua itu membuka mata saat kulitnya merasakan desiran angin, mereka saling bertukar pandangan.
"Apakah kamu merasakan angin yang baru saja lewat?" tanya pria tua berbaju hitam kepada rekannya yang berbaju putih.
"Iya, aneh di ruang kedap udara masih ada angin yang masuk!" jawab pria berbaju putih sambil dia berdiri dan memeriksa sekitarnya.
Sedangkan Tian Zhi melihat mereka hanya tersenyum, lalu dia memasuk dan telah berada di dalam ruang harta. Tian Zhi membuka Mata Langit dan terlihat jelas situasi di dalam ruangan.
Di dalam ruang harta, banyak peti melayang dan Tian Zhi tahu isi di dalamnya; ada peti berisi emas, perak, perunggu, Batu Roh. Ada juga berbagai macam teknik beladiri aktif dan pasif; mulai dari Kitab Kuning hingga Kitab Hitam. Ada juga banyak macam senjata dengan berbagai model.
Namun, dengan banyaknya harta Kekaisaran Shang, hanya satu yang membuat Tian Zhi tertarik, yaitu, benda yang berbentuk kotak, panjang 30 cm dan lebar 20 cm, kotak itu dilapisi dengan emas murni, tampak biasa dan tidak menarik hati. Kotak emas itulah yang menarik perhatian Tian Zhi, dimana dia seolah-olah mendengar suara memanggilnya.
Tian Zhi segera terbang untuk mendekati kotak emas itu, dia meraihnya dan merasakan hatinya bergetar, sebab di dalam hatinya merasakan aura yang familiar.
"Akhirnya kamu datang, sayangku!"
Terdengar suara seorang wanita yang sangat familiar. Tian Zhi meneteskan air matanya tanpa sadar.
"Yu Bao, kamu Yu Bao! Aku telah lama mencari mu!" ucap Tian Zhi.
Yu Bao adalah wanita Rubah ekor sembilan, dia adalah kekasihnya di Benua Permata Hitam. Yu Bao telah dibawa oleh Yuke atas perintah Dewi Cahaya alias Yuna Aurora.
Tian Zhi dengan segera membuka kotak emas, namun dengan sekuat tenaga masih tetap tidak bisa dibuka.
"Tenang dulu, sayang!" tutur lembut Yu Bao agar Tian Zhi tidak panik, "gunakan kekuatan jiwa mu untuk membukanya." lanjutnya yang memberitahukan cara membuka kotak emas.
Tian Zhi menyetabilkan kondisinya dengan menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan. Lalu dia mengalirkan energi jiwa untuk membuka kotak emas.
Klik...
Suara kotak emas terbuka dan membuat Tian Zhi senang, lalu dia dengan perlahan membuka kotak emas. Tian Zhi terkejut melihat kedalam kotak seperti daratan luas dan sangat subur.
Tian Zhi melihat Yu Bao, Yu Mei, Yu Ming dan banyak Ras Rubah yang dulu dia selamatkan.
"Kakak!" panggil anak-anak manusia rubah kepada Tian Zhi sambil melambaikan tangan.
Tian Zhi tersenyum dan melihat kekasihnya yang meneteskan air mata, dia segera masuk ke dalam cincin dimensi. Semua istrinya segera mengelilingi suaminya untuk melihat kedalam kotak emas.
"Dia adalah kekasih ku sewaktu di Benua Permata Hitam!" jelas Tian Zhi kepada semua istrinya, "ayo, kalian keluar, situasi saat ini di dalam cincin dimensi!" pintanya kepada Yu Bao dan yang lainnya.
Yu Bao segera keluar dari dalam kotak emas dan diikuti oleh Yu Mei serta Yu Ming. He Hua segera memegang kotak emas agar tidak dijatuhkan suaminya.
"Sayang!" Yu Bao memeluk Tian Zhi sambil meneteskan air mata makin deras, lalu diikuti oleh Yu Mei dan Yu Ming yang juga memeluknya.
Mu Bingyun dan Jun Mei Lin yang mengenali mereka segera memeluknya. Suasana menjadi haru dengan bersatunya kembali Yu Bao yang telah lama menghilang.
He Hua, Miao Jiang, Mu Bingyun dan Jun Mei Lin telah lama merindukan Yu Bao serta yang lainnya. Kini harapan mereka telah terkabul tanpa terduga.
Di luar cincin dimensi, dua pria penjaga ruang harta masuk dan memeriksa barang-barang berharga, dan tidak menyadari jika kotak emas sudah tidak ada di tempatnya lagi, ketidaktahuan mereka karena terlalu banyak harta milik Kekaisaran Shang yang berbentuk kotak maupun peti.