
Chapter 118. Utusan Kekaisaran Qing, Master Tao.
Di hari berikutnya, pegawai Paviliun Pil Langit sibuk dengan kedatangan banyak orang yang ingin menemui Tian Zhi.
Semenjak Bocah Tua dikalahkan oleh Tian Zhi, banyak penduduk Kota Qingshan ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada Tian Zhi, sebab Bocah Tua itu selalu menjadi momok, banyak merugikan penduduk dan para pengusaha.
Tian Zhi dan kelima wanitanya dengan ramah menyambut kedatangan para penduduk dan pengusaha, para tamu banyak memberikan hadiah sebagai bentuk ucapan rasa terima kasih. Setelah semua orang pergi, He Hua, Meyleen dan Yu Bao mengajak Qing Huan untuk berkeliling Kota Qingshan.
Sedangkan Tian Zhi bersama Zhi Yinping berada di ruangan meramu pil milik Paviliun Pil Langit. Tian Zhi akan membuat pil dari bahan yang dia beli di Paviliun Pil Langit.
Zhi Yinping dengan senang hati menjadi asistennya, dia ingin belajar metode Tian Zhi dalam membuat pil yang mampu mencapai tingkat Celestial Supreme tahap rendah.
Sayangnya, ramuan yang dimiliki oleh Paviliun Pil Langit hanya setingkat Dewa Roh, sehingga Tian Zhi hanya mampu memaksimalkan pil ke tingkat Dewa Leluhur. Namun, baginya tidak masalah, Pil Kultivasi tingkat Dewa Leluhur masih banyak dibutuhkan oleh kultivator, sebab pil tingkat itu berguna bagi kultivator yang memasuki Ranah Mahadewa.
Tian Zhi telah menyelesaikan pembuatan Pil Kultivasi tingkat Dewa Leluhur tahap puncak, di dalam tungku berisi sepuluh butir pil. Zhi Yinping yang melihat dari awal hingga akhir selalu dibuat kagum.
Zhi Yinping segera membuka penutup tungku dan memasukkan sepuluh butir pil kedalam botol giok yang telah dipersiapkan. Lalu mengambil satu butir untuk dilihat secara detail.
"Ini jika di lelang akan menjadi rebutan banyak kekuatan," kata Zhi Yinping yang menahan perasaan kagum melihat hasil pil buatan Tian Zhi.
Tian Zhi tersenyum puas melihat hasil karyanya dikagumi oleh seorang ahli Alkemis. Seandainya dia membuat pil bergaris, Zhi Yinping sudah dipastikan akan lebih mengagumi.
Tian Zhi kembali memasukkan ramuan yang telah dipersiapkan oleh Zhi Yinping dan prosesnya tidak terlalu lama, hanya memakan waktu tiga dupa dan sekali lagi menghasilkan sepuluh butir pil.
Disaat hari menjelang sore, ruang meramu pil diketuk oleh pegawai Paviliun Pil Langit dan melaporkan jika ada tamu dari Kekaisaran Qing yang ingin bertemu dengan Nyonya Zhi.
Dengan berat hati tidak bisa lagi melihat Tian Zhi meramu pil, Zhi Yinping keluar dan menemui utusan dari Kekaisaran Qing. Sesampainya di ruang tamu, Zhi Yinping sedikit heran melihat utusan yang dia kenali, seorang pria paruh baya yang sedang menyesap teh hangat, orang memanggilnya dengan sebutan Master Tao.
Disampingnya berdiri seorang wanita dewasa memakai topeng dan berbaju serba hitam, yang tidak lain adalah orang kepercayaan Dewa Surya.
Master Tao adalah Wali Penjaga Forest Peach Blossom dan jarang sekali meninggalkan tempatnya, Zhi Yinping menduga ada hal yang penting sehingga Master Tao keluar dari Forest Peach Blossom.
"Maaf, telah membuat Anda menunggu!" tegur Zhi Yinping.
"Nyonya Zhi, lama kita tidak bertemu!" sapa utusan Kekaisaran Qing yang segera berdiri setelah meletakkan cangkir dan menangkupkan kedua tangan sebagai bentuk rasa hormat.
Status Zhi Yinping disegani banyak kekuatan terkait Klan Zhi. Tanpa dukungan dari Klan Zhi, dia tidak mungkin dengan mudah menjadi Ketua Paviliun Pil Langit cabang Kota Qingshan, status ketua mengharuskan seseorang memiliki kemampuan yang mumpuni dalam bidang Alkemis minimal setingkat Peri Langit, sedangkan Zhi Yinping hanya berada di ahli Alkemis tingkat Peri Alam.
"Silakan duduk!" pinta Zhi Yinping dan kembali berbicara setelah utusan itu duduk, "ada hal apa sehingga Anda datang sendiri, apakah tidak ada orang lain?" selidiknya yang tampak tidak takut dengan Master Tao, dia melirik wanita bertopeng yang terlihat sedang mencari keberadaan Tian Zhi.
Master Tao tersenyum masam dengan nada ketus Zhi Yinping, wajar seorang ahli Alkemis dikenal dengan karakter yang sulit ditebak dan semaunya sendiri.
Setelah menghela nafas panjang, Master Tao berbicara, "Yang Mulia Kaisar Qing membutuhkan seorang ahli Alkemis tingkat Celestial Supreme... Saya dengar informasi dari pusat Paviliun Pil Langit, jika disini kedatangan Master Tian yang menghebohkan kompetisi Duel Sage. Apakah Nyonya Zhi bisa menghubungkan saya dengan beliau?"
Zhi Yinping tidak terkejut setelah Master Tao mengungkapkan tujuannya, dia menduga pemimpin utama Paviliun Pil Langit yang telah memberikan informasi.
"Saya bisa menghubungkan Anda dengan Master Tian, tapi juga tidak mudah...," terang Zhi Yinping yang sengaja berhenti berbicara untuk melihat respon Master Tao.
Master Tao segera mengeluarkan sesuatu dari cincin dimensi, sebuah kotak kayu dengan ukiran-ukiran unik, lalu memberikannya kepada wanita bertopeng. Wanita bertopeng itu menerima kotak dan mengantarkan kepada Zhi Yinping.
Pengawal pribadi Zhi Yinping yang menerima kotak, setelah pemeriksaan teliti dan aman, pengawal pribadinya memberikan kotak tersebut. Zhi Yinping tersenyum sinis saat tahu arti pemberian Master Tao, lalu dia membuka kotak kayu dan terdapat tiga Buah Suci tingkat Langit.
"Baiklah, saya akan berusaha untuk berbicara dengan Master Tian...," Zhi Yinping kembali berhenti berbicara, seolah-olah sedang memikirkan cara untuk mengutarakan tujuan utusan Kekaisaran Qing kepada Tian Zhi.
Master Tao dan wanita bertopeng itu terlihat sedikit lega, pasalnya mereka sangat membutuhkan seorang ahli Alkemis tingkat Celestial Supreme untuk menyembuhkan luka Dewa Surya dan Dewa Air.
"Mengeluarkan harta berharga seperti ini... Apa mungkin Dewa Surya dalam keadaan yang kurang sehat!" tebak Zhi Yinping didalam hatinya, "apakah ada kabar terbaru dalam beberapa hari ini?" tanyanya kepada pengawal pribadi dengan komunikasi telepati.
"Banyak, Nyonya. Salah satunya tentang kekalahan putra mahkota Song Shen dan Dewa Surya serta Dewa Air dibuat kabur dari wilayah ibukota Kekaisaran Song... Mereka dikalahkan oleh istri Master Tian, Nyonya He Hua adalah pemimpinnya...," Pengawal pribadi segera menceritakan semua kejadian penting dalam beberapa hari ini.
"Saya harus tahu tujuan Yang Mulia meminta bantuan Master Tian, ini juga sebagai alasan agar beliau mau mengikuti Anda? Anda harus tahu... Mulai pagi hingga sekarang, beliau belum keluar dari ruang meramu pil!" tanya Zhi Yinping yang ingin tahu apa yang sedang terjadi dengan Dewa Surya.
Keingintahuan Zhi Yinping dimaklumi karena seseorang ahli jelas harus mengetahui terlebih apa yang menjadi kendala, sebab ahli Alkemis perlu menyiapkan ramuan sesuai kebutuhan.
Master Tao melihat wanita bertopeng dan hanya mendapatkan balasan dengan tanda anggukkan kepala.
Setelah mendapatkan persetujuan dari wanita bertopeng, Master Tao segera mengungkapkan tujuan Dewa Surya membutuhkan seorang ahli Alkemis tingkat Celestial Supreme.
"Yang Mulia Kaisar Qing dan Dewa Air diserang oleh beberapa pembunuh bayaran, sehingga terluka parah dan mengakibatkan dantian juga ikut terluka!" Jelas Master Tao dengan singkat.
Zhi Yinping yang tahu jika Master Tao berbohong hanya geleng-geleng kepala, tapi dia juga tidak marah. Ya, seorang penguasa yang dibuat lari terbirit-birit oleh wanita pasti sangat memalukan dan jelas tidak akan mengungkapkan kepada semua orang. Dan lagi, mana ada pembunuh bayaran yang kekuatannya melebihi dua penguasa tersebut, terdengar jelas Master Tao berbohong.
"Baiklah, baiklah... Demi Yang Mulia, saya akan membujuk Master Tian. Besok, saya akan memberikan kabarnya," kata Zhi Yinping dengan berdiri, dia terlalu malas untuk mengobrol dengan mereka, "oh iya, seperti yang Anda ketahui, segala ramuan disediakan pihak Anda dan segala kegagalan bukan tanggung jawab sang Alchemist." imbuhnya agar mereka tidak melupakan aturan.
"Nyonya Zhi jangan khawatir! Pihak kita telah menyediakan semua kebutuhan Master Tian!" jawab Master Tao dengan wajah berseri-seri dan ikut berdiri. Lalu dia berpamitan kepada Zhi Yinping dan akan kembali keesokan harinya.
"Kamu kabari berita ini kepada istri Master Tian yang sedang jalan-jalan!" perintah Zhi Yinping kepada pengawalnya, setelah melihat Master Tao dan wanita bertopeng keluar dari Paviliun Pil Langit.
"Baik, Nyonya."
Pengawal Zhi Yinping segera keluar dari Paviliun Pil Langit. Sedangkan dia segera kembali ke ruang meramu pil untuk memberitahukan tujuan Master Tao kepada Tian Zhi.
Zhi Yinping telah masuk ke ruang meramu pil dan melihat wajah Tian Zhi yang terlihat kelelahan. "Kamu terlihat kelelahan! Lebih baik istirahat dulu," katanya sambil menghampiri Tian Zhi, lalu mengusap keringat diwajahnya.
Tian Zhi tersenyum sambil memeluk pinggang Zhi Yinping dan langsung mencium bibirnya. Zhi Yinping tidak menolak ciuman Tian Zhi, malah memeluk lehernya.
Setelah beberapa saat, Zhi Yinping melepaskan ciuman, sambil dipeluk oleh Tian Zhi, dia berbicara, "utusan Kekaisaran Qing membutuhkan bantuan mu untuk menyembuhkan dantian Dewa Surya dan Dewa Air yang terluka. Apakah kamu bisa membantu mereka?"
Setelah mengungkapkan tujuan Master Tao kepada Tian Zhi, dia mengeluarkan kotak kayu dan membukanya. Tian Zhi yang melihat isinya tidak terkejut, dia hanya terkejut musuhnya bisa terluka.
"Apa karena sambaran petir waktu itu?" tebak Tian Zhi di dalam hatinya.
"Apa untung bagiku?" tanya balik Tian Zhi.
"Besok mereka akan kembali dan kamu bisa bernegosiasi dengan mereka!" jawab Zhi Yinping, dia tidak berani menanyakan kepada Master Tao upah bagi Tian Zhi jika berhasil menyembuhkan dantian dua penguasa, sebab itu bukan wewenangnya.
"Ini hadiah dari mereka," katanya dengan memberikan kotak kayu kepada Tian Zhi.
"Ambil saja... Atau dibuat menjadi Pil Kultivasi tingkat Dewa Leluhur, lalu kamu lelang. Masalah keutungan, kamu bisa berbicara dengan istriku!"
Awalnya Tian Zhi ingin menolak pemberian Master Tao, namun dia tiba-tiba memiliki sebuah ide untuk meningkatkan status semua wanitanya agar dikenali banyak penguasa.
Zhi Yinping dengan senang hati mengikuti pengaturan Tian Zhi, dimana dia bisa melihat seorang ahli memanfaatkan Buah Suci menjadi pil dan sesuatu yang tidak pernah dilihatnya. Berharap setelah itu, mendapatkan pencerahan dari hasil Tian Zhi meramu pil.
Disaat Tian Zhi mulai memanaskan tungku, He Hua dan ketiga wanita masuk ke dalam ruang meramu pil. Mereka berempat terlihat senang telah memborong banyak pakaian dan berbagai hal yang dibutuhkan kaum wanita.
"Bisa patah punggungku ...!" goda Tian Zhi melihat istrinya yang foya-foya dan berpura-pura merasakan punggungnya yang sedang sakit.
"Mana mungkin...! Satu butir Pil Kultivasi tingkat Peri Langit saja sudah mengembalikan semua uang yang kita belanjakan!" sahut He Hua dan memeluk punggung Tian Zhi tanpa khawatir mengganggu proses meramu pil.
"Apalagi itu Buah Suci... Seorang Dewa Absolute akan bertarung untuk mendapatkannya!" imbuh Yu Bao saat melihat Buah Suci, lalu dia mencium pipi kiri Tian Zhi.
"Nanti setelah ramuan menjadi pil, biar kita yang akan mengaturnya!" sambung Meyleen yang meniru sifat He Hua, lalu mencium pipi kanannya.
Tian Zhi tertawa melihat istrinya yang manja, dia merasa beruntung memiliki mereka yang cantik dan juga berbakat. Tidak akan rugi mengeluarkan banyak biaya untuk membuat mereka bahagia.
Sedangkan Zhi Yinping dan Qing Huan melongo melihat Tian Zhi yang tidak terganggu oleh istrinya disaat sedang meramu pil.