
Chapter 236. Taruhan!
Setelah menjelaskan panjang lebar tentang pertandingan Alkemis, Master Jin memanggil kedua pesertanya dan enam juri.
Segera Tian Zhi dan Dewi Alkemis menuju ke panggung arena tanding. Dewi Alkemis terbang dengan anggun dan membuat penonton mengelu-elukan namanya. Sayangnya, Dewi Alkemis juga menggunakan topeng, namun keindahan tubuhnya yang tinggi langsing dan tubuh proporsional membuat pria mengaguminya.
Dewi Alkemis turun di panggung arena tanding, lalu mengeluarkan tungku yang menjadi andalannya, tungku miliknya sangat langka, merupakan Artefak Bintang Lima tahap menengah, ciptaan seorang pandai besi tingkat Celestial Supreme. Tungku Api Surgawi menjadi nama yang melegenda.
Sedangkan Tian Zhi cukup berteleportasi dan muncul disebelah Dewi Alkemis. Semua orang melongo melihat kecepatan tinggi pergerakan Tian Zhi yang tidak dirasakan, namun bagi sekelas Dewa Absolute ke atas yang tahu tidak terlalu mengejutkan.
Kemudian, Tian Zhi melihat tungku milik Dewi Alkemis, dia mengamati setiap bahan dan ukirannya, lalu berkata, "hebat juga tungku milik Anda!"
Dewi Alkemis tersenyum dibalik topengnya, dia bangga dipuji oleh seseorang ahli Alkemis tingkat Celestial Supreme. Bagi seorang ahli, tungku merupakan hidup mereka, tanpa tungku terbaik seorang Alkemis bukanlah apa-apa
"Hanya keberuntungan mendapatkan Tungku Api Surgawi!" ucap Dewi Alkemis dengan rendah hati.
Memang Dewi Alkemis mendapatkan Tungku Api Surgawi dengan susah payah, dimana dia harus melewati banyak jebakan di Makam Kuno, banyak bawahannya yang meregang nyawa demi mendapatkan tungku.
"Keberuntungan juga bagian dari kemampuan!" sahut Tian Zhi, dan sekali lagi membuat Dewi Alkemis mengembangkan senyuman bahagia.
Lalu Tian Zhi melihat Master Jin yang sedang menunggu persiapan peserta untuk memulai pertandingan, dan kembali berbicara, "Master Jin, pertandingan ini akan terasa hambar tanpa adanya taruhan. Jadi, tolong Anda menjadi saksi kita berdua."
"Tidak masalah, siapapun boleh bertaruh dan sesuai kemampuan!" jawab Master Jin.
Tian Zhi melihat Dewi Alkemis dan kembali berkata, "Bagaimana Dewi Alkemis, apa bisa kita bertaruh setiap kali selesai membuat pil?"
Dewi Alkemis menatap mata Tian Zhi, lalu dia berkata, "bukannya kita sudah bertaruh sebelumnya?"
"Itu taruhan khusus di antara kita, kali ini kita bertaruh secara umum. Bagaimana?" jawabnya dan kembali memberikan tantangan kepada Dewi Alkemis.
"Apa yang akan kamu pertaruhkan?"
"Kan pertandingan dibagi menjadi tiga babak. Babak pertama, jika aku menang, ramuan yang aku pesanan di gratiskan. Sebaliknya, jika aku kalah, maka aku akan membayar dua kali lipat. Bagaimana?" jelas Tian Zhi dan menunggu persetujuan Dewi Alkemis.
"Setuju! Lalu bagaimana yang kedua?" jawab Dewi Alkemis tanpa pikir panjang, sebab dia yakin dengan kemenangannya.
Semua penonton yang mendengar obrolan dua ahli Alkemis segera bersorak-sorai dan mereka pun ikut bertaruh. Duke Qing Fei segera bertindak cepat untuk membuka bursa perjudian yang sebenarnya dilarang. Lalu dia menemui beberapa tokoh penting untuk dijadikan bandar judi. Patriark Klan Xu dan Klan Zhi ikut ambil bagian menjadi bandar.
Di luar Colosseum juga ikut dalam perjudian dan semakin memeriahkan pertandingan Alkemis yang biasanya membosankan, apalagi pil setingkat Celestial Supreme membutuhkan waktu lama dalam prosesnya.
He Hua dan semua wanita tersenyum dan mulai berbisik-bisik untuk ikut ambil bagian dalam perjudian ini, namun mereka tetap tenang, sambil membuat rencana untuk membuat bandar bangkrut.
Dewa Surya dan Dewa Air juga ikut menjadi bandar, tapi untuk taruhan yang tidak lebih dari sepuluh juta keping emas.
"Dewi Alkemis apa benar tidak bisa membuat Pil Penyembuh Dantian?" tanya Dewi Air kedua Dewa Surya.
"Dia sendiri yang bilang tidak mampu, alasannya tidak memiliki pengetahuan tentang Pil Penyembuh Dantian. Karena itu, aku berani bayar mahal bocah itu!" jawab Dewa Surya yang masih kesal telah gagal mendapatkan Raja Api Kemarahan Asyura.
Ya, memang benar apa yang dikatakan oleh Dewa Surya, sebenarnya Dewi Alkemis bukannya tidak mampu, melainkan dia tidak pernah membuat Pil Penyembuh Dantian. Selain itu, sangat jarang seseorang membutuhkan Pil Penyembuh Dantian.
"Dantian kita masih belum sembuh total, aku perkirakan membutuhkan dua butir pil lagi agar sembuh total. Sedangkan Master Tao bilang, jika kita membutuhkan lagi, harganya menjadi tiga kali lipat. Bagaimana kita harus bernegosiasi dengan bocah itu?" gerutu Dewa Air yang sebenarnya kesal dengan Dewa Surya yang hanya membeli empat butir pil.
Dewa Surya tersenyum sinis, lalu dengan percaya diri dia berkata, "racun yang aku gunakan untuk meracuni sumber air di Kerajaan Guang, bukan racun biasa. Nanti kamu akan tahu apa tujuan ku!"
Dewa Air skeptis dengan ucapan Dewa Surya, karena yang mereka hadapi adalah seorang ahli Alkemis. Namun, dia tetap saja mengikuti rencana Dewa Surya. Lalu dia dan semua orang terdiam ketika Master Tian kembali berbicara.
"Babak kedua, jika aku menang, segala bahan-bahan yang telah aku gunakan, maka Anda yang harus menggantinya dan sebaliknya. Bagaimana?"
Tanpa pikir panjang, Dewi Alkemis segera menyetujuinya. "Baiklah, tidak masalah."
"Babak ketiga, apa taruhan Anda?" tanyanya kepada Dewi Alkemis, sebab dia telah membuat dua kondisi dan tidak adil jika yang ketiga harus darinya lagi.
Dewi Alkemis berpikir sejenak untuk memikirkan apa yang akan dipertaruhkan. Karena pertaruhan khusus di antara mereka berdua adalah menjadi bawahan, maka tercetuslah ide nakal dibenaknya.
"Aku ingin lihat dulu tungku milikmu!" pinta Dewi Alkemis sebelum membuat keputusan akan bertaruh apa.
Tian Zhi tersenyum dan tahu apa yang akan menjadi taruhan babak ketiga, lalu dia mengeluarkan tungku andalannya yang lama tidak dikeluarkan untuk dilihat secara umum.
Suara dentangan ketika tungku keluar dari cincin dimensinya. Dewi Alkemis, para juri dan seluruh Alkemis terpesona dengan tungku milik Master Tian.
"Ini adalah Tungku Naga Phoenix Surgawi!" kata Tian Zhi yang memperkenalkan tungku andalannya.
"Couldron Dragon Phoenix Celestial, Artefak Bintang Lima tahap puncak yang bisa ditingkatkan lagi!" seruan Dewi Alkemis yang mampu mengidentifikasi jenisnya dalam sekali lihat.
Couldron Dragon Phoenix Celestial didapatkan oleh Tian Zhi ketika dia masih menjadi Dewa Binatang. Dewa Binatang memperolehnya saat berada di Kerajaan Long, secara kebetulan mendapatkannya diruang harta sebagai alat pertukaran untuk membuatkan Pil Penyembuh Jiwa.
Pil Penyembuh Jiwa digunakan untuk menyembuhkan dua putra mahkota kerajaan Long. Waktu itu putra mahkota Kerajaan Long menjadi sakit jiwa karena ulah Dewa Binatang, sebab mereka ingin menjebaknya namun gagal. Kedua putra mahkota menjadi sakit jiwa saat pasangan Dao ayahnya sedang berkultivasi ganda dengan Dewa Binatang.
Tidak hanya ibunya saja yang berkultivasi ganda, adik, permaisuri dan para selir ayahnya berhubungan intim dalam satu kamar, dan disaksikan dari awal hingga akhir oleh kedua putra mahkota Kerajaan Long. Karena peristiwa yang memalukan itu mereka menjadi sakit jiwa.
"Babak ketiga, kita pertaruhan tungku. Bagaimana?" Dewi Alkemis langsung memutuskan untuk bertaruh tungku, padahal sebelumnya dia ingin membuat Tian Zhi menceraikan He Hua dan Meyleen jika kalah.
Dewi Alkemis tidak senang melihat kecantikan He Hua dan Meyleen mengalahkannya. Namun, semua berubah ketika melihat Couldron Dragon Phoenix Celestial.
"Kerugian untukku, kualitas tungku mu lebih rendah dua tingkat dibawah tungku ku!" tolak Tian Zhi yang tidak mau dibodohi oleh Dewi Alkemis.
Dewi Alkemis berpikir sejenak untuk menambahkan taruhannya agar seimbang, lalu dia mengeluarkan Artefak Bintang Empat tahap puncak jenis pedang dan baju zirah.
"Aku rasa ini sebanding!" tawaran Dewi Alkemis dengan percaya diri jika Tian Zhi akan menerimanya.
Tian Zhi tertawa ringan, lalu dia mengeluarkan cincin dimensi. Dewi Alkemis yang ditertawakan oleh Tian Zhi jelas tidak senang sekaligus gelisah, dia melihat Tian Zhi mengeluarkan cincin dimensi yang terukir.
He Hua dan semua istrinya seketika membuka Mata Dewa untuk melihat cincin dimensi dengan lebih jelas, mereka menjadi penasaran apa yang akan dipertaruhkan.
"Aku sudah memilikinya!" tolak Tian Zhi dan membuat Dewi Alkemis cemberut, "lihat cincin dimensi ini... Jika tidak lebih hebat dari milikmu, maka aku akan menerimanya!" imbuhnya dan memakai cincin dimensi.
Detak jantung Dewi Alkemis menjadi berdebar-debar, dia melihat cincin dimensi dengan seksama dan penuh antisipasi.
"Winged Golden War Cloak, aktif!" ucap Tian Zhi dengan lirih.
Bhush...
Seketika tubuh Tian Zhi mengeluarkan cahaya menyilaukan mata dan dalam sekejap menghilang. Kemudian semua orang dibuat takjub melihat perubahannya, tubuhnya kini telah memakai perlengkapan perang yang memiliki sayap dan mengeluarkan serat-serat petir.
"Artefak Bintang Lima tahap puncak yang dapat ditingkatkan lagi!" gumam Dewi Alkemis yang takjub untuk beberapa saat, lalu dia menjadi lemas karena lawannya lebih kaya dan selalu mengejutkan.
"Itu dia!!" seruan He Hua yang teringat akan janji suaminya untuk membuatkan perlengkapan perang seperti milik ketiga jenderal binatang.
Kedua mata He Hua dan semua istrinya berbinar-binar melihat Winged Golden War Cloak. Ingin rasanya mereka menghampiri dan mengeledah tubuh suaminya untuk mengetahui rahasia serta harta yang tidak diketahuinya.
"Suami, aku hamil dan kamu sudah berjanji kepadaku!" tagih He Hua dengan komunikasi telepati.
"Iya, Ya! Nanti aku berikan!" sahut Tian Zhi sambil menonaktifkan Winged Golden War Cloak dan kembali seperti semula.
Seketika He Hua bahagia dan mengabarkan kepada semua saudarinya.
"Apa aku tambahkan pil setingkat Celestial Supreme tahap menengah!" tawar Dewi Alkemis yang tidak menyerah untuk mendapatkan Couldron Dragon Phoenix Celestial.
"Tidak tertarik. Taruhan yang lainnya saja!" sekali lagi Tian Zhi menolak, "tapi...!"
"Tapi apa? Katakan saja taruhannya!" sahut Dewi Alkemis yang tidak sabaran ingin tahu.
Dengan komunikasi telepati Tian Zhi berbicara, "seandainya pertandingan ini aku yang menang, kamu kan menjadi bawahan ku. Tapi, berhubungan ini taruhan umum, maka taruhan ini secara rahasia kita yang tahu...!"
Tian Zhi berhenti berbicara sambil berpikir keras dengan taruhannya dan membuat Dewi Alkemis gemas.
"Cepat katakan! Jika kamu menang aku akan bertaruh jika ada dan mampu!"
"Yakin mau memenuhi taruhannya?" tanya Tian Zhi yang ingin kepastian.
"Selama aku bisa dan mampu! Apa taruhannya?" ucapnya dengan nada sedikit tinggi.
"Jika aku menang, kita selama dua hari tidur bersama. Bagaimana?" jawab Tian Zhi dengan komunikasi telepati, lalu dia tersenyum sambil melihat Dewi Alkemis yang tubuhnya bergetar hebat dengan taruhan ini.
Dewi Alkemis sangat marah kepada Tian Zhi, seumur hidupnya dia tidak pernah dilecehkan oleh siapapun, baru kali ini ada pria yang tidak tahu malu seperti Tian Zhi. Namun, dia masih menahan emosinya untuk menjaga kehormatan dan wibawa sebagai pemimpin Persatuan Alkemis seluruh Alam Mahadewa.
"Baiklah, dua hari kita ... Tapi jika kamu menang!" jawab Dewi Alkemis dengan nada tinggi, dia menatap tajam Tian Zhi dan yakin akan menjadi pemenangnya. Ketika waktu itu tiba, dia akan membalas dendam perbuatan Tian Zhi dengan lebih kejam, bahkan akan meminta Tian Zhi untuk menceraikan semua istrinya.
"Setuju! Baiklah, aku menerimanya!" kata Tian Zhi dengan suara lantang agar didengar oleh semua orang untuk menjadi saksinya.
Semua orang mengira Tian Zhi menyetujui tawaran Dewi Alkemis yang mempertaruhkan Artefak Bintang dan juga pil setingkat Celestial Supreme tahap menengah.