Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 189.


Chapter 189. Memburu Tian Zhi.


Setelah semua tenang, Tian Zhi menatap lekat wajah cantik Yu Bao yang selalu dia rindukan. Tian Zhi pun mencium bibirnya Yu Bao dihadapan semua istrinya. Sedangkan istrinya memberikan kesempatan Tian Zhi untuk melepaskan kerinduan.


"Bagaimana ceritanya kalian bisa berada di dalam kotak ini?" tanya Tian Zhi kepada Yu Bao, dia segera mengajak semua istrinya duduk untuk mendengar cerita.


Semua wanita juga ingin tahu cerita yang sebenarnya setelah Tian Zhi marah di Benua Peri. Saat kemarahan Tian Zhi, Yu Bao yang berada di dalam cincin dimensi melihat semua kejadiannya, dimana Tian Zhi membantainya banyak kehidupan di Benua Peri.


"Mereka lebih nyaman di dunia buatan dari seorang kakek yang baik hati dan memutuskan tetap berada di sana...," kata Yu Bao yang tidak segera menjawab, dia mengambil kotak emas yang dibawah oleh He Hua.


Tian Zhi menebak jika kakek yang dikatakan Yu Bao adalah Tian Ba, dia tersenyum senang kakek Tian Ba melindungi kekasihnya.


"Semua ini berawal ketika kamu yang tiba-tiba marah dan membantai banyak kehidupan, itu semua karena pengaruh kamu terlalu banyak menyerap jiwa jahat di Benua Permata Hitam...," lanjut Yu Bao dan menceritakan kejadian di Benua Peri.


Setelah Tian Zhi, He Hua dan Miao Jiang pingsan, Yuke sebagai wakil Dewi Cahaya segera memulihkan kondisi Benua Peri yang telah porak-poranda karena Api Suci Petir Asyura, Yuke memulihkan semuanya dengan memutar waktu sebelum Tian Zhi meluapkan kemarahan.


Kemarahan Tian Zhi dipengaruhi oleh jiwa-jiwa jahat yang berasal dari Benua Permata Hitam, dan terpicu ketika He Hua yang berniat mencari perhatian kepada Tian Zhi, sayangnya niat itu berujung maut bagi kehidupan di Benua Peri.


Lalu, Yuke menghilangkan ingatan Tian Zhi, He Hua dan Miao Jiang dan merubah sejarah tentang kehidupan mereka bertiga. Kemudian, Yuke mengambil kotak emas untuk mengurung Yu Bao dan Ras Rubah.


Yu Bao dan Ras Rubah juga dibuat tidur saat mereka dipindahkan ke dalam kotak emas yang tidak berisi apapun, dan jelas akan membuat Yu Bao beserta Ras Rubah sengsara jika terkurung.


Lalu, Yuke membawa mereka ke Benua Dewa. Sesampainya di Benua Dewa, dia membuat makam palsu yang akan dikira peninggalan sejarah kuno oleh penghuninya.


Yuke meletakkan kotak emas itu didalam makam, dan meninggalkan kotak emas begitu saja tanpa memberikan bekal untuk bertahan hidup bagi Yu Bao beserta Ras Rubah.


Namun, sepeninggalan Yuke dari makam buatan, datang seorang pria tua yang berhati baik. Pria tua itu tidak lain adalah kakek Tian Ba. Kakek Tian Ba merubah keadaan di dalam kotak emas seperti dunia yang subur, agar Yu Bao dan Ras Rubah bisa hidup dan berkembangbiak dengan baik.


Kakek Tian Ba hanya berpesan kepada Yu Bao, jika cucunya yang bernama Tian Zhi akan menemukan kotak emas, sebab kotak emas hanya bisa dibuka jika seseorang memiliki energi kekuatan jiwa. Hingga akhirnya makam diketemukan oleh prajurit Kekaisaran Shang.


Kaisar Shang segera mendatangi makam buatan Yuke dan menemukan kotak emas. Kaisar Shang sudah berusaha membuka kotak emas dengan energi spiritual, tapi tidak pernah berhasil, bahkan dengan berbagai cara telah dilakukannya. Karena tidak bisa dibuka, akhirnya Kaisar Shang menyimpan kotak emas itu didalam ruang harta.


Kemudian, kakek Tian Ba menemui cucunya yang sedang mengikuti kompetisi Asyura Path. Disana dia menjelaskan kepada Tian Zhi, jika Yu Bao aman dan sedang hibernasi untuk bisa bertemu dengan kekasih dimasa depan.


Kakek Tian Ba sengaja berkata begitu, agar cucunya tidak terlalu memikirkan Yu Bao dan juga menaruh dendam kepada Yuna Aurora.


Mengingat kakeknya, Tian Zhi tertawa, sebab kakeknya sendiri di anggap guru. Yu Bao berhenti berbicara saat Tian Zhi tertawa. Sedangkan He Hua malu dengan ulahnya untuk mencari perhatian Tian Zhi.


"Dari sini aku sudah tahu apa yang terjadi. Kakek memang sangat baik, dia selalu mendukung perjalanan hidupku selama ini, bahkan kalian juga selalu dijaga dan diawasi oleh kakek Tian Ba! Ingin sekali aku menemuinya... Sayangnya...!" kata Tian Zhi dan berhenti berbicara saat dia masih lama untuk bisa bertemu lagi dengan kakeknya.


Tian Zhi menghela nafas berat dan membaringkan tubuhnya dengan kepala bertumpu pada paha Yu Bao, dia menatap langit-langit saat mengenang pertemuannya dengan Kakek Tian Ba.


"Iya benar! Kakek Tian Ba memang sangat baik, walaupun kita hanya bertemu sebentar, beliau memperlakukan kita seperti cucunya sendiri!" ungkap Yu Bao sambil membelai rambut Tian Zhi.


Tian Zhi menatap wajah Yu Bao, lalu berkata, "ayo kita menikah, hanya kamu yang belum aku nikahi!"


Ucapan Tian Zhi membuat Yu Bao bahagia, dia menunduk untuk mencium bibir Tian Zhi. Semua wanita tersenyum bahagia melihat suaminya mampu bertanggung jawab, adil dan membahagiakan semua wanitanya.


"Kita menikah sederhana saja, cukup saudariku semuanya menjadi wali dan saksi!" pinta Yu Bao yang masih terbiasa hidup hemat.


"Kita yang akan menyiapkan semuanya, kamu cukup diam dan akan dilayani oleh dayang-dayang. Kalian rawat saudari Yu Bao dengan baik dan juga berikan pakaian pengantin yang terbaik!" kata He Hua kepada Yu Bao dan juga memberikan perintah kepada murid-muridnya.


Tian Zhi melihat penjaga ruang harta telah keluar, lalu dia berkata kepada semua istrinya, "aku akan ambil semua harta mereka untuk kita."


Tian Zhi segera berdiri dan keluar dari cincin dimensi. Sedangkan Yu Bao dengan wajah bahagia ditarik oleh Mu Bingyun dan Jun Mei Lin untuk dirawat selayaknya wanita cantik.


Yu Bao menyimpan kontak emas di dalam kamar pribadi yang dia pilih. Lalu, bersama dengan Yu Mei dan Yu Ming, Yu Bao di mandikan oleh dayang-dayang, berbagai ramuan herbal yang memperhalus kulit dituangkan di dalam bak mandi.


Sedangkan Tian Zhi mengambil semua harta Kekaisaran Shang dan memindahkan ke dalam cincin dimensi. He Hua memerintahkan saudarinya untuk mengatur semua harta sesuai jenis.


Harta milik Kekaisaran Shang sangatlah banyak dan membuat semua wanita sibuk kecuali Yu Bao dan dua wanita Ras Rubah yang sedang dilayani enam dayang.


Mu Bingyun dan Jun Mei Lin menyiapkan pakaian pengantin yang cocok untuk kecantikan Yu Bao.


Setelah selesai menjarah harta milik Kekaisaran Shang, Tian Zhi segera keluar dari ruang harta yang telah kosong, bahkan kendi arak ratusan tahun juga diambil, Lalu dia melewati lagi dua penjaga yang sedang berkultivasi.


Dua penjaga itu kembali membuka mata, perasaan mereka makin gelisah dan memutuskan untuk memeriksa lagi ruang harta.


Tian Zhi tersenyum melihat mereka dan segera berteleportasi, dia telah kembali ke dalam mansion milik Perguruan Lima Elemen. Tian Zhi kembali masuk ke dalam cincin dimensi untuk menikahi Yu Bao, Yu Mei dan Yu Ming.


"Ada beberapa barang aneh yang tidak kita ketahui, kamu periksa jika ada waktu!" lapor Miao Jiang ketika Tian Zhi muncul di sebelahnya.


"Iya, nanti aku akan lihat." jawab Tian Zhi dan berjalan menuju kamar pribadinya, dia akan melihat lagi Kitab Suci yang masih belum dia pahami isinya, sebab Kitab Suci Jalan Kehidupan itu tidak lengkap dan beberapa lembaran terlihat disobek.


Sambil menunggu Yu Bao dan kedua calon istrinya siap untuk dinikahi, Tian Zhi membuka Kitab Suci, lalu dia merubah lembaran yang tertulis namanya. Di melihat siklus Samsara masih banyak yang harus dilewati, lalu dia menambahkan beberapa catatan didalam Kitab Suci...


...****************...


Dua penjaga itu syok melihat ruang harta telah kosong dan tubuh mereka bergetar hebat menahan amarahnya dan juga ketakutan dengan amukan Kaisar Shang.


"Bagaimana... Bagaimana ini bisa terjadi...!" ujar pria berbaju putih yang ketakutan.


"Kita harus laporkan apapun yang akan terjadi nantinya!" ajak pria berbaju hitam dan di anggukkan rekannya dengan berat hati.


Mereka berdua dengan tergesa-gesa menuju ke istana. Sesampainya di Istana, kedua penjaga itu melaporkan kepada Shang Touli.


Kaisar Shang dan leluhurnya jelas marah dengan dengan mengebrak meja hingga hancur berkeping-keping. Lalu mereka berdua bersama banyak orang menuju ruang harta.


Ketika melihat ruang harta telah kosong, Shang Touli dan Kaisar Shang seketika mengamuk dan menghujani pukulan kepada dua penjaga yang telah dianggap lalai.


Permaisuri Kaisar Shang juga hadir dan menenangkan suaminya yang mengamuk. Para petinggi juga merendam kemarahan Shang Touli yang telah membuat dua penjaga babak-belur.


"Kita sudah hancur, sudah hancur!" keluh Kaisar Shang dan sudah tidak mampu untuk menangis.


Setelah Shang Touli tenang, dia memejamkan mata sambil mengeluarkan sebuah alat, alat yang mampu melacak aura asing di dalam ruang harta. Seketika alat berbentuk cermin menampilkan banyak wajah yang auranya berada di ruang harta.


Semua orang melihat cermin dan wajah-wajah mereka terlihat di cermin, tapi ada satu wajah yang tidak jelas, samar-samar terlihat gumpalan asap, tapi lekuk wajahnya masih bisa dilihat. Segera seseorang membuat sketsa wajah pelaku, walaupun tidak seberapa jelas, masih bisa untuk mendapatkan petunjuk.


"Penjarakan mereka berdua sampai pelakunya diketemukan. Sebarkan pasukan khusus untuk menemukan pelakunya!" perintah Shang Touli kepada bawahannya, "buatkan surat gencatan senjata untuk mengulur waktu sampai pelakunya diketemukan." lanjutnya.


Ya, Shang Touli tidak mungkin memobilisasi pasukan tanpa adanya sumber daya, karena itu dia memberikan perintah kepada bawahannya untuk bernegosiasi dengan Kaisar Song.


"Kirim surat permintaan bantuan kepada Perguruan Phoenix Surga dan juga Perguruan Lima Elemen. Buat sebaik mungkin agar mereka mau bersedia mendukung kita!" sambung Kaisar Shang kepada menteri dalam negeri.


Semua petinggi keluar dari ruang harta dan beberapa prajurit menyeret dua penjaga yang telah pingsan. Tinggal Shang Touli, Kaisar Shang dan permaisuri.


"Buka ruang rahasia kita untuk mendukung peperangan ini!" pinta Shang Touli kepada cucunya.


"Baik, Leluhur."


Kaisar Shang bersama dengan Permaisuri keluar dari ruang harta yang telah kosong. Shang Touli melihat ruan harta dengan mengepalkan kedua tangannya.


Kekaisaran Shang memang masih memiliki ruang rahasia, dimana ruang itu juga berisi banyak sumber daya, walaupun tidak sebanyak ruang harta yang telah dicuri.


"Lihat saja jika ketemu, aku bersumpah akan menyiksamu selama seribu tahun dalam api penyucian!" geram Shang Touli saat melihat Cermin Pelacak.


Cermin Pelacak itu sama dengan milik He Hua, tapi sedikit lebih canggih, cukup menemukan aura yang asing dan mudah untuk diketemukan. Sedangkan Cermin Pelacak milik He Hua membutuhkan barang yang target agar bisa melacaknya.


Untungnya, Tian Zhi merubah wujudnya menjadi udara, sehingga Cermin Pelacak hanya menampilkan lekuk wajahnya yang tidak jelas, tapi bagi Shang Touli masih ada petunjuk untuk menemukannya.


"Aku sendiri yang akan mencari mu!" gumam Shang Touli dan menghilang dari ruang harta, lalu dia keluar dari ruang harta untuk menemui orang pilihannya.


*****