Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 180. Rencana Tian Zhi.


Chapter 180. Rencana Tian Zhi!


Setelah mengobrol dengan semua wanitanya, Tian Zhi akan memberikan segel keluarga besarnya kepada mereka, termasuk Permaisuri Ling. Tian Zhi melakukan ini karena tidak ingin kejadian yang dialami oleh Xiang Tianzhi dialaminya juga.


"Aku akan memberikan segel keluarga besar kepada kalian, dimana segel ini akan mengikat kita untuk selamanya. Segel ini juga akan meningkatkan kekuatan kalian sebanyak empat level. Jika mau menjadi Keluarga Besar Tian Zhi Shimo, silakan duduk bersila," kata Tian Zhi kepada semua wanitanya.


Dulu, sewaktu masih menjadi Dewa Binatang, Tian Zhi telah memberikan segel keluarga besar kepada istrinya, namun keluarganya telah menghapus segel itu. Jadi, mau tidak mau, Tian Zhi harus memberikan mereka segel keluarga besar sekali lagi.


He Hua dengan senang hati duduk di lantai dan bersila, lalu disusul oleh Miao Jiang, Shan bersaudari juga tidak ketinggalan, demikian juga dengan Li Jiancheng dan Ling Xuan, Permaisuri Ling tanpa canggung juga ikut, hanya Meyleen yang tetap duduk di kursi.


"Leen, apa kamu tidak ingin menjadi keluarga besar kekasih kita!" tegur Shan Lan kepada Meyleen.


Meyleen tersenyum bangga, lalu dia menarik pakaian model Hanfu yang baru dia beli di Kota Beladiri, terlihat kulit kaki putih dan halus, secara perlahan terbuka sampai di perutnya. Tian Zhi menelan salivannya saat ingin menghajar lembah surga milik Meyleen sekali lagi.


Terpampang jelas di pusar Meyleen sebuah tato bergambar Yin Yang berwarna putih dan hitam, lalu tato itu mengeluarkan fluktuasi energi spiritual, jika diamati lebih dekat, tato Yin Yang itu berputar secara perlahan.


He Hua langsung memasang wajah cemberut sambil melihat Tian Zhi, dia tidak terima Meyleen telah mendapatkan terlebih dahulu segel keluarga besar sebelum dirinya.


"Kamu tadi masih berkultivasi, jadi Leen'er yang aku beri segel keluarga!" alasan Tian Zhi agar He Hua tidak marah, "baiklah, pejamkan mata kalian." lanjutnya sambil kedua tangan kedepan dan membuat simbol Formasi.


Diatas kepala He Hua dan lainnya muncul lingkaran berbentuk Yin Yang. Lalu lingkaran itu turun menyelimuti mereka, kemudian lingkaran turun dan dengan cepat mengecil. Secara berlahan tato Yin Yang tercetak di pusar mereka.


Seketika kekuatan delapan wanita itu naik hingga empat kali berturut-turut. Setelah selesai memberikan segel keluarga besar, Tian Zhi duduk disamping Meyleen.


"Apakah Master Wei Yan tidak mencari dirimu?" tanya Tian Zhi kepada Meyleen.


"Dulu sebelum memiliki segel keluarga, hampir setiap hari dia bisa mengetahui apa yang aku lakukan. Tapi setelah memiliki segel, dia tidak lagi bisa mengetahui kondisi ku!" jawab Meyleen dengan jujur.


Master Wei Yan melihatnya melalui kedua mata Meyleen. Berhubungan He Hua dan Miao Jiang selalu bersama Tian Zhi, Master Wei Yan tidak bisa berbuat buruk kepada Tian Zhi. Meyleen hanya diperintahkan untuk membunuh Tian Zhi disaat tidak ada He Hua dan Miao Jiang.


"Tim Enam Iblis juga atas perintah Master Wei Yan!" ungkap Meyleen dan tidak mengejutkan Tian Zhi, sebab sejak awal dia mencurigai Tim Enam Iblis.


Tim Enam Iblis juga tidak bisa membunuh Tian Zhi, dikarenakan waktu itu berada di Dunia Duel Sage, dunia yang memiliki Formasi Perlindungan dan juga dalam pengawasan ketat dari panitia.


Saat di Kota Beladiri, Tim Enam Iblis juga tidak bisa membunuhnya, sebab ada Master Jin yang selalu mengawasinya. Sampai akhirnya Wali Pelindung mengajak mereka untuk bekerjasama membunuh Tian Zhi, tapi tetap saja gagal juga, karena ingatan Tian Zhi telah kembali.


"Apa rencana mu selanjutnya?" tanya He Hua yang telah selesai menstabilkan pondasi kekuatannya setelah terobosan, ucapannya mudah dimengerti oleh Tian Zhi.


"Untuk masalah tiga batu itu aku tidak khawatir seperti sebelumnya, sebab aku bisa sewaktu-waktu mengambilnya. Saat ini aku harus mengambil empat Kitab Asal Muasal Alam Semesta, salah satunya yang pernah kamu katakan, di Kuil Alam Dewa!" jawab Tian Zhi dengan jujur.


Kecuali Miao Jiang, ketujuh wanita itu kebingungan dengan apa yang Tian Zhi bicarakan. Shan Lan yang tidak bisa memendam rasa keingintahuan segera bertanya-tanya, "batu dan Kitab Suci apa yang kalian bicarakan?"


He Hua dan Miao Jiang melihat Tian Zhi. Lalu Tian Zhi meminta He Hua untuk mengatakan apa yang sedang dia cari. Tian Zhi tidak khawatir jika semua wanitanya akan mengkhianatinya, sebab segel keluarga itu akan membungkam dengan meledakkan tubuh mereka jika berniat untuk berkhianat.


He Hua pun menceritakan apa yang sedang Tian Zhi cari, tapi tidak mengatakan kemampuan dari Batu Keabadian. Seketika raut wajah Permaisuri Ling, Li Jiancheng dan Ling Xuan melongo, ternyata Benua Venus menyimpan batu yang sangat berharga selama ini dan tidak ada yang berusaha mengambilnya.


"Memangnya ketiga batu itu siapa yang membawanya?" tanya Permaisuri Ling dengan rasa penasaran.


"Kaisar Shang, Master Wei Yan dan Dewa Bintang. Khususnya Dewa Bintang, dia telah menggunakan Crown Stone dengan membuat banyak bencana alam, dimana Crown Stone mampu mengendalikan banyak elemen. Bencana mengerikan pernah terjadi di salah satu tempat yang bernama Bumi, banyaknya letusan gunung berapi karena ulahnya juga!" jawab Tian Zhi dan menceritakan tentang Dewa Bintang kepada semua wanitanya.


Dewa Bintang adalah salah satu pria yang menyukai Dewi Samudera. Awalnya Dewa Bintang tidak memiliki Crown Stone, dia tahu tentang kehebatan batu itu disaat Dewi Samudera pernah menggunakannya sekali.


Dewa Bintang pun mendekati Dewi Samudera dengan niatan membantunya untuk melawan banyak para dewa-dewa yang ingin menguasai Bumi. Namun, justru Dewa Bintang mencuri Crown Stone disaat Dewi Samudera terdesak dan juga terluka.


Tujuan Dewa Bintang dan Master Wei Yan jelas untuk menguasai alam semesta dan menjarah sumber daya alamnya. Selain itu, mereka berdua sedang menciptakan doktrin untuk menumbuhkan iman bagi penghuni Bumi, tujuan Dewa Bintang dan Master Wei Yan agar memiliki kekuatan iman.


"Dewa Bintang adalah penguasa Alam Keabadian, akan sangat berbahaya jika kamu menghadapinya!" ungkap He Hua yang tahu tentang Dewa Bintang.


"Ceritakan tentang dia!" pinta Tian Zhi tentang biografi Dewa Bintang.


"Tidak banyak yang aku ketahui tentang dia. Hanya saja, banyak desas-desus jika dia memiliki kekuatan tingkat Sang Void. Biasanya dia akan muncul disaat dua belas rasi bintang yang membentuk lingkaran!" jawab He Hua yang memang tidak banyak mengenal tentang Dewa Bintang.


Tian Zhi mengangguk paham, dia tahu arti dua belas rasi bintang membentuk lingkaran. Dia menduga jika kemunculan Dewa Bintang hanya untuk menyerap kekuatan bintang, dan itu juga akan membantu meningkatkan kekuatan Crown Stone.


Dua belas rasi bintang akan mampu memberikan kekuatan kepada kultivator dan berbagai kehidupan seperti tanaman langka yang memiliki lebih dari tiga elemen. Dan, Dewa Bintang memiliki Crown Stone, jelas akan memanfaatkan fenomena alam untuk meningkatkan kekuatannya.


"Bagaimana kamu tahu tentang historis Dewi Samudera?" tanya Miao Jiang, semua wanita juga ingin bertanya tentang hal ini.


"Kan aku terikat dengan Batu Keabadian, jadi sedikit banyaknya aku mendapatkan informasi mereka!" jawab Tian Zhi.


"Huff! Kenapa kamu tadi tanya!" sungut He Hua dan membuat Tian Zhi tertawa.


He Hua langsung berdiri dan menghampiri Tian Zhi, lalu dia mencubit lengannya. Semua wanita yang gemas pun ikut mencubit tubuh Tian Zhi. Hanya Permaisuri Ling yang tidak ikut, dia hanya tertawa renyah melihat mereka, dia merasa muda lagi saat bersama Tian Zhi dan makin membuatnya bahagia.


Tian Zhi yang memiliki Law Stone sebagai batu utama selalu mendapatkan banyak informasi dari tujuh Batu Keabadian, walaupun dia tidak membawanya. Sebab itu sedikit banyak informasi apapun di sekitar Batu Keabadian Tian Zhi mengetahuinya.


"Bagaimana dengan Kaisar Shang?" tanya Miao Jiang setelah dia dan semuanya saudarinya puas mencubit Tian Zhi.


"Anggap saja Lang Ying, Lili, Li Yenny dan Tsai Xinxin kurang beruntung akan pilihannya ...!" jawab Tian Zhi yang telah memprediksi nasib mantan kekasih dan juga Kekaisaran Shang.


"Kamu mau buat Kekacauan Kekaisaran Shang, kan?" tebak Permaisuri Ling.


"Jika dia tidak mau menyerahkan Heart Stone kepadaku dengan sukarela!" jawab Tian Zhi sambil mengangkat kedua bahunya.


Semua wanita menghela nafas panjang saat membayangkan apa yang akan terjadi di Benua Dewa. Tapi berbeda dengan He Hua, dia tersenyum saat tujuan untuk mendirikan kekaisaran akan segera tercapai.


"Kita kudeta Kekaisaran Shang ... Tempat ini hanya sebagai pondasi awal untuk mendirikan kekaisaran!" ujar He Hua, lalu dia duduk dipangkuan Tian Zhi dengan tubuh menggoda.


Tian Zhi yang mengerti hanya mengangguk, lalu dia berkata yang membuat sembilan wanitanya bahagia, "taklukkan dulu semua kekuatan pendukung Kekaisaran Shang! Untuk Perguruan Lima Elemen aku anggap telah 75% aku kuasai. He Hua dan kalian buat banyak Pil Kultivasi tingkat Dewa Leluhur. Sebentar lagi aku akan ajari kalian sebagai ahli Alkemis tingkat Dewa Leluhur."


"Hore!!" seruan Shan bersaudari dengan melompat-lompat karena kegirangan.


He Hua dan Miao Jiang memberikan ciuman, sedangkan Meyleen, Li Jiancheng dan Ling Xuan juga bergantian memberikan pelukan. Permaisuri Ling hanya memberikan pelukan, walaupun dia sebenarnya ingin memberi ciuman juga, seandainya tidak ada yang lainnya.


Kemudian, Tian Zhi meminta mereka untuk duduk bersila untuk mentransfer pengetahuannya tentang meramu pil, dia menyebutkan teknik itu adalah Teknik Dewa Ancestor Pill. Teknik ini mempelajari dan membuat pil apapun jenisnya dengan mudah.


Kesembilan wanita itu segera duduk bersila dengan wajah berseri-seri, lalu Tian Tian menyentuh dahi mereka satu per satu untuk memberikan pengetahuannya.


Suasana ruang santai di mansion menjadi hening saat semua wanita mendapatkan banyak informasi yang sangat rumit. Sedangkan Tian Zhi menuju ruang menempa senjata, dia akan membuat tungku meramu pil untuk wanitanya.


Sambil membuat sembilan tungku, Tian Zhi juga membuat rencana untuk mendapatkan Kitab Asal Muasal Alam Semesta.


"Setelah Celestial She mengambil Kitab Asal Muasal itu, pasti pemimpin Kuil Alam Kudus memerintahkan Anak Langit untuk mendapatkannya lagi. Sayangnya, kalian tidak akan mendapatkannya ...!" batin Tian Zhi sambil kedua tangannya sibuk memukul lempengan besi tempa.