Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 50. Misi, Seven Stone Of Immortal.


Chapter 50. Misi, Seven Stone Of Immortal.


Setelah Tian Zhi masuk, dia melihat jika di dalam bukit tersembunyi berada di alam yang berbeda, dimana hari yang seharusnya siang menjadi malam hari, dan banyak kunang-kunang berkeliaran yang memberikan penerangan, energi spiritual juga padat dan menyegarkan, yang dia rasakan adalah Energi Dewa.


Ratu Laba-laba membiarkan Tian Zhi mengagumi tempatnya pribadinya, sambil dia terus memeluk lengan Tian Zhi dengan erat, sampai-sampai buah kenyalnya menutupi lengan Tian Zhi.


"Kita akan menuju tempat yang nyaman dan tenang, disana kamu melihatnya! Tempat ini tidak ada yang tahu selain aku!" jelas Ratu Laba-laba yang memperkenalkan tempat pribadinya.


"Apa ini Formasi Ilusi atau kita masuk kedalam portal dimensi?" tanya Tian Zhi sambil berjalan.


"Sebenarnya kita masuk kedalam celah spasial, tapi masih dalam lingkup Pulau Tanah Dewa!" jawab Ratu Laba-laba dengan jujur, dan Tian Zhi pun paham.


Portal dimensi dengan celah spasial jelas berbeda walaupun sama-sama dalam aturan hukum ruang dan waktu. Portal dimensi sebuah keadaan untuk melintasi jarak yang sangat jauh dengan sangat cepat hingga memperlambat waktu.


Sedangkan celah spasial, termasuk dimensi ruang temporal yang beberapa dimensi yang tidak temporal maupun spasial (hyperspace). Dalam artian, memanipulasi ruang dan waktu, dimana masih berada diruang yang sama dengan mengubah dunia pribadi dan mengubah waktu dari kenyataan.


"Apakah pulau ini banyak menyimpan misteri?" tanya Tian Zhi dengan rasa ingin tahu yang tinggi.


"Banyak, dan selama aku disini banyak tempat misterius yang tidak pernah bisa kita ungkapkan. Aku juga tidak tahu bagaimana semua penghuni bisa berada disini, termasuk aku yang tiba-tiba sudah berada disini sejak kecil!" jawab Ratu Laba-laba dengan nada sedih terpisah dari keluarganya.


"Apa kamu dari benua lain atau alam semesta yang lain?"


"Aku tidak ingat! Yang pasti semua penghuninya bukan berasal dari Alam Semesta Aurora. Uniknya tempat ini, kita tidak bisa menua walaupun bisa menjadi dewasa. Disaat kita mati karena sesuatu hal, kita akan kembali menjadi telur dan terlahir kembali!" jawab Ratu Laba-laba dan mengejutkan Tian Zhi, dan kembali dia berbicara panjang lebar tentang apapun kepada Tian Zhi, seperti seseorang yang lama tidak pernah menemukan pasangan yang cocok.


Dan sesuai dengan namanya 'Pulau Tanah Dewa', tempat yang akan diimpikan oleh siapapun, karena seperti hidup abadi saat tinggi disini.


Tapi, penghuni disini tidak pernah berkurang maupun bertambah. Disaat kita ingin keluar untuk tujuan berkembang biak ... Sayangnya, pulau ini terlindung formasi yang sangat kuat, tidak bisa keluar maupun masuk.


Sebab itu, banyak pemikiran para Kepala Suku, jika untuk bisa berkembang biak hanya bisa tercapai jika memiliki pasangan dari Ras Manusia. Keunikan Ras Manusia, adalah mampu beradaptasi disetiap tempat dan cuaca, dan tanpa kuatir tidak bisa berkembang biak. Kelemahannya, fisik lemah, usia pendek dan kultivasi yang lambat.


Disaat mereka sedang mengobrol, mereka sudah berada pada tempat yang dituju oleh Ratu Laba-laba. Ada sebuah rumah besar mewah dan bukan buatan dari penghuni pulau ini dan juga bukan buatan dari penghuni dari Alam Semesta Aurora. Bentuk rumah seperti cluster modern, ada halaman tanpa pagar, penutup rumah dari genting.


Tapi yang membuat Tian Zhi terpesona bukan pada rumah tersebut, dia melihat sebuah patung pria muda dan sangat tampan yang terbuat dari emas, tingginya 12 meter. Tian Zhi sangat familiar melihat wajah patung itu, dia berusaha keras mengingatnya siapa sosok patung.


"Siapa patung pria itu?" tanya Tian Zhi yang tidak mengingat pernah bertemu dengan sosok patung, walaupun dia merasakan kedekatan dengan wajah patung itu.


"Aku tidak tahu, hanya ada catatan di prasasti ... Itu dibawah kakinya!" jawab Ratu Laba-laba dengan menunjukkan tulisan.


Segera Tian Zhi mendekati dan berjongkok dibawah kaki patung, dia melihat tulisan yang kuno, tulisan yang tidak bisa dia artikan. Tian Zhi meraba tulisan dengan menutup mata.


Ratu Laba-laba mengikuti dengan berjongkok disebelah Tian Zhi, dia menatap wajahnya yang memancarkan aura seorang Kaisar. Disaat melihat wajah Tian Zhi, Ratu Laba-laba seakan-akan merasakan kedekatan dimasa lalunya, tapi entah dimana.


Tian Zhi pun membuka mata dan geleng-geleng setelah berusaha keras mempelajari tulisan kuno, dan berusaha mengingat akan masa lalunya tetapi masih saja tidak mengenali sosok patung itu.


"Apa kamu tahu arti tulisan ini?" tanya Tian Zhi dengan melihat wajah Ratu Laba-laba.


Seketika Ratu Laba-laba tersipu malu-malu saat sedang menikmati wajah Tian Zhi ketahuan. "Aku tidak tahu, hanya ada dua kata yang bisa aku terjemahan, yaitu 'Dewa Binatang'!" jawab Ratu Laba-laba dengan menundukkan menahan rasa malunya.


"Apa!! Dewa Binatang!!" pekik Tian Zhi saat mendengar nama yang makin familiar.


"Arghhh!!"


Seketika Tian Zhi merasakan sakit kepala yang melebihi ketahanan tubuhnya, dia memegangi kepalanya dengan berguling-guling, dari mata, hidung, sudut bibir dan telinga mengeluarkan darah segar, seketika kedua matanya menjadi buram.


"Tian...!!!"


Teriakan Ratu Laba-laba yang panik dengan situasi Tian Zhi, dia segera menyelimuti tubuh Tian Zhi dengan energi spiritual tingkat True God tahap tujuh, agar Tian Zhi bisa tenang dan merendahkan rasa sakitnya.


Seketika Tian Zhi pingsan, buru-buru Ratu Laba-laba menggendongnya dan membawa masuk kedalam rumah. Ratu Laba-laba membaringkan Tian Zhi di kasurnya, dia meneteskan air mata sambil membersihkan darah segar, hatinya terasa sakit melihat Tian Zhi yang tiba-tiba kesakitan.


"Apa karena nama 'Dewa Binatang' hingga dia menjadi kesakitan? Apa hubungannya dengan Dewa Binatang dengan dirinya?" gumam Ratu Laba-laba yang berusaha berpikir penyebab Tian Zhi kesakitan.


Yang tidak diketahui oleh Ratu Laba-laba, disaat Tian Zhi pingsan, dia telah berada di suatu tempat dengan hamparan seputih salju, dia melihat banyak sosok yang tidak bisa dilihat, seluruh tubuhnya terselimuti cahaya dan ada banyak binatang disekitar sosok bercahaya itu.


Walaupun Tian Zhi tidak bisa melihat wajah mereka, dia bisa melihat jika mereka kebanyakan adalah wanita, yang jumlahnya mencapai angka enam ratus lebih, dan ada satu pria yang berada di depan sendiri.


Pria itu duduk bersila diatas kepala Naga, Naga yang tidak pernah dia lihat dari jenis Naga pada umumnya. Disisi kanan kiri pria itu juga duduk dua wanita, tampaknya seperti seorang ratu jika dirasakan dari auranya.


"Siapa kalian?" tanya Tian Zhi dengan berjalan mundur karena tekanan dari mereka.


Namun, tidak ada jawaban dari mereka, Tian Zhi berusaha mengingat kejadian yang baru saja dia alami sebelum berada di tempat ini.


"Apa kamu Dewa Binatang?" tebak Tian Zhi setelah ingat dirinya kesakitan dan pingsan, setelah pingsan dia sudah berada disini.


"Mengerikan!!" batin Tian Zhi dengan tubuh gemetaran hanya melihat sinar.


"Anggap saja begitu! Aku punya tugas untukmu, tidak bisa kamu tolak maupun menghindar, jika kamu ada niatan untuk menolak maupun lari dari tugas utamamu ... Ucapkan selamat tinggal dengan kehidupanmu ... Kamu hanya memiliki waktu selama 1.000 tahun untuk menyelesaikan tugasmu," ucap pria itu dengan tegas, dan tidak menjawab secara jelas akan kebenaran namanya.


Tian Zhi menahan amarah saat mendapatkan misi yang tidak dia inginkan, sebab dia masih belum membalaskan dendam kepada Raja Xiang, Raja Mu dan mencari ibu kandungnya.


Swosh...


Sebelum Tian Zhi memprotes, pria itu mengangkat tangannya, dan dari jari telunjuk keluar sinar yang dengan cepat melesat kearah Tian Zhi. Dengan segera Tian Zhi berubah menjadi udara, tapi usahanya gagal dan sinar itu pun mengenai dahinya.


Tian Zhi terhuyung-huyung dengan tangan memegang kepalanya dan terjatuh, dia segera mendapatkan banyak informasi yang akan menjadi tugasnya. Tian Zhi segera duduk untuk mencerna semua informasi.


Tugas yang Tian Zhi terima membuatnya kebingungan, sebab apa yang akan dilakukan adalah mencari tujuh batu keabadian yang tidak pernah dia ketahui, yaitu;



Power Root Stone berwarna merah:


Kemampuan, memanipulasi segala macam energi, meningkatkan kekuatan fisik dan daya tahan. Bahkan, batu ini mengandung kekuatan untuk menghancurkan suatu planet.


Sacral Stone berwarna orange:


Kemampuan, memungkinkan seseorang seseorang untuk menciptakan realitas alternatif / palsu / ilusi.


Solar Plexus Stone berwarna kuning:


Kemampuan, memanipulasi Waktu


Heart Stone berwarna hijau:


Kemampuan, memungkinkan pemiliknya untuk teleportasi ke manapun di seluruh galaksi.


Throat Stone berwarna biru muda:


Kemampuan, memanipulasi pikiran, teleportasi, proyeksi astral dan komunikasi alam bawah sadar.


Third Eye Stone berwarna indigo:


Disebut sebagai batu paling berbahaya diantara semua batu lainnya, penggunanya dapat mengontrol, memanipulasi mahluk hidup dan jiwa-jiwa yang mati. Batu ini jika dimaksimalkan dapat mengontrol segala makhluk hidup di seluruh alam semesta.


Law Crown Stone berwarna putih.


Dari keenam batu, Law Crown Stone adalah yang paling hebat, siapapun yang memegang batu ini mampu menggunakan segala hukum elemen yang dimiliki oleh alam semesta, mampu membuat mahluk hidup jenis apapun untuk dijadikan tentara berani mati.



Selain tugas untuk mendapatkan ketujuh batu keabadian yang sangat-sangat sulit ditemukan di alam semesta ini, Tian Zhi juga diharuskan menyatukan ketujuh batu itu menjadi senjata untuk melawan musuh dimasa depannya.


Tian Zhi makin kebingungan dengan musuh siapa yang akan dia hadapi, dan dia merasa jika misi ini mustahil bisa diselesaikan dalam waktu seribu tahun dimulai dari sekarang, sebab dia tidak tahu dimana letak satu per satu dari semua batu tersebut. Apalagi ancaman dari pria itu jelas membuat Tian Zhi tidak bisa menolaknya.


Dengan mengambil nafas berat dan tidak sanggup dia jalani, Tian Zhi pun membuka matanya, dan terkejut dia sudah berada di tempat lain, dimana dia melihat atap rumah.


Tian Zhi juga merasakan seseorang tidur di dadanya, yang tidak lain adalah Ratu Laba-laba.


"Lalu dimana aku mendapatkannya?" batin Tian Zhi dengan rasa tak berdaya, semua misi ini ibarat mencari air tawar dilautan luas, benar-benar mustahil bisa dia selesaikan tanpa adanya petunjuk apapun.


"Ah! Terserahlah, mau mati ... Ya mati lah, apa peduli ku dengan semua ini, apa untungnya bagiku juga, lebih baik mati lagi dan menjalani reinkarnasi maupun tidak...?!" batin Tian Zhi dengan memaki-maki pria itu.


Namun, terdengar suara seorang wanita yang menenangkan hati di benaknya. "Carilah petunjuk dari patung emas Dewa Binatang, disana kamu akan menemukan petunjuk. Gunakan cincin dimensi mu untuk mengasimilasi semua infomasi dari patung!"


Spontan Tian Zhi kaget dan mencari sumber suara wanita itu, namun dia tidak menemukan siapapun selain Ratu Laba-laba yang tertidur memeluknya dengan kepala di dada.


"Apa untungnya buatku?" tanya Tian Zhi kepada wanita itu.


"Kamu akan mendapatkan sesuatu yang kamu butuhkan saat menemukan lokasi itu dan lihatlah kedalam cincin dimensi mu"


"Baiklah, aku akan berusaha semampuku menyelesaikan misi ini!" jawab Tian Zhi yang tidak ada pilihan lain selain menerima misi ini, dan suara wanita itu pun tidak terdengar lagi.


(Author: Kepala Suku Golem, Ratu Laba-laba 7 warna, Ratu Lebah dan Ratu Semut Merah terkait novel 'Legenda Pasukan Wanita' dan juga ada hubungannya dengan novel God Of Beast 1. Jika sobatku mengikuti kedua novel itu, pasti akan mengerti sejarahnya. Sehat selalu dan banyak rejekinya. Salam)