Trigrams Chaos

Trigrams Chaos
Chapter 70. Menaklukkan.


Chapter 70. Menaklukkan.


Para kesatria terlihat sangat ketakutan, mereka tidak menyangka bertemu dengan Dragon Flame di tempat ini. Awalnya ingin berburu inti binatang dan kini berubah menjadi diburu.


"Kalian berdua cepat meninggalkan tempat ini, kami akan mengalihkan perhatiannya!" perintah salah satu satria kepada Jun Mei Lin dan Mu Bingyun.


"Grorrr!!"


Dragon Flame meraung saat tahu niat mereka yang ingin mengecoh, dan langsung menghadang jalur pelarian kedua wanita itu.


"Serang!!" perintah pemimpin tim kepada para satria untuk memberikan kesempatan kedua wanita untuk kabur.


Bang... Bang...


Sepuluh satria melancarkan serangan terkuat mereka kepada Dragon Flame dan mengenai kepala targetnya. Tapi, Dragon Flame hanya menggelengkan kepala dan menyemburkan nafas api sebagai balasannya.


Para kesatria segera membuat perisai energi untuk menangkis nafas api.


Jun Mei Lin dan Mu Bingyun segera menyelinap disaat Dragon Flame menyemburkan nafas api kepada rekannya. Namun, Dragon Flame mengibaskan ekor untuk menyerang kedua wanita yang akan kabur.


Bang...


"Arghh!!"


Jun Mei Lin dan Mu Bingyun terpental saat dada mereka terhantam ekor Dragon Flame. Sedangkan para kesatria menahan panas nafas api.


"Api Asyura!!" teriakan pemimpin tim.


Segera sepuluh satria menyelimuti tubuhnya dengan Api Asyura, dengan tujuan menahan panas nafas api. Dragon Flame tampak menyeringai dan membuka mulutnya, keluarlah bola api energi dan...


Boom💥...


Formasi kesatria langsung tercerai-berai dengan tubuh mereka terpental dan menabrak apapun. Sedangkan Mu Bingyun dan Jun Mei Lin berusaha bangkit, dan melihat rekannya sudah terluka cukup parah.


"Cepat lari!!" teriakan Mu Bingyun yang sudah terbang terlebih dahulu sebelum Jun Mei Lin bereaksi.


Namun, Dragon Flame jelas tidak akan membiarkan mereka kabur, dia mengejar Mu Bingyun sambil mengeluarkan bola api energi kepada Jun Mei Lin.


"Ayah!!" teriakan Jun Mei Lin memanggil ayahnya untuk terakhir kalinya saat tidak sempat menghindari bola api energi, dia menutup mata sambil meneteskan air mata, dia sudah pasrah jika harus mati hati ini.


Boom💥... Boom💥...


Dua kali ledakan energi terdengar dimana Mu Bingyun terkena punggungnya dan terjatuh sangat keras. Sedangkan Jun Mei Lin yang menutup mata menjadi bingung, sebab dia tidak merasakan sakit setelah ledakan.


"Hah!!" Jun Mei Lin terkejut saat membuka mata dan melihat sosok pria sedang membidik Dragon Flame dengan panah, dari tubuh pria itu masih mengeluarkan asap setelah terkena bola api energi, dan jelas jika pria ini adalah penyelamatnya.


Dragon Flame sudah mencengkram tubuh Mu Bingyun dan berbalik untuk mengambil Jun Mei Lin yang dia pikir sudah pingsan. Namun, Mu Bingyun segera dia lepaskan saat melihat orang yang dia takuti sudah membidiknya.


"Walau kekuatan ku rendah, bukan berarti lemah dengan yang lainnya...!" kata Tian Zhi kepada Dragon Flame.


Apa yang dimaksudkan Tian Zhi perihal memiliki Api Awan Hitam Petir dan petir peringkat kelima, dia tidak takut dengan kekuatan Dragon Flame yang lebih kuat.


"Mati atau tunduk!!" perintah Tian Zhi dengan memberikan pilihan kepada Dragon Flame.


Dragon Flame tampak marah tapi dia tidak meluapkan kemarahan, karena dia kuatir terkena di serang anak panah, apalagi jarak mereka sangat dekat, hanya terpaut dua puluh meter.


"Apa untungnya aku mengikuti mu?" tanya Dragon Flame dengan suara telepati.


"Sangat menguntungkan dengan kamu tidak aku bunuh!" jawab Tian Zhi dengan ketus.


"Grorrr!!"


Jelas Dragon Flame marah hingga tidak mampu mengendalikan kemarahan dengan meraung sangat keras.


Baginya, ucapan Tian Zhi jelas tidak masuk akal, dimana-mana jika terjalin kontrak antara majikan dan bawahan harus ada timbal balik, sedangkan apa yang dikatakan Tian Zhi jelas tidak menguntungkan-nya.


Dengan kemarahan yang meluap-luap, Dragon Flame membuka mulutnya dan menyemburkan api kepada Tian Zhi.


Tian Zhi geleng-geleng, dia segera mendorong tubuh Jun Mei Lin, dan dia segera berpindah dalam sekejap (teleportasi) sebelum semburan api mengenainya, dia tiba-tiba muncul dengan berdiri diatas leher Dragon Flame.


Sontak Dragon Flame terkejut dan menjadi ketakutan saat merasakan sengatan petir dan Api Awan Hitam Petir di lehernya, dan bukan panah lagi yang menempel di lehernya tapi senjata pedang.


Melihat kesempatan telah ditolong, Jun Mei Lin segera menolong Mu Bingyun yang pingsan dan segera menggendongnya untuk bersembunyi.


"Sekali lagi dan terakhir! Tunduk atau mati!" teriakan Tian Zhi dengan menekankan mata pedang pada leher Dragon Flame.


Darah segera segera mengalir dan rasa sengatan petir serta panas memasuki tubuhnya. Dragon Flame yang kesakitan langsung meraung tapi tidak berani bergerak, dia kuatir jika bergerak pedang akan semakin melukainya.


"Bagus! Ayo kita lakukan ritual kontrak jiwa!" perintah Tian Zhi dengan melonggarkan pedangnya dari leher Dragon Flame.


Dragon Flame seketika kegirangan saat Tian Zhi menginginkan kontrak jiwa dan bukan kontrak darah atau kontrak budak.


Kontrak jiwa lebih menguntungkan daripada kontrak darah, dan kontrak darah lebih menguntungkan dari kontrak budak.


Kontrak jiwa adalah ikatan yang tidak bisa dilepaskan dan akan terus terhubung walaupun majikannya telah mati, asal jiwa majikan tidak terbunuh. Selain itu, dengan kontrak jiwa antara majikan dan bawahan, bawahannya juga akan cepat mengikuti kekuatan majikan dan bisa menyerap energi spiritual sebagai makanannya.


Bisa menyerap energi spiritual, karena bawahannya berdiam dalam tubuh majikan.


Bawahannya juga tidak kuatir jika majikan akan berbuat sewenang-wenang, dikarenakan itu akan melukai diri sendiri, sederhananya, jika majikan sakit bawahannya juga ikut merasakan sakit.


Kontrak darah adalah ikatan yang bisa sewaktu-waktu diputuskan, setelah perjanjian antara majikan dan bawahan terselesaikan. Selain itu, kontrak darah bisa terputus jika salah satu pihak melanggar perjanjian. Namun, jika majikan memiliki kekuatan yang lebih tinggi, umumnya bawahan (binatang peliharaan) akan kembali dijinakkan dengan perjanjian yang lebih menguntungkan-nya daripada bawahan.


Kontrak budak (perbudakan) ini lebih menguntungkan majikan daripada bawahan. Namanya budak, pasti akan diperlakukan secara tidak adil, bahkan akan dijadikan umpan meriam bagi majikan. Namun, kontrak budak bisa diputuskan oleh pihak lain yang memiliki kekuatan lebih tinggi dan memutuskan perjanjian kontrak budak.


Kontrak budak banyak memicu pemberontakan dan banyak majikan yang terbunuh oleh bawahannya sendiri. Umumnya majikan membuka kontrak budak karena tidak ingin mengeluarkan banyak sumberdaya dan hanya memanfaatkan bawahannya.


Segera Tian Zhi dan Dragon Flame mengalir energi spiritual untuk mengingat kontrak jiwa mereka. Setelah terikat kontrak jiwa, Dragon Flame berubah mengecil dan masuk ke dalam tubuh Tian Zhi. Kini di punggung Tian Zhi terlihat sebuah tato Naga yang bisa bergerak.


Dragon Flame terkejut saat tahu kekuatan Tian Zhi yang lebih rendah darinya, jelas dia kecewa. Akan tetapi kekecewaannya berganti kegembiraan, sebab Tian Zhi memiliki garis darah Kasta Kaisar yang belum pernah ada.


Mulai saat ini dan selamanya mereka akan terus bersama, sakit bersama dan bahagia juga bersama. Dengan catatan, jiwa Tian Zhi tidak terbunuh, jika terbunuh Dragon Flame juga ikut mati. Jika tubuh Tian Zhi hancur, Dragon Flame masih bisa hidup dan akan menunggu majikan bereinkarnasi.


Selama menunggu majikannya bereinkarnasi lagi, bawahannya dinyatakan bebas dan bisa mencari penggantinya maupun hidup tanpa terikat pada siapapun.


Setelah Dragon Flame berdiam di tubuhnya, Tian Zhi melihat Mu Bingyun dan Jun Mei Lin yang bersembunyi, dia melihat Jun Mei Lin melongo karena melihatnya berhasil menjinakkan Dragon Flame yang kuat.


Tian Zhi mendekati mereka dan melihat Mu Bingyun. "Apa hubungan kalian?" tanya Tian Zhi kepada Jun Mei Lin.


Seketika Jun Mei Lin memulihkan keterkejutannya dan menjawab dengan terbata-bata. "Ka-kami ... Kami teman."


"Apakah kamu Tian Zhi yang menghancurkan lubang portal dimensi beberapa hari yang lalu?" kini Jun Mei Lin yang bertanya, sambil melindungi Mu Bingyun.


Jun Mei Lin sebenarnya mengenal Tian Zhi adalah Xiang Tianzhi dan tahu ada perseteruan dengan Mu Bingyun, dia juga tahu tiga sosok yang membawa semua wanita dan anak buahnya.


"Aku ada urusan dengan dia!" kata Tian Zhi yang tidak menjawab pertanyaan Jun Mei Lin.


Segera Jun Mei Lin menjauhinya dengan menggendong Mu Bingyun, dia kuatir jika Tian Zhi membunuh sahabatnya. Tian Zhi mendekatinya dan wajahnya telah berubah, berawal ramah dan kini menampilkan niat membunuh.


"Jika kamu tidak mau mati, lepaskan dia!?" bentak Tian Zhi kepada Jun Mei Lin.


Seketika hati Jun Mei Lin terasa sakit ketika dibentak, dia selama ini tidak pernah diperlakukan seperti ini. Terlihat kedua mata akan mengeluarkan air mata sambil berjalan mundur.


"Tidak, jika kamu mau membunuh dia, bunuh aku juga!?" jawab Jun Mei Lin tegas dengan nada sedikit membentak.


Tian Zhi tersenyum sinis dan mengeluarkan Api Awan Hitam Petir di ujung jari telunjuk tangan kanan, dia hanya mengeluarkan dalam skala kecil berniat untuk menyiksa.


Walaupun Jun Mei Lin berwajah cantik dan menarik, selama dia menghalanginya Tian Zhi tidak segan membunuhnya.


Sontak Jun Mei Lin ketakutan hingga dia terjatuh kebelakang, Mu Bingyun juga tersadar saat merasakan panas ekstrim dan syok melihat wajah Tian Zhi.


"Ampun...!!"


Mu Bingyun langsung bersujud dengan tubuhnya melindungi Jun Mei Lin dengan air mata mengalir deras, dia memohon belas kasihan akan perbuatannya dulu yang salah.


Namun, Tian Zhi tidak perduli, dia mengarahkan jari telunjuknya kepada Mu Bingyun. "Ampun katamu! Dulu aku meminta ampun tapi kalian tetap saja memukuli hingga hampir mati, lalu membuang ku seperti sampah di hutan. Ibuku Xue Mei juga mati karena kalian. Aku sudah membunuh Zhou Fan, Xue Ling, Mu Liang (Kaisar Pill), Xiang Huangdi dan yang lainnya, selanjutnya adalah kamu, ayahmu dan Raja Xiang sialan itu, termasuk Permaisuri Yin...!?" kata Tian Zhi dengan meluapkan kemarahan di hatinya.


Mu Bingyun kaget dan ternyata Tian Zhi adalah membunuh Mu Liang si Kaisar Pill. Mu Liang adalah paman dari Mu Bingyun, paman yang selama ini selalu dia banggakan.


Mu Bingyun semakin menangis. "Ini sudah impas ... Kamu sudah membunuh orang yang paling berharga bagiku!" teriak Mu Bingyun.


Sedangkan Jun Mei Lin juga ikut menangis sambil memeluk Mu Bingyun, dia juga menahan rasa panas dan pakaian mereka sudah menjadi abu.


"Tian berhenti!!"


Di kejauhan suara He Hua terdengar untuk mencegahnya membunuh. Tian Zhi langsung mengeluarkan seribu tubuh bayangan untuk mengecoh He Hua.


Buk... Buk...


Tian Zhi langsung membuat kedua wanita itu pingsan dengan memukul tengkuknya, lalu dia membawa kedua wanita itu masuk ke dalam cincin dimensinya.


Sedangkan seribu bayangan langsung menyerang He Hua sebelum mendekatinya tubuh aslinya.


Boom💥...